
“XEON!”
Suara lantang Scarlesia yang memanggil Xeon, memutus kalimat penjelasan Xeon. Scarlesia baru saja pulang dari istana dengan membawa Louis bersamanya.
“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Scarlesia memandang heran.
“Eumm itu karena ada hal penting yang aku lakukan di sini jadi sementara waktu izinkan aku tinggal di sini,” jawab Xeon.
“Hahh? Benarkah begitu?” Scarlesia menatap curiga pada Xeon.
“Iya sekalian mau mengawasimu, sangat sulit mengawasimu dari istana langit. Lebih baik aku mengawasimu dari jarak dekat seperti ini,”
Scarlesia menganggukkan kepalanya pertanda dia percaya dan mengerti.
“Baiklah tapi kau tidak boleh menyulitkanku. Aku belum lupa ketika kau menipuku waktu itu,”
Xeon tertawa kikuk saat Scarlesia mengingatkan kembali tentang dia yang menipunya ke Bukit Grigori. Sepertinya dendam di hati Scarlesia masih belum memudar dan kepalanya masih mengingat jelas semuanya.
“Haha oke,”
“Hei Louis sepertinya ada hal yang harus kita bicarakan,” ujar Zenon menarik baju Louis untuk berbicara dengan mereka.
Louis menurut, dia berpikir bahwa para pria itu akan memarahinya karena dia membuat seluruh orang kerepotan mencarinya. Scarlesia membiarkan mereka berbuat sesukanya, dia sangat lelah karena beberapa hari ini ia tidak beristirahat dengan baik.
Ketika Scarlesia memutar badannya bermaksud untuk pergi ke kamarnya, tiba-tiba sekelebat bayangan hitam muncul di hadapannya. Bayangan yang sangat besar dan terlihat sangat mengerikan.
“Hahaha di sini kau rupanya. Aku sudah mencarimu beberapa waktu ini Sia,” kata bayangan hitam itu tertawa melihat Scarlesia berada di depannya.
“Siapa kau?” tanya Scarlesia.
“SIA! JANGAN DENGARKAN DIA!” sergah Xeon.
“Sialan! Kenapa sejak dulu kau selalu berada di samping gadis ini? Sudah hampir 2000 tahun lamanya dan kau masih juga tidak mau menyerah,”
Xeon meraih tangan Scarlesia lalu menariknya menjauh dari bayangan hitam tersebut. Andreas, Zenon, Oliver, Louis, dan Elios melindungi Scarlesia karena mereka berfirasat bahwa bayangan hitam ini mempunyai niat membunuh yang besar pada Scarlesia.
“Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan jiwanya lagi,” ucap Xeon.
__ADS_1
“HAHAHA SUDAH BERAPA KALI KAU MEMBUAT GADIS INI BEREINKARNASI XEON? AKU HARUS MEMBUNUHNYA SEBELUM SEMUA KEKUATANNYA BANGKIT,”
Bayangan hitam itu berubah menjadi semakin besar dan menutupi hampir seluruh kediaman Duke Eginhardt. Eldrick, Carlen, dan Aldert tidak tahu mengenai situasi yang terjadi saat ini, mereka melihat bahwa bayangan hitam tersebut bersumber dari Paviliun Kirin. Mereka bertiga bergegas menuju ke sana karena khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada Scarlesia.
“Sia, bayangan apa itu?” tanya Eldrick.
“Ayah! Aku tidak tahu tiba-tiba dia muncul begitu saja di hadapanku,” jawab Scarlesia.
“Tidak tahu kenapa tapi aku merasa bayangan ini sangat berbahaya. Apa yang akan dia lakukan sekarang?” batin Scarlesia.
“TOLONG MUNDURLAH SEMUANYA! LINDUNGI SIA APAPUN YANG TERJADI KARENA BAYANGAN INI INGIN MEMBUNUH SIA!” seru Xeon.
Xeon tengah berusaha menghalangi bayangan itu menyentuh Scarlesia, dia tidak menyangka akan bertemu dengan kepingan bayangan dewa kegelapan di kediaman ini. Walau hanya kepingan bayangannya, namun kekuatannya terasa sangat besar.
“TERLAMBAT! AKU AKAN MEMBUNUH GADIS ITU SEKARANG,”
“ARRRGHHHHHH!!!”
Scarlesia menjerit kesakitan di bagian jantungnya, seolah bayangan hitam itu menusuk masuk ke dalam jiwanya. Semakin lama semakin besar rasa sakit yang dia rasakan, aura hidupnya menurun sedikit demi sedikit.
Andreas, Zenon, Oliver, Louis, Elios, serta Eldrick, Carlen, dan Aldert mengerumuni Scarlesia yang tergeletak di tanah seraya memegangi dadanya. Mereka semua sangat khawatir atas apa yang terjadi saat ini.
