
Ye Zhin yang ditinggal sendiri oleh Li Yuchen pun kembali ke kamarnya dan saat dirinya sampai. Ye Zhin mendapatkan sebuah surat yang sangat tidak terduga.
“Apa ini? Apakah ini surat ini untukku?” tanya Ye Zhin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung sambil membolak-balikkan surat tersebut ke depan dan ke belakang.
“Jika melihat simbol Keluarga yang ada di dalamnya. Ini pasti berasal dari Orangtua tidak tau malu itu! Hmmmm...” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang malas.
Ye Zhin yang sebenarnya tidak ingin berurusan dengan Keluarga Ye lagi tidak bisa melakukan hanya bisa pasrah.
Ye Zhin yang penasaran dengan isinya pun membuka surat tersebut dan membaca isinya dengan seksama tapi setelah beberapa menit berlalu ekspresi di wajah Ye Zhin pun perlahan berubah.
“Dasar orangtua s****! Beraninya dia menggunakan Paman dan Bibi untuk mengancamku!” teriak Ye Zhin dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang penuh dengan kemarahan.
“Menikahi Putri Su Qingqing! Apakah dia pikir aku mau menuruti perintahnya?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang kesal sambil meremas surat tersebut hingga menjadi gumpalan besar lalu melemparkannya ke lantai.
Ye Zhin yang tidak tertarik untuk melakukan apapun memutuskan untuk keluar dan mencari udara segar.
“Hah! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bos sedang melakukan Latihan Tertutup dan aku pun menganggur!” gumam Ye Zhin dengan suara yang rendah sambil berjalan dengan santai.
Ye Zhin yang memutuskan untuk keluar Akademi Yunlong dan pergi ke Menara Formasi Shinzu tidak sengaja bertemu dengan Saudara Tirinya, Ye Linzu, yang sedang bersama dengan teman-temannya.
“Hah! Kenapa aku harus bertemu dengannya? Sungguh membuatku semakin kesal saja!” gumam Ye Zhin dengan nada suara yang terdengar sangat kesal dengan tatapan mata yang sinis sambil berjalan mencoba mengabaikan Ye Linzu yang sedang berjalan ke arahnya.
“Hei! Tunggu dulu! Apakah namamu Ye Zhin?” tanya salah satu pria dengan senyum yang lebar dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Mau kemana kau? Tidak boleh terlalu sombong kepada Senior! Apakah kau tidak pernah diajarkan etika oleh Ibumu?” sindir pria lain yang berdiri di dekat Ye Zhin sambil tertawa kecil dengan ekspresi wajah yang menghina.
Di saat yang sama, tepat setela Ye Zhin bertemu dengan ketiganya, diam-diam Ketua Lu Changlin berdiri di tempat yang tinggi dan mengawasi keadaan bersama Master Nu.
“Apakah dia orang yang kau maksud, Master Nu?” tanya Ketua Lu Changlin dengan nada suara yang penasaran dengan tatapan mata yang menunggu jawaban.
“Benar sekali, Ketua. Namanya adalah Ye Zhin. Putra Kedua dari Keluarga Ye di Kota Jinlin dan juga Seorang Master Formasi!” ucap Master Nu dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang penuh percaya diri.
__ADS_1
“Baiklah!” ucap Ketua Lu Changlin dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam sambil menatap Ye Zhin.
Ye Zhin yang mendengar perkataan dua orang pria yang datang bersama Ye Zhin secara terang-terangan menghina Ibunya membuat Ye Zhin yang awalnya memilih mengabaikan memutuskan untuk menentukan sikapnya.
“Apakah kedua idiot ini adalah orang yang kau kirim untuk mengerjaiku?” sindir Ye Zhin kepada Ye Linzu dengan kata-kata yang kasar dan tatapan mata yang sinis serta ekspresi wajah yang merendahkan.
Kedua pria yang mendengar hinaan dari Ye Zhin menjadi sangat kesal dan mencoba untuk menghajar Ye Zhin tapi dihentikan oleh Ye Linzu.
“Apa kau bilang? Apa kau ingin kuhajar?” tanya salah seorang pria dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam.
“Hentikan!” ucap Ye Linzu dengan suara yang sedikit tinggi dengan tatapan mata yang tajam menatap temannya yang ingin memukul Ye Zhin.
“Mereka bukanlah orang yang aku kirim. Mereka hanyalah Seorang Senior yang ingin bertukar salam!” ucap Ye Linzu dengan senyum yang lembut dengann ekspresi wajah yang bersahabat.
Ye Zhin yang mendengar perkataan Ye Linzu pun tanpa sadar tertawa dengan sangat keras lalu menoleh ke arah kedua pria yang sedang berdiri di samping Ye Linzu dengan tatapan mata merendahkan dan kemudian berbalik arah meninggalkan ketiganya.
