
Putra Mahkota Qi Houran yang sedang bersama dengan dua orang wanita cantik di dalam Rumah Bordil menjadi sangat bingung saat menyadari bahwa alat vitalnya ternyata tidak berfungsi setelah bermain bersama kedua wanita itu selama satu jam.
“Yang Mulia! Ada apa?” tanya salah satu wanita tersebut dengan ekspresi wajah yang memerah dengan nada suara yang menggoda sambil menyandar di dada Putra Mahkota Qi Houran.
“Yang Mulia, kenapa belum mulai? Aku sudah sangat tidak sabar!” ucap wanita lainnya dengan tatapan mata yang manja dan ekspresi wajah yang malu dan memerah.
“Ada apa ini? Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tidak merasakan apapun?” tanya Putra Mahkota Qi Houran dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung.
Putra Mahkota Qi Houran yang merasa heran dengan tubuhnya pun melepaskan diri dari kedua wanita tersebut dan bergegas pergi ke kamar mandi.
Putra Mahkota Qi Houran yang merasa aneh pada dirinya sendiri pun mencoba memikirkan hal-hal yang kotor agar bisa memancing gairahnya tapi apapun yang dipikirkan oleh Putra Mahkota Qi Houran tak ada satu pun berhasil.
Putra Mahkota Qi Houran yang tidak merasakan bagian tubuhnya yang penting bergerak pun menjadi sangat frustasi.
Sementara itu, Kedua wanita b***il yang sudah sangat tidak sabar untuk bisa melayani Putra Mahkota Qi Houran untuk mencari keberuntungan agar bisa mengandung Seorang Pangeran agar bisa menaikkan statusnya menjadi sangat terkejut dengan perubahan sikap Putra Mahkota Qi Houran.
“Sial! Apa yang terjadi padaku? Padahal beberapa saat lalu semuanya baik-baik saja!” gumam Putra Mahkota Qi Houran dengan suara yang rendah dengan wajah yang pucat.
“Tidak! aku tidak mungkin menjadi kasim! Aku adalah Putra Mahkota! Bagaimana bisa aku menjadi kasim?” tanya Putra Mahkota Qi Houran pada dirinya sendiri pada kaca yang ada di depannya dengan tatapan mata yang cemas dan khawatir.
“Yang Mulia, ada apa? Kenapa Yang Mulia lama sekali di dalam? Kami sudah sangat tidak tahan, Yang Mulia!” ucap kedua wanita b***il dengan nada suara yang manja.
“Diam! Apakah kalian berdua tidak bisa diam? Menyebalkan sekali!” teriak Putra Mahkota Qi Houran dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang kesal.
Putra Mahkota Qi Houran yang sudah merasa tidak nyaman pun merapikan pakaiannya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut bersama beberapa Prajurit yang ditugaskan untuk menjaga dan melindungi Putra Mahkota Qi Houran.
Putra Mahkota Qi Houran yang merasa sangat khawatir pun meminta Asistennya untuk memanggil Seorang Tabib Istana.
“Panggil Tabib Istana kemari sekarang!” teriak Putra Mahkota Qi Houran dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
“Baik, Yang Mulia!” teriak Asisten dengan nada suara yang datar dan kepala yang tertunduk patuh lalu bergerak cepat meninggalkan kamar Putra Mahkota Qi Houran
Tabib Istana yang tidak ingin mendapatkan masalah pun dengan cepat datang ke Istana tempat Putra Mahkota Qi Houran tinggal dan memeriksa kondisi Putra Mahkota Qi Houran dengan seksama.
“Ada apa ini? Apakah Putra Mahkota sedang sakit? Aku tidak boleh membiarkan hal buruk terjadi jika tidak maka nyawaku yang akan menjadi taruhannya!” ucap Tabib Istana dalam hati dengan ekspresi wajah yang tegang yang dengan cepat duduk di samping Putra Mahkota yang sedang terbaring.
“Yang Mulia, apa yang anda rasakan? Berdasarkan pemeriksaan saya, Yang Mulia tidak sedang demam, flu ataupun sakit!” ucap Tabib Istana dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara yang hati-hati.
Putra Mahkota Qi Houran yang merasa sangat malu untuk menceritakan masalahnya kepada Tabib Istana terutama di depan semua Pelayan yang ada di ruangan tersebut pun menjadi bingung.
Asisten Pribadi Putra Mahkota Qi Houran yang menyadari dilema yang dirasakan Tuannya itu pun dengan cepat memberikan perintah untuk semuanya keluar dari ruangan tersebut tak terkecuali dirinya.
“Yang Mulia, semua orang sudah pergi. Yang Mulia bisa mengatakan keluhan yang Yang Mulia hadapi saat ini!” ucap Tabib Istana dengan ekspresi wajah yang percaya diri dan senyum yang lembut.
“Se-sebenarnya...” ucap Putra Mahkota Qi Houran dengan nada suara yang terdengar gagap dengan ekspresi wajah yang takut dan khawatir di saat bersamaan.
