
Para Penjaga yang datang setelah mendapatkan peintah dari Ye Han pun segera mendekat ke arah Ma Shunyi tapi langsung mendapatkan penolakan keras dari Ma Shunyi.
“Nyonya, tolong kerjasamanya.” Ucap salah seorang Penjaga yang telah mendekat ke arah Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang bingung dan canggung.
“Jangan sentuh aku!” teriak Ma Shunyi kepada Penjaga yang sedang mencoba menyentuh lengannya untuk membantunya berdiri.
Ma Shunyi yang tidak terima diperlakukan seperti orang itu pun segera berdiri dengan tubuh yang oleng tapi masih dapat menjaga keseimbangannya lalu menatap Ye Han yang duduk di kursinya.
“Tuanku, aku adalah seorang Ibu dan aku tidak bisa diam saja dan menunggu kematian putriku. Jika kau tidak ingin menyelamatkan Ye Rui maka jangan salahkan aku untuk mengirimkan berita kepada Putra kita bahwa adiknya sedang dalam bahaya dan ayahnya berniat untuk mengorbankannya.” Ucap Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang menunjukkan kemarahan dan kekecewaan dengan nada suara yang dingin.
Ye Han yang mendengar perkataan Ma Shunyi pun terdiam sesaat karena dirinya melupakan Putra Tertuanya, Ye Linzu, yang sedang belajar di Akademi Yunlong sebagai Murid Dalam.
Ma Shunyi yang melihat reaksi terkejut dari Ye Han membuat Ma Shunyi tidak berhenti di sana saja. Ma Shunyi pun meneruskan perkataannya yang akhirnya membuat Ye Han memikirkan ulang niatnya.
“Aku juga akan menghubungi Kakakku, Walikota Yunlong, dan memberitaunya bahwa keponakan kesayangannya telah dikorbankan olehmu demi keegoisanmu.” Ucap Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang angkuh dan sorot mata yang tajam menatap Ye Han yang sedang menatap bingung ke arahnya.
“Jika terjadi sesuatu pada Putriku. Aku ingin lihat bagaimana kau akan menjelaskan masalah ini pada Putramu dan Kakakku!” ancam Ma Shunyi dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang sangat dingin seperti es.
Ye Han yang tau jika dirinya tidak mengambil keputusan untuk menenangkan hati istrinya ini maka akibat dari keputusan yang telah dibuatnya akan sangat sulit ditangani.
Ye Han pun memutuskan untuk mengusir Penjaga untuk keluar dan membujuk Ma Shunyi agar tidak marah lagi.
“Kalian keluarlah!” teriak Ye Han dengan ekspresi wajah yang kesal dengan sorot mata yang melotot tajam.
“Istriku, jangan marah dulu. Bukan aku ingin mengorbankan putri kita. Aku hanya sedang mengawasi situasi yang sedang terjadi. Aku adalah ayahnya dan tidak mungkin aku diam saja meliha darah dagingku sendiri meninggal di tangan orang lain.” Ucap Ye Han dengan suara yang lembut dan sorot mata yang penuh kasih sayang sambil merangkul pundak Ma Shunyi lalu mengajaknya duduk di kursi dan menuangkan teh untuk menenangkannya.
__ADS_1
“Aku tidak butuh mulut manis dan perlakuan manismu ini yang aku inginkan adalah keselamatan putriku. Aku ingin kau segera mengirimkan pasukan ke Restoran Dumpoo untuk menyelamatkan Ye Rui.” Ucap Ma Shunyi dengan nada suara yang dingin dan ekspresi wajah yang marah serta sorot mata tidak percaya.
“Jangan fikir aku akan termakan dengan mulut dan perlakuan manismu. Saat kau ingin meminangku kau mengatakan bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang kau cinta dan tidak akan ada wanita yang lain tapi nyatanya setelah aku mengandung Ye Linzu, kau membawa wanita lain ke Kediaman ini dan menjadikannya Selir.” Ucap Ma Shunyi dalam hati dengan ekspresi wajah yang penuh dengan amarah dan sorot mata yang tajam.
“Tak hanya satu kau bahkan terus menerus menambah Selir di Kediaman Ye ini sehingga membuatku harus terus bertarung melawan Selir-Selir yang kau bawa untuk tetap menjaga Posisiku sebagai Nyonya di Kediaman ini.” Ucap Ma Shunyi lagi dalam hati sambil memalingkan wajahnya ke arah lain dan menolak teh yang dibuat oleh Ye Han untuknya.
Ye Han yang melihat sikap Ma Shunyi yang sangat keras menjadi sangat kesal dan menggeratakkan giginya berulang kali lalu berbalik arah memanggil Kepala Pelayan.
“Ambilkan baju kebanggaanku dan panggil semua Tetua lalu persiapkan rapat darurat di Aula Utama!” teriak Ye Han kepada Kepala Pelayan dengan suara yang sangat keras karena tidak memiliki pilihan lain.
Ma Shunyi yang melihat respon dari Ye Han tidak merasa lega ataupun senang sedikitpun karena bagi Ma Shunyi tindakan Ye Han hanya ingin mengulur-ulur waktu yang jika semakin lama akan membahayakan nyawa Ye Rui.
