Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 152. Pedang Rusak


__ADS_3

Li Yuchen yang telah berada di ruangan yang sama dengan Wu Peng pun mengatakan tujuan kedatangannya dengan sangat lugas.


“Apakah dalam Ekspedisi Makam Kuno kali ini Menara Formasi Shinzu ingin aku ikut bergabung?” tanya Li Yuchen secara langsung dan tidak memberikan Wu Peng waktu untuk menjelaskan.


“Sebenarnya iya tapi jika Tetua Yu memiliki rencana yang lain maka kami akan tetap melanjutkannya dengan rencana cadangan.” Ucap Wu Peng yang tidak berani memerintah Li Yuchen karena bagi Wu Peng meskipun Li Yuchen adalah bagian dari Menara Formasi Shinzu sekarang tapi itu hanya permukaan.


“Aku memutuskan untuk pergi ke Makam Kuno sendiri tapi jika di dalam perjalanan aku bertemu dengan Anggota Menara Formasi Shinzu dalam kesulitan. Aku pasti akan membantu.” Ucap Li Yuchen yang telah duduk dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap Wu Peng yang sedang duduk di seberangnya.


“Jika memang seperti itu maka akan sangat baik.” Ucap Wu Peng dengan senyum lebar dan ekspresi wajah yang lega karena sejujurnya dirinya sangat mengkhawatirkan Wu Ruxin yang akan ditinggal sendiri tanpa bantuan dirinya.


“Tim yang akan mengikuti Ekspedisi Makam Kuno nanti, bisa kau jelaskan dengan detail?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


“Ini adalah wajah dan identitas dari dua tim yang akan pergi ke Makam Kuno kali ini. Menara Formasi Shinzu akan membawa dua tim yang akan diketuai oleh Master Kong dan Adikku, Wu Ruxin. Setiap Tim akan terdiri dari tiga anggota yang bisa Tetua Yu lihat sendiri di buku itu.” Ucap Wu Peng sambil menunjuk buku yang telah diberikannya kepada Li Yuchen.


“Jadi semua yang ikut dalam Ekspedisi semuanya berada di Alam Bumi baik itu Menara Formasi Shinzu maupun Paviliun Huanfu. Sepertinya aku harus mencari tau tentang Makam Kuno yang akan segera terbuka ini!” ucap Li Yuchen dalam hati setelah membaca buku yang diberikan Wu Peng padanya.


Sementara itu, Seo Xiqin yang mencari sebuah pedang tiba-tiba mendengar sebuah suara di dalam kepalanya yang akhirnya membuat Seo Xiqin terkejut.


“Ambil Pedang yang bergagang berwarna emas yang telah pudar itu! Itu adalah Pedang yang cocok untukmu!” ucap Permaisuri Ji di dalam kepala Seo Xiqin dengan nada suara yang sedikit memerintah.


“Ka-kau...” teriak Seo Xiqin secara tiba-tiba dengan ekspresi wajah terkejut dan tatapan mata ketakutan sehingga membuat Sui’er dan Luo’er yang sedang berbicara dengan Pelayan Toko tentang barang-barang yang dicari Seo Xiqin lainnya langsung menemui Seo Xiqin.


“Nona ada apa?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang kebingungan dan cemas.


“Nona, apa kau merasakan sakit di suatu tempat?” tanya Luo’er yang ikut menimpali dengan ekspresi wajah yang khawatir.


Di saat Seo Xiqin ingin mengatakan sesuatu tentang yang dilakukan Permaisuri Ji padanya, Permaisuri Ji langsung berbicara kembali yang membuat Seo Xiqin harus berbohong.

__ADS_1


“Kau tidak bisa mengatakan tentang keberadaanku kepada siapapun karena orang lain akan menganggapmu gila tapi jika kau ingin tetap mengatakannya aku tidak akan menghalanginya.” Ucap Permaisuri Ji yang terikat di dalam Alam Bawah Sadar Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang cuek dan tidak perduli.


“Agh! Aku baik-baik saja. Sepertinya aku hanya kelelahan dan membutuhkan istirahat.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tersenyum canggung sambil menatap Sui’er dan Luo’er dengan tatapan yang lembut.


Sui’er dan Luo’er yang mengingat aktivitas Seo Xiqin dan Li Yuchen dua malam ini membuat keduanya dapat dengan mudah percaya.


“Hah! Ini pasti karena Tuan Muda Li terlalu bersemangat sehingga membuat Nona kurang istirahat!” gumam Sui’er dengan ekspresi wajah yang kesal dan nada suara yang rendah tapi cukup untuk membuat Seo Xiqin menjadi malu.


“Sui’er! Kau tidak bisa mengatakan hal itu bagaimanapun juga Nona dan Tuan Muda Li baru saja menikah. Hal yang wajar bagi keduanya menghabiskan malam bersama.” Ucap Luo’er yang mencoba menegur Sui’er tapi tanpa disadarinya kata-kata yang diucapkan Luo’er sukses membuat wajah Seo Xiqin merah seperti udang rebus.


