Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Elios Si Iblis Putih


__ADS_3

“Kenapa bisa ada orang di sini? Apa dia sudah mati?”


Scarlesia menyentuh bagian atas peti kaca yang terasa sangat dingin tersebut, ia menatap wajah pria tampan yang seperti orang tertidur. Sesaat Scarlesia tersentak karena peti kaca itu mendadak terbuka dengan sendirinya. Dia mencoba meraba wajah pucat milik pria tersebut, sangat dingin dan semakin dingin.


“Akhirnya kamu menemukanku,”


Pria itu terbangun seraya menarik Scarlesia ke atas tubuhnya, Scarlesia cukup terkejut dengan apa yang dilakukan pria ini.Ia menegakkan kepalanya kemudian mata mereka tidak sengaja saling beradu. Pupil merah pria tersebut memandang Scarlesia dengan hangatnya, ia bingung siapa pria yang saat ini mendekapnya.


“Kamu zombie?” tanya Scarlesia memasang ekspresi datar.


“Buahahaha zombie? Apa aku terlihat seperti itu?” kekehnya.


“Tidak, tapi lepaskan dulu tanganmu dariku,”


“Baiklah baiklah,”


Scarlesia memutar pandangannya, ia keadaan gua itu terlalu lembab dan tidak ada kehidupan di dalamnya. Ia kembali menyorot pria tersebut, dia bingung kenapa pria ini bisa terkurung di dalam peti yang memiliki suhu sangat dingin. Bahkan pada saat dia menyentuhnya, tubuhnya juga terasa dingin.


“Kenapa kamu bisa berada di dalam peti kaca?” selidik Scarlesia.


“Aku sudah tertidur selama 100 tahun di sini,”


“100 TAHUN?” mata Scarlesia membelalak kaget. “Berarti kau bukan manusia?” lanjutnya bertanya.


“Bukan, aku berasal dari bangsa iblis putih,” jawabnya sembari keluar dari dalam petinya.


“Heee? Pantas saja umurmu bisa lebih dari 100 tahun,”


Suara gaduh terdengar dari luar, Scarlesia bisa menduga bahwa itu adalah suara para penyihir yang mencari keberadaannya.


“Eehhh apa yang kau lakukan?” tanya Scarlesia terkejut pria asing itu tiba-tiba menggendongnya ala tuan putri.


“Aku tahu kakimu terkilir, kau ingin keluar dari sini bukan? Aku akan membawamu keluar jadi diamlah sebentar,” ucapnya tegas.


Pria itu membawa Scarlesia keluar dari dalam sana, di luar mereka sudah ditanti oleh para penyihir.


“Hei wanita itu di sini! Dia keluar bersama seorang laki-laki!” seru salah seorang penyihir.


“Kami tidak bisa ke sana sekarang! Ada macan dan singa yang menghadang,” sahut temannya.


Empat orang penyihir terjebak oleh kerumunan hewan buas, mereka dicabik-cabik oleh taring hewan buas tersebut.

__ADS_1


“AAARRRGHHHHHH,” suara teriak para penyihir menggema di tengah jurang seperti ini.


“Nona, pergilah segera biar kami yang menangani para penyihir ini,” ucap seekor singa padanya.


“Betul Nona mereka hanya masalah kecil untuk kami. Nona harus keluar dari sini,” timpal seekor macan.


“Baiklah, ayo kita pergi sekarang,” ajak Scarlesia pada pria yang menggendongnya.


“Bagaimana bisa kami dikalahkan oleh sekelompok hewa? Ini semua karena kau! Seharusnya kau mati saja ketika terjatuh dari jurang tadi,” murka penyihir yang menghadangnya kini.


“Tutup matamu sebentar biar aku yang mengurusnya,”


Sesuai perintah, Scarlesia menutup matanya. Pria itu menggunakan kekuatannya yang berupa es untuk mengalahkan penyihir itu dalam sekejap. Tubuh si penyihir membeku lalu tubuhnya yang beku tersebut dihancurkan olehnya sampai berkeping-keping.


“Silahkan buka matamu sekarang karena aku sudah selesai,”


Kedua mata Scarlesia membulat sempurna, sungguh kekuatan yang menakjubkan dan bisa menghancurkan orang lain hanya dalam beberapa detik saja.


“Saatnya kita keluar dari hutan,”


Scarlesia dibawa terbang olehnya, ia masih melamun menatap wajah pria yang tidak dia kenal ini namun dia mau menyelamatkan dirinya.


“Ya?”


“Namaku Elios, tolong panggil seperti itu,” kata Elios tersenyum pada Scarlesia.


“Kalau begitu panggil aku Sia,” balasnya menundukkan kepalanya.


