
Mo Hao yang merupakan Kepala Keluarga Li terdahulu yang mengundurkan diri dari posisinya melakukan Pelatihan Tertutup dan saat dirinya baru saja keluar dari Latihan tertutupnya selama hampir satu pun langsung menuju ke Kediaman Keluarga Li setelah mendengar yang terjadi pada Li Yuchen dari Pelayan Setianya.
Mo Hao yang tidak sengaja mendengar perkataan Li Zui di Atas Arena Pertandingan dengan Li Yuchen yang menjadi lawannya pun tidak bisa menahan amarahnya sehingga memutuskan untuk turun dan melawan Li Zui.
“Kepala Keluarga Li yang baru ternyata sangat sombong dan arogan. Dia dengan berani menantang semua orang untuk melawannya. Apakah Kepala Keluarga Li pikir jika orangtua ini sudah tidak ada lagi?” tanya Pria Tua yang terbang turun ke bawah dengan nada suara yang sinis dan tatapan mata yang dingin.
Li Zui yang mengenali sosok pria tua tersebut pun menjadi sangat terkejut dan tanpa sadar bergerak mundur ke belakang satu langkah.
Di saat yang sama, Li Yuchen yang melihat sosok Mo Hao dengan jenggot putih berdiri di depannya pun merasakan ada perasaan yang aneh pada tubuhnya tapi tidak ada kenangan apapun yang terlintas di kepalanya.
“Siapa pria tua ini? Wajahnya sangat tidak asing dan aku merasakan sebuah kerinduan di hati kecil ini.” Gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah bingung dan penasaran di saat bersamaan.
Namun, Mo Hao yang melihat orang-orang yang dikenalnya berada di sekitarnya pun terdiam dan saat melihat Li Yuchen yang melihatnya dengan ekspresi wajah yang sangat asing saat melihatnya membuat Mo Hao menggeretakkan giginya karena kesal.
Lalu saat Li Yuchen masih mencoba untuk mengingat wajah pria yang berdiri di depannya, Mo Yunhe yang sangat mengenal sosok pria itu pun langsung berlari ke depan Arena.
“Ayah!” panggil Mo Yunhe dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang cerah.
“Ayah? Itu berarti pria ini adalah Kakekku. Jadi karena itu aku merasa sangat familiar dengan wajahnya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang lurus ke depan.
Mo Hao yang mendengar seseorang memanggilnya dengan nada suara yang ceria pun berbalik dan langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi dingin ketika mengetahui bahwa yang memanggilnya adalah Mo Yunhe.
Lalu Mo Tianlang yang merupakan Kepala Keluarga Mo yang sekarang melihat Ayahnya, Mo Hao telah keluar dari Pengasingan dan telah berada di Arena Pertandingan pun turun dari tempat duduknya dan langsung menyambut kedatangan Mo Hao.
“Ayah!” panggil Mo Tianlang dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.
Mo Hao yang mengalihkan pandangannya ke arah Mo Tianlang yang datang menemuinya pun berubah kembali menjadi sangat gelap.
“Hah! Aku tidak berurusan dengan kalian berdua sekarang karena aku memiliki urusan lain yang jauh lebih penting dan saat urusanku selesai. Kalian harus memberikan penjelasan padaku dan jika penjelasan itu tidak memuaskan maka jangan salahkan aku melakukan sesuatu pada kalian!” ancam Mo Hao dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang tegas serrta tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Mo Yunhe dan Mo Tianlang yang merasakan kemarahan Mo Hao pun langsung menjadi takut dan wajah keduanya pun berubah menjadi pucat.
Mo Hao yang berbalik arah pun berjalan ke arah Li Yuchen dan berdiri di hadapannya dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Kau telah menjadi pria dewasa sekarang. Kakek sangat bangga padamu dan yang disini serahkan saja pada Kakek!” ucap Mo Hao sambil menepuk pundak Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang tulus.
Li Yuchen yang menyadari perasaan tulus Mo Hao yang sebenarnya padanya pun menjadi sangat senang dan menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang percaya.
“Pemilik tubuh! Ternyata masih ada orang yang tulus padamu dan menerima semua kekuranganmu seperti Qier! Aku berjanji akan menjaga mereka berdua untukmu dan semoga tenang disana!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang tulus.
Mo Hao yang berdiri di hadapan Li Zui pun mengalirkan semua Energi yang ada di dalam tubuhnya dan menunjukkan hasil Latihan Tertutupnya selama satu tahun ini.
“Aaarrgghhh!” teriak Mo Hao dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang berubah serius.
Semua orang yang mengetahui bahwa terdapat perbedaan dua tingkat pada Kultivasi keduanya pun langsung menyuarakan pendapatnya yang akhirnya membuat Arena Pertandingan menjadi ramai kembali.
