Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Saya Tidak Akan Menyembuhkan Permaisuri


__ADS_3

“Ayo kak ikut kami pulang ke Kekaisaran Evariste,”


Anak-anak yang kemarin diselamatkan oleh Scarlesia hari ini akan kembali bersama Lucas ke Kekaisaran Roosevelt. Sebelum pulang, mereka berpamitan terlebih dahulu pada Scarlesia tapi ternyata mereka malah merengek meminta Scarlesia ikut dengan mereka.


“Tidak bisa karena masih banyak yang ingin aku kerjakan di sini tapi lain kali aku akan mengunjungi kalian ke sana, bagaimana?”


“Sungguh?”


“Iya sungguh,”


Scarlesia mengelus kepala mereka satu persatu dengan lembut lalu Scarlesia melihat Jimmy yang sejak tadi bersembunyi di balik Lucas.


“Apa ada sesuatu yang mau dikatakan kepadaku?” tanya Scarlesia.


Jimmy berlari maju ke arah Scarlesia, ia menyuruh Scarlesia untuk mendekatkan telinganya padanya karena sepertinya ada sesuatu yang mau dibicarakan Jimmy padanya.


Cup!


Jimmy mengecup lembut pipi Scarlesia, ia yang tersipu segera bersembunyi lagi di balik tubuh Lucas.


“APA-APAAN ITU ANAK KECIL? BERANINYA MENCIUM SIA,” amuk Zenon marah.


“Hei itu hanya anak kecil dasar naga bodoh! Bisa-bisanya kau cemburu pada anak kecil,” ketus Elios.


“HAHH? DASAR KAU IBLIS PUCAT!”


“APA KATAMU? NAGA BODOH!”


Scarlesia tertawa kecil begitu Jimmy mengecup pipinya, ia merasa bahwa saat ini Jimmy bertingkah menggemaskan.


“M-menikahlah denganku,” pinta Jimmy teramat pelan.


“Huh? Apa?”


“MENIKAHLAH DENGANKU!” teriak Jimmy membuat semua orang tercengang.


“MENIKAH? BOCAH, SIA AKAN MENIKAH DENGANKU!” bentak Zenon melawan Jimmy.

__ADS_1


“Tidak, Sia akan menikah denganku,” sanggah Elios.


“Kalian berdua salah. Sia tentu saja akan menikah denganku,” ucap Oliver.


“Aku yang akan menikahi Sia,” ujar Andreas tak mau kalah.


“Tidak, akulah pria yang akan menikahi Sia,” kata Louis.


“AKU YANG AKAN MENIKAHINYA!”


“AKU!!”


“AKU!!”


“AKU!!”


Perdebatan sepele seperti biasa terulang kembali, mereka selalu membuat Scarlesia menggeleng-geleng melihat tingkah mereka yang terkadang kekanak-kanakan.


“DI-AM!” tekan Scarlesia sembari memelototkan matanya.


Mereka berlima akhirnya diam dan berhenti memperdebatkan mengenai siapa yang akan menikahi Scarlesia nantinya. Lucas terkekeh melihat Scarlesia seperti sedang mengurusi anak-anak.


“Baiklah Nona, kami akan berangkat sekarang. Sekali lagi terima kasih untuk kemurahan hatimu, kapan-kapan aku akan mengundangmu ke Kekaisaran Evariste,” pamit Lucas.


“Iya Yang Mulia. Berhati-hatilah di jalan,” balas Scarlesia.


Mereka akhirnya berpisah, Scarlesia melambaikan tangannya pada anak-anak tersebut. Mereka tampak sangat sedih sesaat berpisah dengan Scarlesia, mereka mengagumi Scarlesia sejak mereka diselamatkan olehnya. Mereka menganggap bahwa Scarlesia adalah wanita yang luar biasa keren, mereka ingin menjadi sepertinya suatu saat nanti.


Sudah berlalu 3 hari sejak kejadian melawan Miranda, tapi setiap sudut kekaisaran masih heboh membicarakan Scarlesia yang memiliki kekuatan penyembuh bahkan kabar ini sampai ke kekaisaran lainnya. Saat ini permaisuri marah ketika dia mengetahui tentang kemampuan dahsyatnya Scarlesia. Dia mengamuk di dalam kamarnya, kondisi wajahnya semakin hari semakin memburuk sehingga membuatnya tidak bisa menghadiri pertunangan putra satu-satunya dia.


