
Di sela-sela keramaian paviliun saat ini, Wilson datang untuk menyampaikan kepada Scarlesia bahwa saat ini ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Eldrick padanya. Scarlesia segera beranjak pergi dan meninggalkan Andreas, Zenon, dan Oliver sebentar. Scarlesia punya firasat yang tidak bagus soal ini, dia merasa pembicaraannya dengan Eldrick berkaitan dengan pembatalan pertunangannya.
“Yang Mulia, Nona sudah tiba,” ujar Wilson membuka pintu ruang kerja Eldrick.
“Suruh dia masuk,”
Scarlesia melangkah masuk, dia melihat ekspresi Eldrick yang tidak biasa karena dia terlihat lebih serius dibanding biasanya. Scarlesia lalu duduk di sofa sedangkan Eldrick duduk di hadapannya, para pelayan pun menyuguhkan masing-masing secangkir teh untuk menemani pembicaraan mereka. Kemudian Eldrick menyuruh semua orang keluar, kini hanya tinggal mereka berdua di dalam.
“Sia, aku langsung saja mengatakan padamu kalau pembatalan pertunanganmu tidak diterima oleh kaisar,” ungkap Eldrick to the point.
“Huh? Kenapa? Apa alasannya?”
Eldrick menarik napasnya bersiap untuk menjelaskan semuanya pada Scarlesia.
“Kaisar menganggap bahwa pembatalan pertunangan secara sepihak itu tidak sah. Sebenarnya bukan itu alasannya, kaisar ingin mengikatmu dengan status sebagai permaisuri. Para bangsawan mengatakan bahwa keberadaanmu merupakan sebuah ancaman dan kaisar mempercayai hal itu. Jika kamu menjadi permaisuri maka mereka bisa dengan mudah membatasi pergerakanmu,” jelas Eldrick.
“Mereka sudah gila ya? Bahkan kaisar pun lebih gila. Lalu apakah Ayah menyetujuinya?”
“Aku menyetujuinya? Itu tidak akan pernah terjadi. Aku sudah berulang kali mengajukan pembatalan pertunangan pada kaisar tapi dia selalu menolaknya,”
“Syukurlah, jadi sisanya biar aku saja yang urus. Ayah cukup duduk manis saja menikmati hasilnya,” kata Scarlesia mencoba meringankan beban pikiran Eldrick.
“Tapi bagaimana caramu melakukannya?”
Scarlesia menyunggingkan senyumnya, sebenarnya dia sudah menduga bahwa pembatalan pertunangannya dengan Vincent tidak akan berjalan mulus.
__ADS_1
“Aku punya pria-pria tampan dan kuat di sampingku,” jawab Scarlesia.
“Aku belum menanyakan soal ini padamu, sebenarnya siapa pria-pria yang bersamamu beberapa waktu ini? Aku tidak menanyakannya padamu karena aku tidak ingin kau terganggu oleh rasa penasaranku tapi aku rasa mereka bukanlah orang-orang yang akan melukaimu,” ucap Eldrick.
Scarlesia benar-benar melupakan hal yang sangat penting, dia lupa mengatakan dan meminta izin langsung pada Eldrick mengenai Andreas dan Zenon.
“Maaf Ayah aku lupa memberitahukannya, sekarang aku akan menjelaskannya. Pria yang berambut hitam itu seorang vampir namanya Andreas, yang berambut merah itu adalah naga namanya Zenon, lalu sekarang sepertinya bertambah satu orang lagi namanya Oliver dia seorang penyihir agung,”
Eldrick seketika melongo mendengar penjelasan Scarlesia, dia mendengar orang-orang yang luar biasa mengelilingi putrinya.
“Apa aku tidak salah dengar? Penyihir agung yang tidak pernah memunculkan diri itu sekarang bersamamu?”
“Iya, jadi Ayah tidak perlu mengkhawatirkanku. Masalah ini akan aku urus dengan sangat baik,”
“Tunggu dulu Sia, ada satu hal lagi yang harus kamu ketahui mengenai kaisar. Apa kamu tahu Ibumu dulu pernah hampir menjadi permaisuri?”
Deg
Scarlesia tersentak, sebuah fakta baru kembali mengejutkan dirinya. Dia kembali duduk untuk mendengarkan penjelasan sang Ayah lebih lanjut karena mengenai hal ini tidak ada di dalam ingatannya sedikit pun
“J-jadi bagaimana? Apa Ayah tidak becanda? Bagaimana bisa… Tidak, ini cukup masuk akal dengan dendamnya permaisuri. Bisakah Ayah ceritakan semuanya padaku sekarang?”
