
Seo Xiqin yang telah sampai di Kediaman pun langsung menutup kamarnya dengan rapat dan menolak orang lain datang.
Sui’er dan Luo’er yang berpikir jika Seo Xiqin sedang ingin sendiri karena ingin mencoba meningkatkan kultivasinya setelah memasuki Dunia Kultivasi pun berjaga di luar.
Seo Xiqin yang telah sendiri pun mencoba memanggil Permaisuri Ji yang ada di dalam tubuhnya dan mencari tau tujuan sebenarnya dari Permaisuri Ji.
“Di sini sudah tidak ada orang lain. Bisakah kau mengatakan tujuanmu memintaku mengambil Pedang ini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan yang tajam sambil melihat Pedang yang sedang berada di atas meja.
“Hmmm, kau benar-benar memiliki tempramen yang tinggi dan tidak sabaran ya.” Ucap Permaisuri Ji dengan nada suara yang tidak sopan dan tatapan mata yang sinis.
“Kenapa aku harus memiliki kesabaran menghadapimu? Kau saja memerintahku sesukamu dan bahkan kau tidak mengatakan yang sejujurnya identitasmu.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tidak senang dengan nada suara yang juga tidak kalah pedas.
Permaisuri Ji yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun menjadi sangat kesal dan menarik Seo Xiqin masuk ke dalam alam bawah sadarnya secara paksa.
“Agh! Kepalaku!” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang meringis kesakitan sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.
“Kau! Kenapa kau menarikku paksa kemari?” teriak Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang marah dengan nada suara yang sangat tinggi dan mata yang melotot tajam.
“Singkirkan tatapan matamu yang menatap seperti itu! Kau hanya Seorang Manusia lemah!” ucap Permaisuri Ji dengan ekspresi wajah yang menatap rendah ke arah Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang telah sering mendapatkan tatapan mata yang sama seperti yang dilakukan Permaisuri Ji padanya membuat emosi Seo Xiqin menjadi meningkat.
“Tatapan ini? Tidak! Aku tidak akan goyah lagi. Aku bukan Seo Xiqin yang dulu yang penakut dan pengecut. Aku telah berubah dan aku tidak akan kalah darinya!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan mata yang terpejam yang langsung memasang wajah dengan tekad yang kuat sambil menatap Permaisuri Ji setelah membuka mata.
“Kau kira kau siapa? Apakah kau pikir statusmu lebih tinggi dariku? Kau hanyalah eksistensi yang bergantung di dalam tubuhku dan kau berani meremehkanku seperti ini.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang tajam.
“Lalu apa? Apakah kau ingin mengambil alih tubuhku? Kau pikir kau sangat hebat hanya dengan menunjukkan sedikit kehebatan karena bisa menarikku kemari secara paksa!” ucap Seo Xiqin dengan senyum sinis dengan tatapan mata yang merendahkan.
__ADS_1
“Ka-kau!” ucap Permaisuri Ji yang tidak bisa menjawab perkataan Seo Xiqin dan hanya bisa menggertakkan giginya dengan tangan yang terkepal erat dengan tubuh yang terikat rantai.
“Apa? Kau menggunakan sedikit kekuatan itu dan sekarang kau pasti sedang menderita, bukan? Jangan harap aku akan percaya padamu dan menuruti perkataanmu. Lebih baik aku mengatakan semuanya kepada Chen gege karena di jauh lebih dapat dipercaya daripada eksistensi sombong yang sedang terantai di belakangku!” sindir Seo Xiqin yang telah berbalik arah dengan ekspresi wajah yang penuh kemenangan sambil menoleh kebelakang sedikit dengan senyuman sinis.
“Tu-tunggu! Jangan katakan padanya tentang keberadaanku!” ucap Permaisuri Ji dengan ekspresi wajah yang gugup dengan tatapan mata yang khawatir serta nada suara yang gagap.
“Hmmm, kenapa aku harus mendengarkanmu? Kau bahkan menyimpan banyak rahasia yang bahkan membuatku merasa terancam!” ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam dengan dua tangan terlipat di dada setelah berbalik arah kembali.
Permaisuri Ji yang berpikir jika dirinya dapat mengendalikan Seo Xiqin hingga dirinya benar-benar bisa bebas terpaksa menyerah dan tunduk pada Seo Xiqin.
“Kau menang! Aku akan mengatakan semua yang bisa kau ketahui karena aku tetap tidak bisa mengatakan semuanya karena hal itu bersifat pribadi.” Ucap Permaisuri Ji dengan ekspresi wajah yang menyerah dengan tatapan mata yang menatap ke bawah.
Seo Xiqin yang masih tidak bisa percaya pada Permaisuri Ji pun hanya diam dan tidak merespon apapun sambil mendengarkan dengan seksama semua yang diutarakan oleh Permaisuri Ji.
