Kecantikan Nona Paling Sempurna

Kecantikan Nona Paling Sempurna
Permaisuri Berada di Balik Jeruji


__ADS_3

“KYYAAAAAAA!! T-TOLONG! YANG MULIA PERMAISURI TELAH MEMBUNUH KAISAR!”


Seorang pelayan yang tidak sengaja menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh permaisuri kepada kaisar berteriak histeris dan ketakutan. Para ksatria berlarian menghampiri kamar kaisar, mereka mendapati permaisuri memegang pecahan kaca di tangannya yang sudah berlumuran darah. Sedangkan kaisar sudah terbaring tak bernyawa di atas tempat tidurnya dengan bekas cekikan serta beberapa bekas tusukan di dadanya.


“Y-yang M-mulia anda….”


Mimik wajah permaisuri seperti linglung, ia seolah tidak menyadari apa yang sudah dia lakukan. Lalu permaisuri melihat telapak tangannya yang sudah berlumuran darah, ia menoleh ke ranjang sang kaisar dan mendapati kaisar sudah tidak bernapas.


“T-t-tidak…. A-aku…. Bukan aku yang melakukannya!”


Permaisuri menjatuhkan dirinya ke atas lantai, ia beringsut ke belakang dan hendak melarikan diri namun langkahnya ditahan oleh para ksatria penjaga.


“Anda tidak boleh kabur Yang Mulia, anda harus tanggung jawab atas perbuatan anda sendiri,”


“LEPASKAN AKU! BUKAN AKU YANG MEMBUNUH KAISAR!”


Permaisuri meronta sekuat tenaga meminta dilepaskan, tapi para ksatria tidak membiarkannya melarikan diri.


“Apa yang sedang terjadi di sini?” tanya Stella yang masuk begitu mendengar keributan yang berasal dari kamar kaisar.


“Yang Mulia itu….”


Stella shock seketika melihat kaisar, ia berlari ke ranjang kaisar kemudian memeriksa denyut nadinya. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari kaisar yang ia rasakan, dia mencoba memeriksanya sekali lagi tapi hasilnya tidak sama.


“Haha apakah ini yang dimaksud oleh Sia? Padahal aku yang ingin membunuh kaisar sendiri tapi sepertinya dia melakukannya lebih baik dariku,” batin Stella menyeringai.


Stella mengeluarkan air mata palsunya, dia membuat dirinya seakan sedih oleh kematian kaisar.


“Siapa yang melakukannya? SIAPA YANG MEMBUNUH KAISAR?” teriak Stella.


Para ksatria tersentak oleh teriakan Stella, mereka menjawab bahwa yang membunuh kaisar adalah permaisuri sendiri. Lalu Stella bangkit dari posisinya, ia mendekati permaisuri yang masih meronta-ronta.


Plakkk

__ADS_1


Stella menampar keras pipi permaisuri, dia melampiaskan kemarahan yang selama ini ia tahan sendiri.


“BERANINYA WANITA RENDAHAN SEPERTIMU MENAMPARKU!” bentak permaisuri.


“Untuk orang yang sudah membunuh kaisar, apakah anda pantas menyebut saya sebagai wanita rendahan? Yang Mulia Permaisuri, sepertinya anda sudah kehilangan akal sehat ya. Anda tidak akan bisa lari dari hukuman, SEKARANG BAWA PERMAISURI KE SEL TAHANAN!” perintah Stella.


“TIDAK! LEPASKAN AKU! BUKAN AKU YANG MEMBUNUH KAISAR! AKU INI PERMAISURI MANA MUNGKIN AKU MELAKUKAN HAL SEMACAM ITU!”


Stella tersenyum puas saat melihat permaisuri diseret paksa untuk masuk ke dalam sel tahanan. Situasi di istana setelah itu mendadak menjadi heboh tak terkendali, kematian kaisar yang disebabkan oleh permaisuri adalah suatu fakta yang tidak bisa dipungkiri lagi. Berita ini langsung sampai ke telinga Eldrick dan Scarlesia, para bangsawan yang lain pun juga seperti itu. Bahkan berita ini telah sampai ke telinga rakyat biasa, begitu mengetahuinya mereka merasa kecewa serta menyesal karena selama ini mempercayai bahwa permaisuri adalah orang yang baik.


“Hahaha akhirnya racun itu beraksi dengan sangat sempurna,” ucap Scarlesia tertawa.


“Sebenarnya racun macam apa yang kau berikan kepada permaisuri?” tanya Carlen.


Saat ini Scarlesia tengah berkumpul dengan kakaknya serta Xeon dan pria lainnya di dalam ruang yang biasa mereka pakai untuk membicarakan sesuatu.


