
Li Yuchen yang mendengar perkataan Kaisar Qi tanpa sadar tertawa dengan sangat keras hingga akhirnya membuat Kaisar Qi kebingungan.
"Apakah Yang Mulia pikir hanya waktu anda yang hilang disini dan semua yang saya lakukan tidak berguna?" sindir Li Yuchen dengan senyum licik dan tatapan mata yang sinis.
"Yang Mulia, anda terlalu memandang rendah saya. Meskipun saya berasal dari Daratan Danzong yang merupakan Daratan Terendah dari ketiga Daratan yang ada. Saya tidak selemah yang ada dipikiran anda, Yang Mulia?" ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang sombong.
Li Yuchen yang memiliki Kartu As yang sangat diinginkan Kaisar Qi pun berjalan maju ke depan dengan kepala terangkat.
"Meskipun saya tidak bisa memeriksa Putra Mahkota Qi Houran secara langsung tapi hal itu bukan masalah karena saya masih bisa mengetahui masalah yang dialami Putra Mahkota hanya dalam sekali lihat!" ucap Li Yuchen dengan senyum yang licik.
"Hmmm, tapi jika aku mengatakan yang sebenarnya tentang kondisi Putra Mahkota, apa yang bisa aku dapatkan?" tanya Li Yuchen dengan senyum yang lembut.
Kaisar Qi yang berpikir jika dirinya bisa menekan Li Yuchen karena Li Yuchen gagal melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya pun menjadi sangat kesal.
"Hah! Tidak disangak ternyata anak ini sangat licin seperti ular. Padahal aku ingin menariknya menjadi orang dari Daratan Yunzan tidak disangka justru aku yang tertekan!" ucap Kaisar Qi dalam hati dengan mata yang tajam.
"Jika kau berhasil mengatakan yang sebenarnya yang terjadi pada Putra Mahkota maka aku akan memberimu Benda Pusaka Langit tingkat Tinggi!" ucap Kaisar dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Kaisar Qi pun tersenyum sinis dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Jika seperti itu maka maaf Yang Mulia saya masih harus berlatih untuk Pertandingan di Babak Ketiga!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek sambil berbalik mencoba meninggalkan Istana Kekaisaran.
Kaisar Qi yang merasa sangat terhina dengan sikap Li Yuchen pun menjadi murka dan memukul kursi kebanggaannya lalu berdiri dengan tegap.
“Jenderal Istana!” teriak Kaisar Qi dengan suara yang lantang sambil menunjuk ke arah Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang marah.
Jenderal Istana yang mendengar dirinya di panggil oleh Kaisar Qi dengan cepat berlari memasuki Istana dan mengarahkan tombaknya yang panjang ke arah Li Yuchen.
Li Yuchen yang mengetahui bahwa Jenderal Istana yang berdiri di depannya ada di Level Legenda tingkat Satu pun tersenyum kecil lalu berbalik arah ke arah Kaisar Qi.
“Yang Mulia, apakah kau yakin ingin membuat situasi ini menjadi semakin sulit?” sindir Li Yuchen dengan nada suara yang tenang yang membuat Kaisar Qi menjadi cemas.
__ADS_1
“Apa yang terjadi? Kenapa pemuda ini masih tetap tenang di hadapan Jenderal Istana? Apakah dia menyimpan sebuah rahasia yang lain?” tanya Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang penasaran dalam benaknya.
“Aku tidak ingin membuat situasi ini menjadi sulit. Aku hanya ingin bicara denganmu dengan tenang tapi sepertinya hal itu sangat sulit terjadi mengingat Tuan Muda Li sangat terburu-buru ingin pergi!” ucap Kaisar Qi dengan wajah yang tidak tau malu dengan senyum yang licik.
Li Yuchen yang tidak ingin kalah dari Kaisar Qi dan menginginkan Luenli menjadi Kaisar di masa depan pun memutuskan untuk meredam keegoisannya.
“Jika Yang Mulia ingin bicara bukankah ada tempat lain yang lebih nyaman untuk melakukan itu?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang licik dengan ekspresi wajah yang santai serta senyum yang lembut.
Kaisar Qi yang menyadari maksud Li Yuchen pun memberikan kode kepada Jenderal Istana untuk menurunkan senjatanya lalu mengikuti keduanya menuju Taman Istana.
Li Yuchen yang akhirnya duduk di sebuah Gazebo yang di kelilingi dengan danau dan juga taman bunga yang indah bersama Kaisar Qi mendapatkan pelayanan yang sangat bagus.
Seorang Pelayan Wanita yang sangat cantik dan muda pun datang membawakan makanan dan ringan dan juga menuangkan teh ke gelas Kaisar Qi dan Li Yuchen.
Li Yuchen yang melihat Kaisar Qi meminum tehnya pun dengan cepat mengikutinya dengan mengambil teh yang ada di hadapannya lalu meminumnya.
“Teh ini sangat enak tapi sayang warnanya tak terlalu cantik! Jika Yang Mulia bersedia, aku bisa menyediakan teh yang lebih baik dari ini!” sindir Li Yuchen yang menyadari ada racun di dalam tehnya dan memberikan peringatan kepada Kaisar Qi di saat bersamaan.
