
Li Yuchen yang ternyata merasakan adanya Gejolak Aneh pada darahnya yang telah bercampur dengan Esensi Naga berpikir jika itu hanyalah Gejolak biasa.
Namun setelah semua informasi yang ucapkan Ye Zhin, Li Yuchen pun memiliki firasat yang buruk dengan yang akan terjadi di masa depan.
“Apakah ini ada hubungannya dengan Naga Hitam yang menjadi musuh Naga memberiku Esensi Darah Naga?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang kosong.
Ye Zhin yang melihat Li Yuchen yang terdiam sambil berpikir dengan sangat dalam membuat Ye Zhin menjadi salah paham.
“Bos! Kau pasti sangat sedih mendengar telah terjadi Serangan di Kota Jinlin dan Kota Kunlun tapi Bos jangan terlalu mencemaskan mereka. Aku dengan Kaisar telah meminta kedua Kota itu untuk pindah ke Kota terdekatnya yang lebih aman!” ucap Ye Zhin yang menatap Li Yuchen dengan ekspresi wajah terharu.
Li Yuchen yang mendengarnya sangat ingin menghajar Ye Zhin tapi ditahan olehnya dan lebih memilih mengusir Ye Zhin keluar.
“Hah! Kau sangat hebat membuat orang menjadi kesal. Sepertinya ini adalah bakat alamiahmu!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang sinis dan tajam.
“Terima kasih banyak, Bos untuk pujiannya!” ucap Ye Zhin dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bahagia yang membuat Li Yuchen mengusap kasar wajahnya.
“Aku ingin istirahat jadi keluarlah dari sini!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dingin dan ekspresi wajah yang terlihat garang.
Ye Zhin yang masih ingin bersama Li Yuchen dan menunjukkan hasil latihannya yang telah berhasil membuat Formasi yang diajarkan oleh Li Yuchen sebelumnya terpaksa harus menyerah melihat Li Yuchen yang sangat ingin istirahat.
“Baiklah, Bos. Aku akan kembali lagi nanti. Selamat istirahat Bos!” ucap Ye Zhin yang keluar dari Kamar Li Yuchen setelah Li Yuchen melepaskan Segel Formasi yang dibuatnya.
Li Yuchen yang penasaran dengan perasaan janggal yang dirasakannya saat di dalam Pagoda Giok Naga pun pergi ke Gunung Canghai sendirian.
“Aku harus memeriksa semuanya. Aku harus mencari tau yang terjadi sebenarnya!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan tekad yang kuat.
Sementara Li Yuchen keluar dari Akademi Yunlong, Pangeran Mahkota Su Lao yang telah menunggu seharian pun merasa sangat bosan dan datang sendiri ke Gedung Pelatihan tempat Li Yuchen melakukan Latihan Tertutup.
“Selamat datang, Yang Mulia Pangeran Mahkota!” ucap dua orang Prajurit Kekaisaran yang menunggu di pintu keluar dengan ekspresi wajah yang terkejut dan langsung memberikan salam saat melihat Pangeran Mahkota Su Lao datang.
“Apakah Tuan Muda Li belum keluar juga dari Ruang Pelatihannya?” tanya Pangeran Mahkota Su Lao dengan nada suara yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
“Benar, Yang Mulia!” ucap salah seorang Prajurit dengan nada suara yang tegas sambil berdiri dengan tubuh yang tegap.
Pangeran Mahkota Su Lao yang mendengarnya tiba-tiba menjadi curiga dan memutuskan untuk masuk ke dalam dan memeriksanya sendiri.
“Minggir! Aku ingin masuk ke dalam dan melihatnya langsung!” ucap Pangeran Mahkota Su Lao dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang kesal lalu mendorong salah seorang Prajurit Kekaisaran menjauh dan masuk ke dalam Gedung Pelatihan.
Pangeran Mahkota Su Lao yang melihat ada dua pintu Pelatihan dan dua orang Master yang berjaga pun tanpa pikir panjang berteriak menyuarakan pendapatnya.
“Dimana pintu Tuan Muda Li melakukan Latihan Tertutup?” tanya Pangeran Mahkota Su Lao dengan suara yang tinggi dengann sikap yang arogan.
Master Akademi Yunlong yang diperlakukan sangat tidak sopan oleh Pangeran Mahkota Su Lao pun membuat tak seorangpun Master Akademi Yunlong bicara.
“Apakah semua orang yang ada disini bisu sehingga tidak ada seorang pun yang bisa menjawab pertanyaanku?” tanya Pangeran Mahkoa Su Lao lagi dengan kata-kata yang sinis.
Pangeran Su Wang yang ikut bersama Pangeran Mahkota Su Lao pun langsung menghentikan sikap arogan Pangeran Mahkota dan meminta Murid dan Master Akademi Yunlong yang ada di Gedung Pelatihan bicara dengan baik-baik.
