
Plaakkk
Begitu sampai di tempat, Scarlesia tanpa ragu-ragu menampar Xeon. Api amarah yang terpancar jelas dari kedua mata Scarlesia yang sembab membuat Xeon langsung mengerti bahwa dia marah menyangkut adik yang dia sayangi. Xeon hanya diam dan tidak berkutik setelah ditampar oleh Scarlesia. Dia menganggap wajar jika dia ditampar, bagaimana tidak? Adik yang dia tinggalkan di dunianya sebelumnya kini berada tepat di sampingnya.
“Xeon, jawab aku dengan jujur. Kenapa kau mengirim Archie kemari? KENAPA KAU BIARKAN DIA MENEMUIKU DI DUNIA YANG BERBAHAYA INI?”
Scarlesia berteriak marah kepada Xeon, napasnya yang memburu keluar, serta suaranya yang bergetar menandakan kalau Scarlesia telah mencapai puncak amarahnya yang tidak tertahankan. Luka lama tersimpan rapi, hari ini terbuka kembali. Ingatan mengenai sang adik yang sejak awal ingin dia tata rapi dan berharap Archie bisa bahagia karena pengorbanannya tapi seluruhnya hancur begitu tahu adiknya juga melakukan bunuh diri dan mengikutinya ke dunia yang sangat berbahaya.
“JAWAB XEON!” sergah Scarlesia kepada Xeon yang hanya diam tanpa memberikannya penjelasa apa-apa.
Xeon kemudian mengangkat wajahnya yang tertunduk, bersiap untuk menjelaskan segala yang dia tahu pada Scarlesia.
“Adikmu sendiri yang meminta masuk ke dunia ini. Dia bersikeras ingin melihatmu yang bahagia di sini, aku sudah melarangnya tapi dia tidak mendengarkanku. Archie memohon-mohon sambil bersujud padaku, aku sudah bilang kalau dia tidak boleh kemari namun dia ingin mencari tahu apa alasannya kau meninggalkannya sendirian setelah kau menyerahkan sebagian hidupmu padanya,” ujar Xeon memberikan penjelasan.
“Lalu kenapa kau harus mengabulkan permintaannya itu? Dunia ini sangat berbahaya baginya yang masih kecil. Aku takut aku tidak bisa melindunginya, aku takut dia tidak akan bahagia di sini karena dia tidak memiliki orangtua seperti di duniaku lalu. Apa yang harus aku lakukan jika terjadi sesuatu yang buruk padanya Xeon?”
Scarlesia menggigit bibir bawahnya sembari menundukkan wajahnya, suaranya semakin lama semakin bergetar terdengar. Pria lain yang berada di dekatnya tidak bisa mengganggunya karena mereka berpikir bahwa ini adalah urusan yang harus diselesaikan berdua oleh Scarlesia dan Xeon.
“Aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu, Archie adalah satu-satunya orang setelah Ibumu yang menyayangimu di dunia modern. Aku tidak ada niat untuk membuatmu terkejut karena keberadaannya di dunia ini. Dia memohon padaku entah berapa lama itu untuk mempertemukanmu dengannya, saat itu hanya tubuh Archie yaitu adik dari raja iblis hitam saja yang kosong. Aku tidak punya pilihan lain selain mengirimnya ke dunia ini,” Xeon kembali menjelaskannya.
“Kau tahu bukan? Kau tahu betapa berbahayanya dunia ini? Dunia yang jauh lebih berbahaya dibanding dunia modern, dunia yang jauh lebih kejam, di sini membunuh orang lain dianggap hal lumrah. Tapi lain halnya dunia modern, di sana manusia hidup mengikuti hukum pemerintah dan adanya larangan membunuh jika itu bukan dari pihak yang berwajib. Bagaimana Archie akan bertahan hidup di dunia yang penuh dengan kegelapan ini?”
__ADS_1
Scarlesia terisak, sejak tadi dia berusaha menahan diri untuk tidak menangis tapi percuma saja karena rasa sedihnya tetap meluap keluar. Xeon tidak bisa membiarkan Scarlesia menangis seperti ini, rasa bersalah membelenggu dirinya dan menjeratnya karena kembali membuat Scarlesia berada di posisi yang menyulitkan.
“Maafkan aku Sia. Aku tidak bermaksud untuk menambah kekhawatiranmu, sungguh maafkan aku,”
Xeon menarik tubuh Scarlesia dan membawanya ke dalam dekapannya, ia tidak berhenti sesenggukan dan dadanya terasa sakit harus menangis lagi dan lagi.
