Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 224. Pelajaran untuk Li Fan


__ADS_3

“Jika Tetua Li bersedia memberikan arahan kepada Anggota Menara Formasi Shinzu yang membutuhkan bantuan selama satu hari saja maka Manara Formasi Shinzu bersedia memberikan dukungan penuhnya kepada Tetua Li.” Ucap Ketua Xingchen dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang bahagia.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Ketua Xingchen pun tersenyum senang dan menatap Ketua Xingchen dengan ekpsresi wajah yang percaya diri.


“Baiklah. Jika itu yang Ketua Xingchen inginkan maka aku setuju tapi aku akan memberikan pengarahan setelah Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li selesai. Apakah Ketua Xingchen setuju?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang lembut.


“Tentu saja.” Ucap Ketua Xingchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang sangat lebar.


Setelah mendapatkan keinginannya, Li Yuchen pun meninggalkan Menara Formasi Shinzu dan kembali menuju ke rumah orangtuanya.


Namun, Tetua Xingchen yang masih berada di dalam ruangannya dan melihat Li Yuchen yang berjalan menjauh pun memanggil muridnya.


“Guru, apakah kau memanggilku?” tanya seorang pria muda dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang jernih.


“Apakah kau melihat pria yang memakai jubah hitam itu, Shen ?” tanya Ketua Xingchen kepada muridnya dengan ekspresi wajah yang tidak dapat dijelaskan dengan tatapan mata waspada.


“Ya, Guru.” Jawab Master Shen dengan singkat dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.


“Aku ingin kau mewaspadainya dan jangan pernah menyinggungnya karena dia bukanlah orang yang dapat kau jadikan musuh jika tidak maka nyawamu akan melayang saat itu juga!” ucap Ketua Xingchen dengan ekpsresi wajah yang serius menatap Master Chen.


“Siapa dia sebenarnya, Guru?” tanya Master Shen yang penasaran dengan nada suara yang ingin tau.


“Dia adalah Tetua Kehormatan Li dari Kota Xilin dan juga yang telah membuat Formasi Bintang Lima di Kota Xilin beberapa waktu lalu! Ingat ucapanku! Jangan sampai kau lupakan! Bilapelu kau harus bisa membuat Tetua Li berhutang budi padamu!” ucap Ketua Xingchen dengn ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


“Murid akan selalu mengingat kaa-kata guru dan tidak akan melupakannya!” ucap Master Chen dengan kepala tertunduk ke bawah dengan patuh.


Sementara itu, Li Yuchen yang dalam perjalanan menuju ke rumah orangtuanya tidak menyangka jika dapat melihat sesuatu yang akan membuat darahnya mendidih.


“Pelayan Tua rendahan sepertimu bisa keluar ke jalanan utama dengan membawa uang yang sangat banyak pasti telah melakukan pencurian!” ucap seorang Pria muda dengan tatapan mata yang sinis.


“Ti-tidak! Saya tidak mencuri!” ucap Bibi Bai dengan ekpsresi wajah yang ketakutan dengan nada suara yang gagap dengan keringat yang terus mengalir ke pipinya.

__ADS_1


“Tidak mungkin! Jika kau tidak mencuri lalu bagaimana kau bisa memiliki uang sebanyak itu?” tanya pria muda itu dengan tatapan mata yang curiga.


“Pamanku tercinta terbaring di tempat tidur dan Bibiku yang cantik... Hmmm, apakah Bibiku sudah mengganti pekerjaannya sekarang sebagai...” ucap pria itu dengan ekspresi wajah yang curiga dengan tatapan mata yang merendahkan.


Bibi Bai yang tidak menerima penghinaan yang diberikan Pria yang berdiri di depannya meskipun pria muda tersebut memiliki status yang lebih tinggi darinya.


“Tidak! Madam tidak pernah melakukan hal itu! Tuan Muda Li Fan tidak boleh mengatakan hal yang akan membuat orang curiga seperti itu!” teriak Bibi Bai dengan ekpsresi wajah yang kesal dengan nada suara yang tinggi.


Li Fan yang mendengar nada suara yang tinggi dari Bibi Bai pun menjadi sangat marah sehingga menampar wajah Bibi Bai dengan sangat keras.


Luo’er melihat bibir Bibi Bai terluka hingga mengeluarkan darah pun mengeluarkan Pil Penyembuh tingkat Satu miliknya dan menyerahkannya pada Bibi Bai.


“Bibi Bai, makanlah Pil ini. Ini akan menyembuhkanmu dalam waktu yang cepat!” ucap Luo’er dengan percaya diri.


“Ta-tapi...” Bibi Bai yang tidak mau meminum Pil yang sangat berharga yang diberikan oleh Luo’er mencoba untuk menolak tapi akhirnya meminumnya setelah Luo’er mengatakan jika dirinya adalah Master Alkemia juga dan dapat membuat Pil ini lagi dengan mudah.


Sui’er yang tidak tahan dengan sikap Li Fan yang sangat sombong dan semena-mena kepada Bibi Bai yang baik hati pun menyerangnya dengan pedangnya dan mengeluarkan cahaya berwarna oranye yang sangat pekat saat pedangnya diayunkan.


