
Li Yuchen yang mengetahui kepergian Seo Hong dan perubahan ekspresi wajahnya saat keluar dari Ruang Tamu pun bergegas mengejar Seo Xiqin yang dalam suasana hati yang buruk.
“Apakah Ayahmu mengatakan sesuatu yang membuat Qier tidak nyaman?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang penasaran dengan senyum lembut yang mematikan.
Seo Xiqin yang terkejut dengan kedatangan Li Yuchen langsung mengubah ekspresi wajahnya dan berjalan mendekati Li Yuchen.
Sejak kapan Chen gege di sini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran sambil mencoba mengubah topik pembicaraan.
“Apakah pertanyaan Chen gege sangat sulit untuk dijawab?” tanya Li Yuchen lagi yang tidak ingin menyerah begitu saja dengan nada suara yang pensaran.
“Hmmm! Hah! Bukan seperti itu. Ayah ingin kita pindah kembali ke Kediaman Keluarga Seo.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang murung sambil berjalan berdampingan dengan Li Yuchen di taman menuju ke Gazebo di tengah kolam ikan.
“Lalu apa jawaban Qier?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil menggenggam tangan Seo Xiqin melewati jembatan menuju ke Gazebo.
“A-aku menolaknya!” ucap Seo Xiqin dengan kata-kata yang gugup di awal sambil menatap mata Li Yuchen sekilas lalu menundukkan kepalanya sambil duduk di salah satu kursi di Gazebo di tengah Kolam.
“Kenapa? Apakah Qier tidak ingin tinggal disana lagi?” tanya Li Yuchen yang mencoba mencaritau perasaan Seo Xiqin sebenarnya sambil duduk di samping Seo Xiqin dengan tangan yang membelai rambut Seo Xiqin dengan lembut dan hati-hati.
“Karena Ayah memiliki niat yang tidak baik. Dia ingin memanfaatkan Chen gege untuk kepentingan pribadinya!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih dan nada suara yang rendah.
“Chen gege mengerti.” Jawab Li Yuchen yang memahami maksud Seo Xiqin yang baik dengan sengaja menempatkan dirinya sebagai musuh Keluarganya sendiri yang membuat Li Yuchen semakin menghargai Seo Xiqin.
“Qier!” panggil Li Yuchen dengan nada suara yang rendah sambil menggenggam tangan Seo Xiqin dengan tatapan mata yang lembut.
“Apakah Qier mau ikut Chen gege ke Kediaman Keluarga Li di Kota Kunlun untuk menemui Orangtua Chen gege?” tanya Li Yuchen dengan hati-hati tanpa ada paksaan.
“Tentu saja!” jawab Seo Xiqin dengan cepat sambil tersenyum lembut karena merasa pendapat dan keinginannya dihargai Li Yuchen.
Li Yuchen yang tidak ingin Seo Xiqin sedih karena sikap Seo Hong yang sangat berbeda pada Seo Xiqin pun menghibur Seo Xiqin dengan membantu memberikan arahan untuk pelatihannya.
Sementara itu, Seo Hong yang keluar dari Kediaman Li Yuchen tanpa mendapatkan apapun tidak ingin diketahui orang lain sehingga memutuskan untuk menutup rapat pintu kereta kudanya saat kembali ke Kediaman Keluarga Seo.
__ADS_1
“Sial! Dasar anak tidak tau diri! Beraninya dia menolak permintaanku! Lihat saja nanti bagaimana aku mengajarinya!” ucap Seo Hong dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang marah dengan tangan yang terkepal sangat erat.
Di luar gerbang, Wu Ruxin dan Ye Rui yang memiliki pemikiran yang sama di saat situasi keduanya menjadi sangat buruk pun memutuskan untuk menunggu di luar sambil berpura-pura tidak melihat satu sama lain.
“Apa yang dilakukan oleh wanita j****g ini di sini?” tanya Wu Ruxin dalam hati dengan kepala tertunduk ke bawah sambil bersujud di tanah.
“Hah! Aku tidak akan membuatmu berhasil mengambil hati Tuan Muda Li karena aku juga bisa melakukan hal yang sama!” ucap Ye Rui dalam hati dengan ekspresi wajah yang pura-pura sedih sambil bersujud di tanah sambil menatap dua penjaga yang berdiri di depan gerbang.
“Kali ini aku pasti akan menang karena aku telah berbuat sesuatu untuk memaksa Seo Xiqin keluar dan menerimaku masuk!” ucap Ye Rui dalam hati sambil tersenyum misterius sekilas dengan kepala tertunduk ke bawah.
Waktu pun berjalan cukup lama hingga matahari pun berada di atas kepala, Ye Rui yang sudah merasa sangat lelah ingin sekali menyerah tapi saat dirinya melihat Chu sekilas di balik tembok akhirnya senyum bahagia menghiasi wajah Ye Rui.
“Bagus! Chu sudah muncul itu berarti dia telah berhasil membuat semua orang membicarakan tentang rasa iba dan kasihan pada nasibku dan bertapa kejamnya Seo Xiqin yang tidak memiliki rasa belas kasihan dan maaf kepada orang lain!” ucap Ye Rui dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan yang ditangkap oleh Wu Ruxin secara sekilas.
