Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 220. Hubungan Ibu dan Anak Sesungguhnya


__ADS_3

Seo Xiqin yang mengetahui keadaan OrangTua Li Yuchen yang diusir dari Kediaman Keluarga tidak menyangka jika keadaan menjadi sangat buruk.


“Tempat ini tidak seperti tempat tinggal! Bahkan tempatku tinggal selama ini di Kediaman Keluarga Seo jauh lebih baik dari ini!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil melihat keadaan rumah secara menyeluruh tanpa diketahui Mo Yunhe dan yang lainnya.


Seo Xiqin yang melihat sikap Li Yuchen saat melihat sikap Li Yuchen saat orangtuanya kesulitan pun menyadari akan sesuatu.


“Aku tidak mengerti jalan pemikiran Chen gege tapi melihat ekspresi Chen gege sepertinya hubungan antara Chen gege dan kedua orangtuanya tidaklah terlalu baik!” ucap Seo Xiqin dalam hati saat melihat Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih.


“Aku yang tidak memiliki kenangan apapun tentang Ayahku setelah kepergian Ibuku dan bahkan sikapnya padaku di Kehidupan sebelumnya hingga menghembuskan nafas terakhir pun membuatku tidak memiliki perasaan apapun saat meninggalkan Kediaman Keluarga Seo!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang rendah yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.


Seo Xiqin yang mengetahui bahwa Li Yuchen akan memiliki masa depan yang sukses tidak menyangka jika Li Yuchen akan menjadi anak yang kurang kasih sayang orangtua sama seperti dirinya.


“Apakah ini yang dinamakan takdir? Kami bahkan memiliki masa kecil yang kesepian!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil melihat punggung Li Yuchen yang berdiri di depannya dengan ekspresi wajah cemas.


Sementara itu, Yuchen yang telah mengusir orang-orang yang mengganggu orangtuanya pun masuk ke dalam rumah dan melihat kondisi orangtuanya yang sangat memprihatinkan tidak memiliki perasaan apapun.


“Hah! Sepertinya pemilik tubuh ini sungguh tidak memiliki kenangan baik apapun tentang orangtuanya tapi perasaan bersalah karena tidak memiliki kemampuan untuk membantu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang frustasi.


“Jika hal itu memang yang terjadi maka semuanya akan menjadi mudah kedepannya!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menatap interaksi antara Seo Xiqin dan Mo Yunhe yang terlihat sangat dekat layaknya Ibu dan Anak.


Meskipun Li Yuchen tau jika dirinya tidak memiliki kenangan apapun tentang orangtuanya tapi Li Yuchen merasa memiliki sebuah hubungan aneh kepada Pelayan Tua yang memohon pada Mo Yunhe.


“Hmmm, apakah wanita tua itu adalah Ibu Asuhku? Hmmm, siapa namanya?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung sambil melihat ke Pelayan Tua yang berdiri membantu Sui’er dan Luo’er membersihkan semua yang diakibatkann oleh orang-orang yang mengacau tadi.


Pelayan Tua yang bernama Bai yang menyadari pandangan Li Yuchen pun berjalan mendekat dengan tatapan mata yang penasaran.

__ADS_1


“Tuan Muda, apakah kau membutuhkan sesuatu?” tanya Bibi Bai dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang berseri.


“Hmmm, aku ingin Bibi membeli semua yang dibutuhkan dan mengisi Rumah ini dengan bahan makanan dan barang yang diperlukan. Bibi bisa menggunakan semua uang ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.


Bibi Bai yang sudah sangat lama tidak melihat uang yang sangat banyak dalam waktu yang cukup lama pun menjadi terkejut hingga membuat tangannya bergetar saat memgang uag jumlah yang banyak.


“Tu-Tuan Muda! U-uang ini sangat banyak! A-apakah harus menggunakan semuanya?” tanya Bibi Bai dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang cemas dan khawatir.


“Jangan cemas! Bibi Bai bisa menghabiskan semuanya dan jika uang tersebut kuranng, Bibi Bai bisa kembali dan aku akan memberika uang yang lebih banyak dari ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


Mo Yunhe yang barus saja kembali setelah melihat kondisi Ayah Li Yuchen pun mendengar perkataan Li Yuchen dan Bibi Bai pun ikut terkejut.


“Chen’er! Darimana kau mendapatkan uang sebanyak ini? Kau tidak melakukan perbuatan yang buruk diluar sana bukan?” tanya Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang sedikit tinggi.


