
Li Yuchen yang telah berada di dalam kamar Penginapannya pun langsung berbaring di atas tempat tidurnya tanpa memasang Segel Formasi Perlindungan terlebih.
“Agh! Aku sangat lelah sekali. Rasanya tulang-tulangku ingin patah. Aku akan masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas dan mencari tau isi dari tulisan yang terukir di Ukiran Batu besar itu.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lelah dengan posisi berbaring di atas tempat tidur.
Namun saat Li Yuchen baru saja masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas lagi-lagi ada seseorang yang sedang mengganggu tubuh Li Yuchen yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
“Ada apa lagi ini? Siapa yang telah menyentuh ragaku? Hah! Kenapa aku tidak bisa membaca Ukiran Batu ini dengan tenang?” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil mengusap wajahnya ke bawah dengan kasar.
Di sisi lain, Ye Zhin yang terkepung di antara orang-orang yang bermuka dua dan sangat suka menjilat membuat Ye Zhin merasa sangat tidak nyaman.
“Aku harus pergi sekarang! Aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi.” Ucap Ye Zhin dengan suara rendah yang tidak dapat didengar siapapun karena suara musik dan tarian yang sangat berisik.
“Terima kasih untuk tawaran semua Tetua tapi saat ini saya sangat lelah. Ayah, bisakah aku kembali ke kamarku. Aku sangat lelah dan aku masih memiliki urusan penting untuk dikerjakan besok!” ucap Ye Zhin dengan nada bicara yang sopan sambil menolak ajakan semua orang dengan nada yang tidak menyinggung.
“Kau adalah orang yang hebat dan berbakat. Kau pasti sangat lelah. Baiklah, kau bisa kembali ke halamanmu sekarang. Biarkan satu atau dua pelayan yang mengantarmu.” Ucap Ye Han yang bersikap seperti seorang Ayah dengan wajah yang memerah karena setengah mabuk.
“Itu tidak perlu Ayah. Saya pamit terlebih dahulu Ayah dan para Tetua!” ucap Ye Zhin dengan sangat sopan sambil berbalik arah berjalan keluar ruang Aula Utama.
Ye Zhin yang berhasil pergi dari Aula Utama segera pergi ke Halamannya dengan sangat cepat sambil menghindari pelayan dan penari yang di undang Ye Han untuk menemaninya.
“Apa-apaan ini? Kenapa gadis-gadis itu menjadi sangat agresif? Membuatku frustasi saja!” ucap Ye Zhin dengan tatapan ketakutan dengan tubuh yang merinding sambil bejalan santai masuk ke dalam halamannya.
Ye Zhin yang telah sampai di kamarnya segera mendapatkan sambutan dari kedua Pelayan setia yang selalu bersamanya semenjak kematian Ibu Ye Zhin.
__ADS_1
“Tuan Muda, ada apa? Kenapa kau bersikap seperti itu?” tanya seorang Pria tua dengan eksprsi wajah yang bingung dengan nada suara yang terdengar sangat lelah.
“Paman Zie, apa tubuhmu sakit lagi?” tanya Ye Zhin dengan nada suara yang khawatir dan cemas di saat yang bersamaan sambil menatap penuh perhatian dengan pria tua yang berdiri di depannya itu.
“Saya baik-baik saja Tuan Muda. Anda tidak perlu khawatir.” Ucap Paman Zie dengan senyum yang lembut karena tidak ingin membuat Ye Zhin khawatir dengan kondisinya.
“Maafkan aku paman yang tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Paman dan Bibi.”ucap Ye Zhin kepada dua orang pelayan Tua yang sedang berdiri di depannya.
Ye Zhin yang tidak ingin Paman Zie sakit-sakitan pun mengeluarkan Pil Penyembuh tingkat tiga yang diberika Li Yuchen kepadanya kepada Paman Zi dan Bibi Zue.
“Paman dan Bibi minumlah Pil Penyembuh ini. Pil ini akan memberikan kalian kesehatan seperti saat muda lagi.” Ucap Ye Zhin sambil menyerahkan dua butir pil kepada keduanya dengan ekspresi wajah yang ikhlas.
“Tidak! Tuan Muda, kami tidak bisa menerima hadiah ini. Pil ini sangatlah mahal dan berharga. Sebaiknya anda menyimpannya dan menggunakannya saat anda membutuhkannya nanti.” Ucap Bibi Zie dengan ekspresi wajah yang canggung sambil menolak Pil Penyembuh yang diberikan Ye Zhin kepadanya.
