Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Penyelamatan


__ADS_3

“Oliver, bisakah kamu melacak kemana para penyihir yang membawa anak-anak itu?”


“Oke, aku akan mencoba melacaknya,”


Malam ini mereka disibukkan oleh pekerjaan yang tidak diduga-duga, sebelumnya Scarlesia menitipkan Theo pada Erin dan Hana di paviliunnya agar lebih aman daripada ikut bersamanya. Scarlesia membawa busur suci bersamanya, ia berfirasat bahwa ini tidak akan sesederhana yang dia kira. Langit malam saat ini agak terasa aneh dia rasakan, sinar bulan juga tampak tidak seperti biasanya.


“Apakah akan ada sesuatu yang terjadi?” gumamnya mendongak ke arah bulan.


“Sia, ada apa? Apakah ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?” tanya Louis yang membuyarkan lamunannya.


“Huh? Tidak ada. Apa semuanya sudah siap?”


Scarlesia menoleh ke kanan dan melihat mereka sudah siap untuk berangkat.


“Biar aku menggendongmu karena kau tidak bisa terbang. Perjalanan kita akan sedikit sulit,” tawar Zenon mengangkat tubuh Scarlesia.


“Kenapa kau yang menggendongnya? Biar aku saja sini,” rebut Elios.


“Waktu itu kau pernah menggendongnya, sekarang giliran aku yang menggendongnya,” ketus Zenon.


“Ayo cepatlah, kalian jangan bertengkar lagi,” ucap Scarlesia melerai pertengkaran mereka.


Mereka terbang dengan kecepatan tinggi mengarah ke dalam sebuah hutan yang lokasinya lumayan jauh dari kota. Sebelum turun, mereka mengamati pergerakan para penyihir itu terlebih dahulu. Para penyihir hitam tersebut berhenti di sebuah rumah kecil yang terletak di tengah hutan, mereka juga melihat beberapa orang anak-anak yang terkurung di dalam sebuah kurungan besi.


“Kita harus melanjutkan kembali perjalanan ini,”


“Iya karena beberapa hari ini ratu sedang berada di dalam suasana hati yang buruk,”


“Aku mendengar karena cermin ajaib mengatakan bahwa ada seseorang yang lebih cantik dari ratu,”


“Apakah yang dimaksud ratu adalah Scarlesia Eginhardt?”


“Bagaimana kau bisa tahu?”


“Karena aku pernah melihatnya ketika sedang menjalankan misi yang diberikan oleh permaisuri. Dia memang cantik bahkan jauh lebih cantik dari ratu,”


“Benarkah? Aku juga ingin melihatnya langsung,”


Jumlah penyihir hitam yang dilihat Scarlesia saat ini adalah sebanyak 7 orang. Tidak menunggu lama, Scarlesia akhirnya memutuskan untuk turun dan menghadang jalan mereka.

__ADS_1


“Sepertinya kalian sedang membicarakan hal yang menarik,” seru Scarlesia perlahan turun ke bawah lalu berdiri di hadapan mereka semua.


“Siapa kalian? Kenapa kalian bisa ada di sini? Bukankah hutan ini dipasang penghalang agar orang selain kami tidak bisa melewatinya?” ujar salah seorang penyihir.


“Itu sudah aku hilangkan,” sahut Oliver.


“Sial! Apa yang ingin kalian lakukan?”


“Apa ya? Tentu saja kami ingin merebut anak-anak itu kembali,” seringai Scarlesia.


“Apa? Kurang ajar! Cepat hentikan mereka!”


Scarlesia langsung berlari dan mendekati kurungan besi tempat anak-anak itu dikurung sedangkan Andreas, Louis, Oliver, Zenon, dan Elios melawan para penyihir tersebut. Scarlesia melihat anak-anak itu berada di dalam keadaan yang sangat takut.


“Kalian tidak perlu khawatir lagi. Kami datang untuk menyelamatkan kalian,” ujar Scarlesia menenangkan anak-anak tersebut.


“Kakak benar-benar datang untuk menyelamatkan kami?”


“Tentu saja jadi kalian jangan takut lagi ya,”


“SIA AWAS!!” teriak Andreas memperingati Scarlesia bahwa ada seorang penyihir yang menyerangnya.


Scarlesia lekas menghindari serangan tersebut sebelum menyentuh dirinya, ia melangkah mundur ke belakang agar pertarungannya tidak membahayakan anak-anak yang lain.


“Laki-laki tapi menyerang wanita dari belakang, pengecut sekali kau,” hina Scarlesia.


