Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Selesainya Ujian Kedua


__ADS_3

“KELUAR KAU DARI TUBUH INI DASAR PEDANG TERKUTUK!” ucap Scarlesia memperkuat cengkraman tangannya di leher Abigail.


Sekelebat bayangan hitam keluar dari tubuh Abigail, pedang terkutuk itu sudah kembali masuk ke dalam wadah asalnya. Sementara itu, Abigail tidak sadarkan diri setelah pedang terkutuk tersebut tidak lagi berada dalam tubuhnya. Scarlesia menaruh Abigail di permukaan tanah, suara sorak-sorai gembira bergaung di arena duel.


“WOAAAAA ANDA LUAR BIASA SEKALI YANG MULIA!”


“YANG MULIA ANDA SANGAT HEBAT!”


Scarlesia mengambil pedang terkutuk tersebut, ia melemparkan pedangnya pada Andreas. Dia keluar dari arena sementara diumumkan bahwa pemenangnya dalam ujian berpedang adalah Scarlesia.


“Moon, kau tahu soal pedang terkutuk ini kan?” selidik Scarlesia bertanya pada Moon.


“Aku memang mengenalnya, pedang ini dinamakan pedang killer sun. Sebenarnya orang yang menempaku membuat dua pedang salah satunya aku dan satunya lagi adalah pedang ini yang ditempa ketika gerhana matahari terjadi,” jelas Moon.


Scarlesia manggut-manggut pertanda mengerti penjelasan Moon,


“Pantas saja auranya agak mirip dengan auramu,” ujar Scarlesia.


“HAA? MIRIP KAU BILANG? JANGAN SAMAKAN AKU DENGAN SI BODOH ITU,” teriak Moon tidak terima disamakan dengan pedang killer sun itu.


“Jangan berteriak pada Sia!” tegur Andreas.


“Lalu apa yang akan kau lakukan pada pedang ini?” tanya Louis.


“Aku akan memberikannya pada Kak Carlen, Andreas kan sudah punya Moon jadi aku ingin kakakku menggunakan pedang ini. Andreas, aku titip pedangnya padamu nanti aku akan ambil lagi,” kata Scarlesia kembali pada arena duel.


Scarlesia menuju ke tempat Edward tengah berdiri bersama seorang sekretaris pribadinya, Scarlesia ingin memberitahu masalah Abigail.


“Yang Mulia, tolong selidiki masalah ini,” ujar Scarlesia to the point.


“Masalah apa maksudmu?”

__ADS_1


“Pedang yang digunakan oleh Abigail bukanlah pedang sembarangan, saya rasa ada seseorang yang terlibat di belakangnya. Tolong cari tahu siapa yang memberikan pedang ini pada Abigail,” pinta Scarlesia memohon.


Edward berpikir sejenak, ia juga baru sadar bahwa ada keanehan lain dari pedang yang digunakan Abigail.


“Baiklah, apa yang akan kau lakukan pada pedangnya?” tanya Edward.


“Saya akan memberikannya pada kakak saya. Kalau begitu saya permisi dulu Yang Mulia,”


Kemudian Scarlesia keluar dari arena duel, ia beralih pergi ke kamarnya karena seluruh badannya terasa pegal. Scarlesia membawa seluruh prianya untuk mendiskusikan tentang ujian berburu yang akan dilaksanakan 2 hari lagi.


“Ujian berburu berarti ini sama dengan lomba berburu, aku jadi teringat perburuan yang dilakukan di Roosevelt dulunya pasti tidak akan berjalan mulus,” ujar Oliver.


“Ya, aku juga berpikir seperti itu. Bagaimana peraturannya? Apakah kaisar ada mengatakannya padamu?” tanya Zenon.


“Eumm… tidak ada. Kaisar belum mengatakan apa-apa padaku,” balas Scarlesia yang sedang dipijit oleh Erin dan Hana.


“Kalau begitu kita harus memeriksa hutan tempat dilaksanakannya perburuan sebelum hari H,” kata Elios.


“Besok kita harus periksa dan pastikan hutan itu aman sebelum dimasuki oleh Sia,” ujar Louis diangguki oleh mereka semua.


“Katanya tadi dia pergi bersama Aldert ke menara sihir Evariste,” jawab Oliver.


“Hmm begitu, sekarang dia mungkin ingin melakukan keinginan lamanya. Hufft ya sudahlah.”


Scarlesia menghela napasnya, dia beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil pedang yang tadi dia berikan pada Andreas. Scarlesia mengamati pedang yang bernama killer sun tersebut dengan seksama, ia mengamatinya guna untuk mencari tahu apa yang berbeda dari pedang ini.