Kaisar begitu tahu mengenai keadaan permaisuri yang memburuk, dia tidak pernah lagi mengunjungi permaisuri ke istananya dan setiap hari asik bersama para selir-selirnya. Permaisuri semakin jengkel karena dia sendiri tidak bisa melawan para selir tersebut dengan kondisi wajahnya yang buruk seperti sekarang ini.


“JEMPUT GADIS GILA ITU! SURUH DIA SEGERA KE ISTANA UNTUK MENGOBATIKU!” perintahnya kepada dayangnya.


“Baik Yang Mulia,”


“Awas saja kalau dia menolak untuk mengobatiku, akan aku buat dia menyesal seumur hidup!” gerutu permaisuri.

__ADS_1


Pada saat yang bersamaan, kala ini Scarlesia tengah melatih menggunakan busurnya di dalam dunia cermin. Dia berlatih bersama Shou dan beberapa peri lainnya, ia makin penasaran dengan busur suci ini karena terakhir kali dia gunakan busurnya bisa berubah menjadi pedang emas yang sangat cantik.


“Apa busur ini tidak bisa berubah menjadi pistol?” tanya Scarlesia.


“Pistol? Apa itu Nona?” tanya Shou balik.


“Senjata yang seperti ini,” jawab Scarlesia mengeluarkan pistolnya lalu memperlihatkannya pada Shou.


“Kenapa tidak Nona masukkan pistol ini ke dalam busurnya?”


“Ehh memang bisa?”


“Bisa, karena kami dulu membuat busurnya juga seperti itu. Di dalam busur ini ada berbagai macam senjata luar biasa yang kami taruh dan itulah kenapa anda bisa merubah bentuk busur ini,” jelas Shou.


Scarlesia menganggukkan kepalanya, kemudian dia mencoba meletakkan pistolnya tepat di atas permata merah jambu di tengah busurnya. Pistol yang dia letakkan tersebut disedot masuk dengan sendirinya oleh busurnya. Scarlesia melihatnya dengan mata berbinar dan langsung memperagakan apakah busur tersebut bisa menjadi pistol.


“Busur suci! Berubahlah menjadi pistol!”


Busur suci itu merespon dan langsung berubah menjadi pistol berwarna emas, Scarlesia girang saat melihat pistolnya menjadi secantik ini bahkan kekuatannya pun juga ikut bertambah.


“Yuhuuu ini sangat kereeeennn!!” girangnya.


Tidak lama kemudian, terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu kamar Scarlesia, dengan perasaan terpaksa Scarlesia harus mengakhiri latihannya untuk hari ini lalu keluar dari dunia cermin. Ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah seorang pelayan yang memberitahukannya bahwa dayang permaisuri datang untuk bertemu dengannya.


Scarlesia segera keluar dari kamar untuk menemui dayang tersebut, ia melihat di ruang tamunya seorang wanita paruh baya yang duduk dengan tenang menantinya. Wanita tersebut bernama Prianka yaitu dayang dari permaisuri.


“Ada apa Nyonya ingin menemui saya?” tanya Scarlesia to the point.


“Baik, saya langsung saja. Permaisuri menyuruh saya untuk membawa Nona ke istana karena penyakit permaisuri semakin parah, untuk itulah beliau sangat membutuhkan kekuatan penyembuhan Nona saat ini,” ujar Prianka.


Scarlesia mengamati pandangan Prianka yang sangat sombong padanya serta mata yang merendahkannya, ini membuat Scarlesia sedikit kesal dengan kelakuannya yang meninggikan dirinya yang mentang-mentang seorang dayang permaisuri.


“Sebaiknya anda kembali lagi ke istana Nyonya karena saya tidak akan pernah menggunakan kekuatan saya untuk menyembuhkan permaisuri,” tolak Scarlesia secara lembut.


Raut muka Prianka berubah seketika Scarlesia menolak permintaan dari permaisuri secara langsung tanpa memikirkan terlebih dahulu. Di dalam penilaian Prianka saat ini Scarlesia adalah gadis yang tidak punya sopan santun terhadap permaisuri Kekaisaran Roosevelt.


“Kenapa anda tidak mau menyembuhkan permaisuri? Alasan apa yang pantas untuk itu?”

__ADS_1


Scarlesia menyunggingkan senyumnya, dia melihat bahwa Prianka adalah bawahan permaisuri yang paling setia. Melihatnya yang marah pada Scarlesia semakin memberikan dorongan untuk membuka topengnya yang berpura-pura tenang saat menghadapi Scarlesia saat ini padahal sebenarnya dia bukan wanita yang setenang itu.


“Karena saya tidak menyukai permaisuri. Hanya itu alasan yang bisa saya beritahu,”


__ADS_2