Li Fan yang telah mencapai tingkat Langit tidak merasakan tekanan apapun dari serangan Sui’er sehingga membuatnya dapat dengan mudah menghancurkan serangan Sui’er dan menyerangnya balik dengan tinju yang diarahkannya ke dada Sui’er.


“Pelayan rendahan sepertimu berani mengajariku! Biarkan Tuan Muda ini memberimu pelajaran!” ucap Li Fan dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan tawa yang keras dengan tatapan mata yang merendahkan.


Sui’er yang mendapatkan pukulan yang kuat dari Li Fan mundur ke belakang dengan sangat jauh hingga menabrak penjual buah.


Li Fan yang masih belum puas menghajar Sui’er pun maju ke depan dan melayangkan tendangannya ke arah Sui’er yang masih belum siap.


Li Yuchen yang hanya berdiri di ujung menjadi semakin kesal dan marah saat orang-orangnya dihajar begitu saja di depan matanya oleh orang-orang yang selama ini menyengsarakan orangtua pemilik tubuhnya.


Li Yuchen yang masih memakai jubah hitam yang sangat panjang hingga menutup kepalanya pun maju ke depan menahan serangan kaki Li Fan dengan satu tangan.


Li Fan yang menyadari jika tendangannya tertahan oleh orang yang tidak dikenal pun menyerang Li Yuchen yang dapat ditahan Li Yuchen dengan mudah hingga membuat Li Fan yang awalnya sangat sombong harus mundur ke belakang dalam posisi bertahan.

__ADS_1


“Siapa kau? Beraninya kau ikut campur urusan Keluarga Li! Apa kau ingin menjadi musuh Keluarga Li?” teriak Li Fan dengan sangat keras sambil menunjuk ke arah Li Yuchen.


“Hah! Keluarga Li! Hahahaha....” ucap Li Yuchen dengan nada merendahkan dengan tawa yang sangat keras hingga membuat Li Fan menjadi semakin emosi.


Li Fan yang tidak terima saat nama Keluarganya dihina dihadapannya pun mengeluarkan tombaknya yang tersembunyi di dalam Tas Qiankunnya.


“Aku akui kau cukup hebat karena berhasil menahan tendanganku tapi kau tidak akan bisa menahann serangan tombakku ini!” ucap Li Fan dengan ekspresi wajah yang bangga dengan nada suara yang percaya diri.


“Kau tidak akan bisa bertahan dengan Benda Pusaka tingkat Langit milikku ini! Jadi sekarang terimalah hukumannya karena telah merendahkan Keluarga Li!” ucap Li Fan dengan sangat keras dengan mata yang terbuka lebar.


Li Fan yang menggerakkan tombaknya ke arah Li Yuchen dengan sangat cepat pun mengeluarkan energi berwarna putih dengan hembusan angin yang sangat kuat.


Energi yang dihasilkan dari gerakan tombak Li Fan ternyata sangat kuat hingga dapat menyayat apapun yang terkena serangan itu.


Li Fan yang sangat percaya jika jurusnya dapat menghancurkan tubuh Li Yuchen dan orang-orang yang ada di sekitarnya hingga berkeping-keping pun tertawa dengan sangat keras.


Namun hal itu hanya imajinasi Li Fan, Li Yuchen yang tidak melakukan gerakan apapun ternyata membuat Sebuah Segel Formasi Perlindungan untuk menahan semua serangan dari Li Fan.


“Aktifkan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam menatap Li Fan di balik jubahnya.


Li Fan yang melihat adanya tembok transparan yang tiba-tiba muncul dihadapannya tepat setelah sebuah Pola Formasi muncul diatasnya pun menjadi sangat terkejut.


Li Fan yang melihat setiap serangannya yang sangat kuat itu dapat ditahan dengan mudah oleh Li Yuchen tanpa melakukan gerakan apapun ataupun menggunakan Kertas Segel Formasi pun menjadi ketakutan.


“Ti-tidak mungkin! Si-siapa kau sebenarnya? Kenapa kau menolong pelayan rendahan ini?” ucap Li Fan dengan ekspresi terkejut dengan wajah yang berubah biru putih pucat dengan nada suara yang gagap dan tubuh yang bergetar.


Li Yuchen yang tidak perduli dengan perkataan Li Fan pun menoleh ke belakang dan berjalan menuju ke arah Sui’er.


Li Yuchen yang melihat lengan kanan Sui’er yang patah disebabkan oleh pukulan Li Fan pun merasa sangat kesal dan menoleh ke belakang tempat Li Fan berdiri yang akhirnya membuat Li Fan ketakutan dengan pandangan Li Yuchen hingga jatuh terduduk ke belakang dengan wajah yang takut.


Bersambung

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Li Yuchen pada Li Fan ya? Apakah Li Fan akan berhasil selamat dari tangan Li Yuchen? Lalu apakah lengan Sui’er bisa sembuh seperti semula? Baca kelanjutannya di BAB selanjutnya ya...


__ADS_2