“Aku sudah lelah Xeon, aku sangat lelah. Mentalku, batinku, serta pikiranku, aku selalu takut tidak bisa bertahan hingga akhir. Aku ingin orang-orang yang aku cintai bahagia tanpa mengkhawatirkan dunia yang hampir runtuh. Aku tidak ingin satu pun terluka termasuk adikku, apa yang harus aku lakukan selanjutnya?” lirih Scarlesia.
“Hmm aku tahu itu tapi jangan khawatir karena sekarang kamu tidak sendirian lagi. Banyak orang yang berada di sisimu sekarang, kami para dewa dan dewi juga selalu mengawasimu, coba lihat di sekitarmu sekarang. Kamu tidak perlu menanggung semuanya sendirian termasuk masalah Archie karena dia sudah mempersiapkan segalanya sebelum bertemu denganmu,”
Scarlesia perlahan mulai tenang, dia tidak lagi terisak. Hatinya kembali lapang, pikirannya yang kacau mulai dia perbaiki pelan-pelan. Hidupnya bertambah sulit, bebannya semakin berat, akankah ia bisa melalui semuanya? Kuatkah dirinya menerima berbagai kejutan hidup? Semuanya seakan menubruknya bertubi-tubi tanpa jeda waktu.
“Yang Mulia, ini tidak baik,” ucap sang dokter memasang raut muka serius sembari memeriksa denyut nadi Nieva.
“Ada apa? Apa ada yang salah dengan permaisuri?” tanya kaisar yang menemani Nieva pemeriksaan.
“Maaf harus hamba katakan, Yang Mulia Permaisuri mengalami kemandulan dikarenakan racun yang beliau teguk adalah racun yang sangat berbahaya. Yang Mulia Permaisuri beruntung karena racun itu tidak menelan nyawanya,” jelas dokter.
Deg!
“Mengalami kemandulan? Jangan bercanda! Mana mungkin aku mandul!” bentak Nieva tidak terima dikatakan dirinya mandul.
__ADS_1
Kaisar tidak kalah terkejutnya setelah mengetahui Nieva mandul, kaisar diam selama beberapa detik sebelum ia kembali berbicara.
“Apakah tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya? Kekaisaran ini tidak bisa memiliki permaisuri yang mandul dan tidak bisa memberikan seorang putra mahkota untukku,” ucap kaisar.
Si dokter hanya menggeleng menanggapi kaisar.
“Tidak! Aku tidak mau mandul. AKU TIDAK MENERIMANYA! AKU TIDAK MAU MANDUL!” Nieva berteriak histeris di atas ranjang tempat tidurnya.
“Aku tidak mungkin mandul! Aku sudah minum obat penawar racunnya hari itu tapi kenapa racunnya malah membuatku mandul? Aku hanya ingin menjebak wanita itu dan membunuhnya dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap permaisuri. Tapi kenapa aku kena getahnya?” pikir Nieva panik.
Kaisar yang berada di dekat Nieva segera menenangkannya, karena tak kunjung tenang akhirnya dokter memberikan suntik bius kepada Nieva.
“Jarum apa itu?” tanya kaisar curiga.
“Ini namanya jarum suntik Yang Mulia. Saya akan memasukkan cairan ini ke dalam tubuh permaisuri agar beliau bisa tenang, jika dibiarkan permaisuri seperti ini maka akan memperburuk keadaannya,” terang sang dokter.
“Baiklah, aku serahkan padamu,”
Seusai jarum suntik itu membawa masuk cairan biusnya, Nieva akhirnya kembali tenang dan terlelap perlahan. Kemudian sang dokter pamit undur diri pada kaisar, sedangkan kaisar juga beranjak pergi dari kamar Nieva.
“Dasar perempuan bodoh! Aku tahu kalau kau sendiri yang meracuni tubuhmu hingga membuatmu mandul seperti ini. Aku diam karena aku juga ingin menjebak Scarlesia, jika aku menggiringnya masuk ke dalam sel tahanan dan diancam hukuman mati, aku yakin dia akan memohon padaku untuk segera dibebaskan. Kalau itu terjadi, aku akan meminta syarat yaitu dia harus menjadi selirku atau menggantikan posisi permaisuri untukmu Nieva,”
__ADS_1