“Pedang ini berbeda dengan Moon, dia punya energi kutukan di dalamnya,” celetuk Andreas.


“Benar, aku juga merasakan ada energi kutukan di dalam pedangnya. Moon, apakah kau tahu kenapa pedang ini punya energi kutukan?” tanya Scarlesia pada Moon.


“Aku akan menjelaskan padamu. Sebenarnya seluruh senjata di dunia ini masuk ke dalam pengawasan dewa perang, tapi karena pedang bodoh ini melakukan hal yang tidak masuk akal di masa lalu dia diberi hukuman berupa kutukan yang membuat ruang geraknya menjadi terbatas dan dia hanya terjebak di dalam pedang itu. Aku merasakan energi kutukannya semakin berkurang, mungkin itulah mengapa tadi dia bisa mengambil alih tubuh Abigail,” terang Moon.

__ADS_1


“Dewa perang? Memangnya apa yang dilakukan olehnya sampai membuat dewa pedang marah padanya? Cepat jelaskan padaku,” desak Scarlesia.


“Dia nyaris melukai salah satu asisten dewa perang dan membunuh banyak orang yang tidak berdosa. Pada dasarnya pedang killer sun ditempa menggunakan perasaan marah dan dendam, orang yang menempa kami memiliki kebencian besar terhadap manusia. Itulah mengapa kami diciptakan dengan tujuan untuk melenyapkan seluruh kehidupan di muka bumi ini. Lain halnya denganku, aku masih bisa mengontrol nafsu membunuhku tapi killer sun tidak bisa mengatur nafsu membunuhnya,” lanjut Moon menjelaskan.


“Mana yang lebih kuat kau atau si killer sun ini?” tanya Zenon.


“Tentunya aku yang lebih kuat! Tapi killer sun butuh seseorang yang bisa menjinakkannya, yang bisa menjalin kontrak dengannya, dengan begitu dia bisa menjadi pedang yang jinak,” ucap Moon.


“Baiklah, aku akan menyuruh kakakku mengikat kontrak dengannya,”


“Jangan sembarangan memilih orang yang mengikat kontrak dengannya, bila salah maka orang itu akan mati,” peringat Moon.


“Tidak masalah karena kakakku pasti bisa menjinakkannya,”


Scarlesia berpikir bahwa ia harus mengumpulkan segala kekuatan yang paling kuat di dunia ini untuk mempersiapkan diri menghadapi perang akhir nanti. Perang akhir yang menentukan nasib manusia, perang yang menentukan pihak mana yang akan menang dan yang berhak menguasai dunia ini.


“Ya, aku harus menjadikan pedang ini berada di pihakku. Aku tidak akan membiarkannya jatuh ke tangan orang lain,” batin Scarlesia.


Setelah itu Scarlesia keluar dari kamarnya dan pergi ke tempat Carlen berada. Saat ini Carlen sedang berada di kamarnya, ia mengintip dari celah pintu lalu mendapati Carlen tengah membersihkan pedangnya. Scarlesia tahu bahwa Carlen selalu merawat pedangnya sepanjang waktu, hal inilah yang membuat Scarlesia yakin bahwa sang kakak akan dengan mudah menjinakkan pedang killer sun.


“Kak, apakah kakak sibuk?” tanya Scarlesia membuka pintu kamar Carlen.


“Oh Sia, masuklah. Aku tidak sibuk, tumben sekali kau kemari. Ada apa?”


Scarlesia mengeluarkan pedang yang dia sembunyikan dari balik badannya lalu menyodorkan pedangnya pada Carlen.


“Aku ingin memberikan pedang ini pada kakak, tolong jinakkan dia dan jalinlah kontrak dengannya,” pinta Scarlesia.


“Jalin kontrak?”


Scarlesia mengangguk, Carlen menerima pedang yang diberikan oleh Scarlesia padanya.

__ADS_1


“Bukannya ini adalah pedang yang tadi dipakai oleh Abigail?” kata Carlen membuka sarung pedang tersebut.


“Iya, tapi pedang ini sedikit berbahaya. Namun, aku percaya kakak bisa menjinakkannya karena jika dibiarkan begitu saja maka pedang ini akan jatuh ke tangan yang salah dan pada akhirnya akan membahayakan nyawa orang lain. Jika kakak menjalin kontrak dengan pedang ini maka aku yakin dia akan sangat berguna untuk kakak,”


__ADS_2