“Sebenarnya aku tidak tau yang terjadi tapi bagian terpenting pada tubuhku tidak bisa bangun sama sekali!” ucap Putra Mahkota Qi Houran dengan sangat cepat tanpa menarik nafas dengan mata yang tertutup.
Kaisar Qi dan Permaisuri You yang tidak sengaja mendengar pernyataan dari Putra Mahkota Qi Houran pun menjadi sangat terkejut bahkan Permaisuri You langsung kehilangan kekuatan kakinya.
“A-apa? Apa maksud ucapanmu Putra Mahkota?” teriak Kaisar Qi dengan suara yang lantang dengan mata yang terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
“Agh! Putraku!” ucap Permaisuri You dengan suara yang lemah dengan ekspresi wajah yang snagat pucat dan tubuhnya yang lemah.
Putra Mahkota Qi Houran yang mendengar teriakan Kaisar Qi pun menjadi sangat terkejut dan langsung bergerak mencoba menangkap tubuh Permaisuri You yang telah kehilangan kekuatan kakinya.
“I-ibu...!” teriak Putra Mahkota Qi Houran dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang pucat dan tatapan mata yang cemas.
Kaisar Qi yang berdiri di samping Permaisuri You ternyata sangat gesit dan dengan cepat menangkap tubuh Permaisuri You dan meletakkannya di atas kursi.
__ADS_1
Permaisuri You yang tidak bisa tenang setelah mendengar pernyataan yang tak terduga dari Putra Mahkota Qi Houran langsung memegang pundak Putra Mahkota Qi Houran yang berada di depannya dan menyelesaikan kegundahannya.
“Yang Mulia Putra Mahkota, tolong katakan yang sebenarnya kepada Ibunda Permaisuri! Apa yang sebenarnya terjadi? Yang Mulia sedang sakit apa?” tanya Permaisuri You dengan tatapan mata yang cemas dan ekspresi wajah yang khawatir.
Putra Mahkota Qi Houran yang mendengar perkataan Permaisuri You hanya diam dan tak berani bicara ataupun melihat sehingga mengalihkan perhatiannya kepada Tabib Istana.
Tak hanya Permaisuri You bahkan Kaisar Qi pun ikut menjadi penasaran dengan yang terjadi pada Putra Mahkota Qi Houran.
“Tabib Istana! Apa yang sebenarnya terjadi pada Putra Mahkota? Jika kau tidak bisa menjawabnya maka aku akan menggantung kepalamu dan kepala seluruh anggota keluargamu!” ancam Kaisar Qi dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.
Tabib Istana yang tidak mengetahui apapun menjadi sangat takut dan dengan cepat bersujud di hadapan Kaisar Qi meminta ampun.
“Ampuni hamba yang kurang cakap, Yang Mulia. Saya sungguh tidak tau yang terjadi pada Putra Mahkota Qi Houran karena saya masih belum memeriksa kondisi Putra Mahkota secara detail!” alasan Tabib Istana dengan nada suara yang bergetar.
Kaisar Qi yang mendengarnya pun dengan cepat memberikan perintah kepada Putra Mahkota untuk kembali berbaring dan meminta Tabib Istana untuk memeriksa kondisi Putra Mahkota dengan seksama.
Setelah beberapa menit berlalu hingga akhirnya Tabib Istana pun selesai memeriksa kondisi Putra Mahkota Qi Houran.
Tabib Istana yang khawatir akan jawabannya akan membahayakan nyawanya dan keluarganya langsung bersujud ke lantai.
“Mohon ampuni hamba, Yang Mulia. Hamba sungguh tidak tau penyebab Yang Mulia Putra Mahkota menjadi seperti ini tapi satu yang pasti saat ini Yang Mulia Putra Mahkota telah menjadi Seorang Kasim!” ucap Tabib Istana dengan tubuh yang bergetar ketakutan dengan tatapan mata yang cemas dan khawatir.
Permaisuri You yang mendengar berita itu pun langsung kehilangan kesadarannya dan Kaisar Qi yang tak bisa menerima kenyataan pun kehilangan keseimbangannya.
“Ayahanda Kaisar! Ibunda Permaisuri!” teriak Pangeran Mahkota Qi Houran dengan suara yang lantang sambil bergerak ke arah keduanya dengan ekspresi wajah yang cemas.
“Bagaimana ini bisa terjadi padaku? Dari semua Selir yang aku miliki semuanya melahirkan Anak Perempuan dan satu-satunya Anak Laki-laki yang aku pikir bisa meneruskan Tahta Kekaisaran ternyata telah menjadi Kasim! Ya Dewa! Apa yang harus aku lakukan?” tanya Kaisar Qi pada dirinya sendiri dengan tatapan mata yang kosong yang mengabaikan semua perkataan dan ekspresi orang-orang disekitarnya yang sangat cemas.
#Bersambung#
__ADS_1
Hmmmm, bagaimana? Apakah puas dengan nasib Putra Mahkota Qi Houran? Hmmm, tapi kasihan juga pada Kaisar Qi, bagaimana nasib Kekaisaran di Daratan Yunzan selanjutnya? Tebak di kolom komentar ya..