Ye Han yang tidak bisa membujuk Ma Shunyi pun berbalik arah dan meninggalkan Ma Shunyi sendiri yang sedang duduk dengan wajah yang dingin.
Setelah kepergian Ye Han, Bibi Ying yang bersembunyi tidak jauh dari Ruang Kerja bergegas masuk ke dalam Ruang Kerja dan menemui Ma Shunyi yang sedang teduduk di salah satu kursi di sana.
“Bibi Ying, aku berhasil membuatnya untuk memikirkan keselamatan Putriku tapi setelah ini Posisiku sebagai Seorang Istri Sah akan terancam.” Ucap Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang bingung dan khawatir yang bersamaan dengan nada suara yang bergetar ketakutan.
“Nyonya, anda masih bisa memikirkan solusi itu nanti tapi yang terpenting saat ini adalah nyawa Nona. Jika Nona bisa kembali dengan selamat maka semua pasti akan baik-baik saja.” Ucap Bibi Ying yang mencoba menenangkan Ma Shunyi yang terlihat gelisah.
“Tidak akan ada seorang Selir pun yang akan menggoyahkan Posisi Nyonya sebagai Nyonya Keluarga Ye dengan Tuan Muda Ye Linzu yang merupakan Murid Dalam di Akademi Yunlong dan Nona Ye Rui sebaga Ketua Paviliun Huanfu dan Master Alkemia bintang Dua.” Ucap Bibi Ying yang menunjukkan kartu terkuat yang dimiliki Ma Shunyi selama ini.
Ma Shunyi yang mendengar perkataan Bibi Ying pun mengubah ekspresi wajahnya menjadi cerah dan bersemangat kembali.
“Bibi Ying benar. Anak-anakku tidak akan tinggal diam saja saat meliha Ibu mereka ditindas oleh ayahnya. Aku tidak akan pernah kehilangan posisiku.” Ucap Ma Shunyi dengan tekad yang sangat kuat sambil berdiri dengan tegap di depan kursinya.
__ADS_1
“Ayo kita ke Ruang Aula Utama. Kita dengar apa keputusan Suamiku dan Para Tetua.” Ucap Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang teguh dan sorot mata yang menunjukkan tekad yang kuat.
Di dalam Aula Utama, semua orang telah berkumpul dan duduk di posisinya masing-masing sambil membahas masalah yang telah terjadi dengan suara yang keras yang dapat didengar Ma Shunyi yang ada di luar ruangan.
“Bagaimana bisa Ye Rui menyinggung seorang Master Formasi? Bahkan orang yang disinggung bukanlah orang sembarangan tapi Tetua Kehormatan di Menara Formasi Shinzu dan merupakan Master Formasi bintang Tiga!”
“Apa yang akan kita lakukan? Apakah kita harus datang ke Restoran Dumpoo untuk menyelamatkannya atau membiarkannya untuk membuat Master Formasi itu puas agar tidak menjadikan Keluarga Ye kita sasaran selanjutnya?”
“Kita tidak bisa diam saja. Ye Rui adalah harapan Keluarga Ye karena dia adalah Seorang Master Alkemia bintang Dua.”
“Dia bukan hanya Master Alkemia tapi juga Ketua Paviliun Huanfu dan juga murid Tetua Han.”
“Tapi itu tidak ada gunanya jika Master Formasi itu menjadi marah dan menjadikan Keluarga Ye sebagai musuhnya. Apakah kita bisa menghadapi Master Formasi bintang Tiga?”
“Master Formasi bintang Tiga tidak bisa diremehkan begitu saja karena dapat memusnahkan Satu Keluarga Bangsawan Besar dengan satu Segel Formasi Membunuhnya.”
Ye Han yang mendengar perdebatan di antara Para Tetua membuat kepalanya menjadi sangat pusing karena perdebatan itu tidak membantunya memberikan solusi apapun.
“Diam! Apakah kalian telah selesai berdiskusi? Sekarang adalah situasi yang sangat darurat, bisakah kalian berfikir mencari solusinya?” tanya Ye Han dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang tinggi.
“Solusi apa yang kau ingin dengar? Ye Rui adalah Putri Kebanggaanmu dan sekarang dirinya sedang dalam bahaya dan memberikan masalah yang sangat besar untuk Keluarga kita. Menurutmu apakah menyelamatkan nyawa satu orang sebanding dengan nyawa Satu Klan Keluarga Ye?” tanya salah satu Tetua Keluarga Ye yang ternyata memang tidak menyukai Ye Han dengan nada suara yang sinis dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
Namun di saat suasana menjadi semakin tegang, mata-mata yang dikirim oleh Ye Han untuk memantau kondisi Restoran Dumpoo pun datang membawa kabar yang menenangkan.
#Bersambung#
__ADS_1
Bagi Reader yang mengikuti cerita Author pasti sangat tau dengan kabar berita ini, Jadi bisa jawab di kolom komentar ya, apa kabar baiknya?