
Li Yuchen yang menemukan buku untuk mengembalikan jiwa yang bertukar tubuh menyadari bahwa cara yang ada tidak berlaku untuk manusia.
“Jika seperti yang dikatakan buku ini benar maka aku tidak bisa kembali ke tubuhku dan aku hanya bisa membalaskan dendamku kepada Hua Ping dengan menggunakan tubuh ini!” ucap Li Yuchen dengan tangan yang terkepal erat dengan ekspresi wajah yang serius.
“Hanya ada satu cara untuk bisa melakukan itu semua yaitu dengan menjadi lebih kuat dari tubuhku yang sebenarnya tapi sebelum itu aku harus menyelamatkan Qier terlebih dahulu.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang lurus ke depan.
“Aku tidak bisa membiarkan Qier menderita di luar sana dan sambil menyelamatkannya aku akan mencari informasi mengenai kekuatan Hua Ping dan ketiga Selir saat ini!” ucap Li Yuchen dengan tekad yang kuat.
Li Yuchen yang telah menemukan caranya pun keluar Pagoda dan membawa Zuchen yang berwujud Gurita Raksasa masuk ke dalam Pagoda bersama dengan Telur Hewan Suci Qilin.
“Zuchen! Aku menemukan cara untuk membuatmu kembali ke wujudmu yang semula tapi kau harus memulai semuanya dari awal!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“Aku bersedia melakukan apapun Tuan asalkan wujudku bisa kembali seperti semula!” ucap Zuchen dengan tekad yang kuat.
“Aku mengerti. Kalau begitu kau harus ikut denganku masuk ke dalam Pagoda Naga karena disana perubahan waktunya sangat drastis sehingga berapa lamapun waktu yang digunakan di dalam Pagoda Naga waktu yang dihabiskan tidak selama yang dialami!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
“Aku mengerti Tuan!” ucap Li Yuchen dengan kepala terangguk ke bawah sebagai tanda mengerti dengan suara yang tegas.
Li Yuchen yang menggambarkan Pola Formasi yang sama persis dengan yang ada di dalam buku pun meletakkan Zuchen dan telur dalam posisi yang berhadapan lalu memulai proses pertukaran tubuh tersebut.
“Zuchen! Proses ini akan membuatmu merasakan rasa sakit yang teramat sangat karenanya kau harus menahan semua rasa sakit itu agar bisa kembali ke tubuhmu yang semula!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin.
Zuchen yang telah mengalami rasa sakit saat berkultivasi berkali-kali lipat tidak merasa asing lagi dengan rasa sakit yang akan dialaminya.
Li Yuchen yang tak ingin membuang waktunya pun memulai prosesnya dengan menyalurkan Energi miliknya ke Kristal Merah yang diambil dari Nanggong Ruan lalu cahaya merah mulai menjalar ke setiap garis pola yang tergambar.
Saat cahaya merah itu telah tergambar sepenuhnya, cahaya merah darah muncul membuat sebuah pelindung yang menyatakan proses itu dimulai.
Jiwa Zuchen yang perlahan keluar dari dalam tubuh Gurita Raksasa pun akhirnya dimasukkan ke dalam Telur Hewan Suci Qilin yang lemah.
Gurita Raksasa yang telah kehilangan jiwanya hanyalah sebuah Mayat karena pada dasarnya Gurita Raksasa itu telah mati saat Pertarungan terjadi.
__ADS_1
Sementara itu, Zuchen yang masuk ke dalam Telur Hewan Suci Qilin pun bertemu dengan Bayi Qilin yang sedang tertidur.
Bayi Qilin tersebut pun menyampaikan penglihatan yang disampaikan oleh Ibu Bayi Qilin pun menunjukkannya kepada Zuchen.
Zuchen yang terdiam melihat Klan Hewan Suci Qilin yang dihancurkan oleh Hua Ping dan hanya menyisahkan dirinya sendiri.
“Hua Ping s***an! Beraninya menghancurkan Klanku!” ucap Zuchen dengan penakanan di setiap katanya dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Hua Ping, aku tidak akan pernah memaafkanmu! Dendam ini tidak bisa ditawar lagi! Aku pun akan ikut menghancurkan semua Keluargamu dan tak tak akan menyisakan seorangpun hidup!” ucap Zuchen dengan tekad yang kuat dengan tatapan mata yang tajam.
Bayi Qilin yang sudah sangat lemah sejak awal pun menyerahkan tubuhnya kepada Zuchen dan meminta Zuchen untuk membalaskan dendam Keturunannya.
“Jangan khawatir! Aku pasti akan mengabisi orang itu dan menjadikan darahnya sebagai tanda pembalasan kematian semua orang yang ada di Klan kita!” ucap Zuchen dengan suara yang tegas.
Tepat setelah Jiwa Bayi Qilin menghilang dan jiwa Zuchen mengambil alih tubuh tersebut, telur pun pecah dan memberikan Zuchen tubuh baru.
Zuchen yang terlahir kembali di tubuh Hewan Suci Qilin yang masih bayi pun harus mulai beradaptasi dan mulai meningkatkan kultivasinya lagi sejak awal.
