Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 401. Hadiah Kemenangan


__ADS_3

Selir Yuwen yang telah mendapatkan tiga orang peserta untuk mengikuti Perlombaan Judi Batu dengan cepat memberikan pengumuman untuk memulai Babak Ketiga.


“Untuk tidak berlama-lama lagi, Pertandingan di Babak Ketiga pada Perlombaan Judi Batu akan segera dimulai!” teriak Selir Yuwen dengan suara yang sangat ceria dengan ekspresi wajah yang gembira.


“Kepada ketiga Peserta silahkan ikuti saya menuju ke Ruangan Khusus tempat Pertandingan di Babak Ketiga dimulai!” ucap Selir Yuwen sambil berjalan menuju ke sebuah tempat memandu tiga peserta untuk sampai di tempat perlombaan.


“Di sini terdapat Kristal dengan kualitas yang terbaik dan setiap peserta hanya boleh memilih satu Batu dan Batu yang memiliki nilai jual termahal akan memenangkan Perlombaan ini!” ucap Selir Yuwen dengan semangat yang membara.


“Karena semuanya tidak sabar lagi maka aku nyatakan Pertandingan di Babak Ketiga ini dimulai!” teriak Selir Yuwen dengan senyum yang lebar.


Li Yuchen yang tidak ingin kalah dalam Perlombaan itu pun dengan cepat mengaktifkan keterampilan matanya untuk melihat isi Batu yang ada di depannya.


Li Yuchen yang terus mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat akhrnya menemukan sebuah Batu yang terasa sangat berbeda.


“Kristal apa yang ada di dalam Batu ini? Kenapa aku tidak bisa melihat Jenis Kristal dan warna yang ada di dalamnya?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.


Li Yuchen yang tidak ingin mengambil resiko pun memutuskan untuk menggunkan tingkat dua dari Keterampilan Mata yang dipelajarinya.


“Hmmm, aku tidak bisa menggunakan keterampilan ini dalam waktu kurang dari lima menit jika tidak itu akan beresiko dengan mataku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang telah mengaktifkan Keterampilan Mata yang telah ditingkatkan akhirnya bisa mengetahui dengan pasti isi Kristal yang ada pada Batu yang ada di tangannya.


“Ternyata begitu, wajar saja aku tidak bisa melihat warna apapun dan tidak bisa membedakan jenis dari Kristal ini karena Kristal ini sama dengan Kristal yang ada pada Pedang yang diberikan Ayah kepadaku!” ucap Li yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan mata yang tajam.


“I-ini adalah Kristal Hitam Suci. Kristal yang hanya dapat terbentuk pada Batu yang ada di Pegunungan Berapi dengan panas yang sangat tinggi!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih.


Di saat Li Yuchen sedang berpikir secara sekilas Li Yuchen menemukan Batu lain yang memiliki Kristal yang jauh lebih langka dari Kristal ini. Jika aku menyerahkannya, aku pasti akan menang!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung.

__ADS_1


Semenatara itu, Selir Yuwen yang masih telah melihat dua peserta lain telah mengumpulkan Batunya sedangkan Li Yuchen masih dilema sementara waktunya tidak lama lagi pun memutuskan untuk memberikan sedikit peringatan waktu.


“Kepada Semua Peserta di Babak Ketiga, waktu yang tersisa hanya tinggal lima menit lagi dan bagi Peserta yang belum mengumpulkan Batu yang akan dilelang maka akan dinyatakan mengundurkan diri!” ucap Selir Yuwen dengan nada suara yang ramah dan senyum yang lembut.


Li Yuchen yang awalnya merasa sangat bingung menentukan pilihan pun akhirnya memutuskan untuk melelang Batu Pertama yang dipilihnya dan menyimpan batu kedua untuk dirinya sendiri.


“Nona Wen, aku ingin melelang Batu ini. Lalu apakah aku boleh membeli Batu ini?” tanya Li yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.


Selir Yuwen yang mendengar permintaan Li Yuchen pun memberikan saran kepada Li Yuchen untuk pergi menemui salah satu Panitia yang bertanggung jawab dalam Perlombaan tersebut.


Li Yuchen yang melakukan semua seperti yang disarankan Selir Yuwen akhirnya bisa bertemu dengan orang yang sedang dicarinya selama beberapa menit yang lalu.


“Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?” tanya salah seorang yang penjadi panitia dalam Lomba Judi Batu dengan nada suara yang lembut dan sikap yang ramah.


“Aku menginginkan Batu ini. Apakah ada cara agar bisa menjadikan Batu ini milikku?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang lembut dan sopan.


“Tuan bisa membelinya tapi karena batu ini ada di Pertandingan Babak Ketiga itu berarti Batu ini memiliki nilai yang cukup tinggi!” ucap Pria tersebut dengan ekspresi wajah yang serius.


Li Yuchen yang akhirnya mendapatkan Kristal yang diinginkannya menjadi sangat senang lalu tiba-tiba namanya di panggil oleh Selir Yuwen dan membuat Li Yuchen menjadi terkejut.


“Pemenang dalam Perlombaan Judi Batu tahun ini adalah Li Yuchen dari Rumah Judi Batu Yan!” teriak Selir Yuwen dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang cantik.


Li Yuchen yang memenangkan Pertandingan itu pun mendapatkan berbagai macam hadiah dan satu hadiah yang besar.


“Tuan Muda Li, selamat atas kemenanganmu. Silahkan ikuti saya untuk mengambil hadiahmu!” ucap Selir Yuwen dengan nada suara yang lembut dan senyum yang sangat cantik.


Li Yuchen yang mengikuti Selir Yuwen pergi pun akhirnya sampai di sebuah Ruanngan yang terdapat banyak sekali Batu tersebut.

__ADS_1


“Tuan Muda Li, sebagai Pemenang dalam Judi Batu ini maka anda diperbolehkan memilih tiga buah Batu untuk dibawa pulang!: ucap Selir Yuwen dengan nada suara yang tegas.


Li Yuchen yang mendapatkan kesempatan dan hadiah yang sangat bagus pun dengan cepat memilih tiga buah batu yang memiliki nilai yang tinggi dengan menggunakan Keterampilan matanya.


Li Yuchen yang telah berhasil memilih Batu yang akan dijadikan hadiah kemenangan untuknya pun dengan cepat memasukkannya ke dalam Giok Naga Hijau.


“Tu-tunggu! Tuan Muda Li apakah anda tidak akan membuka isi yang ada di dalam Batu yang telah anda pilih?” tanya Selir Yuwen dengan ekspresi wajah yang canggung dan senyum yang kaku.


“Tidak! aku akan menyimpannya saja untuk sementara ini!” ucap Li yuchen dengan nada suara yang tegas.


Li Yuchen yang telah keluar dari ruangan hadiah tidak menyangka akan disambut oleh Ye Zhin yang mendengar kemenangannya.


Ye Zhin yang tidak ingin didahului orang lain pun dengan cepat memberikan selamat lalu dengan cepat membantu Li Yuchen keluar dari masalah yang tidak penting.


“Selamat, Bos atas kemenanganmu. Kau sangat hebat!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum ceria dan nada suara yang penuh semangat.


“Agh, Tu-Tuan Muda Li...!” ucap Selir Yuwen dengan senyum yang malu-malu dengan tatapan mata yang menggoda.


“Agh, Bos. Aku sangat lapar. Ayo kita merayakannya dengan makan besar!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia sambil menarik paksa tangan Li Yuchen agar pergi menjauh dari Selir Yuwen.


Li Yuchen yang berniat untuk menjauhi Selir Yuwen pun mengikuti permainan Ye Zhin hingga akhirnya keduanya sampai di Penginapan dan memesan semua menu makanan yang enak dan juga Anggur yang mahal di Penginapan tersebut.


Li Yuchen yang memiliki tingkat toleransi terhadap Alkohol ataupun Arak yang sangat tinggi nyatanya tidak mabuk setelah menghabiskan minum berkendi-kendi.


Li Yuchen yang sangat lelah pun memanggil Pelayan untuk mengangkat tubuh Ye Zhin menuju kamarnya lalu kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.


“Hari ini sungguh hari yang melelahkan terutama saat aku harus menjauhi Selir Yuwen! Aku tidak bisa terus-terus menjaga hubunganku dengan Selir Yuwen. Sepertinya aku harus segera kembali dan menyerahkan hadiah kemenangan ini kepada Senior Yan!” ucap Li Yuchen dengan tekad yang kuat.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi selanjutnya pada cerita ini? Tunggu dan bacalah.


__ADS_2