Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 378. Menolak Diperiksa


__ADS_3

Li Yuchen yang tau maksud dari Kaisar Qi dan Permaisuri You pun tersenyum kecil dan menundukkan kepala di awal lalu mengangkat kepalanya kembali.


“Saya bukanlah Dewa yang bisa melakukan hal ajaib seperti itu Yang Mulia. Saya perlu melihat kondisi orang yang sedang sakit terlebih dahulu lalu membuat diagnosa hasil.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lembut dengan senyum kecil tanpa memberikan provokasi menolak ataupun menerima permintaan Kaisar Qi.


“Jika Yang Mulia bersedia, mungkin saya bisa memeriksa kondisi Putra Mahkota terlebih dahulu!” ucap Li Yuchen yang memberikan tawaran kepada Kaisar Qi dengan senyum yang ramah.


Kaisar Qi yang tidak punya pilihan lain pun menganggukkan kepalanya dan memberikan perintah kepada Kasim Heon untuk mengantar Li Yuchen menuju kamar Putra Mahkota Qi Houran.


“Kasim Heon! Antar Tuan Muda Li menuju kamar Tuan Muda Li untuk bertemu Putra Mahkota Qi Houran! Biarkan Tuan Muda Li memeriksa kondisi Putra Mahkota Qi Houran!” ucap Kaisar Qi dengan nada suara yang tegas.


“Baik, Yang Mulia!” jawab Kaism Heon dengan segera sambil menundukkan kepalanya dan meminta izin untuk pergi lalu berjalan di depan memberikan arahan kepada Li Yuchen.


Li Yuchen yang diantar menuju Kediaman Putra Mahkota Qi Houran tidak menyangka jika akan melihat sangat banyak wanita cantik berada di sekitar Kediaman Putra Mahkota Qi Houran.


Kasim Heon yang menyadari bahwa tatapan mata Li Yuchen kepada semua wanita yang ada di sekitar Istana Kediaman Putra Mahkota Qi Houran pun menghembuskan nafas panjang.


“Putra Mahkota Qi Houran sangat menyukai wanita cantik jadi tidak heran jika di Istana ini akan ada banyak sekali wanita cantik!” ucap Kaisar Heon dengan nada suara yang sedikit tertawa tapi terlihat hambar.


“Mereka semua adalah wanita yang dibawa oleh Putra Mahkota Qi Houran ke Istana untuk dijadikan Istri, Selir ataupun Gundik! Mereka adalah wanita milik Putra Mahkota Qi Houran dan pastinya telah menghabiskan malam bersama Putra Mahkota Qi Houran!” ucap Kasim Heon yang memberikan penjelasan kepada Li Yuchen.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Kasim Heon pun tanpa sadar mengeluarkan hawa dingin membunuh yang sangat kuat sehingga membuat semua wanita yang penasaran dengan Li Yuchen menjauh.


“Sialan! Putra Mahkota Qi Houran sungguh orang yang tidak pantas diberi pengampunan! Dia telah memiliki banyak wanita di dalam Istananya tapi masih saja merasa tidak puas dengan semua wanita cantik yang dimilikinya dan masih menetapkan mata pada Qierku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tangan terkepal erat.


“Kau ingin sembuh dari menjadi Kasim, bukan? Maka lihatlah apa yang akan aku lakukan padamu Putra Mahkota Qi Houran!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dalam hatinya.


Kasim Heon yang terus berjalan tiba-tiba berhenti pada sebuah Bangunan Istana yang sangat besar, mewah dan megah.


“Tuan Muda Li, ini adalah Istana tempat Putra Mahkota Qi Houran tinggal. Silahkan masuk. Saya akan mengantar anda menuju Putra Mahkota Qi Houran!” ucap Kasim Heon dengan nada suara yang sangat sopan.


Di saat, Li Yuchen yang telah berada di depan kamar Putra Mahkota Qi Houran tidak menyangka melihat Putra Mahkota Qi Houran melemparkan barang-barang hingga pecah dan memberikan hukuman kepada Pelayan yang menurutnya tidak kompeten.

__ADS_1


“Sialan! Apakah kalian tidak bisa menemukan Pil atau Elixir yang mujarab untuk menyembuhkanku? Apa saja kerjaan kalian? Bagaimana bisa kalian tidak bisa menemukan Tabib untuk mengobatiku?” sindir Putra Mahkota Qi Houran dengan suara yang sangat keras dengan mata yang memerah karena marah.


“Mohon ampuni hamba, Yang Mulia! Kasihanilah hamba, Yang Mulia!” ucap beberapa Pelayan sambil bersujud sambil berlinang air mata.


Li Yuchen yang melihat drama yang ada di depannya tidak merasa kasihan ataupun prihatin sama sekali justru tatapan mata yang tajam dan dingin yang ditunjukkannya.


Kasim Heon yang datang bersama Li Yuchen pun berdehem dengan sangat keras sambil menunjukkan hawa keberadaannya.


“Yang Mulia, harap tenangkan diri anda! Saya telah datang membawa orang yang diperintahkan Yang Mulia Kaisar untuk memeriksa kondisi anda!” ucap Kasim Heon dengan nada suara yang datar dan sikap yang tenang.


Putra Mahkota Qi Houran yang mendengar ada orang yang datang untuk mengobatinya pun mengalihkan pandangannya pada Li Yuchen.


