
Namun di saat Li Yuchen mencoba meninggalkan Ruang Arsip Kekuatan dipanggil kembali oleh Penjaga dan Li Yuchen yang tidak punya pilihan pun terpaksa masuk kembali ke dalam.
“Hah! Aku tidak tertarik dengan gulungan dan buku-buku ini tapi karena aku telah ada di sini. Aku harap menemukan satu yang menarik.” Gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan lalu ke atas dan ke bawah mencari yang menurutnya menarik.
Li Yuchen yang telah berputar-putar di dalam Ruangan itu selama hampir satu jam tidak menemukan apapun lalu tiba-tiba Li Yuchen yang tidak melihat jalan pun tersandung sesuatu dan hampir terjatuh menabrak rak gulungan.
Li Yuchen yang berhasil menyeimbangkan tubuhnya tiba-tiba melihat sebuah gulungan jatuh di depannya dan terbuka setengah.
Li Yuchen yang penasaran pun membukanya dan menemukan Sebuah Jurus yang sangat menarik baginya.
“Langkah Awan?” gumam Li Yuchen dengan mata yang terbuka lebar dengan ekpsresi wajah yang penasaran lalu membuka gulungan itu lebih lebar.
Penjaga yang datang melihat Li Yuchen membuka sebuah gulungan pun mengatakan sesuatu setelah melihat gulungan yang dibaca Li Yuchen.
“Itu adalah Jurung tingkat Bumi dan hanya memiliki langkah pertama. Jika kau ingin mengambil gulungan itu sebaiknya urungkan niatmu karena jurus itu adalah jurus yang tidak penting!” ucap Penjaga yang berbaik hati memberi tau Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang malas.
Li Yuchen yang mengetahui alasan dari Penjaga Ruang Arsip Kekuatan mengatakan hal itu pun hanya tersenyum dan mengatakan keputusannya tanpa penyesalan.
“Tidak apa. Saya menyukai jurus ini jadi saya akan mengambil gulungan ini sebagai hadiah saya!” ucap Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang serius dan tatapan mata yang penuh keyakinan.
“Hah! Baiklah jika itu telah menjadi keputusanmu tapi aku harap kau tidak akan menyesal nanti karena aku telah memberimu peringatan sebelumnya!” ucap Penjaga dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil menghembuskan nafas panjang.
“Tidak akan dan terima kasih!” ucap Li Yuchen dengan sopan dan nada suara yang lembut smabil menganggukkan kepalanya satu kali.
Penjaga yang mendengar perkataan Li Yuchen pun pergi meninggalkan Li Yuchen yang langsung duduk bersilah mencoba memahami isi yang ada di dalam gulungan.
“Sungguh anak yang rajin! Tapi hal itu tidak akan mudah meskipun itu hanya Jurus tingkat Bumi tapi untuk memahami Jurus baru tidak semudah yang dikatakan! Hanya aku berharap semoga kau berhasil!” ucap Penjaga dalam hati dengan senyum yang lembut mendoakan Li Yuchen.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah memutuskan untuk mempelajari Langkah Awan pun masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas dan masuk ke dalam Pagoda yang perbandingan waktunya sangat berbeda.
Li Yuchen yang mencoba memahami Langkah Awan pun terus berlatih di dalam Pagoda selama beberapa hari hingga akhirnya dirinya berhasil menguasai Jurus Langkah Awan selama tiga hari dua malam tanpa istirahat.
__ADS_1
“Akhirnya aku berhasil menguasai Langkah Awan! Penjaga itu tidak tau jika Langkah Awan bukanlah Jurus yang ada di tingkat Bumi tapi tingkat Surgawi karena Jurus ini sangat membantu di saat kritis dan Jurus ini juga bisa digunakan untuk mengecoh musuh!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang membutuhkan teman bertarung untuk berlatih menggunakan Langkah Awan pun memanggil Burung Phoenix.
“Phoenix kemarilah!” panggil Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar sambil meregangkan satu tangan memberikan kode kepada Burung Phoenix untuk bertengger di lengannya.
Burung Phoenix yang mendengar dirinya dipanggil langsung terbang ke arah Li Yuchen dengan cepat dan mendarat dengan aman di lengannya.
Li Yuchen yang melihat itu pun tersenyum senang lalu memberitaunya tuganya lalu menerbangkan Burung Phoenix ke atas.
Burung Phoenix yang mengerti hanya dengan satu kalimat dari Li Yuchen pun terbang menjauh dan melemparkan puluhan Bola Api Phoenix ke arah Li Yuchen secara beruntun.
Li Yuchen yang melihat Bola Api Phoenix yang datang ke arahnya pun langsung mengaktifkan Langkah Awan sehingga membuat Li Yuchen mampu berlari dengan sangat cepat menghindari setiap serangan dari Burung Phoenix.
Burung Phoenix yang tidak berhasil membakar Li Yuchen dengan Bola Api Phoenixnya pun mengerahkan semua Api Phoenixnya sehingga membuat Api Phoenix membara di belakangnya.