Kedua Pria yang tidak terima direndahkan dan diperlakukan seperti anak kecil oleh Ye Zhin pun menjadi sangat kesal dan marah sehingga tidak bisa mengendalikan dirinya lagi lalu menghajar Ye Zhin dengan seluruh kekuatannya.
Orang-orang yang sudah berhenti karena merasa tertarik dengan pembicaraan antara Ye Zhin yang merupakan Murid Luar dan juga Ye Linzu yang berasal dari Murid Dalam menjadi sangat bersemangat saat kedua pria yang datang bersama Ye Linzu mulai melancarkan serangan.
“Awas! Dibelakangmu!” teriak salah seorang Murid yang menonton serangan mendadak yang dilakukan oleh Murid Dalam.
Ye Zhin yang sudah merasakan adanya serangan mendadak yang diarahkan kepadanya pun mencoba menggunakan Teknik Pikiran yang telah diajarkan oleh Li Yuchen padanya.
“Ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi Pelatihanku. Aku akan menjadikan serangan ini sebagai batu loncatanku!” ucap Ye Zhin dalam hati dengan tekad yang kuat yang terlihat jelas di sorot matanya.
Ye Zhin yang telah membuat keputusan pun memejamkan matanya tanpa ragu lalu memusatkan pikirannya pada Pola Formasi yang ingin digunakannya dan dalam waktu singkat sesuatu pun terjadi.
“Segel Formasi diaktifkan!” ucap Ye Zhin dengan suara yang rendah dengan mata yang terbuka lebar dan tajam dengan ekpsresi wajah yang berubah dingin.
Tepat setelah Ye Zhin mengatakan hal itu, sebuah tembok transparan pun berdiri dengan kokoh di belakang Ye Zhin dan menahan semua serangan yang dilakukan oleh kedua teman Ye Linzu.
__ADS_1
Keduanya yang melihat sebuah Formasi muncul di hadapan keduanya secara tiba-tiba pun mundur beberapa langkah ke belakang dan membuat posisi bertahan.
Keduanya yang sangat terkejut dengan perubahan situasi yang ada pun menatap Ye Linzu dengan tatapan mata yang tajam seperti sedang meminta penjelasan.
Namun, Ye Linzu yang juga tidak membayangkan hal itu terjadi pun ikut terkejut lalu mulai memikirkan semua surat yang diterimanya dari Ma Shunyi selama ini.
“Apa ini? Apakah semua yang dikatakan dalam surat itu benar adanya?” tanya Ye Linzu pada dirinya sendiri dalam hati dengan mata yang terbuka lebar.
Ye Zhin yang sudah terbiasa dengan tatapan mata terkejut dan juga sikap waspada orang-orang saat mengetahui kemampuan yang dimilikinya pun memasang ekspresi wajah yang dingin.
Ye Zhin yang sedang tidak berniat untuk bertarung ataupun melayani Ye Linzu dan teman-temannya pun menghilangkan Segel Formasi yang dibuatnya lalu memutuskan pergi dan melanjutkan rencana awalnya.
“Pergilah! Aku sedang tidak berniat bermain denganmu!” ucap Ye Zhin yang menoleh ke samping dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
Tepat setelah kepergian Ye Zhin, Ketua Lu Changlin yang sejak awal mengawasi semuanya dan melihat dengan kedua matanya sendiri saat Ye Zhin membuat Segel Formasi tanpa menggunakan Kertas Segel pun tersenyum lebar dengan ekspresi wajah yang penuh misterius serta tatapan mata yang sinis.
“Tidak disangka ternyata tahun ini Akademi Yunlong menerima banyak sekali Murid yang berbakat!” gumam Ketua Lu Changlin dengan senyum yang lebar.
Di saat bersamaan, Naga Hitam yang telah melakukan Ritual untuk menyembuhkan lukanya serta mengembalikan kekuatannya secara instan pun akhirnya mendapatkan kabar gembira dari Rowie.
“Apakah kau sudah melakukan seperti yang aku perintahkan?” tanya Naga Hitam dengan nada suara yang terdengar sangat penasaran.
“Jangan khawatir Rajaku! Semuanya telah dilakukan sesuai dengan rencana. Aku telah menaklukkan Semua Pemimpin Hewan Buas di semua Kota di Daratan Danzong dan mencuci otak mereka!” ucap Rowie dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah seolah sedang memikir hal-hal yang buruk.
“Bagus! Itu bagus sekali! Segera laksanakan rencana kedua!” ucap Naga Hitam dengan penuh semangat dengan tawa yang sangat keras.
“Siap laksanakan, Rajaku!” ucap Rowie dengan kepala tertunduk ke bawah dengan satu tangan di letakkan di dada dengan senyum yang lebar.
#Bersambung#
Apa yang sedang direncanakan oleh Naga Hitam dan Rowie? Apa yang akan terjadi pada kota-kota di Daratan Danzong? Jangan lewatkan update BAB selanjutnya ya...
__ADS_1