
Hari perburuan
Mentari menyambut pagi ini dengan bahagia, seluruh penghuni mansion tengah sibuk karena perburuan yang akan dilaksanakan hari ini. Cuaca yang sangat cerah datang mendukung pelaksaan perburuan yang sudah lama dinantikan itu. Erin dan Hana juga sibuk mendandani Scarlesia sejak tadi serta menyiapkan beberapa keperluannya untuk berburu.
“Hoaamm,” Scarlesia menguap, rasa kantuknya masih belum menghilang.
“Astaga Nona, apa anda berlatih sampai larut malam lagi?” tanya Erin.
“Iya, tapi syukurlah aku sudah bisa mengontrol kekuatan busur suci ini,” jawab Scarlesia.
“Tapi hari ini anda harus melakukan hal yang cukup berat, bagaimana jika nanti anda kelelahan karena kurang istirahat?”
Sesungguhnya Erin merasa khawatir melihat Scarlesia yang selama 3 hari ini kekurangan jam tidur karena terus berlatih untuk mengendalikan kekuatan busur sucinya.
“Jangan khawatir, tubuhku tidak selemah itu,”
“Baiklah, tapi kalau nanti anda merasa tidak enak badan anda harus memberitahu saya,”
“Iya Erin tenang saja,”
Beberapa saat kemudian, akhirnya Scarlesia selesai berdandan. Dia memperhatikan dirinya di dalam pantulan cermin, dia mengenakan pakaian pria agar mempermudahnya dalam perburuan nanti. Rambutnya dikuncir satu supaya tidak mengganggunya saat memanah, riasan yang menempel di mukanya juga tipis, meski begitu itu tidak membuat kecantikannya berkurang sedikitpun.
“Sepertinya kemampuan Nyonya Ellie semakin meningkat, dia membuatkanku pakaian berburu yang sangat bagus. Haha aku pikir butik Nyonya Ellie akan sepi karena aku mengacau di istana tapi katanya butiknya semakin ramai semenjak aku datang ke pesta kemenangan,” gumam Scarlesia.
Setelah puas melihat dirinya di cermin, ia pun segera turun ke bawah dan menuju depan mansion. Di sana sudah ada Ayah dan dua kakak laki-lakinya yang menunggunya karena mereka semua berencana untuk berangkat bersama, sedangkan para prianya sudah berangkat lebih dulu karena mereka ingin memastikan apakah Hutan Senjana sepenuhnya aman untuknya atau tidak.
“Sia, apa kau berencana menikahi pria-pria itu?” tanya Eldrick, yang dimaksudkannya adalah Andreas, Zenon, Oliver, dan juga Louis.
“HAHH? BENARKAH ITU?”
Carlen dan Aldert terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Eldrick pada Scarlesia.
“Huh? Sejujurnya aku belum ada pikiran untuk menikah Ayah,” jawab Scarlesia.
“Benar, dia masih muda. Masih terlalu jauh untuk memikirkan pernikahan,” celetuk Aldert ditatap oleh Scarlesia, ia pun memalingkan pandangannya karena malu.
“Yang dikatakan Aldert benar. Sia masih terlalu muda untuk memikirkan pernikahan,” sambung Carlen.
“Aku masih 17 tahun, aku masih mau hidup bersama Ayah dan juga kakak. Jika aku menikah nanti aku akan jarang bertemu kalian, jadi tidak masalah kalau aku mengundur lebih lama pernikahanku,”
“Ehemm b-benar juga,” dehem Eldrick merona.
__ADS_1
Setibanya di tempat perburuan, di sana sudah ramai para bangsawan yang menunggu dilaksanakannya perburuan ini sesegera mungkin. Kedatangan Scarlesia mengundang semua perhatian orang, apalagi pakaiannya yang berbeda jauh dari para gadis bangsawan lainnya yang mengenakan dress.
“Nona, anda sudah sampai?” tanya Robert menghampiri Scarlesia.
Hari ini Scarlesia membawa empat orang para ksatria pemanah yakni Robert, Dion, dan dua ksatria pemanah lainnya.
“Iya, baru saja sampai. Apa yang lain sudah di sini?”
“Sudah Nona,”
Kemudian Scarlesia pergi ke tenda yang sudah disediakan oleh Ayahnya sebelumnya untuk beristirahat. Sebelum memulai perburuan, Scarlesia merenggangkan semua ototnya supaya mempermudahkannya dalam bergerak tanpa kendala. Di dalam tenda juga ada Erin dan Hana, mereka membawa sekeranjang kue kering yang sudah disiapkan oleh Allen untuknya.
Setelah melakukan perenggangan, Scarlesia keluar dari tenda untuk melihat siapa saja yang hadir di dalam perburuan kali ini. Fokusnya tidak sengaja menangkap pangeran ketiga Kekaisaran Thyme yang dimaksud Ayahnya kemarin sedang merayu para wanita bangsawan di sana. Lalu dari kejauhan Giana dan Nieva bergerak ke arahnya.
“Hoho akhirnya hiburanku datang juga,” batinnya tersenyum miring melihat mereka berdua.
“Lihat siapa ini yang datang, ya ampun Nona Scarlesia Eginhardt anda serius rupanya untuk ikut serta dalam perburuan ini,” ejek Giana.