“Baiklah, ini berawal ketika aku dan kaisar masih berumur 19 tahun. Pada waktu itu kami tidak sengaja bertemu Ibumu yang bekerja di sebuah toko bunga. Kamu tahu bukan bahwa Larissa terkenal cantik?”
Scarlesia menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Para bangsawan bahkan banyak yang datang melamarnya, dia adalah wanita yang tegas dan sifatnya hangat. Sejak pertemuan awal itu kaisar mulai menyukai Larissa, bukan sekedar menyukai tapi sebuah obsesi. Padahal kala itu kaisar sudah memiliki Roseanne sebagai tunangannya tapi pada saat dekat hari pernikahan, sang kaisar memutuskan pertunangannya dengan Roseanne,”
Dari sini terjawab sudah mengenai alasan Roseanne menaruh dendam pada Larissa karena Larissa dianggap sebagai pengganggu.
“Lalu apa yang terjadi selanjutnya?” tanya Scarlesia semakin penasaran.
“Kemudian kaisar melamar Larissa tapi ditolak olehnya karena Larissa ingin menikah denganku bukan dengan kaisar. Perasaan Larissa pada kaisar hanya sebatas teman, sejak saat itu hubunganku dengan kaisar mulai merenggang. Kaisar semakin terobsesi dengan Larissa bahkan dia sampai menculik Larissa untuk dia nikahi namun di luar dugaan Larissa ternyata mempunyai kemampuan berpedang yang bagus, dalam sekejap dia menghabisi seluruh suruhan kaisar,”
“Ya aku tahu kalau Ibu bagus dalam menggunakan senjata. Entah kenapa aku merasa semakin mirip dengan Ibu,” ujar Scarlesia.
“Itu benar, kamu memang mirip dengannya. Tapi, di lain sisi Roseanne juga bertindak untuk mencelakai Larissa. Banyak hal buruk yang menimpa Larissa, itulah kenapa aku mempercepat pernikahanku dengan Larissa agar aku bisa melindunginya. Namun, aku salah sejak dia menikah denganku ternyata banyak hal buruk yang terjadi padanya. Kaisar yang terpaksa menikahi Roseanne masih terobsesi dengan Larissa bahkan sampai sekarang,”
“Hmm aku mengerti sekarang, jadi karena itulah permaisuri membunuh Ibu? Karena kaisar yang sangat terobsesi dengan Ibu dan permaisuri semakin membenci Ibu maka pembunuhan itu pun terjadi,” ucap Scarlesia mengangguk mengerti.
“Tapi bukan itu saja, kecantikan Larissa yang bisa mengalahkan kecantikan Roseanne pada saat itu juga menjadi bagian ke dalam dendamnya. Ketika kematian Larissa, sang kaisar terpuruk dalam depresi tapi itu berhenti pada saat dia melihatmu yang mirip dengan Larissa. Kemudian dia mencoba menjodohkanmu dengan putranya, permaisuri yang menyadari hal ini tidak tinggal diam lalu mengirim seorang dokter untuk meracunimu,”
Semuanya mulai terhubung, fakta-fakta yang baru dia ketahui mulai melebur dalam pikirannya sendiri. Kematian sang Ibu sangatlah rumit karena dia tidak bisa menyerang permaisuri secara langsung.
“Apakah ini juga ada hubungannya dengan pembatalan pertunangan saat ini?”
“Ada. Sia kamu harus tahu, kamu tidak dilihat sebagai Scarlesia di mata kaisar tapi dia melihatmu sebagai Larissa. Kamu mengerti maksudku? Dia menginginkanmu masuk ke dalam istana kekaisaran karena kamu menyerupai Larissa. Dia mengikatmu karena obsesi lamanya belum hilang sepenuhnya, dia tidak bisa membawamu ke haremnya tapi kamu bisa masuk ke dalam harem anaknya,”
Scarlesia memutar bola matanya lalu memijit pelipisnya yang mulai terasa pusing itu, kali ini kaisar sungguh di luar dugaannya sendiri. Dia pikir musuhnya hanya permaisuri tapi kaisar pun juga menjadi musuhnya tapi dia tidak bisa terus terikat dengan masalah ini. Yang harus dia lakukan sekarang adalah mencoba membatalkan pertunangan ini.
“Baiklah, terima kasih karena Ayah sudah mau menjelaskan semuanya padaku. Sekarang aku kembali dulu karena ada sesuatu yang harus aku lakukan,” pamit Scarlesia langsung menuju paviliunnya.
__ADS_1