“Racun yang terbuat dari batang wals,” jawab Scarlesia menghentikan suara tawanya.


“Batang wals? Bukannya itu hanya tumbuhan yang tidak berguna? Itu ada tumbuh dimana-mana,” kata Aldert.


“Tapi bagaimana cara kerja racunnya?” tanya Carlen sekali lagi diangguki oleh yang lainnya karena mereka juga penasaran akan hal itu.


“Pertama, racun itu akan menimbulkan ruam dan bintik-bintik di wajah korbannya. Untuk wanita yang sangat menjaga kecantikannya seperti permaisuri tentu hal ini akan membuatnya terganggu. Bintik-bintik di wajahnya dari hari ke hari akan semakin memburuk sehingga akan membuat permaisuri menjadi stres karena tidak dapat menemukan penawarnya,”


“Lalu?”


“Rasa stres permaisuri yang berlebihan ditambah dengan masalah posisinya yang terancam sehingga menambah kadar stresnya, akhirnya memicu racun ini untuk menjadi racun halusinasi. Yang mana, si korban akan mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya untuk membunuh seseorang. Ketika ia membunuh orang ini, dia tidak berada di dalam keadaan sadar. Tindakan pembunuhan yang ia lakukan sepenuhnya dikendalikan oleh racun tersebut,” terang Scarlesia.


Prok prok prok


Suara tepukan tangan mereka persembahkan untuk kecerdasan Scarlesia dalam menggunakan racun mematikan yang tidak diketahui oleh siapapun.


“Woah mantap Sia. Kamu luar biasa!” sanjung Elios.

__ADS_1


“Kemudian tentang rumor permaisuri terkena kutukan itu juga ulahmu?” tanya Aldert dengan mata penuh selidik.


“Hehe iya, itu memang rencanaku. Peramal yang dipanggil oleh permaisuri itu adalah penipu jadi aku sekalian memberi hukuman untuknya karena sudah berani menipu banyak orang,”


“Sepertinya tidak ada yang tidak bisa kau lakukan di dunia ini ya Sia,” celetuk Oliver.


“Seperti yang kalian lihat sendiri haha,”


“Nah Aldert, sekarang kita harus ke istana juga,” ajak Carlen.


“Baiklah, apakah kau mau sekalian ikut Sia?” tanya Aldert mengajak Scarlesia.


“Iya, aku juga mau ikut. Kalian semua tunggu saja di sini dan jangan membuat masalah,” pesan Scarlesia kepada para prianya.


“Oke siap laksanakan!”


Usai itu, Scarlesia langsung menuju ke istana bersama dengan Aldert dan Carlen. Scarlesia ke istana untuk menghadiri pemakaman kaisar serta mengunjungi permaisuri yang sedang terjerat di dalam sel tahanan. Setibanya di istana kekaisaran, suasana di sana tidak seperti biasanya, ada diantara mereka yang menangis bahkan sampai membicarakan bahwa permaisuri harus lah dihukum mati.


Giana serta Vincent turut bersedih atas meninggalnya sang Ayah ditambah dengan fakta bahwa yang membunuh Ayahnya adalah Ibunya sendiri. Giana yang tidak henti-hentinya menangis di samping tubuh kaku kaisar dan Vincent yang terdiam menunduk menatap wajah Ayahnya. Di sana juga ada Stella yang sedang mendalami peran sedihnya, padahal sebenarnya ia tidak sedih atas meninggalnya kaisar.


Tidak butuh waktu lama, upacara pemakaman kaisar berjalan dengan mulus tanpa hambatan dan halangan.


“Haruskah sekarang aku mengunjungi permaisuri?” gumam Scarlesia menyunggingkan senyum.


“Sia,” panggil Stella menepuk pundaknya dari belakang.


“Yang Mulia Selir! Saya…”


“Tidak usah memberi salam kepadaku. Aku ingin mengunjungi permaisuri, apakah kau mau ikut bersamaku?”


“Iya Yang Mulia,”


Mereka berdua jalan berbarengan menuju sel tahanan yang terletak di ruang bawah tanah istana. Tempatnya yang gelap, sempit, serta lembab, bahkan tidak ada celah untuk matahari masuk. Permaisuri ditempatkan di sel tahanan paling ujung, sel yang tempatnya lebih kotor dibanding sel yang lainnya.

__ADS_1


Kondisi permaisuri benar-benar buruk dan tidak terawat, padahal belum 24 jam setelah kejadian itu. Permaisuri hanya berdiam diri sambil termenung memikirkan nasib dirinya selanjutnya, dia seperti kehilangan harapan untuk hidup.


“Halo Yang Mulia Permaisuri, bagaimana rasanya tinggal di dalam penjara?”


__ADS_2