“DIAM!!” sergahnya menyerang Scarlesia sekali lagi dengan sihir hitamnya.


Sekali lagi pula Scarlesia berhasil menghindarinya dengan cepas, kini gilirannya menyerang si penyihir tersebut. Scarlesia mengambil busurnya kemudian membidik penyihir itu hingga mengenai dada sebelah kirinya.


“Apa-apaan busurnya itu? Lukaku terasa sangat panas. Biasanya ketika terluka maka lukaku akan tertutup kembali tapi kenapa lukaku tidak bisa tertutup?” batin penyihir yang melawan Scarlesia, dia memegangi lukanya yang sakit sekaligus terasa panas serta tidak bisa tertutup itu.


“Bagaimana? Apa kau sudah mau menyerah?” tanya Scarlesia.


“Hahaha menyerah? Tidak akan! Apalagi hanya melawan gadis sepertimu. Kalau tidak bisa melawanmu dalam jarak jauh maka aku akan menyerangmu dalam jarak dekat. HIYAAAAAA!!”


Pria itu mendekati Scarlesia dengan gumpalan sihir hitam di tangannya, ia hendak menyerang Scarlesia dalam jarak yang dekat. Pukulan pertama yang dilayangkan oleh pria tersebut berhasil ditampik oleh Scarlesia lalu ia menendang pria itu dari arah samping dan membuatnya tersungkur ke tanah. Kemudian Scarlesia menginjak punggung penyihir itu, kini dia berdiri di atas tubuhnya.


“Oke, saatnya kamu mati karena neraka sudah menunggumu datang,”

__ADS_1


“Aku tidak mau mati! Sial! Serangan dari busurnya tadi melemahkan kekuatanku,” gumam si penyihir


Scarlesia menarik tali busurnya sedikit lebih kuat, anak panah yang dikeluarkan di busurnya itu tepat mengenai kepala penyihirnya.


“AARRRGHHHHHHH,” teriaknya. Perlahan tubuhnya yang mati melebur menjadi asap hitam dan menghilang.


“APAKAH KALIAN SUDAH SELESAI?” tanya Scarlesia pada pria-prianya.


“Sudah. Semuanya terlalu mudah,” sahut Elios.


“Ternyata mereka tidak sekuat yang aku pikirkan,” batin Scarlesia.


Scarlesia menghela napas lega, anak-anak yang berada di dalam kurungan pun juga merasa senang karena para penyihir itu sudah dibunuh oleh mereka. Scarlesia mendongakkan kepalanya ke atas langit, ia melihat warna bulan berubah menjadi merah secara perlahan.


“Hei kalian coba lihat ke atas. Kenapa bulannya tiba-tiba berubah menjadi merah?” seru Scarlesia.


“ITU GERHANA BULAN MERAH!” sahut Moon dari dalam pedang Andreas.


“Gerhana bulan merah? Bukannya itu gerhana bulan yang pernah kau ceritakan dulunya?” tanya Andreas.


“Iya, gerhana bulan merah hanya terjadi sekali dalam 500 tahun,” ucap Moon.


“Ehh ada yang salah dengan Louis,” kata Scarlesia.


Louis berdiri agak jauh dari mereka, ia melihat Louis memegangi kepalanya dan terlihat begitu kesakitan. Mendadak angin kencang datang, suasana hutan berubah menjadi semakin mencekam.


“AAAARRHHHHHH!”


Louis berteriak sangat kencang, semakin kencang teriakannya anginnya juga semakin kencang. Scarlesia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Louis, setelah itu perubahan di tubuhnya mulai terjadi. Giginya mengeluarkan taring tajam, rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya berubah menjadi bulu yang lebat, ekornya juga muncul, serta tangannya berubah menjadi cakar. Wujud Louis saat ini menyerupai seekor serigala bahkan pupil coklatnya ikut berubah menjadi merah menyala.


“Apa yang terjadi dengan Louis?” tanya Scarlesia cemas.


“Aku lupa kalau klan manusia serigala akan berubah disaat malam gerhana bulan merah, kekuatannya akan meningkat drastis tapi karena kekuatannya yang cukup kuat itu dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya,” jawab Moon.


“Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi?” marah Scarlesia.


“Aku lupa kalau diantara kita ada manusia serigala,” sahut Moon.


“Ahhh apa yang harus kita lakukan sekarang?”

__ADS_1


Angin kencangnya tiba-tiba berhenti, perubahan Louis juga berhenti. Louis terdiam sejenak menatap bulannya kemudian dia menoleh ke arah Scarlesia.


“Grrrrr…”


__ADS_2