Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 105. Rencana Jahat Hun Yin


__ADS_3

Li Yuchen yang telah menenangkan dirinya dari nafsu hewaninya itu pun bergegas keluar dari Kediaman Keluarga Seo menemui Ye Zhin.


"Aku akan meninggalkan boneka ini disini dan menggantikanku yang sedang berpura-pura tidur agar tidak ada yang curiga! Dengan identitas sebagai orang yang tidak berguna, ini sangat membantuku untuk menyelinap keluar!" ucap Li Yuchen yang telah bersiap keluar.


"Aku akan ke Menara Formasi Shinzu dan menemui Ye Zhin di sana." ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah yang langsung melompat tinggi ke atas pohon dan menghilang menggunakan Topeng Naga Hijau Emas menyembunyikan identitasnya yang lain.


Di sisi lain, Seo Xiqin yang telah mengetahui adanya mata-mata dari Ibu Tirinya pun menyimpan semua Harta Karun yang termasuk ke dalam Hadiah Pernikahannya.


“Aku tidak akan menyerahkan semua ini kepada orang-orang serakah seperti kalian!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil menyimpan Semua Botol Pil Penyembuh, Pil Terobosan, Pil Kecantikan, dan Pil-pil yang belum diketahui manfaatnya ke dalam Cincin Naga Mata Hijau.


“Nona, kau juga harus menyimpan semua yang ada di dalam Peti ini!” bisik Luo’er dengan sangat cepat sambil menunjukkan isi yang ada di dalam Peti.


“I-ini...” ucap Seo Xiqin yang gagap yang tidak berkata-kata lagi dengan mata yan terbuka lebar dan senyum yang bahagia Seo Xiqin menyimpan dua Peti yang berisikan Kertas-Kertas Segel Formasi yang bahkan dirinya tidak tau manfaatnya itu beserta puluhan Tanaman Obat yang sangat berharga.


Setelah Seo Xiqin berfikir jika semua yang berharga telah di simpan tidak menyangka Sui’er menemukan Bulu Putih Rubah yang sangat indah dan halus.


“Nona, lihatlah ini. Ini adalah Bulu Rubah Asli.” Ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang tidak percaya sambil meletakkan Bulu Rubah itu ke tangannya dengan perlahan.


“Benar, ini Bulu Rubah yang asli dan sepertinya Tuan Muda Li sendiri yang menangkapnya.” Ucap Luo’er sambil menyentuh Bulu Rubah itu dengan perlahan.


“Nona, anda harus menyimpan ini. Jangan sampai mata-mata itu melihatnya dan melaporkannya. Bulu Rubah ini harganya lebih mahal dari kain serta perhiasan-perhiasan itu.” Ucap Sui’er dengan penuh semangat dengan mata yang berbinar.


“Aku dengar Bulu Rubah yang asli memiliki efek menghangatkan tubuh yang sangat efektif bahkan di cuaca yang ekstrim. Aku juga dengar jika yang memakai Bulu Rubah Asli akan memberikan efek awet muda dan kulit yang indah.” Ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang ceria sambil menatap Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang mendengar penjelasan Sui’er dan Luo’er pun bergegas menyimpan Bulu Rubah itu dan langsung berpura-pura untuk memancing target mereka.


Sementara itu, Pelayan yang mendapatkan tugas dari Hun Yin pun menyelinap masuk ke dalam Halaman Seo Xiqin dan mengintip ke balik jendela yang sedang terbuka sangat lebar.

__ADS_1


“Nona, lihatlah kain ini! Sangat indah dan juga halus bukan?” ucap Sui’er dengan nada suara yang sangat keras mencoba menarik perhatian Pelayan yang menyelinap untuk mengintip.


“Benar sekali. Kain ini sangat indah. Sepertinya Keluarga Li di Kota Kunlun menyiapkan semua Hadiah Pernikahan dengan sungguh-sungguh.” Ucap Luo’er yang ikut dalam sandiwara yang dimainkan oleh Sui’er.


“Aku juga berfikir seperti itu. Tuan Muda Li mengirimkan banyak sekali Peti yang berisikan Kain Sutra, Pakaian yang sangat indah, Sepatu Bordir yang indah, serta Perhiasan-perhiasan yang sangat banyak!” teriak Sui’er yang heboh dengan ekspresi wajah yang terlihat berlebihan.


“Perkataan Sui’er terlalu berlebihan. Apakah Pelayan itu akan termakan dengan perangkap yang telah disiapkan ini?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan wajah yang tersenyum kaku dengan sorot mata yang khawatir.


Pelayan yang tidak bisa percaya dengan perkataan Sui’er pun memberanikan diri untuk mengintip dan melihat dengan mata dan kepalanya sendiri.


Setelah melihat semua yang diingintau olehnya, Pelayan itu pun begegas kembali ke kamar Hun Yin dan melaporkan semuanya.


“Nyonya! Nona!” teriak Pelayan dengan sangat keras dengan terburu-buru sambil berjalan masuk dengan nafas yang terengah-engah.


“Ada apa? Kenapa kau berlari seperti itu?” tanya Seo Wan’er dengan tatapan mata yang tajam hingga membuat lutut pelayan tersebut menjadi kaku hingga kesulitab berdiri.


"Saya melihat bahwa di dalam kediamannya, Nona Xiqin sedang melihat-lihat barang-barang mahal yang diberikan Tuan Muda Li kepadanya. Nona Xiqin bahkan menerima sekitar Sepuluh Peti Hadiah Pernikahan." ucap Pelayan yang duduk di lantai dengan kepala terangkat dengan ekspresi wajah yang serius.