“Ada apa ini? Kenapa wanita ular ini tersenyum di saat seperti ini? Kakiku sudah mati rasa dan bahkan rasanya aku sudah tidak sanggup lagi!” ucap Wu Ruxin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dan cemas di saat bersamaan.
“Tidak! Wanita ular ini bahkan masih belum menyerah! Bagaimana mungkin aku kalah darinya?” ucap Wu Ruxin dalam hati dengan ekspresi wajah yang tegas dengan tatapan mata yang tajam lurus ke depan.
“Nona! Gawat! Di luar tersebar berita tentang Nona yang tidak ingin memaafkan Nona Ye padahal Nona Ye sudah bersujud di luar pintu gerbang sejak pagi!” ucap Luo’er dalam satu tarikan nafas dengan ekspresi wajah yang cemas dengan keringat yang terus mengalir ke pipinya.
“Tenangkan dirimu terlebih dahulu dan bicaralah yang jelas!” ucap Seo Xiqin dengan wajah yang kalem sambil memberikan perintah kepada Sui’er untuk memberikan Luo’er minum.
“Terima kasih!” ucap Luo’er secara spontan setelah menerima segelas cangkair air putih lalu meminumnya dalam sekali teguk.
“Apakah kau sudah tenang sekarang?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang datar dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap tajam ke arah Luo’er.
“Hmm!” jawab Luo’er singkat sambil menganggukkan kepalanya lalu menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
“Nona, tadi saya pergi keluar dengan menggunakan pintu belakang sambil memakai jubah merah. Di jalan saya mendengar banyak sekali orang yang membicarakan tentang Nona yang telah berbuat jahat kepada Nona Ye!” ucap Luo’er dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat.
“Apa maksudmu Luo’er? Bukankah wanita ular itu duluan yang telah berbuat salah dengan menerobos masuk kediaman ini di malam hari? Kenapa jadi Nona kita yang dituduh melakukan kejahatan?” tanya Sui’er dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang memerah karena marah.
__ADS_1
“Aku juga tidak tau tapi sepertinya ada yang sengaja menyebarkan berita bohong kepada masyarakat tentang Nona kita karena menurutku orang tersebut tidak bisa menyerang Tuan Muda Li jadi dia menyerang Nona yang tidak memiliki kekuatan ataupun dukungan apapun!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang serius sambil menundukkan kepala dengan sikap seolah sedang memikirkan kemungkinan alasan dari semua hal yang terjadi.
Seo Xiqin yang sangat mengetahui akibat dari berita buruk yang tersebar pun menarik nafas panjang dan memutuskan untuk membalasnya.
“Perbuatan ini tidak mungkin dilakukan oleh orang biasa!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang lelah sambil tersenyum sinis.
“Tentu saja! Aku yakin ini pasti perbuatan dari Nona Ye. Dia menciptakan situasi yang menguntungkannya dan merugikan Nona!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Aku juga berpikiran yang sama!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang sinis sambil berdiri dari tempat duduknya dan berdiri di depan jendela dengan dua tangan yang terlipat di dada.
“Karena itu kita harus membuatnya merasakan hal yang sama atau lebih dari yang dilakukannya!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang sinis.
Di saat Seo Xiqin mulai memikirkan rencana untuk membalas Ye Rui, Li Yuchen datang tiba-tiba dan mengagetkan dirinya.
“Che-chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
Li Yuchen yang ingin bicara dengan Seo Xiqin pun memberikan kode kepada Sui’er dan Luo’er untuk meninggalkan mereka dan mengatakan tujuan kedatangannya.
“Maaf karena kedatangan Chen gege mengagetkan Qier dan maaf Chen gege tidak bermaksud menguping!” ucap Li Yuchen yang berjalan mendekati Seo Xiqin dengan langkah yang perlahan tapi pasti.
“Tapi Chen gege datang karena merasa khawatir jika berita yang ada diluar akan mempengaruhi Qier!” ucap Li Yuchen sambil berdiri tepat di samping Seo Xiqin lalu mengambil beberapa helai rambut Seo Xiqin dan menciumnya dengan lembut.
Seo Xiqin yang mendapatkan perlakuan yang seperti secara tiba-tiba langsung membalikkan tubuhnya dan menundukkan kepalanya sedikit dengan ekspresi wajah yang memerah karena malu.
“A-aku baik-baik saja!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang sedikit gugup dengan wajah yang malu dengan pandangan yang menatap ke bawah.
“Chen gege mengerti. Qier jangan khawatir! Chen gege akan menyelesaikan semuanya segera!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang kalem dengan senyum yang lembut yang membuat Seo Xiqin langsung berbalik menatap Li Yuchen.
“Ti-tidak!” teriak Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terburu-buru dengan tatapan mata yang tajam dengan nada suara yang bimbang.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang sebenarnya ingin dilakukan Li Yuchen dan Seo Xiqin dengan berita yang tersebar ya... Jawab di kolom komentar ya..