“Pangeran Mahkota! Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau berteriak-teriak dan bersikap sangat tidak sopan disini?” tanya Pangeran Su Wang dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang bingung.
“Lalu apakah kau berhasil bertemu dengannya?” tanya Pangeran Su Wang yang kemudian menarik nafas panjang menstabilkan emosinya yang meluap-luap menghadapi sifat dan sikap Pangeran Mahkota yang semena-mena.
“Tidak! A-aku...” ucap Pangeran Mahkota Su Lao dengan suara yang rendah dengan kata-kata yang tak bisa diselesaikan karena telah terpotong lebih dulu oleh Pangeran Su Wang.
“Apakah kau sudah bertanya pada orang-orang disini tentang Tuan Muda Li? Apakah dia sudah keluar dari Latian Tertutupnya atau belum?” tanya Pangeran Su Wang dengan nada suara yang sedikit dengan ekspresi wajah yang sedikit kesal.
“Hmm, aku sudah bertanya tapi tak ada seorangpun yang menjawabku!” ucap Pangeran Mahkota Su Lao dengan nada suara yang terdengar sangat kesal.
“Hah! Aku sudah bisa menduganya. Kau pasti memperlakukan mereka dengan tidak sopan lagi. Oleh karena itu tidak ada yang menjawab pertanyaanmu!” gumam Pangeran Su Wang dengan ekspresi wajah yang pasrah.
Pangeran Su Wang yang akhirnya mendapatkan jawaban yang diinginkannya pun memberitau Pangeran Mahkota Su Lao.
Pangeran Mahkota Su Lao yang marah karena dua Prajurit Kekaisaran yang berjaga di luar Bangunan Pelatihan ternyata tidak kompeten sehingga memutuskan untuk menghukum cambuk keduanya sebanyak lima puluh kali.
__ADS_1
Di sisi lain, Li Yuchen yang sampai di Gunung Canghai ternyata tidak sengaja bertemu dengan Han Tiange yang mendapatkan tugas dari Kaisar Su Yongkang untuk mencari informasi.
“Tuan Muda Li? Kenapa anda ada di sini?” tanya Han Tiange dengann suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut karena tidak menyangka akan bertemu dengan Li Yuchen.
Li Yuchen yang tidak pernah bertemu dengan Han Tiange ataupu memiliki ingatan tentang Han Tiange pun menatap bingung.
“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan alis yang mengkerut.
Han Tiange yang tidak datang sendiri melainkan membawa Putranya, Han Mouyun, pun tidak menyangka jika Han Mouyun memiliki sifat yang arogan.
“Sombong sekali kau! Berannya kau mengatakan hal itu kepada Ayahku! Apakah kau tidak mengenali Ayahku?” teriak Han Mouyun dengann suara yang lantang dengan mata yang melotot tajam serta ekspresi wajah yang marah dan kesal di saat bersamaan terlihat jelas di wajahnya.
“Diam! Cepat minta maaf pada Tuan Muda Li atau jangan berharap aku akan mendukungmu lagi!” ancam Han Tiange dengan suara yang tinggi yang membuat Han Mouyun terdiam dan menundukkan kepalanya lalu dengan cepat meminta maaf kepada Li Yuchen.
“Maafkanlah Putraku, Tuan Muda Li. Dia terlalu dimanja. Oleh sebab itu, sifatnya menjadi seperti sekarang!” ucap Han Tiange yang langsung menundukkan kepalanya tanpa rasa malu yang membuat Han Mouyun menjadi curiga dengan latar belakang Li Yuchen.
“Namaku adalah Han Tiange, Kepala Keluarga Han sekaligus Menteri Kiri. Senang bisa bertemu denganmu Tuan Muda Li!” ucap Han Tiange dengan suara yang rendah.
Li Yuchen yang telah mengetahui identitas Han Tiange pun tidak ingin memperpanjang masalah kecil itu lalu memutuskan untuk menanyakan sesuatu yang penting.
“Baiklah. Sebenarnya apa alasan Tuan Perdana Menteri kemari?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung tatapan mata yang curiga.
“Tujuanku sebenarnya sudah pasti bisa ditebak oleh Tuan Muda Li dan tolong jangan panggil saya dengan Tuan Perdana Menteri, panggil saja saya Paman Han!” Ucap Han Tiange dengan senyum yang lembut.
Li Yuchen yang tidak ingin terlihat terlalu akrab dengan Han Tiange pun memutuskan untuk memanggil Han Tiange dengan Tuan Han.
“Tidak masalah. Lalu apakah Tuan Han sudah mendapatkan informasi yang berguna sejauh ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang tajam.
“Tentu saja. Apakah Tuan Muda Li mau mendengarnya?” tanya Han Tiange dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bersahabat yang membuat Li Yuchen meningkatkan kewaspadaannya.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Han Tiange memiliki niat yang buruk kepada Li Yuchen? Lalu informasi apa yang didapatkan oleh Han Tiange? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..