Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Penghidupan Kembali


__ADS_3

“Mereka tidak akan mati di tanganmu, sebab aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.” Scarlesia menekan nada bicaranya, rambut panjang yang menutupi pinggulnya berkibar dihembus oleh semilir angin yang melintas. Kobaran api memercik di antara kedua mata Scarlesia, ini adalah puncak amarah yang ditahan oleh Scarlesia selama ini.


Suasana alam yang tadinya mencekam berubah menjadi tenang dan damai, kedatangan Scarlesia rupanya menebar aura positif yang berdampak pada kondisi sekitar kala ini. Scarlesia membawa Leroux hanyut di dalam ketegangan tanpa ia sadari, Scarlesia yang berdiri di hadapannya kini tidaklah sama dengan yang ia temui beberapa waktu lalu. Keyakinan terpancarkan dari raut mukanya, seolah tidak ada kekhawatiran akan diri yang ingin melawan Leroux


“Sepertinya kau terlihat berbeda sekarang, apa Eberly memberikan sesuatu yang spesial kepada dirimu?” balas Leroux.


“Apa urusanmu? Kau tidak perlu mengetahui apakah Yang Mulia memberiku sesuatu spesial untuk diriku. Kau hanyalah orang luar, dan kau tidak berhak mengetahuinya,” tegas Scarlesia.


“Gadis ini sangat berbeda hari ini, bahkan apabila dibandingkan dengan dia 2000 tahun lalu, tentu dia yang saat ini terasa lebih jauh berubah. Apa yang membuatnya seperti sekarang?” pikir Leroux tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Scarlesia.


Lalu Scarlesia mencoba mengamati sekali lagi mereka yang telah tewas, tidak ada satu pun dari mereka yang tersisa. Di medan perang ini mereka sudah menunjukkan perjuangan luar biasa demi Scarlesia serta demi alam semesta ini. Scarlesia tidak merasa terpuruk seperti sebelumnya, justru ia lebih tegar untuk menahan segala luka yang mencoba mengambil alih hatinya saat ini.


“Bahkan pria yang aku cintai juga tidak ada yang selamat, aku….”


Lirikan Scarlesia menangkap sebuah aura kehidupan yang masih tersisa, dia menelusuri siapa yang masih hidup di antara mereka. Penglihatan Scarlesia mendapati Oliver masih bisa menggerakkan jemarinya, Scarlesia segera menuju ke tempat Oliver terkapar dalam keadaan luka parah di bagian kepala. Scarlesia meletakkan pelan-pelan tongkatnya ke atas tanah, dia duduk di samping Oliver, kemudia menarik tubuh Oliver ke dalam pangkuannya.


“S-sia, apa i-itu kau?”


Oliver menyadari kedatangan Scarlesia, dia merasakan tubuhnya sedang bersentuhan dengan kulit Scarlesia. Tangannya mencoba mencari-cari dan menggapai wajah Scarlesia di sela keadaan mata yang masih terpejam. Scarlesia langsung menggenggam tangan Oliver, dia memberi kehangatan kepada tangan yang perlahan membeku itu.


“Aku di sini, aku sudah datang. Kau tidak perlu khawatirkan apa pun lagi, aku akan menyelesaikannya lalu kita akan pulang ke istana bersama-sama.”


Sungguh pemandangan yang mengiris hati, batin Scarlesia tersiksa sesaat melihat orang-orang yang ia cintai tidak bernapas lagi.

__ADS_1


“Maafkan aku Sia, maafkan kami karena tidak bisa mengurangi bebanmu. Betapa memalukannya kami dikalahkan hanya dengan satu serangan saja. Padahal kami ingin meringankan beban yang kau pikul, tapi tampaknya di sini kami menambah beban hatimu,” lirih Oliver.


“Tidak, kalian sudah berjuang dengan sangat baik. Aku akan menyelesaikannya secepat mungkin, jangan merasa bersalah tentang yang telah terjadi. Aku tidak marah, aku tidak kecewa pada kalian, aku bangga… aku sangat bangga dan aku sangat bahagia bisa mencintai serta dicintai oleh pria seperti kalian. Sekarang giliranku untuk melindungi kalian,” ungkap Scarlesia, hatinya tersentuh mengingat akan perjuangan mereka selama ini untuk dirinya.


“Tolong jangan kalah, aku ingin pulang bersamamu. Hanya kau satu-satunya yang aku punya dan hanya kau satu-satunya alasanku hidup. Aku tidak mau hidup jika tidak ada kau, jadi tolong akhiri semua ini dengan baik, kau juga harus hidup sampai akhir Sia,” pinta Oliver sepenuh hati.


