Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Menemui Nenek dan Kakek


__ADS_3

Berdasarkan keputusan pengadilan kekaisaran, Duchess Debora, Pangeran Rashid, beserta pengikut lainnya dijatuhi hukuman mati. Eksekusinya akan dilakukan empat hari mulai sekarang, segala kerugian yang diderita oleh penduduk daerah utara akan ditanggung oleh pihak kekaisaran secara langsung. Segala bentuk harta benda, bisnis, dan daerah kekuasaan para tersangka akan disita dan diserahkan pada istana. Semua kekayaan mereka akan disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.


Ditemukan juga daerah selatan yang sebelumnya diurus oleh Abigail terjadi beberapa masalah di sana. Salah satunya masalah mata air yang terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya akibat beberapa penelitian yang tidak bertanggung jawab dari dokter-dokter yang bekerja sama dengan Duchess Debora. Karena itulah Scarlesia kembali turun ke dalam daerah selatan, lalu membereskan masalah di sana tanpa ada yang tertinggal.


“Melelahkan sekali,” keluh Scarlesia merebahkan badannya di atas tempat tidurnya.


“Yang Mulia, apa anda mau cemilan?” tawar Hana.


“Boleh, sekalian buatkan aku cokelat dingin ya,” pinta Scarlesia.


“Baiklah Yang Mulia,”


Hana segera pergi menuju dapur untuk mengambil beberapa cemilan dan cokelat dingin untuk Scarlesia.


“Apa anda akan membiarkannya saja Yang Mulia?” tanya Erin.


“Membiarkan apa maksudmu?”


“Katanya Abigail kabur, apa anda akan membiarkannya kabur begitu saja?”


Semenjak Abigail mengetahui identitasnya yang sebenarnya, dia kabur dari istana dan sampai sekarang tidak ada orang yang mengetahui dimana keberadaan Abigail. Scarlesia mengerahkan pencarian untuknya tapi masih tidak ditemukan dimana dia saat ini bersembunyi.


“Biarkan saja, kalau dia muncul aku tinggal membunuhnya. Sekarang dia bukan lagi anggota kekaisaran jadi jika aku membunuhnya maka tidak akan ada orang yang mempermasalahkannya,” ucap Scarlesia.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu kamar Scarlesia, Erin bergegas membuka pintunya untuk mengecek siapa yang datang.


“Yang Mulia, Nyonya Ellie sudah datang,” ujar Erin.


“Nyonya Ellie? Hahh? Kenapa Nyonya Ellie bisa ada di sini? Suruh dia masuk,”


Scarlesia segera bangkit dari posisi rebahannya, dia menyambut kedatangan Ellie. Dia merasa bingung sesaat kedatangan Ellie yang tiba-tiba karena akhir-akhir ini dia tidak pernah memesan gaun apa pun pada Ellie ditambah dia sekarang berada di Evariste bukan di Roosevelt lagi. Sebelum bertanya lebih lanjut, Scarlesia mempersilakan Ellie duduk terlebih dahulu dan Hana yang baru balik dari dapur langsung menyuguhkan minuman untuk Ellie.


“Yang Mulia, mungkin anda terkejut kenapa saya bisa ada di sini sekarang. Sebenarnya Yang Mulia Duke membayar saya untuk membuatkan gaun paling mewah untuk anda, beliau tahu kalau anda tidak menyukai gaun yang menggunakan korset sedangkan di Evariste belum ada designer baju yang menyediakan gaun tanpa korset,” terang Ellie memberi penjelasan.

__ADS_1


“Jadi, Ayah yang menyuruh anda kemari Nyonya? Ya, di sini memang belum ada designer sebagus anda. Saya agak kaget karena anda tiba-tiba sudah berada di sini,” ujar Scarlesia seraya meneguk cokelat dinginnya.


“Saya lebih kaget lagi mendengar berita tentang anda yang menjadi putri mahkota Kekaisaran Evariste. Siapa sangka Ibu anda ternyata dulunya adalah kaisar di sini, semua orang heboh termasuk para bangsawan yang pernah menuding anda macam-macam,”


“Haha ya begitulah. Tapi, gaun apa yang dipesankan oleh Ayah?” tanya Scarlesia.


“Oh apa anda lupa Yang Mulia? Dua hari lagi kan acara penobatan sekaligus pesta yang diadakan khusus untuk anda. Seluruh kekaisaran akan diundang di acara kali ini,” jawab Ellie.


Scarlesia baru sadar dua hari lagi adalah acara penobatannya sebagai putri mahkota, sesungguhnya Edward menginginkan Scarlesia untuk langsung diangkat sebagai kaisar tapi dia menolaknya sebab ia ingin bersantai selama beberapa waktu terlebih dahulu sembari mempelajari lebih banyak tentang kekaisaran ini.


“Benar juga, acaranya dua hari lagi. Jadi anda kemari khusus untuk mengantarkan gaunnya? Kenapa anda tidak menyuruh orang lain saja nyonya?”


