
Seo Wan'er yang tidak dapat pergi kemanapun dan hanya bisa diam di dalam Halamannya menjadi sangat kesal bahkan saat mengetahui bahwa Jin Ling pulang besama dengan Ye Rui.
"Apa yang kau katakan itu benar? Beraninya wanita J****g itu mendekati Priaku. Jangan harap aku akan melepaskannya dengan mudah!" ucap Seo Wan'er yang marah dengan ekspresi wajah yang marah sambil memukul meja dengan tangannya dengan sangat keras.
“Agh! Sial! Ini semua karena Seo Xiqin, jika bukan karenanya aku pasti bisa keluar dan tidak akan membiarkan wanita J****g itu menggoda priaku!” teriak Seo Wan’er lagi dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal di saat bersamaan.
Namun di saat Seo Wan’er sedang emosi tiba-tiba Hun Yin datang membawakan sebuah makanan yang sangat bergizi.
“Ada apa? Kenapa kau marah-marah, Putriku sayang?” tanya Hun Yin dengan lembut sambil memakai penutup kepala yang akan menutup seluruh wajahnya.
“Bagaimana aku tidak marah? Aku sudah tiga hari tidak bisa keluar bahkan aku harus duduk diam melihat Pria digoda wanita lain!” desah Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Jangan khawatir. Bukankah ayahmu sudah berjanji akan membawakan Pil Penyembuh tingkat Empat atau tingkat Tiga untuk menyembuhkan Penyakit aneh ini!” ucam Hun Yin yang mencoba mengingatkan Seo Wan’er dengan mengelus kepala Seo Wan’er dengan lembut berharap Seo Wan’er akan menahan amarahnya.
“Ibu tau sangat marah dan kesal. Ibu juga sudah sangat tidak tahan dengan situasi ini apalagi membiarkan anak sialan itu bahagia. Ibu ingin sekali merobek wajahnya yang tersenyum bahagia di Hari Pernikahannya itu!” ucap Hun Yin dengan wajah yang marah dengan tangan yang terkepal sangat erat.
“Tapi sekarang kita tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa diam sementara. Kita tidak bisa melakukan hal bodoh dalam siatuasi seperti ini. Kita hanya bisa bergerak setelah Pil Penyembuh itu telah ada di tangan kita. Apa kau mengerti maksud Ibu?” tanya Hun Yin dengan sorot mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius.
Seo Wan’er yang tidak bisa melakukan atau mengatakan apapun pun hanya bisa diam sambil mendengus panjang dengan ekspresi wajah yang kesal.
Sementara itu, Seo Xiqin yang masih sangat kesal kepada Li Yuchen karena berani memeluknya tanpa seizinnya itu pun hanya bisa menarik nafas panjang dan mengalah.
“Hah! Aku tidak bisa berpikiran sempit. Aku tidak bisa memperlakukannya dengann buruk tapi aku juga sangat kesal dengan sikap dan ekspresi wajahnya itu.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang menahan kesal dengan satu tangan terkepal ke atas sambil berendam di dalam air sabun mawar yang sangat nyaman dan wangi.
“Hmmm, aku tidak bisa membuatnya membenciku dan berbalik menjadi musuhku. Sekarang dia adalah Suamiku dan aku harus bisa menahan amarahku. Aku harus mengalah dan mengajaknya sarapan bersama.” Ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang telah memutuskan sesuatu dengan ekspresi wajah yang serius.
Seo Xiqin yang tidak bisa berendam terlalu lama pun memanggil Luo’er untuk membantunya bersiap sementara Sui’er menyiapkan sarapan pagi.
__ADS_1
Setelah bersiap, Seo Xiqin mengirim Luo’er untuk menemui Li Yuchen dan mengajaknya untuk sarapan pagi bersama di Kamar Seo Xiqin.
“Panggil Chen gege! Katakan padanya jika aku mengajaknya untuk sarapan bersama.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang memerah karena harus memanggil Li Yuchen dengan nama panggilan yang berbeda.
“Ehem! Baiklah Nona.” Ucap Luo’er sambil berdehem dengan sangat keras untuk memfokuskan kembali pikirannya yang terkejut karena mendengar panggilan mesrah Nona dan Tuan Muda barunya itu.
“Sepertinya Nona bahagia dengan Pernikahan ini. Semoga Nona dapat menemukan kebahagiaannya bersama Tuan Muda Li!” ucap Luo’er dalam hati dengan ekspresi wajah yang tulus.
Luo’er yang telah ada di depan Li Yuchen pun langsung menyampaikan pesan dari Seo Xiqin dan itu membuat Li Yuchen menjadi sangat senang dan girang sekali.