“Ya, aku akan mengakhirinya secepat mungkin dan aku akan hidup sampai akhir pertarungan ini. Sekarang kau beristirahatlah, aku akan menghidupkan lalu menyembuhkan luka-luka yang kalian derita. Istirahat kemudian lihat aku mencapai puncak kemenangan nanti.”


Oliver menurut, dia tidak bisa bertahan lebih lama hingga pada akhirnya dia terlelap kembali. Scarlesia menaruh pelan-pelan tubuh Oliver ke atas tanah berbatu. Setelah itu Scarlesia bangkit dari posisi duduknya, seperti yang ia katakan kepada Oliver, sekarang pertama kali yang akan dia lakukan ialah menghidupkan seluruh orang yang mati di arena pertempuran.


Scarlesia menggenggam erat badan tongkatnya, dia menatap lurus ke depan mencoba mengontrol emosinya sesaat. Scarlesia memejamkan kedua matanya, napasnya terhela keluar dari hidungnya secara perlahan.


Tuk tuk tuk


“Keluarlah gelembung pemurnian jiwa!” seru Scarlesia menghentakkan tongkatnya satu kali lagi lebih keras.


Tiba-tiba saja dari dasar tanah, bermunculan gelembung-gelembung yang kemudian membungkus tubuh seluruh manusia, hewan, serta peri. Satu persatu dari mereka masuk ke dalam gelembung yang sama jumlahnya dengan mereka yang tidak lagi bernyawa.


“Murnikan jiwa mereka! Hempaskan segala kegelapan yang bersarang di tubuh mereka semua.”


Scarlesia menghentak tongkatnya, kilatan cahaya melewati seluruh gelembung tersebut. Tidak lama kemudian, dari tubuh mereka keluar seperti cairan hitam pekat. Ternyata cairan tersebut merupakan sisa-sisa dari kekuatan kegelapan milik Leroux dan bawahannya. Selesai sisa kegelapan itu keluar dari tubuh dan jiwa mereka, Scarlesia beralih melakukan penanganan selanjutnya.


Tuk!

__ADS_1


Scarlesia kembali menghentakkan tongkatnya ke atas permukaan tanah, gelembung-gelembung itu menunjukkan reaksi berbeda.


“Sembuhkan segala luka di tubuh mereka!” titah Scarlesia.


Seluruh gelembung tersebut berubah warna menjadi warna biru lembut, luka-luka yang diderita oleh para korban langsung tertutup. Bagian tubuh mereka yang hilang pun juga kembali seperti sedia kala, meski begitu saat ini tidak ada di antara mereka yang masih hidup.


Tuk!


Sekali lagi suara hentakan cukup kuat dari tongkat Scarlesia terdengar lagi.


“Hidupkan!”


Gelembung-gelembung itu memperlihatkan reaksi yang berbeda lagi, dari warna biru berubah menjadi warna putih nan suci. Seusainya, Scarlesia menuju ke gelembung yang di dalamnya ada Xeon, dia memeriksa kondisi Xeon sebab dia merupakan seorang dewa, yang mana kekuatan pemurnian jiwa tidak akan berguna untuk menghidupkan Xeon.


Scarlesia memberi sentuhan akhir untuk Xeon, dia menyentuh permukaan gelembung tersebut. Kedua mata Scarlesia terpejam lagi, dia mesti berkonsentrasi lebih demi membawa Xeon dari alam kematian.


“Teknik pemulihan jiwa.”


Sinar emas terang menembus masuk ke dalam tubuh Xeon, lalu kekuatannya mengalir mencapai jiwa Xeon yang nyaris hancur sepenuhnya. Sekujur badan Xeon tadinya membayang dan hampir lenyap dari kehidupan ini.


Leroux tercengang menyaksikan secara langsung kekuatan Scarlesia yang dapat menggunakan kekuatan luar biasa itu. Akhirnya, dia mengetahui apa yang telah diberikan oleh Eberly kepada gadis itu, yaitu kekuatannya yang berharga. Kekuatan menghidupkan orang mati serta kekuatan memulihkan jiwa dewa atau dewi, hanya dewa pencipta yang sanggup melakukannya.


“Haha rupanya begitu, Eberly mewariskan kekuatannya kepada gadis yang dielu-elukan akan menghabisi nyawaku di dalam perang ini. Kau terlalu banyak berharap Eberly, aku yang akan memenangkan perang ini.”

__ADS_1


__ADS_2