
Li Yuchen yang telah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkannya pun memutuskan untuk menemui orangtuanya di Kehidupan kali ini.
Di dalam Rumah dimana Orang Tua Li Yuchen berada tiba-tiba kedatangan tamu yang tidak diundang dan tidak diharapkan.
Ibu Li Yuchen, Mo Yunhe, yang melihat semua barang-barang yang ada di rumahnya dihancurkan tanpa belas kasihan bahkan sampai melukai Pelayan yang sangat setia padanya meskipun dirinya bukan lagi Nyonya Kediaman Keluarga Li pun merasa frustasi.
“Serahkann uangnya! Jika tidak aku akan menghancurkan semuanya!” teriak salah seorang pria dengan ekspresi wajah yang marah dan nada suara yang sangat tinggi.
“Tolong hentikan semua ini!” teriak seorang wanita tua yang berpakaian seperti pelayan dengan ekspresi wajah yang sangat sedih sambil meneteskan air mata.
“Tidak! Tolong jangan sakiti siapapun!” teriak Mo Yunhe dengan eskpresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang mohon.
“Jika kau tidak ingin aku menghancurkan semua yang ada disini apalagi sampai melakukan hal ini. Bukankah kau harusnya memberikan apa yang harusnya kau berikan pada kami?” ucap salah seorang pria dengan ekspresi wajah yang merendahkan dengan tawa yang sangat lebar.
“Aku akan memberikanmu apa yang kau inginkan tapi tolong jangan ganggu kami!” teriak Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang ketakutan dan cemas di saat bersamaan.
Sementara itu, Li Yuchen yang melihat interaksi antara dua orang wanita yang saling melindungi itu pun tidak merasakan apapun pun menjadi bingung.
“Hmmm, aku tau jika wanita yang sedang ditindas adalah Ibu dari pemilik tubuh ini tapi tubuh ini bahkan tidak memiliki perasaan apapun saat Ibunya ditindas.” Ucap Li Yuchen dalam hati lagi saat melihat
“Hmmmm! Tubuh ini bahkan tidak memiliki ingatan tentang hubungan orangtua dan anak diantara mereka! Lalu kenapa orang itu memintaku untuk mengembalikan semuanya seperti semula?” tanya Li Yuchen dalam hati pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung.
Di tempat yag sama, orang-orang yang datang dengan niat mendapatkan sesuatu tidak ingin menghentikan aksinya hingga tujuan tercapai.
“Kalau begitu serahkan uangnya! Jika tidak maka jangan salahkan aku melakukan hal yang lebih buruk dari menghancurkan barang-barang sampah ini!” teriak salah seorang pria dengan suara yag keras dan tinggi dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal.
“Tidak! Jangan! Jangan aku mohon! Baik! Baik! Aku akan memberikan yang kalian mau!” ucap Mo Yunhe dengan nada suara yang terburu-buru sambil mengeluarkan sebuah benda yang tersembunyi di dalam pakaiannya.
__ADS_1
“Tidak! Nyonya tolong, jangan lakukan ini. Anda tidak boleh memberikan itu kepada mereka!” teriak Seorang Pelayan Tuan dengan ekspresi wajah yang terkejut dan nada suara yang tinggi.
Li Yuchen yang melihat semua yang terjadi hanya diam berdiri dan saat sebuah kalung dengan Batu Kristasl besar berwarna merah menjadi pusat perhatian pun tidak bisa melepaskan pandangannya.
“Dari luar Batu Kristal itu terlihat seperti Batu Biasa yang memiliki harga yang mahal tapi jika dilihat dengan lebih rinci dan dirasakan secara intens. Aku dapat memastikan bahwa Batu Kristal itu adalah Batu Kristal Api yang sangat langka.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang terkejut.
Li Yuchen yang tidak ingin memberikan benda berharga kepada orang-orang bodoh yang pastinya tidak mengetahui nilai dari benda yang ingin diberikan Mo Yunhe pun memutuskan untuk masuk dan ikut campur dengan Seo Xiqin yang mengikutinya dari belakang.
“Hmmm, aku harus mendapatkan benda itu karna jika intuisiku benar maka benda itu pasti akan sangat membantuku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengann senyum jahat dengan pemikiran yang buruk.
“Apakah kalian tidak memiliki pearasaan malu sedikitpun saat menganiaya dua orang wanita yang salah satunya bahkan sudah tidak muda lagi?” sindir Li Yuchen sambil berjalan masuk ke dalam halam dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
Orang-orang yang datang awalnya takut mendengar nada suara yang terdengar sangat kuat ikut campur dalam urusan mereka tapi saat orang tersebut melihat Li Yuchen yang muncul tidak ada rasa takut justru pandangan merendahkan ditunjukkan kepada Li Yuchen secara pasti.