Putra Mahkota Qi Houran yang melihat Li Yuchen di depannya merasa mengenal Li Yuchen pun menanyakan identitas Li Yuchen kepada Kasim Heon.


“Tunggu! Apakah dia orang yang diminta Ayahanda untuk memeriksa kondisiku?” tanya Putra Mahkota Qi Houran dengan tatapan mata yang curiga dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Benar, Yang Mulia! Tuan Muda Li adalah orang yang dipilih langsung oleh Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri!” Kasim Heon dengan penuh percaya diri.


“Yang Mulia pasti pernah melihatnya karena Tuan Muda Li salah satu Peserta yang lolos dalam Babak Ketiga dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan!” ucap Kasim Heon dengan senyum yang lembut.


“Apa kau bilang? Jangan bilang dia berasal dari Daratan Danzong! Orang yang melakukan trik kecil untuk menyembuhkan rekannya yang terluka itu!” sindir Putra Mahkota Qi Houran dengan tatapan mata yang merendahkan.


Li Yuchen yang mendengar sindiran dan nada mengehina dari perkataan Putra Mahkota Qi Houran pun tersenyum santai dan berbalik arah ke menuju Kasim Heon.


“Kasim Heon sepertinya Pangeran tidak mau aku memeriksanya jadi tidak yang bisa aku lakukan! Bisakah kita langsung kembali menemui Yang Mulia Kaisar?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang lembut.


Kasim Heon yang berada dalam situasi yang sulit pun merasa sangat berat dan menatap bingung dengan sikap keras kepala Putra Mahkota Qi Houran yang tak ingin diperiksa oleh Li Yuchen.


“Jangan khawatir. Aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang terdengar menenangkan dan senyum yang lembut.


“Baiklah, Tuan Muda Li. Kalau begitu ikuti saya!” ucap Kasim Heon dengan nada suara yang terdengar pasrah dan ekspresi wajah yang menyerah.

__ADS_1


“Yang Mulia, saya permisi dulu!” ucap Kasim Heon sambil menundukkan kepala lalu bergerak pergi meninggalkan Istana Putra Mahkota bersama Li Yuchen.


Kasim Heon yang takut akan dimarahi oleh Kaisar Qi menjadi sangat takut sehingga tubuhnya terlihat bergetar ketakutan.


“Jangan khawatir! Tidak akan ada hal buruk yang terjadi! Aku akan membantumu di hadapan Kaisar Qi!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan tatapan mata yang tajam.


Kasim Heon dan Li Yuchen yang telah kembali ke Istana Kekaisaran langsung bertemu dengan Kaisar Qi dan Permaisuri Yuo.


Kasim Heon yang terus ketakutan padahal Li Yuchen telah memberinya jaminan akan nyawanya pun menghapuskan rasa ibanya.


“Mohon ampuni hamba Yang Mulia! Hamba tidak bisa meyakinkan Yang Mulia Putra Mahkota untuk mendapatkan pemeriksaan!” ucap Kasim Heon sambil berlutut di lantai dengan nada suara yang menyesal.


Kasim Heon yang berpikir jika Kaisar Qi dan Permaisuri You akan mengampuninya jika dirinya mengatakan yang sebenarnya sambil berlutut apalagi mengingat lamanya dirinya mengabdi tidak menyangka akan hasil yang didapatnya.


“Dasar tidak berguna! Kau bahkan tidak bisa melakukan hal yang mudah seperti itu! orang sepertimu tidak pantas bekerja di Istana ini!” teriak Permaisuri Yuo dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang tinggi.


Permaisuri Yuo yang tidak bisa istirahat dengan tenang pun akhirnya merasa pusing hingga akhirnya hampir terjatuh jika tidak mendapatkan bantuan dari Pelayan.


“Yang Mulia!” teriak beberapa Pelayan wanita dengan sangat keras dan dengan cepat menangkap tubuh Permaisuri You.


“Bawa Permaisuri kembali ke Istananya dan biarkan dia beristirahat lalu panggil Tabib Istana untuk memeriksanya!” perintah Kaisar Qi dengan nada suara yang tidak senang.


“Kalian! Bawa orang yang tidak berguna ini lalu buang dia hutan untuk dijadikan makanan hewan buas!” ucap Kaisar Qi dengan nada suara yang tegas.


Setelah semuanya telah tenang, Kaisar Qi yang melihat hanya tinggal dirinya berdua dengan Li Yuchen pun menatap tajam ke arah Li Yuchen.


“Tuan Muda Li, anda tidak bisa memeriksa Putra Mahkota dan bahkan tidak bisa memastikan untuk bisa menyembuhkannya! Bukankah anda harus memberikan kompensasi atas waktuku yang hilang karenamu?” tanya Kaisar Qi dengan tatapan mata yang tajam dengan Aura yang menekan sambil tersenyum kecil.


#Bersambung#


Waw, Li Yuchen ternyata tidak menyembuhkan Putra Mahkota Qi Houran karena Putra Mahkota sendiri yang menolaknya tapi sayangnya Kaisar Qi mempersulit posisi Li Yuchen yang berasal dari Daratan asing. Kira-kira apa yang akan dilakukan Li Yuchen ya? Tebak di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2