“Bayangan apa itu sebenarnya?” tanya Elios.
“Dia memiliki aura membunuh yang kuat,” ucap Oliver.
“Sekarang itu bukan hal yang penting! Pikirkan bagaimana cara biar kita bisa menyelamatkan Sia,” celetuk Andreas berada di tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi.
“Ini sangat sakit! Aku tidak bisa menahannya lagi,” batin Scarlesia.
“SIA BERTAHANLAH!” ujar Eldrick cemas.
“SIAL! KAU SELALU SAJA BERUSAHA MENGHANCURKAN JIWANYA SIA TAPI KALI INI AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU!”
Xeon terbang ke atas sehingga kini posisinya sejajar dengan bayangan hitam tersebut, dia mengangat tangannya kemudian mengumpulkan kekuatannya. Sebuah cahaya berwarna biru terkumpul di tangannya lalu melepas dan menyerang bayangan itu dengan kekuatan penuhnya. Tak begitu lama, akhirnya bayangan itu menghilang saat terkena kekuatan milik Xeon.
Segera setelah itu Xeon langsung menuju ke tempat Scarlesia, dia masih melihat Scarlesia mengerang kesakitan. Keringat dingin sudah membasahi sekujur badannya, bahkan untuk berbicara pun dia tidak sanggup.
__ADS_1
“Xeon, s-sa..kit..” lirih Scarlesia meremas erat pakaian Xeon.
“Aku akan menyembuhkanmu. Jangan khawatir kamu akan baik-baik saja setelah ini,” tutur Xeon. “Tolong kalian mundur dulu ke belakang,” lanjutnya memberi perintah.
Xeon meletakkan kedua tangannya di dada Scarlesia, ia memejamkan matanya untuk memulihkan kembali keadaan Scarlesia.
“Aku tidak akan membiarkan jiwamu hancur lagi. Aku akan memakai sisa kekuatanku meski itu berarti aku harus mengorbankan kehidupanku demi dirimu,”
Sebuah sinar memancar dari kedua tangannya, ini adalah kesempatan terakhirnya untuk membantu Scarlesia. Sinar tersebut meresap ke dalam dada Scarlesia, perlahan mencapai jantungnya, dan menghentikan penghancuran jiwanya. Rasa sakit yang dirasakan oleh Scarlesia kini mulai menghilang, aura hidupnya juga kembali normal seperti semula.
“U-uhh…” Scarlesia membuka kedua matanya kembali. Tidak ada rasa sakit yang dia rasakan kini, ia mengedipkan kedua matanya lalu melirik ke samping kirinya. Dia melihat wajah Xeon yang pucat pasi sedang berusaha menyelamatkannya.
“SIAAAA!” seru semua orang yang melihat Scarlesia berangsur pulih seperti sedia kala.
Setelah melihat Scarlesia sadarkan diri serta merasakan bahwa semuanya kembali normal, Xeon menghentikan kekuatannya.
“Syukurlah akhirnya aku bisa menghentikan penghancuran jiwamu,”
Brukkk
Xeon yang sudah lemah dan tidak ada kekuatan yang tersisa lagi, akhirnya dia tumbang. Scarlesia segera bangun dan memangku tubuh Xeon.
“Xeon, kau kenapa? Kenapa tiba-tiba tubuhmu perlahan menghilang seperti ini?” tanya Scarlesia melihat tubuh Xeon yang perlahan menghilang.
“Sia, tugasku telah selesai. Aku telah menggunakan kekuatan terakhirku untuk menghentikan penghancuran jiwamu, jadi mulai dari sini kau harus melakukan semuanya sendirian. Aku…”
“APA YANG KAU KATAKAN? BUKANNYA KAU YANG SUDAH MEMBAWAKU KE DUNIA INI? KENAPA KAU MALAH MENINGGALKANKU SENDIRIAN?” potong Scarlesia tidak bisa menerima perkataan Xeon.
“Jangan menangis. Aku senang sudah membantumu sejauh ini,” lirih Xeon menghapus air mata Scarlesia yang mengalir deras membasahi pipinya.
“Tidak Xeon… Kau tidak boleh pergi meninggalkanku begitu saja. Seharusnya kau tidak usah menyelamatkanku jika tahu akan begini jadinya,”
“Jika dewa ataupun dewi lain berada di situasi yang sama, mereka juga akan melakukan hal yang sama sepertiku karena kami menyayangimu Sia. Alasan kenapa dunia bisa bertahan sampai sekarang ini adalah berkatmu,” ucap Xeon semakin melemah.
“Aku mohon jangan pergi….”
“Maaf Sia, aku harus pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik karena musuh sesungguhnya masih berada di belakang layar,”
__ADS_1