Burung Phoenix yang ternyata menyimpan sedikit dendam kepada Li Yuchen karena selalu ditinggal sendirian di dalam Giok Naga Hijau Emas dan tidak pernah dibawa melihat Dunia Luar pun mencoba menyerang Li Yuchen dengan sungguuh-sungguh.
Tepat setelah mengatakan yang ingin dikatakannya, Burung Phoenix pun mengepakkan sayapnya ke arah Li Yuchen sehingga membuat Api Phoenix yang ada di belakangnya bergerak menuju Li Yuchen.
Li Yuchen yang berpikir jika ini adalah latihan menjadi sangat kesal melihat Burung Phoenix kontraknya melakukan ini semua dengan sungguh-sungguh dan sengaja.
“Sial! Apa Hewan Nakal ini mau membakar Pemiliknya?” gumam Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang kesal dengan alis yang mengkerut.
Li Yuchen yang tidak ingin terbakar dengan Api Phoenix pun mengaktifkan Langkah Awan dan bergerak dengan sangat cepat menghindari setiap serangan dari Burung Phoenix hingga mengelilingi Ruangan Lantai Satu.
Burung Phoenix yang kehabisan tenaga setelah mengeluarkan banyak Energi untuk mengeluarkan Api Phoenix pun menghentikan serangannya.
Li Yuchen yang melihat serangan itu telah berhenti pun menghilang dari hadapan Burung Phoenix dan berdiri di belakangnya dalam sekejap mata.
Burung Phoenix yang merasakan firasat burung pun berbalik arah dan mencoba bertahan tapi Li Yuchen yang telah bisa menguasai Langkah Awan sepenuhnya berkat serangan kedua dari Burung Phoenix ternyata dapat menggunakan Langkah Awan dengan leluasa.
__ADS_1
Li Yuchen yang menyadari jika Burung Phoenix telah berbaling langsung kembali ke tempatnya semula dan menghajar Burung Phoenix dengan sangat keras hingga membuat Burung Phoenix terjatuh ke lantai.
“Rasakan itu! Itu adalah hukuman karena telah bermain-main dengan Tuanmu! Lain kali kau seperti ini lagi maka tidak akan ada ampun padamu!” ucap Li Yuchen dengan senyum puas dan ekspresi wajah yang jahat dengan tatapan mata yang tajam.
“Aku akan mengampunimu kali ini karena telah membantuku berhasil menguasai Langkah Awan dengan cepat jika tidak aku sudah mematahkan sayapmu karena telah membuatku kehabisan tenaga!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang berubah dingin.
Li Yuchen yang hanya berniat untuk memberi Burung Phoenix pelajaran pun langsung kembali ke Dunia Nyata.
Penjaga Ruang Arsip Kekuatan yang melihat Li Yuchen yang telah membuka matanya setelah duduk di tempatnya selama setengah hari pun datang menemuinya bersama Master Nu yang ternyata terus menunggu hingga dirinya selesai menguasi Langkah Awan.
“Apakah kau telah selesai menguasi Langkah Awan itu?” tanya Penjaga dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang sangat ingin tau.
“Benar, Master! Saya telah menguasainya sepenuhnya. Terima kasih telah menjaga tubuh saya!” ucap Li Yuchen yang bersyukur karena ada orang yang menjaga tubuhnya selama dirinya ada di dalam Giok Naga Hijau jika tidak maka saat ini dirinya pasti belum selesai menguasai Langkah Awan.
“Apakah kau benar-benar telah menguasainya sepenuhnya?” tanya Master Nu yang tidak percaya dengan perkataan Li Yuchen sambil memandang Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
Li Yuchen yang sangat senang melihat orang lain terkejut saat menyadari jika mereka telah salah menilai dirinya pun tersenyum jahat.
“Jika Master Nu dan Penjaga tidak percaya maka saya akan dengan senang hati menunjukkannya!” ucap Li Yuchen dengan senyum misterius sambil menatap kedua Master yang ada di depannya dengan pandangan mata yang sinis.
Li Yuchen yang mengaktifkan Langkah Awan pun bergerak sangat cepat memukul pundak Master Nu lalu memberikan gulungan yang ada di lantai bawah ke tangan Penjaga dalam waktu yang singkat.
Penjaga Ruang Arsip Kekuatan yang melihat Li Yuchen benar-benar telah melakukan Langkah Awan dan berhasil menguasai semuanya dalam waktu singkat pun memasang wajah yang sangat senang dan penuh antusias.
“Bagus! Bagus sekali! Aku tidak menyangka jika Akademi Yunlong kedatangan jenius!” teriak Penjaga dengan sangat keras dengan senyum dan tawa yang sangat lebar.
Namun kebahagiaan yang ada di wajah Penjaga Ruang Arsip Kekuatan tiba-tiba menghilang setelah mendengar berita yang disampaikan oleh Master Nu.
#Bersambung#
Ada yang bisa menebak apa yang disampaikan Master Nu? Lalu apa yang akan dilakukan Li Yuchen selanjutnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...
__ADS_1