Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Serangan Leroux


__ADS_3

“Oh ya? Aku tidak peduli terhadap apa yang terjadi pada adikmu, aku hanya membutuhkan seseorang yang bisa aku jadikan sebagai pesuruh. Salah satunya ya itu Aaron, adikmu sendiri.” Leroux dengan angkuhnya berbicara seperti itu, dia memang tidak pernah peduli terhadap bawahannya sejak awal. Dia hanya akan memanfaatkan siapa saja yang rasanya dapat dia gunakan sebagai pesuruhnya serta membawa keuntungan berada di pihak dirinya.


Xeon menggertakkan giginya, sorot matanya yang tajam dan dingin memperlihatkan betapa marahnya ia saat ini. Tangan Xeon mengepal erat, dia ingin sekali menerjang Leroux lalu memukulnya tepat di wajahnya. Namun, Xeon terpaksa menahannya sebab dia terlalu berhati-hati agar tidak menyebabkan kekacauan parah.


“Tutup mulutmu! Kau dewa tidak tahu diri dengan menyalahgunakan kekuatanmu untuk merebut apa pun yang susah payah dijaga oleh dewa pencipta. Kau masih punya muka untuk memperlihatkan segala usahamu dalam merebut paksa dunia yang bahkan tidak mengharapkanmu ada? Haha kalau aku jadi kau sudah pasti aku tidak akan melakukannya,” sarkas Xeon.


Mimik wajah Leroux segera berubah masam, Xeon sungguh mempunyai nyali untuk menyentil Leroux secara langsung. Ini karena dia tidak tahan lagi menahan emosi menggebu-gebu di dalam dirinya, kematian Aaron menjadi pukulan tersendiri bagi Xeon.


“Apa yang baru saja kau katakan? Dewa lemah sepertimu tidak pantas menghina eksistensi terkuat sepertiku,” ucap Leroux memberikan tatapan merendahkan.


“Pfftt eksistensi terkuat? Apa aku tidak salah dengar? Bagaimanapun juga Sia lebih kuat darimu,” balas Oliver ikut membuat Leroux jengkel.


Meski begitu, Leroux tetap berupaya tenang di dalam emosinya dan menampakkan ekspresi angkuh nan menyebalkan.


“Oh benar juga, kekasih kalian sedang tidak berada di sini. Apa dia berniat untuk menjadi pahlawan yang datang terakhir untuk mengalahkan musuh? Atau apa dia takut akan diriku?”


Leroux makin menjadi-jadi, mereka berusaha untuk tidak terpancing ke dalam permainan katanya. Rasanya hawa di sana bertambah dingin dan tajam menusuk ke dasar kulit mereka, rasanya perasaan membunuh di dalam diri Leroux membesar hingga mengeluarkan aura dingin yang kuat.


Bulu kuduk tiba-tiba saja merinding hebat, Leroux perlahan membiarkan tekanan aura hitamnya keluar sehingga membuat mereka tercekik, namun masih mengusahakan diri untuk tetap berdiri tegak menatap gagah ke arah Leroux.


“Ternyata kalian bisa menahan tekanan dariku, sepertinya kalian sudah bekerja sangat keras beberapa waktu ini. Tapi sayang sekali kalian tidak akan bisa mengalahkanku hanya dengan kekuatan lemah itu.” Leroux kembali meremehkan mereka.


Sebuah bongkahan es tiba-tiba saja melaju cepat ke arah wajah Leroux, tapi dengan mudah Leroux memantulkan kembali es tersebut pada Elios yang memberikan serangan mendadak padanya. Untungnya Elios tepat waktu menghancurkan pantulan serangannya itu, mereka kaget melihat kecepatan Leroux memantulkan serangan dari Elios.

__ADS_1


“Apa hanya itu saja kemampuan kalian? Aku berharap terlalu jauh dengan kekasihnya gadis itu,” ucap Leroux, dia turun mendarat di depan mereka.


Leroux mengarahkan tangan kanannya ke arah Elios, jemarinya membentuk seperti pistol. Kemudian dia mengangkat sudut bibirnya untuk tersenyum, hal gila apa lagi yang sedang direncanakannya?


Dorr!


Tembakan laser merah melejang bak kilat dari ujung jari telunjuknya, Elios terlempar sangat jauh ke belakang disertai luka parah di dada sebelah kanannya. Elios langsung terbaring tidak sadarkan diri di tepi arena perang. Rasa panik sesaat menghantui, mereka bergegas mengecek keadaan Elios untuk memastikan apakah dia masih hidup atau sudah tak bernyawa. Rupanya Elios tidak lagi bernapas, jantungnya tidak punya detak lagi, darah mengucur deras dari balik luka parah yang diterima oleh Elios.