“Hah! Aku kira siapa yang bicara tapi ternyata seorang sampah yang datang dan mencoba menolong Ibunya!” sindir pria itu dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
Li Yuchen yang ingin memberikan pelajaran kepada orang-orang yang telah melakukan kejahatan itu pun menghajar semuanya satu per satu.
Li Yuchen yang memukul wajah, perut, kaki dan beberapa tempat lainnya dalam waktu yang singkat dengan kecepatan yang tidak terbayangkan ternyata berhasil menumbangkan semuanya kecuali satu orang.
“Oh, waw! Sepertinya kau adalah Pemimpun mereka. Bagaimana aku harusnya memberimu pelajaran untuk semua ini?” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil menginjak pipi orang tersebut dengan pandangan yang tajam.
Sementara itu, Seo Xiqin yang selalu ada di samping Li Yuchen menyadari jika tugasnya bukanlah membantu Li Yuchen memberikan pelajaran kepada orang-orang tersebut pun berlari menghampiri Mo Yunhe yang terkejut.
“Ibu! Apa kau baik-baik saja?” tanya Seo Xiqin dengan suara yang lemah lembut dengan nada suara yang terdengar khawatir.
“Agh! Kau...” ucap Mo Yuchen yang tidak mengenal wajah Seo Xiqin pun menjadi bingung dengann kehadiran Seo Xiqin secara tiba-tiba.
__ADS_1
“Namaku Xiqin dan Margaku Seo. Aku adalah Seo Xiqin. Putri Tertua Keluarga Seo di Kota Jinlin. Menantu Kediaman Keluarga dan Istri Sah dari Li Yuchen. Tolong terima hormatku, Ibu Mertua!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang lembut dengan sikap yang sopan.
“Ti-tidak! Menantu tidak perlu sampai seperti itu!” ucap Mo Yunhe yang mencoba menghentikan Seo Xiqin untuk berlutut memberikan pernghormatan kepadanya dengan nada suara yang bergetar.
Mo Yunhe yang awalnya sangat takut dan cemas pun menjadi rileks kembali berkat Seo Xiqin yang kemudian memusatkan kembali pandangannya pada pertarungan Li Yuchen.
Li Yuchen yang tidak ingin menyisahkan satu semut yang akan menggigit lagi nantinya pun memutuskan memberikan semuanya pelajaran yang sangat berharga sehingga tidak akan ada seorangpun yang akan mencari masalah padanya dikemudian hari.
Li Yuchen yang menggunakan kemampuannya di bidang akupuntur pun menekan titik meridian yang dapat menghancurkan meridian seseorang dengan cara menginjak punggung pria tersebut dengan sangat keras hingga membuatnya memuntahkan darah segar.
Tidak hanya itu, Li Yuchen yang melihat ada beberapa kerikil yang bertebaran di dekatnya pun menghentakkan kakinya ke tanah dengan sangat keras lalu membuat beberapa batu kerikil tersebut terbang.
Li Yuchen yang menggunakan Energi Langit dan Bumi yang ada di sekitanya pun melemparkan batu kerikil tersebut ke setiap bagian tubuh dari orang-orang yang telah terbaring di tanah.
“Mulai sekarang tidak akan ada lagi yang akan datang kemari karena aku sudah membuat semuanya menjadi cacat!” ucap Li Yuchen dengan senyum jahat dengan suara yang rendah.
Li Yuchen yang telah selesai memberikan pelajaran kepada orang yang berhak mendapatkan hukuman pun berbalik arah menuju Mo Yunhe dan Seo Xiqin berada.
“Sui’er! Luo’er! Bereskan orang-orang bodoh ini!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
“Baik, Tuan Muda!” ucap Sui’er dan Luo’er secara bersamaan sambil menganggukkan kepala memberikan isyarat paham dengan ekspresi wajah yang patuh.
Dalam waktu singkat orang-orang yang membuat masalah pun telah menghilang tanpa jejak dan barang-barang yang berjatuh kemana-mana pun telah kembali ke posisinya semula.
Sementara itu, Li Yuchen yang tertarik dengann Batu Kristal yang sedang dipakai oleh Mo Yunhe pun akhirnya telah membuat keputusan untuk mengambilnya.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang sebenarnya terjadi pada orang tua li yuchen? apa yang akan dilakukan Li Yuchen untuk mendapatkan Batu Kristal Api milik Ibunya? Jawab di kolom komentar ya..