Ketua Xingchen dan Ketua Molei yang berada di Arena pun kembali ke tempat duduknya dan menunggu hasil pertandingan ekspresi wajah yang cemas.
Di sisi lain, Wei Lan yang datang bersama Ayahnya pun menatap Li Yuchen yang telah berada di tempat penonton dan berdiri di samping Seo Xiqin pun menatap dengan tatapan mata yang cemburu.
“Tidak ada barang apapun yang tidak bisa aku miliki termasuk Pria. Meskipun kau telah menjadi milik wanita lain tapi aku pasti bisa merebutnya!” ucap Wei Lan dengan tekad yang kuat dan ekspresi wajah yang serius.
Mo Hao yang mendengar semua kejahatan Li Zui pada Li Yuchen pun menjadi sangat marah sehingga membuat Mo Hao pun maju meluncurkan serangan tiap serangan pada Li Zui.
Li Zui yang terus dipaksa berada dalam posisi bertahan pun menggertakkan giginya dengan sangat kuat dan saat Li Zui tau jika perbedaan Kekuatan keduanya adalah dua tingkat membuat Li Zui merasa frustasi.
“Sial! Kenapa orang tua ini harus keluar dari pengasingannya di saat seperti ini?” tanya Li Zui pada dirinya sendiri dengan suara yang rendah sambil terus bergerak menahan setiap serangan agresif Mo Hao.
“Energiku telah terkuras saat menghentikan Api Berapi Hitam milik Li Yuchen dan jika aku terus melawannya dalam posisi bertahan maka aku pasti akan kalah karena kelelahan!” ucap Li Zui dalam hati dengan ekspresi wajah yang kebingungan.
__ADS_1
“Tidak! Aku tidak boleh kalah! Aku harus melakukan sesuatu!” ucap Li Zui dengan suara yang kecil dengan tatapan mata yang tajam.
Li Zui yang pernah mengalahkan Li Chuan yang berada satu tingkat di atasnya saat Duel beberapa bulan yang lalu dengan berbuat curang pun berniat melakukan hal yang sama saat bertanding melawan Mo Hao.
Li Zui yang mengeluarkan Pedang Pusaka tingkat Langit miliknya dari dalam Tas Qiankun pun menyerang Li Zui dengan setengah kekuatannya.
“Rasakan ini! Tebasan Ombak Darah!” teriak Li Zui yang mengayunkan pedangnya ke arah Mo Hao dan seketika kumpulan Energi yang berbentuk darah pun keluar dan menyerang Mo Hao.
Mo Hao yang tidak ingin diam saja pun menghentikan serangan Li Zui dengan Tombaknya yang merupakan Pusaka Langit tingkat Tinggi dan akhirnya Energi itu pun hancur tanpa jejak.
“Apakah ini yang kau sebut serangan? Sangat lemah!” ucap Mo Hao dengan nada suara yang merendahkan dan tatapan mata yang meremehkan.
Li Zui yang mendengarkan kata-kata merendahkan dari Mo Hao pun tersenyum sinis dan merasa jika ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk mengalahkan Mo Hao.
“Hah! Benarkah? Kalau begitu rasakan ini!” ucap Li Zui dengan suara yang sangat keras dengan senyum jahat sambil mengeluarkan sebuah jurus yang diarahkan ke arah Mo Hao.
Mo Hao yang meremehkan lawannya pun maju ke depan dan melawan serangan Li Zui dengan tombaknya lalu tiba-tiba padangan Mo Hao pun menjadi kabur seketika setelah menghancurkan jurus Li Zui.
Li Yuchen yang menyadari jika Li Zui bersikap tidak biasa pun menatap curiga kepada Li Zui dan saat Li Zui melancarkan aksinya, Li Yuchen yang tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Mo Hao pun bergerak dengan cepat menolongnya.
“Kakek! Menyingkirlah! Serahkan b******n ini padaku!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras sambil bergerak dengan cepat berdiri di antara Li Zui dan Mo Hao.
Li Yuchen yang mengetahui bahwa Li Zui telah meracuni Mo Hao dengan sesuatu pun menatap Li Zui dengan tatapan mata yang tajam dan tanpa pikir panjang memukul dada Li Zui dengan seluruh kekuatannya hingga membuat Li Zui memuntahkan darah.
Li Fan dan Li Ouyang yang telah pulih meskipun tidak seratus persen pun berteriak dengan sangat keras dan menghampirinya saat melihat kondisi Li Zui.
“Ayah!” teriak Li Ouyang dan Li Fan secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Li Yuchen berhasil menyembuhkan Mo Hao yang terkena racun? Lalu apa yang akan dilakukan Li Yuchen pada Li Zui setelah mengetahui semua kejahatannya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...