“BERANI SEKALI KAU….”


Louis hendak meneriaki Leroux, namun sebelum hal itu benar-benar terjadi, Leroux sudah lebih dulu bergerak berdiri di belakang Louis.


“LOUIS! AWAS!”


Jlebb!


“Apa dia memang sekuat ini?”


Leroux tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyerang, tidak ada celah bagi mereka untuk unjuk kekuatan. Leroux berada di luar batas diri mereka masing-masing, saat ini Leroux memang bukan tandingan mereka. Zenon yang tidak gentar sekali pun, kini dia tidak mampu menyembunyikan gemetar tubuhnya.


“Lari!” titah Xeon.


“Huh?”

__ADS_1


“LARI AKU BILANG! KALIAN TIDAK AKAN BISA MENGHADAPINYA! MUNDUR SEKARANG JUGA!” teriak Xeon memberi perintah di sela kecemasan hatinya.


Di saat mereka ingin memutar badan untuk lari dari medan perang, Leroux tidak membiarkannya dan membunuh mereka hanya dengan satu jentikan jari saja.


Duaarrr!


Ledakan besar kembali tercipta dari jentikan jari Leroux, dia menghancurkan separuhnya medan perang serta membunuh mereka yang bermaksud kabur dari dia. Xeon yang berusaha menghentikan Leroux menggunakan kekuatan benang merahnya, dia akhirnya tetap kena serangan bertubi-tubi dari Leroux. Xeon langsung terkapar di posisi menelungkup, keningnya dialiri oleh darah yang menetes turun dari kepalanya. Pandangan Xeon mulai kabur, jemari telunjuknya masih bisa digerakkan walau lemah.


“Sia, maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan setelah berlatih keras sekali pun, kami tetap bukan tandingannya. Maafkan aku Sia, maafkan aku karena kami menjadi beban untukmu di perang ini,” batin Xeon berlinang air mata, perlahan kelopak mata Xeon terpejam dan tidak dapat terbuka kembali.


Leroux tertawa puas di antara tumpukan mayat yang berserak di sekitarnya, dia yakin kalau semesta ini akan segera berada di genggamannya.


“Hahaha dasar orang-orang bodoh! Apa mereka pikir, mereka bisa mengalahkanku? Ahh rasanya bahagia sekali membunuh mereka yang diagung-agungkan sebagai pengantin ratu alam semesta,” ujar Leroux menyapu rambutnya ke belakang hingga menampakkan kening mulusnya.


Dari arah yang berlawan dari tempat dia berpijak, cahaya emas berkilauan datang mendekat. Leroux menghentikan tawanya, dia tersenyum miring, dia tahu cahaya emas milik siapa itu gerangan. Cahaya emas itu mampu menyingkirkan kelam yang dia ciptakan sebelumnya, begitu menyilaukan namun terlihat indah sebab dipenuhi oleh energi positif dari alam.


Seorang gadis bersurai emas panjang memasuki medan perang, mata emasnya tidak berhenti mengedari setiap sudut arena pertempuran tersebut. Dia membaca kondisi terkait perihal perang yang baru saja terjadi, dia menghentakkan satu kali tongkat yang ia genggam. Getaran hebat menggoyahkan daratan tempat mereka kini berdiri. Gaun pendek emas yang membalut tubuh indahnya memberi nuansa kecantikan tiada tara, high heels kepunyaannya juga melekat di kaki indah nan jenjang itu.


Mimik wajah yang dingin, bulu mata mengayun memberi sorot mata mengerikan kepada Leroux, pancaran kebencian tersirat dari wajah cantiknya.


“Akhirnya kau datang juga Scarlesia, tidak menyangka kau akan datang di saat kau telah kehilangan segalanya. Lihatlah! Aku telah membunuh mereka yang kau sayangi, kenapa kau tidak menunjukkan kehancuranmu saja di depan mataku saat ini?”


“Mereka tidak akan mati di tanganmu, sebab aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.”

__ADS_1


Note :


Halo, author hari ini kembali up satu chapter saja karena author sibuk dengan kegiatan di dunia nyata. Besok insyaallah kembali up seperti biasa soalnya kesibukannya udah berakhir hari ini.


__ADS_2