Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Berbicara Mengenai Pernikahan


__ADS_3

“Jadi, ada apa semua ini? Kenapa Nyonya Ellie ada di sini?” tanya Scarlesia melihat Ellie sang pemilik butik ada di paviliunnya.


“Nona, saya kemari atas perintah dari Yang Mulia Duke,” jawab Ellie.


“Perintah dari Ayah?”


“Iya Nona! Apakah anda lupa kalau 2 bulan lagi akan diadakan perayaan kedewasaan untuk anda Nona!” celetuk Erin sumringah.


“Tapi kan masih 2 bulan lagi jadi kenapa dari sekarang persiapannya?”


Scarlesia tidak mengerti sama sekali mengenai perayaan kedewasaan, ia tampak bingung karena dia melihat Ayahnya, kakaknya, serta penghuni mansion lainnya sibuk mempersiapkan perayaan kedewasaannya yang akan dilaksanakan dalam waktu 2 bulan lagi.


“Yang Mulia Duke meminta saya untuk mempersiapkan gaun yang paling indah untuk Nona dari sekarang,” ucap Ellie.


“Ayo Nona, anda harus menurut. Saya ingin melihat Nona menjadi wanita yang paling cantik pada saat perayaan kedewasaan anda,” kata Erin mendorong Scarlesia untuk mendekat ke Ellie untuk pengukuran tubuhnya.


“Haha baiklah aku akan menurut,” pasrah Scarlesia.


Ellie mengeluarkan alat ukurnya untuk mengukur tubuh Scarlesia, Erin dan Hana sangat bersemangat mengingat Scarlesia sebentar lagi akan mengadakan perayaan kedewasaannya.


“Nona, saya rasa anda akan sangat cocok jika mengenakan gaun berwarna emas. Aura yang anda keluarkan seolah akan menyatu dengan warna emas,” ujar Ellie.


“Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Nyonya Ellie,” sahut Hana.


“Saya pun juga berpikir demikian. Nona terlihat berbeda ketika mengenakan pakaian berwarna emas, seolah warna emas itu hanya diciptakan khusus untuk Nona,” timpal Erin diangguki Ellie dan Hana.


Scarlesia menghela napas panjang, “Ya sudah, terserah kalian saja.”


Kala ini Eldrick tengah menjalani rapat di istana kekaisaran, ia datang bersama Carlen yang merupakan ahli warisnya selanjutnya. Sedangkan Aldert sedang sibuk bersama Oliver melakukan penelitian sihir di menara sihir. Suasana ruang rapat agak berbeda dari biasanya karena seluruh bangsawan membawa ahli warisnya untuk rapat kali ini.


Tujuan diadakan rapat hari ini adalah menentukan langkah mengenai kepemimpinan kekaisaran selanjutnya. Tahta kaisar sekarang kosong karena kaisar dan permaisuri sudah tidak ada ditambah dengan Stella yang merupakan satu-satunya selir yang tersisa juga ikut meninggalkan istana kekaisaran. Untuk itulah mereka berada di sini semuanya demi menetapkan keputusan mutlak kekaisaran ke depannya.


“Sepertinya kita harus mempercepat pengangkatan putra mahkota sebagai kaisar,” ujar Eldrick.


“Saya setuju dengan Yang Mulia Duke. Kita tidak bisa membiarkan posisi kaisar kosong terlalu lama karena ini akan menjadi aib untuk kekaisaran kita,”


“Kalau begitu kita juga harus memajukan pernikahan antara putra mahkota dan Nona Nieva. Dengan ini posisi permaisuri juga tidak akan kosong,”


“Betul! Kita harus segera menutupi kekosongan tahta kepemimpinan,”

__ADS_1


Seluruh bangsawan mengutarakan suaranya masing-masing kecuali Marquess Javar yang sejak tadi hanya diam menundukkan kepalanya, padahal ketika rapat biasanya Marquess Javar yang paling banyak berbicara tapi untuk kali ini dia terlihat berbeda.


“Marquess Javar, kenapa anda diam saja sejak tadi?” tanya salah seorang bangsawan.


Namun, sepertinya Marquess Javar tidak mendengar apa yang ditanyakan oleh bangsawan tersebut.


“Ayah! Apa Ayah baik-baik saja?” tanya Darrel, putra dari Marquess Javar yang merupakan ahli warisnya selanjutnya.


Darrel menepuk pundak Ayahnya, Marquess Javar pun tersentak kaget karena Darrel.


“Huh? Ada apa?” tanya Marquess Javar bingung.


“Marquess, anda baik-baik saja? Sepertinya anda sedang kurang sehat ya,”


“Saya tidak apa-apa. Lanjutkan saja rapatnya,”


Mereka kemudian melanjutkan rapatnya kembali, keputusan akhir dari rapat ini sudah bulat yaitu mempercepat pengangkatan putra mahkota sebagai kaisar serta memajukan pernikahan antara putra mahkota dan Nieva yang rencananya akan diselenggarakan dalam 2 minggu lagi.