“Baiklah Sia,”


Kini mereka telah sampai di hutan tempat Scarlesia tadi terjatuh ke dalam jurang. Seluruh kabut sudah bersih, tidak ada lagi yang tersisa. Tubuh beruang-beruang yang tadi dibunuh oleh Scarlesia masih ada di sana dan tidak berkurang sedikit pun.


“NONAAA!” panggil Robert bersama Dion dan lainnya yang sudah mencarinya sejak tadi.


“Oh kalian, apa kalian terluka?” tanya Scarlesia.


“Tidak Nona, tapi bagaimana dengan anda? Lalu siapa pria ini?” tanya Robert balik.


“Dia adalah penyelamatku,”


“Woahhh apa semua beruang ini adalah hasil tangkapan anda?” tanya Dion terkagum

__ADS_1


“Iya, apa kalian tidak mendapatkan apapun?”


“Kami juga dapat satu beruang dan juga satu ekor hyena berbulu hitam,” jawab Dion bangga.


“Kerja bagus. sekarang kita kembali dulu ke kamp,”


Di sisi lain sekarang di kamp perburuan, semua orang sudah berkumpul. Para peserta perburuan pun sudah kembali meski diantara mereka banyak yang kembali dalam keadaan terluka. Saat ini hanya kelompok Scarlesia yang masih belum kembali, semua orang di kediaman Eginhardt mulai khawatir karena perburuan sebentar lagi akan berakhir.


“Yang Mulia sepertinya wanita itu sudah mati,” bisik Zaneta.


“Ya, aku rasa juga. Karena dia berhadapan dengan penyihir kelas atas, tidak mungkin dia bisa selamat setelah berhadapan dengan mereka,” ujar permaisuri menyunggingkan senyumnya.


“Akhirnya si pengganggu itu mati juga, tidak akan ada lagi orang yang menghalangiku,” batin Zaneta puas.


Kini saatnya sang kaisar mengumumkan pemenang dari perburuan ini, dia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Scarlesia tapi tidak dia temukan dimanapun itu. Kaisar mulai berpikir bahwa Scarlesia akan kalah dalam perburuan kali ini dan Scarlesia tidak bisa menghindari lagi pernikahannya dengan putra mahkota.


“DENGAN INI AKU UMUMKAN PERBURUAN TAHUN INI DIMENANGKAN OLEH….”


“TUNGGU!” sergah Scarlesia datang digendong oleh Elios dengan 4 orang ksatria panah yang mengikutinya dari belakang.


Seluruh orang di kamp heboh dengan kedatangan Scarlesia, sedangkan orang-orang dari kediamannya merasa lega karena Scarlesia baik-baik saja.


“Yang Mulia, anda terburu-buru sekali mengumumkan pemenangnya,” ujar Scarlesia.


Zaneta dan permaisuri membelalak melihat Scarlesia bisa kembali dalam keadaan tubuh yang masih utuh. Scarlesia pun melayangkan senyum penuh kemenangan pada mereka berdua, saat ini darah mereka mendidih dan kesabarannya diuji oleh Scarlesia.


“Bagaimana bisa dia baik-baik saja setelah diserang oleh para penyihir itu? Lalu apa yang terjadi dengan mereka? Jangan bilang mereka dikalahkan oleh gadis kecil ini,” pikir permaisuri.  Sedangkan Zaneta dipenuhi oleh rasa takut, dia tidak menyangka kalau Scarlesia berhasil lolos dari rencananya sendiri.


“Sia, aku pikir tidak akan muncul,” ucap kaisar.


“Yang Mulia yang memenangkan perburuan ini adalah saya. Coba kalian lihat ke atas,”


Mereka semua serentak mendongakkan kepalanya ke langit, saat ini yang mereka lihat adalah sebongkah es yang sangat besar.


“Apa itu?” tanya kaisar.


“Elios, tolong turunkan esnya ke bawah sini biar mereka semua bisa melihatnya,” suruh Scarlesia.


Elios menurunkan bongkahan esnya, mereka semua melongo terkejut ternyata yang ada di dalam esnya adalah beruang-beruang yang tadi dibunuh oleh Scarlesia serta seekor hyena hitam. Mendadak suasan kamp menjadi ramai dan heboh tentang bagaimana cara Scarlesia menumbangkan semua beruang-beruang itu. Andreas, Zenon, Oliver, dan Louis turut berbangga dengan Scarlesia tapi mereka juga merasa terganggu dengan Elios yang tengah menggendong Scarlesia.


“Bagaimana Yang Mulia? Saya pemenangnya kan?”

__ADS_1


__ADS_2