
Li Yuchen yang menyadari bahwa kekuatan keduanya hampir sama kecuali dengan tahapannya yang sedikit lebih stabil milik Mu Gecheng memilih untuk terus menyerang.
Pedang Naga yang keluar dari tempat penyimpanannya dengan cepat bergerak mengikuti keinginan Li Yuchen untuk menyerang Mu Gecheng.
Mu Gecheng yang tidak diam saja pun ikut mengeluarkan Pedangnya dan pertarungan pun terjadi di atas Arena.
Penonton yang tidak bisa melihat apapun kecuali kilatan cahaya dari pedang yang saling bertabrakan dan suara dentingan pedang yang terus berbunyi dengan sangat keras membuat Penonton menjadi semakin bersemangat.
“Sungguh Pertandingan yang sangat hebat! Tidak disangka orang dari Daratan Danzong itu bertanding dengan seimbang dengan orang dari Daratan Wuzhou!”
“Aku pun ikut terkejut dan tak percaya tapi itulah kenyataannya!”
“Ayo, semangat!”
Tak hanya Penonton bahkan Anggota Tim Li Yuchen dan Mu Gecheng ikut bersorak-sorai memberikan semangat.
“Bos! Ayo kalahkan dia! Kau pasti bisa menjadi Pemenangnya!” teriak Ye Zhin dengan suara yang lantang dengan penuh semangat.
“Tuan Muda Li, semangat!” teriak Master Qiang dengan suara yang keras dan ekspresi wajah yang sangat antusias serta sorot mata yang menunjukkan kebahagiaan.
Tepat sesaat Penonton mulai semakin bersemangat, keduanya mundur secara bersamaan dan mulai mengalirkan Energi Langit dan Bumi ke pedang masing-masing.
“Pedang Naga! Tebasan Cakar Naga!” teriak Li Yuchen dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang serius.
__ADS_1
“Auman Macan! Roooaaaarrrr!” teriak Mu Gecheng dengan suara yang sangat keras ke arah serangan Li Yuchen.
Dua serangan kuat yang saling bertabrakan itu mengeluarkan suara yang sangat keras dan menyebabkan asap yang sangat tebal lalu memukul mundur keduanya.
Li Yuchen yang berubah menjadi agresif tanpa ampun menyerang Mu Gecheng tapi tak satu pun serangannya yang berhasil.
"Apakah hanya ini yang bisa kau lakukan? Aku sungguh terlalu memandang tinggi dirimu!" sindir Mu Gecheng dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang merendahkan.
Mu Gecheng yang tak ingin membuang waktunya pun menggunakan sembilan puluh persen kekuatannya unuk menyerang Li Yuchen.
"Sabitan Bulan Sabit!" ucap Mu Gecheng dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang dingin.
Li Yuchen yang menyadari bahwa serangan yang dikeluarkan Mu Gecheng sangatlah kuat dan tidak akan bisa dihentikan dengan serangab balasan pun dengan cepat membuat Formasi Perlindungan.
Formasi tingkat Enam yang dibuat Li Yuchen ternyata cukup kuat untuk menahan serangan dari Mu Gecheng.
"S**l! Ternyata Formasi yang aku buat tidak bisa menahan serangan yang dilancarkannya berkali-kali!" gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan yang terkepal erat.
Mu Gecheng yang tau jika Formasi yang dibuat Li Yuchen dapat hancur dengan satu serangan penuhnya pun dengan cepat maju ke depan lalu menyimpan pedangnya dan menyerang Li Yuchen dengan tangannya yang kosong.
"Tapak Banteng Hitam!" ucap Mu Gecheng sambil mengalirkan Energi ke telapak tangannya lalu dengan cepat bergerak menghancurkan Formasi yang dibuat Li Yuchen.
Li Yuchen yang kehilangan Fomasi untuk melindungi tubuhnya pun terlepar ke belakang karena terkena efek samping dari pukulan Mu Gecheng.
__ADS_1
"Aarrgghh!" teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan tubuh yang terlempar ke belakang dengan wajah yang kesakitan.
Li Yuchen yang belum ingin menyerah pun membuka matanya dengan lebar lalu mengganti posisinya menjadi jongkok dan memperlambat gerakannya.
Li Yuchen yang terkena efek dari serangan tersebut pun memuntahkan daran segar dari dalam mulutnya dan tanpa disangka Mu Gecheng pun menyerang Li Yuchen kembali.
Li Yuchen yang tak bisa menghindar pun mengeluarkan serangan untuk melemahkan serangan Mu Gecheng dan hasilnya Li Yuchen pun terlempar kebelakang lagi.
Li Yuchen merasakan jika kekuatannya telah hampir habis tapi keinginannya untuk maju dan menang yang tinggi membuat Li Yuchen mengeluarkan serangan terakhirnya dengan kekuatan penuh.
"Aku tidak akan kalah! Aku masih belum menyerah!" ucap Li Yuchen dengan mata yang tajam dan tekad yang kuat.
"Terima ini! Serangan terakhirku! Hembusan Sayap Naga Api!" ucap Li Yuchen yang kemudian mengeluarkan Energi berlapis angin yang sangat kuat ke arah Mu Gecheng.
Mu Gecheng yang tak diam saja ikut menyerang Li Yuchen dengan kekuatan penuhnya dan berhasil membuat serangan Li Yuchen sia-sia.
Mu Gecheng yang ingin menyelesaikan Pertandingan itu pun menyerang Li Yuchen saat Li Yuchen ingin menarik nafas sejenak untuk memulihkan kekuatannya.
"Menang! Kau tak akan bisa mendapatkan kemenangan tersebut!" ucap Mu Gecheng dengan tatapan mata merendahkan.
Li Yuchen yang tak bisa bertahan pun terlempar ke belakang dan jatuh di tengah Arena Pertandingan dengan tubuh terlentang.
"Pertandingan telah berakhir! Daratan Wuzhou yang menang!" ucap Mu Gecheng dengan tatapan mata yang kecewa lalu berbalik arah yang berlawanan.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah pertandingan benar-benar berhasil dan Li Yuchen kalah? Atau terjadi sesuatu dan Li Yuchen berhasil menang? Tunggu jawabannya di Bab lainnya ya..