“Namaku adalah Ji Xiqin. Aku dan kau adalah satu karena kita terikat dengan benang takdir. Aku adalah Reinkarnasi Pertama yang meninggal karena dibunuh oleh Selir dari Suamiku saat melarikan diri.” Ucap Permaisuri Ji dengan kepala yang terangkat ke atas dengan tatapan wajah yang sedih dan penuh dengan penyesalan serta kebencian di saat bersamaan.
“Aku adalah Reinkarnasi Pertama sebagai Permaisuri Ji di Daratan Wuzhou dan kau adalah Reinkarnasi Ketiga.” Ucap Permaisuri Ji yang terdengar sangat ambigu tapi cukup untuk membuat Seo Xiqin terkejut.
“Kau pasti sangat terkejut bukan? Tentu saja karena kau tidak memiliki ingatan tentang Reinkarnasi Pertamamu karena Jiwaku tersegel di dalam tubuh ini.” Ucap Permaisuri Ji yang menjelaskan pertanyaan yang muncul di atas kepala Seo Xiqin dengan senyum kemenangan.
“Lalu kenapa kau bisa tersegel di dalam tubuhku? Dan sejak kapan kau tersegel?” tanya Seo Xiqin yang bingung dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Aku tidak tau kenapa aku bisa ada di sini karena setelah kematianku. Aku baru menyadari semuanya sekarang.” Ucap Permaisuri Ji sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan ekspresi wajah yang kecewa.
“Hmmm, sebentar sepertinya aku telah berada di dalam tubuh ini sejak Reinkarnasi Kedua meskipun aku terkurung dan mataku terpejam, aku dapat merasakan perubahan yang terjadi di luar.” Ucap Permaisuri Ji dengan tatapan yang serius.
“Lalu apa maksudmu dengan terikat dengan Benang Takdir? Takdir siapa kita terikat?” tanya Seo Xiqin yang penasaran dengan ekspresi wajah yang meminta jawaban.
__ADS_1
“Takdir Suami-Istri dengan Pria yang saat ini telah berstatus Suamimu.” Ucap Permaisuri Ji dengan ekspresi wajah yang tidak dapat dijelaskan.
“A-apa? Ba-bagaimana bisa? Tu-tunggu! Di kehidupanku sebelumnya, aku bahkan tidak menikah dengan Chen gege.” Ucap Seo Xiqin yang tiba-tiba teringat dengan kejadian yang terjadi di masa lalunya.
“Apa kau yakin? Lalu bagaimana kau menjelaskan dirimu yang sudah tidak suci lagi saat dijual oleh Ibu tiri dan Adik tirimu?” ucap Permaisuri Ji dengan tatapan mata yang sinis dengan ekspresi wajah yang mengejek.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Permaisuri Ji pun menjadi sangat terkejut setelah mengetahui salah satu dari rahasia hidupnya selama ini.
“Ti-tidak mungkin? Mungkinkah? Agh!” ucap Seo Xiqin dengan dua tangan yang menutup mulutnya dengan mata yang terbuka lebar mengingat potongan-potongan ingatan kehidupan masa lalunya yang ternyata telah dilupakannya.
Sementara itu, Li Yuchen yang tidak bisa berhenti memikirkan Seo Xiqin pun memutuskan kembali ke Kediamannya dan lansung berpamitan dengan Wu Peng.
"Aku masih ada urusan lain jadi aku pamit dulu. Jika ada sesuatu yang ingin dibicarakan Ketua Wu bisa menghubungiku melalui Ye Zhi." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil berdiri menatap Wu Peng yang ada di depannya.
“Tetua Yu tentu saja adalah orang yang sibuk. Saya tidak akan menunda Tetua Yu. Kalau begitu silahkan.” Ucap Wu Peng dengan sangat sopan dengan kepala sedikit tertunduk.
Li Yuchen yang sangat ingin cepat kembali pun melompat ke luar jendela lalu melompati setiap atap rumah hingga sampai ke Kediaman.
Li Yuchen yang telah ada di dalam ruangannya pun langsung berganti pakaian dengan Ye Zhin yang telah menunggu kedatangannya.
“Bagaimana dengan Istriku? Apakah ada yang menyulitkannya di Menara Formasi Shinzu?” tanya Li Yuchen secara langsung di balik bilik ganti dengan nada suara yang datar.
“Tidak ada yang saat aku yang mengurus semuanya. Nyonya Bos langsung kembali ke Kediaman setelah mendapatkan semua yang dibutuhkannya tapi aku merasa sedikit penasaran akan satu hal.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan satu tangan di dagu seolah sedang berpikir keras.
#Bersambung#
Apakah ada yang bisa menebak apa maksud dari Permaisuri Ji yang mengatakan Seo Xiqin sudah tidak suci lagi? Lalu hal apa yang membuat Ye Zhin menjadi penasaran ya? Jawab di kolom komentar ya Readers.. Hehehehe
__ADS_1