“Cukup! Hentikan omong kosong kalian berdua! Apa kalian sudah mendapatkan semua yang aku perintahkan?” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menahan malu mendengar perkataan kedua pelayannya yang salah paham dengan hubungannya dengan Li Yuchen.


“Agh! Maafkan kami Nona! Kami akan mendapatkannya sekarang!” teriak keduanya dengan buru-buru bergerak membeli semua yang dibutuhkan Seo Xiqin.


“Hah! Akhirnya kedua orang itu pergi juga. Mendengar mereka mengatakan hal yang vulgar seperti itu membuatku merasa panas dan tidak nyaman.” Ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang kecil sambil menarik nafas panjang.


Seo Xiqin yang tidak tau tujuan wanita yang terikat di dalam tubuhnya itu memintanya mengambil Pedang yang telah rusak pun hanya bisa menurutinya dan berharap jika itu adalah hal yang baik nantinya.


“Agh! Semua barang yang ada di sana adalah barang yang rusak dan tidak berguna dan tidak dijual.” Ucap Pelayan tersebut dengan sangat sopan dan senyum yang ramah.


“Agh! Aku menginginkan Pedang ini. Apakah aku bisa memiliki Pedang ini dengan membayarnya? Bukankah kau bilang jika Pedang ini adalah barang yang rusak jadi jika aku mengeluarkan beberapa tael perak itu tidak akan merugikanmu sama sekali?” tanya Seo Xiqin dengan senyum yang penuh semangat sambil memegang pedang tersebut dengan sangat erat.


Di saat Seo Xiqin mencoba membujuk Pelayan yang berdiri di depannya untuk memberikan Pedang yang ada di tangannya tiba-tiba Pelayan wanita yang masih muda datang.


“Nona bisa mengambil Pedang itu secara gratis karena Pedang itu tidak dibutuhkan di Menara Formasi Shinzu.” Ucap Pelayan Muda itu dengan sikap yang sangat ramah.


“Agh! Aku merasa tidak nyaman kalau begitu bisakah aku membelinya saja. Aku rasa segini cukup untuk harga Pedang ini.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil mengeluarkan uang sepuluh tael perak.

__ADS_1


Pelayan Muda yang tidak ingin berdebat pun mengeluarkan selembar kertas dan menyerahkannya kepada Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang bingung pun mengambil kertas tersebut dan membaca tulisan yang ada di sana hingga akhirnya membuatnya menyerah dan mengambil Pedang tersebut secara gratis.


“Ternyata Chen gege tau jika aku ada di sini dan dia masih sempat melakukan ini untukku!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil tersenyum bahagia.


“Terima kasih.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan tatapan mata yang ramah serta ekspresi wajah yang bersahabat.


Seo Xiqin yang telah mendapatkan Pedang yang diinginkannya pun langsung menyimpannya ke dalam Cincin Pemberian Ibunya dan bergegas menemui Sui’er dan Luo’er.


“Nona!” panggil Sui’er dan Luo’er yang telah berada di pintu keluar dengan ekspresi wajah yang cerah saat melihat Seo Xiqin yang telah dekat.


“Apakah kalian telah mendapatkan semuanya?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang fokus pada bungkusan yang ada di tangan Luo’er dan Sui’er.


“Tentu saja. Meskipun kami mendapatkan sedikit masalah di awal tapi tiba-tiba semuanya berjalan dengan sangat lancar.” Ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang sangat bersemangat dengan nada suara yang sedikit keras.


“Agh, baiklah. Kita bicarakan itu saat ada di dalam kereta saja.” Ucap Seo Xiqin saat melihat kereta mereka telah datang.


Seo Xiqin yang sedang duduk melihat ke luar jendela dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang tidak tenang.


“Aku tau jika Chen gege adalah orang yang sangat hebat dan akan banyak wanita yang jatuh hati padanya. Aku juga sudah menguatkan diri untuk tidak jatuh cinta pada Chen gege tapi kenapa saat melihat Chen gege berjalan bersama Nona Wu membuatku tidak tenang.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang galau.


Luo’er yang terus mengamati perubahan wajah Seo Xiqin pun menjadi penasaran karena sebenarnya baik Sui’er maupun Luo’er tidak ada yang mengetahui identitas lain dari Li Yuchen.


“Nona, kenapa anda memasang wajah seperti itu?” tanya Luo’er dengan ekspresi wajah yang bingung dan penasaran di saat bersamaan.


“Aku baik-baik saja.” Ucap Seo Xiqin dengan singkat dengan senyum yang lembut tapi meskipun begitu tetap tidak bisa membuat Luo’er tenang.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang terjadi pada Seo Xiqin ya? Apakah ada Readers yang tau? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2