“Untuk apa kita masih di sini? Ayo cepat pergi. Aku tidak ingin membuat Istriku menunggu terlalu lama.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang semangat dengan senyum yang ceria.
Seo Xiqin yang melihat kedatangan Li Yuchen pun mempersilahkan Li Yuchen duduk di sampingnya dan mempersiapkan makanannya dengan telaten.
“Inilah yang namanya Surga Dunia. Nikmati sekali jika setiap hari harus seperti ini, tidur ada yang temani dan makan ada yang melayani! Hehehe!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang senang sambil makan makanannya dengan sangat lahap.
“Chen gege!” panggil Seo Xiqin dengan sangat lembut dengan ekspresi wajah yang malu-malu dengan wajah yang memerah sambil memainkan sumpit ke dalam mulutnya.
Li Yuchen yang melihat tingkah Seo Xiqin pun menjadi tergoda dan ingin sekali menarik Seo Xiqin ke pelukannya dan menciumi bibirnya yang sedang memainkan sumpit.
“Glegek!” suara saliva Li Yuchen yang tertelan kekerongkongan karena kesulitan menahan godaan Istri yang sedang bersikap aneh di depannya.
“Ada apa Istriku? Apakah ada sesuatu yang mengganjal? Katakan saja. Chen gege akan siap mendengarkannya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam menatap Seo Xiqin yang sedang duduk di sampingnya.
“Hmmm, sebenarnya di Kota Jinlin ada tradisi untuk bersujud di depan Orang Tua satu hari setelah Penikahan jadi...” ucap Seo Xiqin yang terhenti karena tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena teringat dengan Ibunya yang telah menghilang bertahun-tahun.
“Ibu! Xiqin sudah menikah. Xiqin sangat merindukan Ibu. Ibu ada dimana?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
Li Yuchen yang teringat dengan percakapan pribadi yang tidak sengaja di dengarnya itu pun langsung mengerti perasaan Seo Xiqin saat ini yang sangat merindukan Ibunya.
“Kau pasti sangat merindukan Ibumu. Aku berjanji akan membantumu menemukan Ibumu kembali dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Itu janjiku sebagai Suami.” Ucap Li Yuchen dalam hati yang tanpa sadar menggenggam tangan Seo Xiqin yang ada ada di atas meja.
Li Yuchen yang tersadar dengan sikapnya yang akan membuat Seo Xiqin mengamuk dan marah lagi padanya pun langsung meminta maaf lalu melakukan pembelaan diri.
“Ma-maaf! Che-Chen gege sungguh tidak sengaja. Chen gege tidak berniat mengambil kesempatan dalam situasi ini. Chen gege berjanji tidak akan mengulanginya lagi!” ucap Li Yuchen dengan gagap sambil mengangkat kedua tangannya ke atas seolah menyerah dan mengakui kesalahannya dengan wajah yang tulus.
Seo Xiqin yang melihat reaksi Li Yuchen yang berlebihan pun tersenyum malu dan tidak mempermasalahkan sikap spontan Li Yuchen baru saja yang akhirnya membuat Li Yuchen dapat bernafas lega.
“Aku mengerti. Chen gege tidak perlu bersikap seperti itu. Kita sudah menikah dan kita adalah sepasang suami istri tapi...” ucap Seo Xiqin yang terhenti dengan senyum yang lembut dan nada suara yang rendah.
“Tapi Chen gege tidak melakukan sesuatu tanpa seizinku. Apakah Chen gege mengerti?” tanya Seo Xiqin dengan senyum yang terlihat menyeramkan dengan aura yang mencekam dan tatapan mata yang membunuh.
“Me-mengerti Istriku Tercinta!” ucap Li Yuchen yang buru-buru menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti dengan ekspresi wajah yang takut.
*Mc tipe Suami takut (sayang) Istri* Hahahaha
“Baguslah. Ayo lanjutkan makannya Chen gege karena tidak harus ke Aula Utama dan melakukan tradisi pagi.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan tatapan mata yang sangat menawan serta nada suara yang terdengar sangat merdu.
Li Yuchen yang melihat perubahan sikap dan wajah Seo Xiqin yang sangat cepat pun menjadi semakin takut dan cemas tapi merasa lega di saat bersamaan.
“Hah! Untung aku buru-buru minta maaf dan mengaku salah. Jika tidak bisa-bisa cangkir dan piring itu akan melayang ke kepalaku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat lelah padahal hanya sarapan pagi.
#Bersambung#
Apakah Seo Wan'er dan Hun Yin berhasil mendapatkan Pil penawar itu? Dan apa yang akan dilakuan Hun Yin untuk merusak kebahagiaan Seo Xiqin?
__ADS_1