
Sui'er yang memiliki tempramen yang buruk dan suka meledak-ledak tidak bisa menerima dengan ikhlas perktaan Seo Xiqin yang sangat memiliki hati yang baik.
“Tapi Nona...” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang kesal dan tidak terima dengan perkataan Seo Xiqin.
“Aku tau kau marah dan tidak suka tapi apa yang kau ingin aku lakukan? Apakah kau ingin aku marah-marah dan memukulnya? Lalu, apa kau berfikir apa yang akan terjadi selanjutnya? Tidak akan ada hasil yang baik jika mengikuti ego di saat sedang marah.” Ucap Seo Xiqin dengan bijaksana dengan ekspresi wajah yang datar.
Sui'er yang tidak bisa menjawab perkataan Seo Xiqin lagi hanya bisa diam dan pasrah sambil menundukkan kepalanya.
“Nona, mau kita apakan hadiah dari Nona Wan’er?” tanya Luo’er dengan ekspresi wajah yang bingung sambil melihat kain yang diberikan Seo Wan’er kepada Seo Xiqin.
“Bawa masuk dan lihat apakah kain itu bisa dipakai dan dibuat sesuatu atau tidak? Jika tidak maka bakar saja.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang datar dan nada bicara yang tidak perduli.
“Baiklah, Nona!” ucap Luo’er dengan nada bicara yang patuh sambil menganggukkan kepala dan mengangkat lalu membawa kotak kain itu ke dalam rumah.
“Istriku adalah wanita yang bijaksana dan sangat baik hati. Aku sepertinya menemukan Istri yang sangat tepat.” Ucap Li Yuchen dengan senyum lembut dan penuh perhatian dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Li Yuchen yang tidak mempedulikan Seo Wan’er lagi pun turun dari atas pohon dan pergi menemui Seo Xiqin yang sedang duduk sendiri.
“Sepertinya Istriku sangat tau caranya bersantai.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lembut dan senyum yang hangat sambil berjalan dengan anggun ke arah Seo Xiqin.
“Tuan Muda Li.” Ucap Seo Xiqin yang langsung berdiri saat melihat kedatang Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terkejut.
“Jangan terlalu formal padaku, bukankah sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang ramah sambil menatap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang penuh dengan perhatian.
“Aku tidak menyangka jika Istriku sangat pandai memasak. Sepertinya aku harus memberikan hadiah untuk sarapan pagi ini.” Ucap Li Yuchen dengan sengaja sambil tertawa kecil dengan ekspresi wajah yang bahagia.
__ADS_1
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen menjadi sangat terkejut dan bingung di saat bersamaan sambil menatap Li Yuchen dengan tatapan aneh.
“Jangan menatapku seperti itu? Jika kau melakukannya aku akan menjadi sangat malu.” Ucap Li Yuchen dengan jujur sambil senyum dengan sangat lembut ke arah Seo Xiqin.
Li Yuchen yang berniat memberikan Hadiah Pernikahan untuk Seo Xiqin secara langsung pun berjalan ke arah halaman yang kosong dan mengeluarkan semua Hadiah Pernikahan yang telah dipersiapkan khusus untuk Seo Xiqin.
“Maaf aku hanya bisa memberikan Hadiah Pernikahan ini padamu. Aku harap kau bersedia menerima semuanya, Calon Istriku.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang memuja sambil berdiri di samping belasan peti besar yang berisikan Hadiah Pernikahan.
Sui’er dan Luo’er yang melihat adanya hal aneh di halaman luar pun bergegas keluar dan menjadi sangat terkejut saat melihat langsung yang telah terjadi.
“No-Nona... I-Ini....” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan nada suara yang gagap sambil melihat semua barang-barang mewah dan berkualitas tinggi yang ada di depannya.
“Nona...” panggil Luo’er dengan nada suara yang bingung sambil menatap wajah Seo Xiqin yang sama bingungnya dengannya.
Seo Xiqin yang tidak menyangka mendapatkan Hadiah Pernikahan dari Li Yuchen setelah di hari kedatangannya Li Yuchen tidak membawa apapun.
