
Li Yuchen yang menunggu kedatangan Seo Xiqin dan juga ketiga Pelayannya di Penginapan pun mengunci pintu kamarnya dan memasuki Giok Naga Hijau Emas yang ada di dalam tubuhnya.
“Hmmm, telur ini telah ada di sini cukup lama tapi masih belum menetas juga. Aku harap cara ini dapat berhasil!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah sambil mengangkat telur yang ada di tanah ke dalam pelukannya.
Li Yuchen yang berjalan menuju ke Pagoda pun masuk ke dalam dan meletakkan Telur Burung Phoenix di tengah ruangan dan menyusun ketujuh Kristal Biru yang didapatkannya dari Walikota Ma di dekat Telur.
Li Yuchen yang menyusun Ketuju Kristal Biru membentuk Pola Bintang Brahma pun mengalirkan Energi yang ada di dalam tubuhnya untuk mengaktifkan Pola tersebut.
“Pola Bintang Brahma dapat meningkatkan kekuatan orang yang ada berada di Pusat Pola satu hingga dua kali lipat. Jika aku menggunakan Pola ini untuk mengalirkan energi Surga dan Neraka yang sangat banyak di dalam Pagoda ini. Aku yakin Telur ini pasti akan segera menetas.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang senang dengan tatapan mata yang penuh harap.
“Aku telah melakukan yang bisa aku lakukan. Sekarang waktunya menunggu sampai telur itu merasakan cukup energi dan menetas sendiri!” ucap Li Yuchen dengan eksprei wajah yang serius dengan nada suara yang penuh keyakinan.
Li Yuchen yang masih memiliki satu benda lagi yang didapatkannya dari Perjanjian dengan Jenderal Nanggong Tianyi pun mengeluarkan Pedang Bulan Sabit dan mengayunkannya beberapa kali ke kiri dan ke kanan.
“Hmmm, pedang ini sangat bagus karena merupakan Harta yang sangat langka tapi sayang kau harus aku korbankan hari ini!” ucap Li Yuchen sambil meletakkan tangannya di dagu sambil memikirkan cara untuk menghancurkan Pedang Bulan Sabit.
Li Yuchen yang khawatir jika Seo Xiqin akan segera kembali pun mengeluarkan Pedang milik Seo Xiqin yang rusak yang disimpannya dan meletakkannya di samping Bulan Sabit.
Li Yuchen yang tidak terbiasa menggunakan Kekuatannya untuk membentuk Sebuah Senjata pun menjadi sangat gugup.
“Hah! Di kehidupan yang lalu, membuat Sebuah Senjata di Level Surgawani sangatlah mudah tapi sekarang sepertinya untuk membuat Senjata di Level Langit terlihat sangat sulit!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menarik nafas panjang.
Li Yuchen yang mengeluarkan Api Berapi Hitam miliknya pun memparnya ke arah Pedang Bulan Sabit dan melelehkannya dan mengambil Esensi Pedangnya.
Li Yuchen yang kesulitan mengatur panas dari Api Berapi Hitam pun terpaksa harus meminum sebotol Pil Penyembuh untuk memulihkan Energinya yang telah banyak hilang dalam Proses Pengontrolan.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama akhirnya Li Yuchen pun berhasil meleburkan semua Pedang Bulan Sabit dan memasukkan Esensi Pedang tersebut ke Pedang milik Seo Xiin.
Li Yuchen yang melihat mulai adanya perubahan bentuk pada Pedang milik Seo Xiqin pun mulai memfokuskan pikirannya untuk menentukan fisik dari Pedang tersebut di masa depan.
Li Yuchen yang lebih menyukai Pedang yang ringan tapi kuat dan elegan tapi mematikan untuk menjadi Pedang pribadi Seo Xiqin pun akhirnya berhasil membentuk Pedang tersebut sesuai dengan keinginan.
“Hah! Hah! Hah! Akhirnya aku berhasil juga!” ucap Li Yuchen dengan nafas yang tidak teratur dengan ekspresi wajah yang kelelahan dengan keringat yang sangat banyak mengalir dari dahi ke pipinya..
“Aku yakin Qier pasti akan menyukai Pedangnya nanti tapi aku harus istirahat sebentar. Aku telah menghabiskan banyak energi!” gumam Li Yuchen yang terbaring di Lantai Satu Pagoda sambil menatap Telur Burung Phoenix yang masih menyerap Energi Surga dan Neraka.
Perbandingan waktu tujuh hari di dalam Pagoda sama dengan satu hari di Dunia Nyata membuat Li Yuchen tidak merasa cemas saat tertidur di dalam Pagoda dalam waktu yang lama.
