
“Hanya dia satu-satunya yang bisa mengalahkan dewa kegelapan, tugas kalian dan tugasku adalah membantu mendorongnya dari belakang. Jika sewaktu-waktu dia tenggelam ke dalam kegelapan, kalian lah yang akan menariknya keluar. Itulah alasan dewa pencipta menciptakan kalian….” lanjutnya melirih.
Mereka semua membisu sesaat Xeon menumpahkan isi hatinya pada mereka, setiap perkataan yang keluar dari mulut Xeon menyiratkan seberapa sakit dirinya menyaksikan Scarlesia tidak terhitung sudah berapa kali ia mati mengenaskan. Setiap takdir yang ia ciptakan untuk Scarlesia selalu berakhir sama, hati kecilnya terluka dan terus dia tahan selama lebih 2000 tahun lamanya.
“Xeon, apakah kau juga mencintai Sia?” tanya Oliver.
Xeon menegakkan kepalanya yang tertunduk sendu, dia ingin menyangkal pertanyaaan Oliver tapi suaranya tercekat mencekik lehernya. Namun, dia masih berupaya untuk menjawab pertanyaan dari Oliver.
“A-aku… hahh mana mungkin aku memiliki perasaan semacam itu pada Sia. Aku adalah dewa takdir, takdir Sia sedari awal adalah bersama kalian,”
Kemudian Xeon menjentikkan jarinya, sebuah benang merah terikat di jantung mereka mengarah ke laut yaitu lebih tepatnya mengarah pada Scarlesia.
“Kalian lihat benang merah itu? Itu membuktikan bahwa kalian terikat sejak dulu dengan Sia. Tidak peduli berapa kali pun dia bereinkarnasi, ujung-ujungnya dia tetap kembali pada kalian. Tugasku hanyalah mengawasi Sia menemukan takdirnya dan menuntun dia mendapatkan ending bahagia,” tutur Xeon memasang senyum terpaksa.
Bugh!
Oliver memukul muka Xeon, lalu Oliver mencengkram kerah bajunya erat.
“KATAKAN SEJUJURNYA SIALAN! AKU TIDAK PEDULI KAU DEWA ATAU BUKAN, SETIDAKNYA JUJURLAH PADA DIRIMU SENDIRI! KAU MENCINTAI SIA BUKAN? JAWAB CEPAT!” teriak Oliver emosi.
“Sudah Oliver! Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” lerai Elios dan Andreas menarik Oliver menjauh dari Xeon.
“Aku tidak mencintainya, sungguh….” sangkal Xeon.
“MAU SAMPAI KAPAN KAU BERBOHONG? AKU TIDAK TAHAN MELIHATMU TERUS BUNGKAM SOAL PERASAANMU SENDIRI. AKU SELALU MEMPERHATIKANMU! TATAPANMU PADA SIA JUGA BUKAN TATAPAN BIASA. Hei Xeon ini bukan masalah kau dewa atau bukan tapi masalah perasaan seorang laki-laki, tolong katakan sejujurnya sekarang,” mohon Oliver mulai melunak.
“Aku….” Xeon menjatuhkan badannya ke tanah. “Aku mencintainya, aku memang mencintai Sia jauh sebelum kalian ada. Aku ingin menyangkal perasaanku sendiri tapi aku tidak bisa menahan lebih lama lagi, aku… aku….” tanpa disadari, buliran air mata berjatuhan dari kedua mata Xeon.
“Sudah cukup! Kami sudah mendengar perasaanmu yang sebenarnya. Pasti sulit untukmu selama 2000 tahun ini, sekarang berdirilah,”
__ADS_1
Sementara itu, sekarang Scarlesia tengah menyelam menuju suara isak tangis seorang gadis yang berasal dari dalam laut. Karena Scarlesia memiliki kekuatan dewa laut, jadi dia bisa tetap bernapas seperti biasa di dalam laut tersebut. Scarlesia terus menyelam meskipun laut berada di dalam kondisi yang tidak tenang.
Scarlesia mengira perjalanannya masuk ke dasar laut itu akan berjalan mulus tapi di pertengahan jalan, kawanan monster ikan menghadangnya. Monster-monster tersebut seperti sudah diatur sejak awal keberadaannya, Scarlesia tidak punya pilihan lain lagi selain melawan monster tersebut. Untungnya mereka berada di level yang jauh berbeda dibanding monster yang dulu pernah ia lawan ketika berada di laut Roosevelt.