“Ini tidak berlebihan justru aku merasa semua ini masih belum cukup.” Ucap Li Yuchen dengan jujur dengan nada bicara yang santai sambil mengosok dagunya.
“Hah!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang seperti orang yang kehilangan kendali dirinya dengan mata yang terbuka lebar.
“Aku berencana untuk memberimu Hadiah Pernikahan yang lebih dari ini tapi karena waktunya tidak cukup jadi hanya ini yang bisa aku berikan saat ini.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang polos sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Seo Xiqin yang mendengar pernyataan jujur dari Li Yuchen pun menjadi teringat akan kejadian di masa lalu.
“Di kehidupanku sebelumnya, Tuan Muda Li juga datang ke Kediaman Keluarga Seo untuk meminta Calon Istrinya dan aku juga tidak pernah mendengar tentang Hadiah Pernikahan darinya. Jika pernikahan ini juga diterima oleh Seo Wan’er apakah semua Hadiah Pernikahan ini akan diberikan kepadanya.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang tiba-tiba berubah menjadi buruk.
__ADS_1
“Hah! Itu bukan urusanku. Aku tidak boleh terpaku pada Kehidupan Masa Lalu karena fokusku adalah merubah nasibku selanjutnya.” Ucap Seo Xiqin dengan mata yang menatap tajam ke arah semua hadiah yang ada di depan matanya sambil tersenyum lembut.
“Terima kasih untuk semua Hadiah Pernikahan yang telah diberikan. Xiqin sangat berterima kasih kepada Tuan Muda Li.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang ramah dan wajah yang ceria.
“Tidak perlu berterima kasih. Bukankah ini seharusnya yang dilakukan Pihak Pria jika ingin meminang Wanitanya.” Ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang terdengar gugup dengan senyum yang kaku.
“Maafkan aku yang tidak langsung menyerahkan Hadiah Pernikahan di hari pertama kedatanganku karena aku merasa sepertinya akan ada hal buruk yang akan terjadi jika aku melakukannya saat itu juga.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil tersenyum lembut ke arah Seo Xiqin.
Sui’er dan Luo’er serta Seo Xiqn yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi mengerti alasan sebenarnya dari tindakannya itu.
“Jadi dia sengaja untuk tidak meberikannya di saat dirinya datang karena khawatir jika lamarannya akan ditolak tapi seluruh hadiah yang telah disiapkannya bisa saja diambil begitu saja.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan perasaan yang tidak menentu.
“Agh, ini pasti karena Ibu Tiri Nona.” Ucap Sui’er dengan spontan dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengangguk-anggukkan kepalanya berulang kali.
“Benar. Aku juga befikiran yang sama.” Jawab Luo’er dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengemukakan pendapatnya yang biasanya tidak banyak bersuara.
“Apa maksud kalian?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung karena tidak menyangka jika pemikiran mereka berbeda.
“Apa maksud kalian?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung karena tidak menyangka jika pemikiran mereka berbeda.
“Tentu saja itu semua karena Ibu Tiri Nona. Aku dengar dari Pelayan Utama jika di dalam Aula Utama Nyonya Hun Yin terus mengungkit masalah Hadiah Pernikahan. Jadi aku fikir Tuan Muda Li pasti khawatir jika dirinya mengeluarkan Hadiah Pernikahannya saat itu juga maka semua hadiah yang telah dipersiapkan Tuan Muda Li secara khusus untuk Nona bisa saja diambil olehnya.” Ucap Sui’er dengan analisisnya yang sangat tepat.
Li Yuchen mendengar pekataan salah satu Pelayan Pribadi Seo Xiqin pun tertawa dengan sangat keras hingga membuat yang lain bingung.
#Bersambung#
__ADS_1
Ayo tebak, apa yang menyebabkan Li Yuchen tertawa? Kira-kira apa yang akan dilakukan Seo Xiqin bersama kedua pelayannya selanjutnya ya?