Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Archie Menantang Venos


__ADS_3

Secara tidak sengaja Scarlesia berjalan ke arah berlainan sehingga membuatnya terpisah dari Archie. Dia baru menyadari ketika tidak ada suara Archie di sekitarnya, ia pun berbalik mencari keberadaan Archie, tapi tidak ia temuka dimana sang adik kini. Samar-samar Scarlesia akhirnya mendengar suara Archie memanggil dirinya.


“ARC….”


“Lihatlah siapa yang sedang tersesat saat ini.”


Sosok seorang pria muncul di hadapan Scarlesia, sosoknya tidak asing sama sekali olehnya. Scarlesia beringsut agar berada jauh dari pria itu, dia merasakan firasat buruk mengenai hal yang akan terjadi berikutnya.


“Kau Venos! Kenapa kau bisa ada di sini?”


Ya, sosok pria tersebut adalah Venos yaitu raja iblis hitam, ia memiliki aura hitam yang sangat pekat keluar dari tubuhnya. Aura bahayanya juga ikut dirasakan oleh Scarlesia hingga membuat dadanya terasa sesak karena sekitar penglihatannya telah diselimuti aura mengerikan itu. Venos melayang di udara sambil menyeringai menatap Scarlesia menggunakan tatapan seorang predator.


“Pertanyaan yang bagus, aku berada di sini untuk menemuimu,” ujar Venos mendarat pelan ke atas permukaan tanah.


“Bertemu denganku? Hanya itu saja? Sepertinya kau mau mengajakku bercanda ya.”


Untuk berjaga-jaga, Scarlesia mengeluarkan busur sucinya dari gelang dunia cermin. Sebisa mungkin dia harus waspada sebab tidak tahu kapan Venos akan melancarkan serangannya pada Scarlesia.


“Tenang saja, kau tidak perlu merasa waspada denganku karena aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya mau melihat dirimu saja,” ucap Venos.


“Bohong! Aku tidak mempercayaimu. Iblis busuk sepertimu mana bisa dipercayai begitu saja,” balas Scarlesia semakin menatap tajam Venos.


Tiba-tiba Venos bergerak cepat lalu merengkuh pinggang Scarlesia guna menarik tubuh Scarlesia masuk ke dalam dekapannya. Dada bidang milik Venos bisa dirasakan oleh Scarlesia, namun dia tidak tergoda dengan tubuh bagus Venos. Scarlesia justru berusaha mendorong Venos segera terlepas dari dekapan yang membuatnya sesak.


“Lepaskan! Jangan sentuh tubuhku dengan tangan menjijikkanmu!” hina Scarlesia.


“Menjijikkan? Apa wajah tampanku ini terlihat menjijikkan di matamu?”


Memang harus diakui Venos mempunyai wajah tampan rupawan, tapi bukan itu yang dipermasalahkan Scarlesia sebenarnya.

__ADS_1


“Benar, kau sangat menjijikkan. Wajahmu saja tidak lebih tampan dari Elios,” sarkas Scarlesia.


Venos pasti sensitif apabila dia dibandingkan dengan Elios, dia tampak muak dan langsung mendorong Scarlesia darinya. Scarlesia akhirnya berhasil meloloskan diri dari dekapan menyesakkan tersebut.


“Jangan mendekatiku lagi! Kalau kau mendekat, aku akan membunuhmu menggunakan busur suci ini!” ancam Scarlesia.


“Membunuhku? Dengan kekuatan yang terkunci itu? Hahaha sepertinya kau mempunyai bakat menjadi seorang pelawak,” ledek Venos.


“Diam! Jangan menertawakanku!” bentak Scarlesia terlanjur kesal oleh suara tawa Venos.


“Kau ini galak sekali, tidak bisakah kau bersikap lembut padaku?”


“Kau semakin dibiarkan semakin melunjak ya. Kau tidak bisa aku diamkan lebih lama lagi, aku akan membunuhmu!”


Scarlesia mengubah busur sucinya menjadi pedangnya biasa, emosinya menggebu-gebu lalu ia berlari menerjang mengarahkan pedangnya kepada Venos. Akan tetapi, serangannya berhasil dihindari oleh Venos.


“Hahaha aku kan sudah bilang, kau tidak akan bisa melakukan apa-apa dengan tubuh lemah itu. Harusnya kau mendengarkanku, padahal niatku murni untuk melihat keadaanmu saja. Keadaan yang tepat untuk membunuhmu maksudnya. Hahaha.”