“Tuan! Aku berhasil! Aku mendapatkan tubuhku kembali tapi...” ucap Zuchen dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang ceria lalu berubah menjadi sedih kembali.
“Tapi apa? Apakah ada masalah?” tanya Li Yuchen yang bingung dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Hua Ping! Si penghianat itu ternyata telah menghancurkan semua orang di Klanku sehingga hanya menyisahkan telur ini saja dan karena itu lah jiwaku pindah ke tubuh Gurita Raksasa!” ucap Zuchen dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang menunjukkan dendam yang membara.
“Kita pasti akan membalasnya tapi kita hanya bisa melakukan itu jika kita bisa melebihi Kultivasi kita yang dulu karena itu ayo kita berjuang bersama!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Zuchen yang mendengar ucapan Li Yuchen pun menganggukkan kepalanya dan setuju dengan ucapan Li Yuchen.
“Aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi. Aku harus kembali ke Dunia Nyata tapi aku tidak bisa membawamu keluar karena aku masih belum cukup kuat untuk melindungimu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
“Oleh karena itu, aku ingin kau tetap disini. Gunakan semua yang ada di dalam sini untuk meningkatkan kultivasimu dengan cepat!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
__ADS_1
Li Yuchen yang biasanya memberikan Burung Phoenix Pil Terobosan untuk meningkatkan Kultivasinya sekarang berganti dengan memberikan semua sumber daya itu kepada Zuchen.
“Phoenix! Aku percayakan keselamatan Qier padamu! Lindungilah dia dengan seluruh yang kau miliki!” ucap Li Yuchen yang memegang bulu merah yang ditinggalkan Burung Phoenix di dalam tempat tinggal Seo Xiqin di Gunung Es.
Sebelum Li Yuchen pergi ke Istana untuk meminta izin ke Daratan Yunzan, Li Yuchen sudah lebih dulu mengetahui bahwa Burung Phoenix bersembunyi di dalam tubuh Seo Xiqin dan mengikutinya pergi ke Daratan Wuzhou.
“Phoenix! Jangan khawatir! Aku akan segera datang menjemput kalian berdua dan kita akan berkumpul kembali!” ucap Li Yuchen sambil menggenggam dengan sangat erat Bulu Burung Phoenix yang ada di tangannya.
Burung Phoenix tidak hanya sembarangan meninggalkan Bulunya dan memberikan ingatan saat Li Yuchen menyentuhnya karena saat Li Yuchen menginjakkan kaki di Daratan Wuzhou bulu tersebut dapat menuntun Li Yuchen di tempat ke beradaan Burung Phoenix.
Di sisi lain, Seo Xiqin yang berperilaku baik selama beberapa hari di Kediaman Keluarga Mu akhirnya mendapatkan izin untuk keluar.
“Hari ini aku bisa keluar dari Kediaman ini. Aku akan mencari tau yang terjadi dengan Kediaman Mu dan juga tentang tubuhku! Aku harus mengetahui dengan pasti apakah aku benar-benar sedang mengandung anak Chen gege!” ucap Seo Xiqin dalam hati yang telah selesai berdandan.
Meskipun Seo Xiqin hanya berada di dalam kamarnya atau di taman sekitar kediamannya. Seo Xiqin dapat mengetahui semua informasi yang ada karena Burung Phoenix yang telah berubah wujud menjadi Burung Pipit pergi kemanapun mengumpulkan informasi yang kemudian diberitaukan kepada Seo Xiqin.
“Que! Kita pergi sekarang!” panggil Seo Xiqin dengan suara yang merdu dengan senyum yang lembut sambil mengulurkan tangannya membiarkan Burung Phoenix bertengger di ujung jarinya.
Seo Xiqin yang berjalan menuju ke Kereta Kuda pun akhirnya keluar dari Kediaman Keluarga Mu dengan seorang pelayan dan seorang penjaga.
“Bibiku pasti mengirim mereka berdua untuk mengawasi gerakanku agar aku tidak kabur tapi aku akan mencari cara untuk bisa melarikan diri!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela dengan mata yang sangat tajam.
Namun saat Seo Xiqin sedang melihat keluar tiba-tiba Burung Phoenix menyampaikan sesuatu lewat telepati.
“Nyonya Bos! Hentikan kereta kudanya! Anak perempuan itu memiliki tubuh yang sangat spesial dan dia bisa sangat membantu Nyonya Bos nantinya!” ucap Burung Phoenix dengan semangat yang membara sambil terbang mengetuk-ngetuk pintu jendela.
“Hentikan kereta kudanya sekarang!” perintah Seo Xiqin dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius lalu bergerak dengan cepat menuju ke tempat perbudakan tepat sebelum seorang pria mencabuk anak perempuan yang diinginkan Seo Xiqin.
#Bersambung#
Siapa anak perempuan itu sebenarnya? Tubuh apa yang dimilikinya? Apakah Seo Xiqin berhasil melarikan diri dari mata-mata Mu Hanyuan? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...
__ADS_1