Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Pertemuan dengan Qirani dan Feodor


__ADS_3

“Uuhh… Edward….”


Qirani membuka matanya kembali, tidak seperti biasanya tapi kali ini Qirani mengingat nama anaknya, Edward. Mukanya cerah dan tidak pucat seperti sebelumnya, bahkan penglihatannya mulai normal kembali. Tubuhnya segar dan tidak merasakan sakit yang teramat sangat, ia bahkan mampu menunjukkan senyumnya pada Edward.


“I-ibu, anda mengingat saya?” tanya Edward tak menyangka.


Para pelayan yang berada di kamar Qirani juga ikut menatap tidak percaya, Qirani dibantu oleh pelayan untuk merubah posisinya duduk bersandar di ranjangnya.


“Tentu aku mengingatmu, bagaimana bisa aku melupakan anakku sendiri?” jawab Qirani.


Edward menitihkan air matanya, tapi lekas ia usap kembali air matanya yang tidak sengaja berderai.


“B-bela, k-kau anakku Bela bukan?”


Sekali lagi Qirani salah mengenal Scarlesia, dari kedua tatapan matanya terselip kerinduan amat besar pada anak perempuan satu-satunya. Edward dengan cepat mencegah agar Qirani tidak salah mengenali Scarlesia lagi.


“Ibu, dia bukanlah Bela. Dia anaknya bela, mereka bertiga adalah anaknya Bela lalu ini adalah Duke Eginhardt suaminya Bela,” jelas Edward.


“Salam kepada Yang Mulia Evariste,” ucap mereka serentak memberikan salam.


“A-anaknya Bela? B-berarti….”


“Benar, mereka adalah cucu Ibu dan juga keponakanku,”


“Bela… bagaimana dengan Bela?”


Tidak ada respon dan jawaban yang diberikan oleh mereka kepada Qirani. Mereka membisu karena enggan untuk menjawabnya, Qirani mengangguk mengerti kenapa mereka tidak bisa menjawabnya.


“Baiklah, kalian tidak perlu menjawabnya. Aku sudah tahu jawabannya tanpa kalian beritahu secara langsung,” ujar Qirani.


Qirani kembali memandang cucunya dengan tatapan sendu, mau bagaimana pun keadaannya dia harus mengikhlaskan segala yang menimpa anak perempuannya.


“Bisakah kalian mendekat?” pinta Qirani.

__ADS_1


Mereka bertiga mendekat sesuai permintaan Qirani.


“Bela sudah melahirkan anak yang cantik dan tampan seperti kalian. Pasti selama dia bersama kalian, dia merasa bahagia bukan? Itu sudah cukup bagiku. Bela yang tiba-tiba menghilang membawa pulang 3 orang cucu untukku. Terima kasih, terima kasih,”


Qirani tidak sanggup lagi menahan kesedihannya, sudah lebih dari 20 tahun ia menunggu kepulangan anaknya tapi yang dia dapatkan malah kabar kematian putrinya. Scarlesia menyeka air mata Qirani yang membasahi pipinya.


“Nenek… bolehkah kami memanggil anda nenek?” tanya Scarlesia.


“Boleh, kalian boleh memanggilku nenek,”


Qirani menggenggam ketiga tangan cucunya lalu mengelus kepala mereka satu persatu. Edward juga ikut merasa sedih melihat Ibunya berinteraksi dengan keponakannya. Eldrick pun juga mengingat masa lalunya, kedua orangtua nya meninggal ketika sebelum dia menikah dengan istrinya sehingga anak-anaknya tidak bisa melihat rupa kakak atau pun neneknya tapi sekarang mereka bisa melihat neneknya.


“Bela… kau Bela bukan? K-kau sudah pulang Bela?”


Seorang pria tua datang lalu langsung memeluk Scarlesia, sama seperti Qirani yang juga salah mengira Scarlesia adalah putrinya.


“Siapa?” bingung Scarlesia.


“Ya ampun sayang, dia bukan Bela. Dia adalah anaknya Bela, lihatlah mereka bertiga anaknya Bela dan itu artinya mereka cucu kita,” ucap Qirani memperkenalkan mereka.


Qirani menggelengkan kepalanya sambil tertunduk murung, pria itu sepertinya memahami apa yang dimaksudkan Qirani padanya.


“Begitu ya, Bela sudah tidak ada,”


“Sia, Carlen, Aldert, dan juga Duke, perkenalkan beliau adalah Ayah saya dan Bela. Beliau pasangan kaisar terdahulu yakni Pangeran Feodor Evariste,”


(Sekedar info ya, kalau kaisarnya pria maka pendamping wanitanya disebut permaisuri jika kaisarnya wanita maka yang mendampinginya disebut pangeran).