“Yang Mulia Duke, Tuan Muda, sejak tadi saya penasaran mengenai benda yang melingkar di pergelangan tangan anda berdua. Apakah itu jam?” tanya seorang bangsawan yang penasaran dengan jam tangan milik Eldrick dan Carlen.


“Ini? Ini adalah jam tangan pemberian putriku,” jawab Eldrick sambil menyombongkan putrinya.


“Itu karena adikku jenius,” Carlen juga ikut menyombongkan Scarlesia pada yang lainnya.


“Woah jam tangan ini akan sangat berguna untuk bangsawan seperti kita. Yang Mulia, bisakah anda menanyakan kepada Nona dimanakah ia mendapatkan jam tangannya?”


“Nanti aku akan mencoba menanyakannya pada Sia,” ucap Eldrick.


“Ngomong-ngomong Yang Mulia, Nona Eginhardt sebentar lagi akan mengadakan perayaan kedewasaan bukan? Sudah saatnya bagi Nona untuk memiliki tunangan,”


“Iya, Nona Eginhardt sudah memasuki usia dewasa untuk menikah. Apakah anda sudah menemukan calon yang tepat? Saya dengar beberapa waktu lalu Nona menerima banyak surat lamaran tapi semuanya ditolak olehnya,”


Telinga Eldrick dan Carlen panas mendengar mereka semua terus mempertanyakan mengenai calon suami Scarlesia.


“Putriku berhak menentukan sendiri pasangannya, dia boleh memilih siapa saja yang ia suka tapi untuk sekarang dia masih ingin hidup bersamaku. Jadi, kalian tolong tutup mulut dan simpan saja dalam-dalam pertanyaan mengenai calon suami anakku,” tekan Eldrick berupaya tetap tenang.


“B-baik Yang Mulia, kami minta maaf karena sudah menyinggungnya,”


Setelah itu, rapat hari ini resmi berakhir. Eldrick dan Carlen pulang ke kediaman dengan raut wajah yang kusut. Mood mereka menjadi buruk karena para bangsawan yang berani menyinggung tentang Scarlesia yang masih tidak mempunyai tunangan. Setibanya di kediaman, Eldrick langsung memanggil Xeon serta pria lainnya ke ruangannya untuk membicarakan terkait hal ini.

__ADS_1


“Siapa diantara kalian yang akan menikahi putriku?” tanya Eldrick serius.


Mereka semua kecuali Xeon, mengacungkan tangannya tinggi-tinggi ke atas.


“Xeon, apa kau tidak mau menikahi adikku?” tanya Carlen.


“Hahh??? Aku adalah dewa, mana mungkin aku menikahinya,” ujar Xeon.


“Baiklah. Turunkan tangan kalian, sebentar lagi Sia akan berusia 18 tahun. Sia memang tidak mau menikah tapi kalau bertunangan saja tidak apa-apa kan? Aku tidak mau mendengar para bangsawan menanyakan mengenai calon suaminya lagi dan aku juga tidak mau laki-laki lain mengirim surat lamaran padanya. Jadi, aku mau salah satu dari kalian bertunangan dengannya,” terang Eldrick.


“Bertunangan? Kalau begitu aku saja,” Elios menawarkan dirinya.


“Tidak! Kau iblis pucat, aku yang akan bertunangan dengan Sia,” bahkan Zenon pun tidak mau kalah.


“Aku saja aku saja,” ucap Louis mengangkat tangannya.


“Aku yang akan bertunangan dengan Sia,” sela Andreas.


“Aduh kalian ini. Yang paling pantas untuk menjadi tunangan Sia adalah aku,” kata Oliver.


Eldrick menggeleng-geleng melihat mereka yang berebutan ingin bertunangan dengan anaknya sendiri.


“Duke Eldrick,” panggil Xeon.


“Ya?”


“Mereka semua harus menikah dengan Sia,”


“Apa? Tapi kenapa?”


“Mereka adalah hidupnya Sia, benang merah mereka terhubungan ke jantung Sia. Jika salah satu dari mereka mati, Sia juga akan mati,” jawab Xeon memasang mimik wajah dingin.


“Sia bisa mati katamu? Jadi Sia benar-benar harus menikahi mereka semua? Apa ini bagian dari rencana dewa dan dewi juga?” tanya Carlen.


Xeon merespon dengan mengangguk.


“KALAU BEGITU KALIAN SEMUA MENIKAH SAJA DENGAN SIA!” seru Eldrick bangun dari tempat duduknya.


“Eh? EHH? EEEEHHHHHHHH,”

__ADS_1


__ADS_2