Ting
Dari jarak beberapa meter, sebuah cahaya terang tak sengaja lewat dari pandangan matanya. Scarlesia mempercepat dirinya menuju asal cahaya tersebut, suara tangisan semakin terdengar dekat. Setibanya di sana, Scarlesia melihat seorang gadis tapi bukan, sekujur tubuhnya berwarna biru seperti air laut. Dia terkurung di dalam rangka besi, ia terkapar di dalamnya sambil menangis menjerit kesakitan.
“Dia adalah wujud dari laut! Aku harus membebaskannya dari kurungan yang menyiksanya,”
Scarlesia menebas rangka besi tersebut menggunakan pedangnya dan sekarang gadis tersebut bisa keluar dari rangka besinya.
“Tenang saja, aku sudah di sini. Tidak ada yang perlu ditakutkan lagi,” ucap Scarlesia meraihnya kemudian memeluknya.
“Yang Mulia, hamba sungguh tidak mempunyai maksud melukai manusia. Suara seruling itu menyakiti saya,” adunya masih terisak.
“Tidak, karena Yang Mulia sudah memeluk saya jadi sekarang saya tidak merasa sakit lagi. Saya senang sekali bertemu dengan anda,” ungkapnya sudah mulai tenang.
Scarlesia melepas dekapannya, ia menggenggam kedua tangan gadis tersebut.
“Aku akan menyembuhkan rasa sakitmu, sekarang kau bebas. Suara serulingnya tidak akan menyakitimu lagi dan aku akan memberikan perlindungan untukmu wahai laut,”
Scarlesia memejamkan matanya, ia mengalirkan kekuatan penyembuhan ke tubuh gadis tersebut. Segala macam rasa sakit yang tercipta dari bunyi seruling tadi telah tersingkirkan dari tubuhnya. Kini dia tidak lagi merasakan rasa sakit dan amarahnya mereda sepenuhnya.
“Aku tidak menyangka ternyata laut ini berwujud seorang gadis, aku dulu membayangkan wujudnya seperti kakek-kakek tua,” ujar Scarlesia.
“Tidak Yang Mulia, ini adalah wujud laut yang sebenarnya. Terima kasih karena anda sudah menyelamatkan saya untuk kesekian kalinya, saya sudah menunggu anda sejak lama Yang Mulia. Anda dari dulu tidak pernah berubah sama sekali,” kata gadis itu.
“Siapa namamu?” tanya Scarlesia.
__ADS_1
“Firly, nama saya Firly Yang Mulia. Mungkin anda tidak mengingatnya tapi itu adalah nama yang dulu pernah anda berikan kepada saya,”
“Ya Firly, aku tidak mengingat masa laluku sepenuhnya tapi aku merasakan aku pernah bertemu denganmu. Terima kasih telah menantiku,” balas Scarlesia.
Sekarang keadaan laut sudah tenang sebab Scarlesia sudah menyelesaikan masalah sesungguhnya. Mulai saat ini, laut tidak lag merusak pemukiman penduduk dan Scarlesia juga akan memperingatkan penduduk daerah utara untuk tidak serakah terhadap laut. Scarlesia segera pergi keluar, dia mau mengabarkan perihal masalah ini.
Di sisi lain, Xeon dan yang lain sudah menunggu kepulangan Scarlesia tapi ini sudah lebih dari 3 jam dia menyelam. Matahari sudah terbit, sampai kini belum ada tanda-tanda dari Scarlesia keluar dari dasar laut.
“Kenapa Sia masih belum balik ya? Ini sudah lebih 3 jam,” ujar Andreas cemas.
“AAHHH KAKAK! ITU KAKAK SUDAH KEMBALI!” seru Archie menunjuk ke arah Scarlesia yang muncul dari bawah laut seraya mengepakkan sayap airnya. Kemudian dia terbang ke tempat mereka semua berdiri.
“SIAAAA!!!”
“Apa kalian menungguku dari tadi?” tanya Scarlesia.
“Iya, kami pikir kau tidak akan muncul-muncul dari laut,” jawab Zenon.
Oliver segera membantu mengeringkan badan Scarlesia dengan sihirnya.
“Tadi agak rumit, aku pergi menemui wujud dari laut ini sedang terkurung karena ulah seorang pria. Pria itu membuat laut kesakitan sebab suara serulingnya,” jelas Scarlesia.
“Suara seruling? Sia, apa kau melihat wajah pria itu?” sela Xeon.
“Tidak, apa ada yang aneh dari orang itu?”
Xeon resah ketika Scarlesia memberitahunya perihal pria memainkan seruling tersebut. Seperti ada ketakutan lain yang sedang disembunyikan oleh Xeon.
“Jika itu benar dia, berarti dia ingin mengincar Sia. Aku harus melaporkan masalah ini, pria itu tidak aman untuk Sia. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya ketika dia berhadapan langsung dengan Sia,”
__ADS_1