Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 100. Pertunjukan Malam


__ADS_3

Seo Xiqin yang ditinggal sendiri di dalam ruangannya yang teringat dengan semua benda peninggalan Ibunya saat dirinya masih kecil.


"Di dalam cincin ini ada banyak barang milik Ibu dan juga semua harta miliknya tapi aku tidak bisa membukanya. Aku hanya bisa menyimpan dan mengambil benda yang aku simpan sendiri." ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung sambil memainkan cincin yang sudah berubah Li YuchenbentukLi Yuchen menjadi bandulan kalung.


Luo'er dan Sui'er yang telah masuk ke dalam rumah menjadi bingung saat melihat Seo Xiqin yang sedang memikirkan sesuatu sambil memainkan cincin peninggalan Nyonya-nya


"Apa yang sedang Nona fikirkan?" tanya Sui'er dengan nada penasaran dan ekspresi wajah yang ingin tau.


"Nona seperti sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius. Apakah Nona merindukan Nyonya?" tanya Luo'er dengan nada suara yang khawatir dengan tatapan penuh kasih.


"Aku akan berbohong jika tidak merindukan Ibu. Tentu saja aku sangat merindukannya. Aku ingin bertemu dengannya dan memeluknya dengan sangat erat tapi aku tidak tau dimana dirinya berada dan kalian bahkan tidak mengatakan apapun tentang Ibuku." ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih dan nada suara yang parau tapi tetap memaksakan diri tersenyum sambil menggenggam erat cincin di tangannya.


"Aku tidak akan memaksa kalian untuk mengatakannya sekarang karena aku tau percuma saja aku mengetahui semuanya karena aku tidak akan bisa melakukan apapun untuk bertemu dengan Ibu." ucap Seo Xiqin dengan senyum pahit dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menatap pilu ke arah Luo'er dan Sui'er yang telau terhanyut suasana.


"Nona, maafkan kami." ucap Sui'er dan Luo'er secara bersamaan sambil menundukkan kepala sambil bersujud do lantai dengan ekspresi wajah yang sangat dilema dan bimbang.


Seo Xiqin yang melihat sikap yang keras kepala yang dimiliki Sui'er dan luo'er hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apapun.


“Aku mengerti. Kalian tidak perlu meminta maaf.” Ucap Seo Xiqin dengann ekspresi wajah yang pasrah dan senyum yang terpaksa.


“Percuma aku meminta kalian mengatakan tentang Ibuku karena baik di kehidupan yang lalu maupun sekarang kalian tetap menutup rapat mulutnya.” Ucap Seo Xiqin dalam hati sambil membuang wajahnya ke arah lain menatap jendela yang terbuka.


Sementara itu, Li Yuchen yang bersembunyi di balik dahan pohon langsung mengubah ekspresi wajahnya setelah mendengar perkataan Seo Xiqin.


"Tidak disangka ternyata Ibu Mertua telah menghilang sejak Gadis Bakpau kecil." ucap Li Yuchen dengan nada suara yang pilu sambil menatap sedih ke arah Seo Xiqin yang sedang duduk termenung menatap bulan.

__ADS_1


"Jangan khawatir. Saat waktunya tiba dan kekuatanku telah cukup, aku akan membantumu untuk bertemu dengan Ibu Mertua. Itu janjiku sebagai Suamimu." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar sambil berdiri di atas dahan pohon sambil bersiap pergi meninggalkan Seo Xiqin sendiri.


Sementara itu, di tempat yang tidak jauh Seorang Pelayan muda yang mengantar Li Yuchen siang tadi ternyata sedang meraung kesakitan di depan kamar Hun Yin dengan teriakan sangat keras sehingga memancing semua orang datang untuk melihat.


"Sakit! Gatal! Agh! Tolong!" teriak Pelayan muda itu dengan sangat keras sambil menggaruk tubuhnya dengan sangat kuat hingga mengeluarkan darah segar.


"Nyonya, tolong! Tolong selamatkan saya! Saya mohon Nyonya tolong saya!" teriak Pelayan Muda itu lagi dengan teriakan yang lebih keras karena rasa sakit dan gatal yang dialaminya ternyata semakin parah setiap kali dirinya menggaruk.


Li Yuchen yang ingin kembali ke halamannya tiba-tiba melihat banyak sekali orang yang sedang berlari ke arah yang sama pun mencoba mengintip dan menyadari jika yang terjadi adalah Pertunjukan yang telah diprediksinya siang tadi.


"Hah, aku tidak menyangka jika pertunjukan ini berasal dari Pelayan baik hati yang mengantarku untuk bisa beristirahat dengan nyaman." sindir Li Yuchen dengan nada suara yang sinis dengan tatapan mata yang merendahkan sambil melihat ke depan.


Hun Yin yang sedang beristirahat di kamarnya mendengar suara teriakan minta tolong di depan halamannya merasa sangat terganggu dan sehingga membuatnya menjadi sangat marah dan emosi.