"Apa sepuluh Peti Hadiah Pernikahan? Semua Hadiah itu melebihi melebihi Hadiah Pernikahan untuk Putri Walikota." teriak Hun Yin dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan suara yang keras dengan nada yang sulit percaya dengan kenyataan.


Di saat Hun Yin menjadi terkejut dan memiliki perasaan serakah ingin menguasai semua milik Seo Xiqin, Seo Wan'er yang mendengarnya tidak merasakan apapun malah menyindir Ibunya sendiri.


"Apa yang Ibu katakan? Jangan terlalu berlebihan. Hadiah itu tidak seberapa. Aku adalah calon Istri dari Walikota masa depan. Saat aku dinikahi Kakak Ling nanti, aku pasti akan menerima Hadiah Pernikahan dalam jumlah yang lebih banyak dari Seo Xiqin!" ucap Seo Wan'er dengan nada bicara yang tidak senang sambil menatap tajam ke arah Hun Yin.


"Kau adalah Putriku, tentu saja kau pasti akan mendapatkan yang lebih banyak dari Anak J****g itu! Tapi kita tidak bisa diam saja saat melihat anak sialan itu menerima banyak sekali Hadiah yang mahal!" ucap Hun Yin dengan nada bicara yang membujuk dengan senyum serakah dan tatapan mata yang hanya berfokus pada benda-benda yang mahal dan berkualitas tinggi.


"Hah! Lalu kenapa kalau dia menerima Hadiah itu? Lagipula dia hanya akan menikah dengan Seorang Pecundang dan Pria yang tidak berguna! Apa gunanya semua Hadiah Pernikahan yang mahal itu jika kau mengorbankan masa depanmu?" teriak Seo Wan'er yang tidak setuju dengan pendapat Hun Yin yang langsung berdiri berhadapan Hun Yin.

__ADS_1


Setelah mendengar pernyataan Seo Wan'er, Hun Yin pun mengusir semua pelayan keluar dan mengancam akan menjual pelayan ke rumah bordil jika ada satu kata yang keluar dari mulut mereka.


"Keluar! Ingat jangan ada yang mengatakan apapun tentang masalah ini. Jika kalian berani maka aku tidak akan segan menjual kalian ke Rumah Bordil dan menjual semua Anggota Keluarga kalian sebagai Budak!" ancam Hun Yin dengan nada bicara yang dingin dengan ekspresi wajah yang ingin membunuh orang saat itu juga.


"Baik, Nyonya!" ucap Semua Pelayan secara bersamaan dan dalam waktu singkat semua Pelayan telah pergi dan hanya menyisahkan Hun Yin dan Seo Wan'er di dalam ruangan.


Seo Wan'er yang tidak memiliki keperdulian yang tinggi terhadap Hun Yin meskipun dirinya adalah Ibu Kandungnya itu pun dapat berani menolak keinginan Hun Yin tanpa berkedip.


"Jika Ibu ingin mengambil milik Seo Xiqin, Ibu ambil saja sendiri. Aku tidak tertarik sama sekali. Aku bisa meminta Ayah atau Kakak Ling untuk membelikannya padaku jika aku mau. Aku tidak serendah itu mengambil milik orang lain." uca Seo Wan'er dengan nada menyindir dengan tatapan mata yang tajam.


"Anak ini kata-katanya semakin pedas saja. Aku mengidam apa saat mengandungnya?" tanya Hun Yin pada dirinya sendiri dalam hati dengan ekspresi wajah yang lelah.


"Ibu melakukan ini semua demi dirimu. Jika kau menikah nanti, kau pasti harus membawa barang ke rumah suamimu dan Ibu akan menyerahkan semuanya untukmu." ucap Hun Yin dengan senyum yang lembut sambil membelai rambut Seo Wan'er dengan lembut.


"Hmmm, jangan berdalih atas namaku. Aku tidak membutuhkannya. Aku tidak menginginkan semua itu untuk jadi Emas Kawinku! Ayah pasti telah menyiapkan semuanya untukku." ucap Seo Wan'er yang mencoba menolak usul Hun Yin yang tidak masuk akal menurutnya.


"Ibu tau jika Ayahmu pasti telah menyiapkan semuanya tapi jika kau juga membawa semua Hadiah Pernikahan milik Seo Xiqin maka kau tidak akan pernah dihina di Rumah Suamimu nanti!" ucap Hun Yin yang mencoba mempengaruhi Seo Wan'er untuk ikut dalam rencananya.


Seo Wan'er yang awalnya tidak ingin terlibat pun mulai berpikir ulang setelah mendengar penjelasan yang masuk akal dari Hun Yin.


"Baiklah. Aku setuju tapi bagaimana cara mengambil Semua Hadiah Pernikahan itu? Aku tidak mau merusak Reputasiku sebagai Dewi karena masalah kecil ini!" ucap Seo Wan'er dengan tatapan mata yang tajam ke arah Hun Yin.


"Jangan khawatir. Ibu telah menyimpan ini dalam waktu yang lama. Malam ini kita akan bergerak dan mengambil semuanya tanpa diketahui orang-orang." ucap Hun Yin sambil mengeluarkan botol yang ada di balik pakaiannya dengan senyum misterius.


#Bersambung#


Apakah isi botol tersebut? Apakah rencana Hun Yin sebenarnya?

__ADS_1


__ADS_2