Kaisar Qi yang ingin bicara dengan Li Yuchen empat mata pun mengusir Pelayan Wanita yang ada di dekatnya lalu memberikan perintah kepada Jenderal Istana untuk meninggalkan tempat tersebut.
Li Yuchen yang melihat tidak ada seorangpun di dekatnya dan dirinya hanya berdua bersama Kaisar Qi pun dengan cepat membuat Segel Formasi Perlindungan yang tidak terlihat.
“Segel Formasi telah dipasang jadi sekarang adalah saatnya untuk bicara tentang bisnis!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum licik.
“Yang Mulia sudah mengetahui tentang identitasku secara umum tapi Yang Mulia anda tidak mengetahui yang aku sembunyikan!” ucap Li Yuchen yang memajukan tubuhnya dengan senyum percaya diri.
“Saya dapat membuat alat vital Putra Mahkota Qi Houan hidup kembali tapi saya tidak bisa membuatnya memiliki keturunan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.
“Apa? Lalu apa gunanya itu? Yang aku inginkan adalah Putra Mahkota bisa meneruskan Garis Keturunan Keluarga Kekaisaran!” ucap Kaisar Qi dengan suara yang keras sambil memukul meja dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah.
“Jika itu yang diinginkan oleh Yang Mulia kenapa tidak mengganti Putra Mahkota yang sekarang dengan Putra Mahkota yang baru!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang santai.
__ADS_1
Kaisar Qi yang mendengar perkataan Li Yuchen pun tertawa dengan sangat keras lalu menatap sinis ke arah Li Yuchen.
“Apa kau tidak tau jika aku hanya memiliki Seorang Putra yaitu Putra Mahkota Qi Houran lalu bagaimana aku bisa menggantinya dengan Putraku yang lain sementara semuanya adalah Putri?” tanya Kaisar Qi dengan nada suara yang sarkastis dengan kata-kata yang terdengar sangat kasar.
“Bagaimana jika aku katakan jika Yang Mulia tidak hanya memiliki Seorang Putra yang dilahirkan oleh Permaisuri You tapi Yang Mulia sebenarnya memiliki Putra berasal dari Rakyat Biasa dan saat ini Putra Yang Mulia sedang berada di luar sana bersama Ibunya?” ucap Li Yuchen dengan senyum yang licik.
Kaisar Qi yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut dan terdiam sesaat. Kaisar Qi yang menyadari satu hal dari percakapannya dengan Li Yuchen pun akhirnya mengakui kehebatan Li Yuchen.
“Pemuda ini tidak disangka ternyata telah mempersiapkan semuanya. Dia telah mengetahui semuanya makanya dapat bersikap sangat tenang di hadapanku!” ucap Kaisar dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
Kaisar Qi yang menyadari bahwa Li Yuchen memiliki Kartu yang sangat penting pun akhirnya mengalah dan menurunkan harga dirinya.
“Aku mengerti. Sekarang bisa kau katakan tujuanmu sebenarnya?” tanya Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang tajam.
Li Yuchen yang mendengar bahwa Kaisar Qi telah bersedia bernegosiasi dengannya pun tersenyum puas.
“Aku ingin Putra Mahkota Qi Houran diturunkan Posisinya sebagai Putra Mahkota dan aku menginginkan Hak Penuh atas kepemilikan Kota Shanghuai!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
“Kota Shanghuai? Apakah kau yakin dengan permintaanmu itu Tuan Muda Li?” tanya Kaisar Qi dengan alis yang mengkerut dengan tatapan mata yang bingung.
“Tentu saja Yang Mulia. Aku akan membawa Pangeran Muda menemui Yang Mulia tepat setelah Yang Mulia Putra Mahkota Qi Houran diturunkan tahtanya!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang percaya diri.
“Apa kau sangat yakin jika Pangeran yang kau temukan sungguh Putraku dan memiliki darah Keluarga Kekaisaran?” tanya Kaisar Qi dengan tatapan mata yang curiga.
“Aku memiliki cara untuk menunjukkannya Yang Mulia dan aku sangat yakin akan hal ini!” ucap Li Yuchen sambil tersenyum lembut.
“Baiklah. Aku menyetujui permintaanmu ini dengan syarat. Jika saat Putra Mahkota Qi Houran diturunkan posisinya Pria yang kau bawa sungguh Putraku maka aku akan menjadikannya Putra Mahkota selanjutnya menggantikan Putra Mahkota Qi Houran lalu memberikan yang kau inginkan tapi....” ucap Kaisar Qi yang tiba-tiba menghentikan perkataannya dengan senyum yang licik.
“Tapi jika kau tidak bisa menunjukkannya maka kau harus bersedia menjadi orang dari Daratan Yunzan dan menikahi Putri Tertuaku!” ucap Kaisar Qi dengan senyum yang lebar.
#Bersambung#
__ADS_1
Hmmm, ternyata Kaisar Qi berniat untuk membawa Li Yuchen menjadi menantunya. Apakah rencana Kaisar Qi akan berhasil? Tebak di kolom komentar ya...