Tanpa berlama-lama, Scarlesia menarik tali busurnya sekuat tenaga sembari membidik Venos. Setelah dirasa tepat bidikannya, Scarlesia melepas tali busur tersebut dan tampak dari busurnya mengeluarkan lebih dari satu anak panah. Namun, sekali lagi Venos berhasil menghindari semua terjangan anak panahnya. Scarlesia memutuskan untuk melanjutkan lagi tembakan busurnya tapi hasilnya tetap sama dan tidak ada perubahan.


“Kau lihat? Kau tidak akan bisa mengalahkanku selagi kekuatanmu masih terkunci. Baiklah, apakah ini sudah giliranku untuk menyerang? Karena ini kau yang memintanya maka aku akan menyerangmu dengan lembut.”


Gumpalan asap hitam berbentuk bola keluar dari telapak tangan Venos, ia melemparkan gumpalan tersebut bertubi-tubi ke arah Scarlesia. Beberapa kali gumpalan itu tidak berhasil mengenai Scarlesia, tapi gumpalan terakhir berhasil mengenainya sehingga membuat Scarlesia terpelenting jauh ke dinding labirin.


“AARRGHHH!!”


Pekikan Scarlesia mencapai pendengaran Archie, saat ini Archie tengah mencari Scarlesia dari atas langit. Langsung saja Archie mempercepat terbangnya menuju arah suara pekikan Scarlesia tersebut bersumber. Archie panik saat melihat Scarlesia tersandar ke tembok labirin dalam kondisi darah berkeluaran dari mulutnya.


“KAKAK!!”

__ADS_1


Archie menghampiri Scarlesia, ia memeriksa kondisi Scarlesia dan untungnya saja dia tidak kehilangan kesadarannya. Archie melirik tajam Venos, dia tidak terima kakaknya mendapat perlakuan seperti ini.


“Halo adikku, sudah lama kita tidak berjumpa. Semenjak kau menghilang, kau tidak pernah menampakkan dirimu di hadapanku. Akan tetapi, hari ini kau muncul di hadapanku lalu memanggil perempuan ini dengan sebutan ‘kakak’,” tekan Venos.


“Aku bukan adikmu! Semenjak aku kabur, aku sudah memutuskan untuk tidak menganggap kau sebagai keluargaku lagi. Jadi, berhentilah bersikap seolah-olah kau adalah kakakku karena kakakku hanyalah Sia seorang!” tegas Archie.


“Hahaha perempuan itu adalah kakakmu? Naif sekali kau. Ya, itu tidak ada salahnya sih sebab yang berada di tubuh adikku memang adik kandungnya Sia,” tutur Venos.


“Kalau kau sudah tahu, seharusnya kau jangan menganggapku sebagai adik lagi! Aku tidak pernah sudi memiliki kakak laki-laki seperti kau.”


Kening Venos berkerut, ekspresi wajahnya seketika berubah sangar dan tampak ingin menerkam Archie. Mendadak dari dunia cermin, Shou merasakan ada hawa bahaya untuk Scarlesia lalu ia memutuskan untuk keluar dari dunia cermin.


“ASTAGA YANG MULIA! Apa yang terjadi pada anda?” tanya Shou cemas.


“Shou, Archie, aku tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Scarlesia.


“Tolong jaga kakakku Shou, aku akan menghadapi pria sialan ini terlebih dahulu,” ucap Shou melangkah maju untuk menantang langsung Venos.


“TIDAK ARCHIE! JANGAN! KAU TIDAK BOLEH BERHADAPAN DENGANNYA!” teriak Scarlesia melarang Archie agar tidak menantang Venos.


Archie memutar tubuhnya, ia tersenyum sambil mengacungkan jari jempolnya ke Scarlesia.


“Tidak apa-apa, semua akan aman terkendali. Kakak jangan khawatirkan aku.”


Seusai Archie mengatakan hal itu, jantungnya berdegup tidak stabil seakan ada sebuah firasat sangat buruk menghantui dirinya saat ini.


“Perasaanku tidak bagus soal ini,” batin Scarlesia menyentuh dadanya.


Archie juga ikut terbang di udara agar posisi dia sejajar dengan Venos, dia tidak mau lari lagi dari Venos.

__ADS_1


“Tubuh ini memiliki kekuatan melimpah, aku sudah melatihnya jadi tidak akan ada masalah jika aku gunakan kekuatannya. Ya, aku harus bisa melindungi kakak,” tekad Archie dalam hatinya.


“Apa sekarang kau yakin akan menantangku?”


__ADS_2