"Ada apa ini? Siapa yang memanggilku malam-malam begini dan mengganggu waktu istirahatku?" ucap Hun Yin dengan nada kesal dan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam.


Pelayan Senior itu pun keluar bersama beberapa Pelayan Muda lainnya menuju ke Halaman dan melihat Pelayan Muda yang terkena penyakit aneh datang meminta pertolongan.


"Apa ini? Apa yang terjadi dengan Pelayan ini? Kenapa tubuhnya penuh bekas cakaran dan luka dengan darah segar di sekujur tubuh dan wajahnya?" tanya Pelayan Senior dengan ekspresi wajah ketakutan dan jijik di saat bersamaan dengan nada suara yang terdengar sangat penasaran.


"Maafkan kami, Bibi Shi, kami sudah mencoba mengusir Pelayan itu untuk keluar tapi Pelayan itu tidak mau keluar dan kami pun tidak tau apa yang telah terjadi padanya." ucap seorang Penjaga pintu halaman tempat Hun Yin tinggal dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


"Kalian adalah Seorang Penjaga dan tugas kalian adalah menjaga keamanan Nyonya dengan kalian tidak bisa mengatasi masalah kecil ini, kalian telah membuat Nyonya marah dan kesal. Kalian akan tau sendiri akibatnya jika membuat Nyonya marah." ancam Pelayan Senior itu dengan tatapan mata yang sinis serta kata-kata yang sangat pedas.


Bibi Shi yanvmg berfikir jika Penjaga tersebut akan dapat mengatasi Seorang Pelayan kecil tidak menyangka jika ternyata Pelayan Muda itu langsung berlari dan menyentuh tubuh Bibi Shi.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Kenapa diam saja, cepat singkirkan Pelayan rendahan ini?" teriak Bibi Shi dengan sangat keras sehingga membuat Penjaga tersadar dari lamunannya.


Namun sebelum Penjaga datang untuk melepaskan keduaya, Bibi Shi langsung merasakan efek dari pelukan itu yang membuat seluruh tubuhnya menjadi sangat gatal sehingga secara tidak sadar membuat Bibi Shi menggaruk tubuhya dengan sangat keras.


Hun Yin yang berfikir masalah akan cepat selesai tidak menyangka mendengar suara minta tolong dari Pelayan Pribadi yang telah bersamanya selama puluhan tahun.


"Agh! Gatal sekali! Dasar J****g, sialan! Apa yang telah kau lakukan padaku? Agh, tidak! Nyonya, tolong aku!" teriak Bibi Shi dengan sangat keras sambil menggaruk tubuhnya dengan sangat agresif sambil menatap pelayan muda yang telah tergeletak tidak bernyata karena kelelahan dan kehabisan darah.


"Apa yang terjadi? Kenapa berisik sekali?" teriak Hun Yin yang baru saja datang dengan ekspresi wajah yang bingung saat melihat banyak Pelayan yang berkumpul tapi tidak ada yang bisa menghentikan pusat masalah.


"Aagghhh! Darah apa ini? Bibi Shi, apa yang terjadi padamu?" tanya Hun Yin dengan ekspresi wajah yang bingung dan terkejut saat melihat seorang mayat dan tubuh Bibi Shi yang telah dipenuhi luka cakar.


"Nyonya, jangan kemari! Anda tidak boleh mendekati Pelayan Tua itu, dia telah terinfeksi penyakit yang aneh." ucap Kepala Pelayan yang baru saja datang sambil dengan suara yang tinggi memberikan Hun Yin peringatan sebulum hal buruk terjadi.


Li Yuchen yang melihat Hun Yin telah datang dan akan segera masuk ke dalam Permainan yang telah disiapkan Li Yuchen pun membuat Li Yuchen yang bersembunyi di atas pohon menjadi sangat bersemangat.


"Pemeran Utama kita ternyata sudah datang. Pertunjukan ini pasti akan sangat seru!" gumam Li Yuchen dengan nada suara yang sangat rendah dengan senyum misterius.


Bibi Shi yang melihat Hun Yin yang berjarak tidak jauh darinya pun berlari mendekat dan mencoba memeluk kaki Hun Yin untuk meminta pertolong.


"Nyonya! Tolong hamba! Tolong Pelayan Setiamu ini! Hamba tidak ingin mati seperti Pelayan rendahan itu!" teriak Bibi Shi dengan suara yang lantang dengan air mata yang telah bercampur darah dengan ekspresi wajah frustasi


"Tidak! Jangan mendekat!" teriak Hun Yin dengan sangat keras sambil berusaha menghindar dan mendorong seorang pelayan yang ada di dekatnya untuk menjadi tameng baginya.


#Bersambung#

__ADS_1


Hmmm, apakah Hun Yin akan berhasil masuk ke dalam Permainan Li Yuchen? Dan bagaimana nasib Bibi Shi selanjutnya ya? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2