“Bibi, tolong ambillah Pil ini dan jangan tolak pemberianku. Aku masih memiliki banyak di dalam Tas Qiankun milikku. Aku juga memiliki banyak uang. Mulai besok, Paman dan Bibi bisa pergi untuk membeli pakaian yang bagus dan makanan yang lezat untuk makan besok.” Ucap Ye Zhin dengan senyum bahagia dengan nada suara yang lembut dan penuh dengan perhatian.
“Aku memiliki Bos yang sangat baik. Meskipun sikapnya kasar dan ucapannya sangat pedas tapi dia orang yang sangat baik dan hebat. Dia memberikan Pil dan juga uang ini padaku sebagai Bonus untuk semua hasil kerjasku.” Ucap Ye Zhin dengan bangga menceritakan kebaikan Li Yuchen kepadanya sebelum Li Yuchen menghilang di Restoran Dumpoo.
“Oh ya, Paman dan Bibi, lihatlah! Aku punya kupon makan gratis di Restoran Dumpoo. Kita bisa makan enak dan sepuasnya besok. Paman dan Bibi akan ikut bersamaku, bukan?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang gembira dengan sikap seperti anak-anak yang membuat Paman Zie dan Bibi Zie tertawa pelan.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Nona Shu yang merupakan Manager dari Toko Pakaian Meili yang sedang berbaring dengan posisi yang sangat erotis di atas tempat tidurnya terus memikirkan sosok Li Yuchen yang ditemuinya di dalam Tokonya beberapa hari yang lalu.
“Tuan Muda Li! Kenapa aku terus memikirkanmu?” tanya Nona Shu pada dirinya sendiri sambil berbarik dan melihat kuku-kukunya yang telah dihias sangat cantik.
__ADS_1
Di saat Nona Shu sedang memikirkan Li Yuchen, seorang Pelayan wanita datang sambil membawa sesuatu kepada Nona Shu.
“Apa kau sudah membawa benda yang aku perintahkan?” tanya Nona Shu kepada Pelayan yang sedang berdiri di depannya dengan kepala tertunduk.
“Sudah Nona. Ini adalah obat perangsang yang Nona minta.” Ucap Pelayan itu dengan nada bicara yang sangat sopan sambil menyerahkan sebuah Pot kecil dengan satu batang lilin di atasnya.
“Bagaimana cara kerjanya?” tanya Nona Shu yang telah mengganti posisinya sambil melihat-lihat Pot yang ada di tangannya dengan ekspresi wajah penasaran dan rasa ingin tau yang tinggi.
“Nona cukup menyalakan dupa itu dan saat seseorang mencium wanginya maka orang tersebut akan terjebak dalam ilusi yang sangat kuat dan tidak bisa mengendalikan hasrat yang ada di dalam tubuhnya.” Ucap Pelayan itu sambil menatap tajam ke arah Nona Shu yang mendengarkan semua penjelasan Pelayan yang ada di depannya dengan seksama dengan penuh percaya diri.
“Bagus! Jika seperti itu maka rencanaku pasti akan berhasil. Mulai besok aku akan berganti status menjadi Nyonya Li!” ucap Nona Shu dengan nada suara yang terdengar penuh ambisi dengan tawa yang sangat keras.
“Tapi Nona, obat ini efeknya akan sangat kuat. Tidak hanya Tuan Muda Li yang akan merasakan efeknya tapi Nona juga akan merasakan efek samping yang sama jika mencium wanginya.” Ucap Pelayan itu dengan terburu-buru sambil menatap Nonanya dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
Namun, Nona Shu yang telah dibutakan dengan ambisinya terhadap Li Yuchen pun tidak menghiraukan peringatan yang diberikan Pelayan yang berdiri di depannya.
“Itu tidak masalah. Bukankah itu akan sangat bagus jika kami berdua sama-sama menikmati malam ini dengan sangat indah.” Ucap Nona Shu dengan senyum yang misterius dan nada bicara yang terdengar penuh dengan godaan.
Nona Shu yang sudah tidak sabar menggunakan Pot Obat yang ada di tangannya segera memanggil Penjaga Pribadinya dan memerintahkannya untuk meletakkan dupa itu ke kamar Penginapan Li Yuchen.
“Bawa Pot ini ke ruangan tempat Tuan Muda Li menginap dan nyalakan lilinnya tapi ingat jangan menghirup wanginya jika tidak ingin merasakan akibatnya.” Ancam Nona Shu kepada Penjaga yang berdiri di depannya dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam.
Setelah kepergian Penjaga itu, Nona Shu pun segera bergegas bersiap-siap dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang seksi dan menggoda lalu pergi ke ruangan tempat Li Yuchen menginap.
__ADS_1
#Besambung#
Ada yang bisa tebak, apakah rencana Nona Shu untuk menjadi salah satu wanita Li Yuchen akan berhasil? Tulis jawabanmu di kolom komentar ya.