Mereka memberi salam kepada Feodor, kemudian Edward memperkenalkan nama mereka satu persatu pada Qirani dan Feodor. Feodor juga sangat senang saat mengetahui Qirani sudah sembuh sepenuhnya berkat kekuatan penyembuhannya Scarlesia. Mereka berbincang-bincang sejenak mengenai diri mereka serta seperti apa dulunya ketika Anabela masih hidup. Tidak terasa waktu sudah berlalu selama hampir 2 jam.


“Duke, bisakah anda tinggal di sini sebentar?” pinta Qirani diangguki Feodor.


“Baiklah Yang Mulia,”

__ADS_1


Edward sepertinya mengerti bahwa Qirani dan Feodor ingin berbicara serius dengan Eldrick. Dia pun mengajak Carlen, Aldert, dan Scarlesia untuk keluar dari kamarnya. Sekarang hanya tinggal mereka bertiga saja di kamar tersebut.


“Bagaimana Bela meninggal?” tanya Qirani to the point.


“Izin menjawab Yang Mulia, Lariss maksud saya Bela meninggal karena dibunuh oleh Permaisuri Roosevelt. Kejadiannya sudah lebih dari 10 tahun yang lalu,”


“Dibunuh? Lalu bagaimana nasib permaisuri itu sekarang?” tanya Qirani sekali lagi.


“Permaisuri Roosevelt sudah dieksekusi karena ia telah membunuh kaisar dan terbukti melakukan pembunuhan terhadap Bela serta selir-selir kaisar yang lainnya,”


Mendengar jawaban Eldrick, mereka serentak menghela napas lega karena setidaknya pembunuh anaknya sudah mendapat hukuman yang setimpal dan tidak dibiarkan berkeliaran di dunia luar.


“Apakah Bela bahagia ketika menikah dengan anda?” tanya Feodor.


“Bahagia Yang Mulia karena kami saling mencintai, dia juga sudah melahirkan 3 orang anak yang tampan dan cantik untuk saya. Bela selalu mengatakan berulang kali bahwa dia bersyukur bertemu saya dan melahirkan anak-anak tapi saya selalu merasa bersalah karena tidak mampu melindunginya,”


Qirani menggenggam kedua tangan Eldrick, ia menatap tulus kedua mata Eldrick.


“Jangan merasa bersalah karena saya yakin Bela tidak pernah menyalahkan anda, Bela mencintai anda dalam artian lain dia sudah menyiapkan diri mengambil resiko apa pun ketika memilih anda sebagai pasangannya. Bela hidup bahagia itu sudah cukup bagi kami jadi tolong jangan salahkan diri anda,” kata Qirani.


“Baiklah, terima kasih Yang Mulia,”


Lalu Eldrick juga beranjak pergi dan undur diri dari kamar Qirani, dia meninggalkan Qirani bersama Feodor berdua. Tidak lama kemudian, Edward datang kembali karena dia mau membicarakan sesuatu yang penting pada Qirani.


“Ayah, Ibu, saya memutuskan untuk menjadikan Scarlesia sebagai putri mahkota Evariste. Saya minta maaf sudah mengambil keputusan tanpa memberitahukannya pada anda berdua, tapi walaupun anda menolaknya, saya tetap akan menjadikan Scarlesia sebagai putri mahkota,” tegas Edward.


“Baiklah, tanpa kau meminta izin pun aku dan Feodor memang sudah mengizinkannya,” balas Qirani.


“Sia sangat mirip dengan Bela, bahkan aku mendengar prestasinya sangat bagus ketika masih berada di Roosevelt. Dia yang membantu menyelamatkan kekaisaran dari kehancuran bukan? Sia juga memimpin ksatria dan penyihir di medan perang, jadi dia sudah memenuhi kriteria sebagai kaisar,” sambung Feodor berucap.


“Edward, pergilah dan umumkan sekali lagi ke dunia luar bahwasanya kepemimpinan wanita di Evariste akan kembali lagi. Jangan biarkan ada satu pun rumor buruk tentang Sia, siapa pun yang mengatakan hal buruk tentang Sia atau pun tentang Carlen dan Aldert langsung potong saja lidah mereka. Aku tidak akan pernah membiarkan satu orang pun menyakiti mereka,”


Qirani mengatakan hal itu dengan memasang raut muka super serius, Edward tampak sumringah dan langsung mematuhi apa yang dikatakan Qirani padanya. Dia segera pergi ke luar untuk melaksanakan perintah Qirani untuk mengumumkan ke penjuru dunia perihal bangkitnya kepemimpinan wanita di Evariste.

__ADS_1


“Begini tidak apa-apa bukan?” tanya Feodor pada Qirani.


“Tidak apa-apa karena sebelum terbangun aku mendengar bisikan bahwa aku harus menyerahkan kekaisaran ini pada Scarlesia. Gadis itu sepertinya bukan gadis biasa,”


__ADS_2