“Tidak, Madam! Saya yakin, Tuan Muda tidak mungkin melakukan hal tercela seperti itu!” ucap Bibi Bai dengan tatapan mata yang berbinar seolah jika dirinya sangat percaya akan kepribadian Li Yuchen yang dibesarkannya sejak bayi.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Mo Yunhe pun menyadari alasan tubuhnya tidak memiliki reaksi apapun saat melihat Mo Yunhe, Ibu kandungnya, dalam masalah.


“Hah! Tidak disangka jika alasannya bisa terlihat secepat ini!” gumam Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan tatapan mata yang lelah.


Li Yuchen yang tidak ingin memulai perdebatan ataupun menciptakan masalah untuk dirinya di masa depan apalagi setelah dirinya berhasil menjalankan wasiat terakhir pemilik tubuhnya.


“Aku tidak tau alasan Ibu mengatakan hal seperti itu tapi bukankah Ibu tidak seharusnya mengatakan itu kepadaku Putramu yang telah lama pergi dan baru saja kembali!” sindir Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang lelah dan nada suara yang cuek.


“Apakah ibu lupa jika aku sudah bisa menggunakan Meridianku? Itu artinya aku bisa berkultivasi. Aku tidak melakukan hal buruk di luar sana jadi Ibu tidak perlu khawatir dan jika ada masalah nantinya jangan khawati aku tidak akan membuat Ibu terserat dalam permasalahan itu!” sindir Li Yuchen dengan kata-kata yang terdengar sedikit kasar dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


“I-Ibu tidak bermaksud seperti itu. Ibu hanya mencemaskanmu!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang sulit dibaca antara takut alasan utamanya terlihat atau perasaan bersalah karena telah meragukan Putranya sendiri.


“Aku mengerti akan hal itu dengan sangat baik, Ibu!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang tidak bisa dimengerti Mo Yunhe yang menatap bingung ke arah Li Yuchen.


Li Yuchen yang tidak ingin bicara dengan Mo Yunhe terlalu lama pun menoleh ke arah Dua Pelayan Setia Seo Xiqin berdiri.


“Sui’er! Luo’er! Pergilah bersama Bibi Bai! Aku dan Qier akan tetap ada di sini!” ucap Li Yuchen yang memberikan perintah kepada dua pelayan yang datang bersama mereka dengan ekspresi wajah yang serius.


“Baik, Tuan Muda!” ucap Sui’er dan Luo’er bersamaan dengan kepala tertunduk dengan senyum bahagia.


Tepat setelah kepergian Bibi Bai, Sui’er dan Luo’er, Li Yuchen yang penasaran dengan kondisi Ayahnya, Li Chuan, pun memutuskan untuk melihatnya secara langsung daripada membacanya dari selembar kertas.


“Bolehkah aku melihat kondisi, Ayah?” tanya Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang lurus ke depan.


“Tentu saja! Ibu akan mengajakmu menemuinya!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang ceria saat mendengar permintaan Anaknya itu dengan senyum yang lebar


Mo Yunhe yang mengajak Li Yuchen masuk ke dalam rumah lebih dalam pun menyadari jika rumah itu hanya memiliki satu kamar yang bahkan sangat kecil.


“Itu! Ayahmu ada di sana!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang ingin menangis sambil menunjuk sebuah tempat tidur dimana ada seseorang yang sedang berbaring.


Li Yuchen yang melihat Li Chuan yang sedang terbaring dengan mata tertutup pun duduk di sampingnya dan mengambil tangan kanan Li Chuan dan memeriksa denyut nadinya.


Mo Yunhe yang terkejut dengan aksi Li Yuchen pun mencoba menghentikannya tapi langsung dihentikan oleh Seo Xiqin yang berdiri di sampingnya.


“Ibu, jangan khawatir! Chen gege tidak akan menyakiti Ayah Mertua. Chen gege hanya sedang memeriksa kondisi Ayah Mertua dan membuatnya sehat kembali seperti semula!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tenang dengan senyum yang lembut dan menyejukkan.

__ADS_1


#Bersambung#


Hmmm, apa yang ditemukan Li Yuchen pada tubuh Li Chuan? Apakah Li Yuchen berhasil menyembuhkan Li Chuan seperti sediakala? Tebak di kolom komentar ya..


__ADS_2