“Karena saya ingin bertemu anda Yang Mulia, semenjak anda tidak tinggal di Roosevelt lagi suasana di sana agak berbeda. Kaisar memiliki temperamen yang sangat buruk sekarang ditambah lagi permaisuri juga diganti,” kata Ellie.


“Permaisuri diganti? Jadi sekarang Nieva bukan permaisurinya? Siapa yang jadi permaisuri sekarang?” kaget Scarlesia.


“Selena Javar,”


“Selena? Jadi dia akhirnya bisa naik ke posisi permaisuri? Haha tidak ada bedanya dari permaisuri sebelumnya. Lalu Nieva sekarang bagaimana?”


“Oh iya juga, aku lupa. Hmm ya biarkan saja dia, itu adalah karma untuknya yang sudah berbuat macam-macam denganku,”


Kemudian mereka lanjut memperbincangkan hal lain, setelah itu Ellie membawa masuk seluruh gaun yang dipesankan oleh Eldrick untuknya.


“Tunggu nyonya! Kenapa banyak sekali? Bukannya Ayah hanya memesankan gaun untuk acara penobatanku saja?”


Scarlesia tercengang melihat beberapa tumpukan gaun yang diserahkan Ellie padanya, bahkan diantara gaun-gaun itu ada lingerie seksi yang terselip.


“Lalu apa pula ini? Apa Ayah juga memesan ini untukku?” tanya Scarlesia mengangkat lingerienya.


“Itu dari saya Yang Mulia, gaun-gaun yang ada di sebelah sini dari saya semua,” tunjuk Ellie ke tumpukan gaun sebelah kanannya.


“EHHHH?? T-T-TAPI KENAPA LINGERIE?”


Scarlesia memelototkan matanya, Ellie hanya tersenyum jahil pada Scarlesia.

__ADS_1


“Simpan saja untuk malam pertama Yang Mulia. Anggap ini semua hadiah dari saya untuk anda karena berkat anda saya bisa menjadi seperti sekarang,” tutur Ellie.


“B-begitu ya….”


Scarlesia menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu di balik kedua tangannya, dia belum memiliki pikiran sampai ke sana tapi Ellie sudah memperhitungkannya terlalu jauh. Selesai menyerahkan semua gaunnya, Ellie pun pamit pulang kepada Scarlesia sebab ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan oleh Ellie.


“Apa yang akan anda lakukan sekarang Yang Mulia?” tanya Erin.


“Aku mau pergi menemui nenek dan kakek,”


Erin dan Hana mendampingi Scarlesia pergi ke tempat Qirani dan Feodor, mereka sekarang sedang berada di taman istana. Mereka sangat senang melihat Scarlesia datang bertemu mereka, walaupun mereka sudah tua tapi di mata Scarlesia mereka berdua terlihat sangat mesra. Qirani dulunya memang memiliki istana harem, dia tidak punya Feodor saja tapi punya beberapa selir juga. Selir-selirnya itu sudah banyak yang meninggal bahkan ada juga yang keluar dari istana.


“Apa kakek sangat mencintai nenek?” tanya Scarlesia ingin tahu.


“Aku sangat mencintainya bahkan sebelum dia menjadi kaisar,” jawab Feodor.


“Kenapa kau menjawabnya? Aku kan jadi malu,” ujar Qirani tersipu malu.


“Sungguh? Bagaimana kalian dulu bertemu?”


Scarlesia mencoba mengungkit kisah cinta diantara mereka berdua, entah kenapa menurutnya kisah mereka berdua akan terdengar menarik.


“Aku akan menceritakannya, tahukah kamu Sia? Dulu nenekmu ini juga dikenal sebagai wanita paling cantik di Evariste jadi tidak heran cantiknya turun padamu dan Ibumu. Aku ingat waktu itu aku masih berusia 18 tahun dan Qirani berusia 16 tahun. Kala itu aku tidak tahu kalau dia adalah putri mahkota masalahnya dia pergi ke pusat kota menyamar menjadi orang biasa,”


“Jangan ceritakan! Itu sangat memalukan,” kata Qirani memukul lengan Feodor.


“Lalu dia menghajar seorang pria tua yang mencoba melecehkan seorang gadis, aku masih ingat seperti apa ekspresinya dulu. Itulah awal mula aku bertemu dan kenal dengannya, aku hanyalah anak seorang baron dan bukan dari keluarga yang berada. Aku menjalin hubungan diam-diam bersama dia tanpa aku tahu statusnya sebagai putri mahkota,”


“Jadi, akhirnya kakek tahu kalau nenek putri mahkota?”


Feodor mengangguk.


“Aku tahu, aku ingin mundur tapi dia tetap memperjuangkanku. Akhirnya dia menyuruhku masuk ke dalam haremnya dan aku terpilih sebagai pangeran diantara banyaknya pria. Awalnya hal ini menimbulkan pro dan kontra, tapi tetap berakhir damai setelah beberapa masalah,”


“Nenek, kenapa nenek memilih kakek sebagai pangeran?”

__ADS_1


__ADS_2