“Astaga tuan putri anda suka sekali mengganggu saya ya, apa tuan putri tidak bisa melepaskan pandangan anda terhadap kecantikan saya?”
“Mana mungkin, aku ini lebih cantik darimu,”
“Saya bahkan tidak yakin ada yang lebih cantik dari saya di dunia ini. Jadi bagaimana bisa tuan putri mengaku kalau anda lebih cantik dari saya?”
“Tapi tuan putri sebaiknya anda mendoakan saya menang hari ini karena jika saya kalah maka saya akan resmi menjadi permaisuri. Kalau saya menjadi permaisuri, saya bisa loh menyiksa anda lebih lama lagi,” ujar Scarlesia tersenyum menyeramkan.
“A-apa? Apa maksudmu?”
Tidak sempat Scarlesia menjelaskan lebih jauh lagi pada Giana, tiba-tiba Charles Thyme (pangeran ketiga) Kekaisaran Thyme datang menghampirinya karena perhatiannya dicuri oleh kecantikan Scarlesia.
“Siapa wanita cantik ini? Tidak, maksudku siapa dewi cantik ini?” tanya Charles mengecup punggung tangan Scarlesia.
“Saya Scarlesia Eginhardt memberi salam kepada Yang Mulia Pangeran Charles,” kata Scarlesia memberi salam.
“Scarlesia? Jadi kamu yang dirumorkan sebagai dewi Kekaisaran Roosevelt? Betapa beruntungnya aku bisa bertemu dirimu di perburuan ini,” ujar Charles tersenyum menggoda.
Giana dan Nieva yang ada di dekat Scarlesia tidak digubris dan dipedulikan sama sekali oleh Charles. Perhatian Charles seluruhnya telah dicuri oleh Scarlesia, mereka yang menyaksikan hal ini menggerutu marah padanya.
“Yang Mulia, bagaimana bisa anda melalui Tuan Putri Giana Roosevelt begitu saja? Padahal beliau bersama saya loh,”
Charles melirik ke arah mereka berdua tapi dia tidak tertarik sama sekali dengan mereka.
__ADS_1
“Aku tidak peduli. Bagaimana bisa aku mengalihkan perhatianku dari wanita luar biasa cantik sepertimu? Hanya orang gila yang berpikir bahwa ada wanita yang lebih cantik darimu,” goda Charles membuat Giana dan Nieva kesal dan akhirnya menghentakkan kakinya pergi menjauh dari mereka berdua.
“Haha Yang Mulia anda terlalu memuji saya,”
“Tidak, aku berbicara fakta. Bagaimana kalau kau ikut denganku ke Kekaisaran Thyme untuk menikah denganku?” tawar Charles.
“Mau kau bawa kemana Sia?” celetuk Oliver.
Dari belakangnya, tiba-tiba muncul Oliver, Zenon, Andreas, dan juga Louis. Kedatangan mereka mengundang begitu banyak perhatian gadis bangsawan, Scarlesia merasa lega karena mereka datang tepat waktu jadi dia tidak perlu menendang wajah Charles untuk menjauh darinya.
“Maaf Yang Mulia, sepertinya para pria saya tidak mengizinkan anda untuk membawa saya,” ucap Scarlesia.
“Para pria mu? Apa mereka yang kau maksud?”
“Iya, sekarang cepat jauhkan tanganmu itu dari Sia,” ketus Zenon.
Mereka berempat berdiri mengelilingi Scarlesia, Louis menarik Scarlesia agar memberi jarak dari Charles.
“Charles, apa kau mengingatku?” tanya Andreas tiba-tiba.
“K-k-kau bagaimana bisa ada di sini?”
Charles terlihat takut melihat Andreas, dia mundur ke belakang karena terkejut dengan adanya Andreas di samping Scarlesia.
"Jadi, kau masih ingat aku? Aku tidak pernah melupakan saat kau menjualku ke pasar budak,” ujar Andreas menatap tajam Charles yang ternyata adalah pelaku di balik terjualnya Andreas di pasar budak.
“A-a-aku….”
“Tapi aku berterima kasih padamu karena berkat kau aku bisa bertemu dengan Sia, jadi sekarang sebaiknya kau pergi sebelum aku cincang-cincang tubuhmu,” gertak Andreas.
“Baik!!”
Chales berlari karena takut, dia dulu menjual Andreas karena dia merasa wajah tampan Andreas sangat mengganggunya. Andreas mendapatkan banyak perhatian para gadis di Kekaisaran Thyme, dia juga kuat itulah kenapa waktu itu Charles menjebak Andreas dan menjualnya ke pasar budak.
“Oh jadi itu yang terjadi pada Andreas? Itulah mengapa dia bisa sampai di kekaisaran ini lalu dijual sebagai budak. Aku mengerti sekarang,” batin Scarlesia mengelus puncak kepala Andreas.
“Syukurlah akhirnya kau bertemu denganku,” tutur Scarlesia melontarkan senyumnya.
Andreas tersentak oleh elusan Scarlesia.
“Iya,” jawabnya juga sambil tersenyum.
__ADS_1
“SEMUANYA BERKUMPUL KARENA PERBURUAN AKAN SEGERA DIMULAI!”