“Hoooaammm! Sudah berapa lama aku tertidur? Rasanya tubuhku sangat ringan dan juga sehat. Sepertinya ini juga karena sirkulasi Energi Langit dan Bumi serta Energi Surga dan Neraka yang sangat banyak di dalam Pagoda.” Gumam Li Yuchen yang duduk di tempatnya dengan ekspresi wajah yang bersemangat.
Li Yuchen yang melihat jika Telur Burung Phoenix tidak menunjukkan tanda-tanda akan menetas dalam waktu dekat pun memutuskan untuk kembali ke Dunia Nyata.
“Chen gege! Apakah kau ada di dalam?” tanya Seo Xiqin dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bingug dan cemas.
“Masuklah, Qier!” jawab Li Yuchen yang terduduk dengan santai di atas tempat tidur dengan wajah yang masih mengantuk karena saat Li Yuchen memasuki Giok Naga Hijau Emas, tubuh yang ditinggalkan akan berada pada mode tidur.
Seo Xiqin yang masuk secara perlahan pun meletakkan beberapa barang belanjaannya di atas meja dan berjalan mendekati Li Yuchen yang masih mengantuk.
“Maafkan Qier yang sudah mengganggu waktu istirahat Chen gege. Qier hanya ingin memberikan ini kepada Chen gege!” ucap Seo Xiqin sambil membawa satu set pakaian pria ke hadapan Li Yuchen.
Li Yuchen yang tidak pernah mendapatkan hadiah apapun dari oran-orang termasuk dari ketiga selirnya di masa lalu pun menjad sangat teharu.
__ADS_1
“Hmmm, Qier melihat pakaian ini di Toko Pakaian Meili dan menurut Qier, Chen gege akan terlihat semakin tampan dan berkarisma jika memakai pakaian ini.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Li Yuchen yang mengingat dengan profit yang akan selalu didapatkannya dari Toko Pakaian Meili pun menatap Seo Xiqin dengan serius.
“Ada apa, Chen gege? Apakah kau tidak menyukai hadiahnya?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang cemas, khawatir dan takut di saat bersamaan dengan tatapan mata yang kebingungan.
“Tidak! Bukan itu!” ucap Li Yuchen yang langsung membantah perkataan Seo Xiqin karena tidak ingin membuat Seo Xiqin kecewa.
“Chen gege hanya penasaran, apakah Pelayanan di Toko Pakaian Meili ramah pada Qier?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Bukan ramah tapi lebih ke terlalu berlebih seperti Qier adalah Tamu VVIP atau Pemegang Saham dari Toko Pakaian Meili. Semua orang menatap, menyanjung dan melayani Qier terlalu berlebihan!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang canggung.
“Baiklah. Chen gege mengerti. Sebenarnya Toko Pakaian Meili adalah salah satu sumber penghasilan kita karena Toko tersebut setengahnya telah menjadi milik Chen gege!: ucap Li Yuchen dengan santai dengan ekspresi wajah yang canggung.
“Apa?” teriak Seo Xiqin dengan sangat keras dengan ekspresi wajah terkejut dengan tatapan mata yang tidak percaya.
Li Yuchen yang tidak memfokuskan perbincangan mereka pada kekayaan milik Li Yuchen. Li Yuchen memilih mengeluarkan Pedang yang telah dibuatnya.
“Ini adalah Pedang Qier yang telah Chen gege perbaiki. Qier bisa meneteskan darah pada Pedang tersebut dan memberinya nama.
“Hmmm, karena Pedang ini adalah ringan dan nyaman untuk dibawa kemanapun dan digunakan maka aku akan memberinya nama Pedang Ice Snow Ball!” ucap Seo Xiqin dengan sneyum yang ceria sambil berdiri dan menggerakkan Pedang tersebut ke kiri dan kanan berulang kali.
“Chen gege! Pedang ini sangat bagus. Terima kasih!” ucap Seo Xiqin dengan wajah yang memerah sambil mencium pipi Li Yuchen secara singkat.
Li Yuchen yang seakan haus akan sentuhan dari Seo Xiqin pun menarik Seo Xiqin mendekat setelah mendapatkan ciuman dengan ekspresi wajah yang bahagia lalu mencium bibir Seo Xiqin dengan sangat lembut dan panas.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah Telur Burung Phoenix itu aka segera menetas? Apakah Li Yuchen akan berhasil membantu Walikota Ma dan Jenderal Nanggong Tianyi? Tebak di kolom komentar ya