
Tetua Han yang melihat sikap Jin Ling yang ingin kabur dan tidak ingin melaksanakan perjanjian mereka pun menjadi marah dan mengancam Jin Ling.
"Tuan Muda Jin! Apakah Keluargamu ingin menjadi musuh Paviliun Huanfu dan tidak membutuhkan Seorang Alkemia lagi?" tanya Tetua Han dengan tatapan mata yang tajam dan dingin yang di arahkan ke arah Jin Ling.
"Ti-tidak! Tetua Han jangan salah paham!" ucap Jin Ling dengan ekspresi wajah ketakutan dan khawatir dengan keringat yang mengalir deras ke pipinya.
"Kalau begitu anda tidak keberatan melakukan Perjanjian kalian bukan?" tanya Tetua Han dengan wajah yang sangat dingin tanpa ekspresi.
"Tentu! Tentu saja." ucap Jin Ling dengan gagap sambil mengeluarkan sekantong uang dari dalam tas Qiankun miliknya dan melemparkannya ke arah Li Yuchen.
Li Yuchen yang sebenarnya tidak peduli dengan orang lain tapi saat menyangkut uang dan harta karun Li Yuchen tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
Li Yuchen pun membuka kantong tersebut dan menghitungnya di tempat lalu memasang ekspresi wajah yang bahagia.
"Uangnya sangat pas! Terima kasih Tuan Muda Jin!" ucap Li Yuchen dengan senyum puas dan ekspresi wajah yang bahagia sambil menyimpan uang tersebut ke dalam Giok Naga Hijau Emas miliknya.
Jin Ling yang telah memberikan uang tersebut berencana untuk kabur tapi dihentikan oleh Tetua Han.
"Apakah Tuan Muda Jin ingatannya sudah sangat tua? Hingga lupa isi dari keseluruhan perjanjian pertandingan ini." ucap Tetua Han dengan nada yang sinis dan tatapan yang membunuh.
Jin Ling yang mendengar perkataan Tetua Han pun menoleh ke arah Ye Rui yang ternyata mengabaikan tatapan matanya dan menoleh ke arah lain.
"Sial! Dasar wanita sialan! Aku akan membalasmu nanti! Jangan harap kau dapat melarikan diri setelah membuatku terhina hari ini!" ucap Jin Ling dalam hati dengan tatapan penuh amarah sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
Jin Ling yang tidak memiliki pilihan lain pun terpaksa bersujud dan menundukkan kepalanya mengakui kesalahannya lalu berlari pergi meninggalkan Paviliun Huanfu dengan tergesa-gesa.
"Maaf! Maafkan kesombonganku! Tuan sudah menang, selamat!" ucap Jin Ling dengan nada bicara terpaksa dan tatapan mata yang penuh dengan amarah dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat.
"Aku akan mengingat semua penghinaan ini! Saat aku menjadi Walikota nanti Ye Rui dan Tua Bangka itu akan membayarnya seribu kali lipat! Pria bertopeng, Aku akan mencari tau identitasmu dan mengulitimu hingga puas." ucap Jin Ling dengan ekspresi wajah yang serius sambil berlari meninggalkan Paviliun Huanfu.
Ye Rui yang melihat kepergian Jin Ling pun menggertakkan giginya karena tidak mau mengakui kekalahan tapi Tetua Han yang melihat pergerakan mencurigakan muridnya pun segera bertindak.
__ADS_1
"Apa yang kau tunggu? Akui kekalahanmu!" ucap Tetua Han dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang dingin sedingin es.
"Gu-Guru! A-aku!" ucap Ye Rui dengan terbata-bata sambil menatap Tetua Han dengan tatapan sedih dan pilu.
"Jangan pernah memanggilku guru lagi! Aku tidak pernah memiliki murid yang tidak mau mengakui kekalahannya!" ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah kecewa.
Li Yuchen yang tidak tertarik dengan drama murid dan guru yang ada di depan matanya pun memilih untuk pergi dan mendapatkan uangnya lalu pergi ke Pelelangan.
"Tetua Han! Aku tidak membutuhkan apapun dari Nona Ye! Aku akan menyerahkan semua yang ingin aku jual dan uangnya dapat anda kirimkan padaku nanti." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang cuek dan ekspresi wajah yang datar sambil berjalan keluar ruangan.
"Tu-tunggu! Kalau boleh tau siapa nama Tuan? Jika Tuan tidak keberatan, apakah Tuan bersedia menjadi Tetua Kehormatan di Paviliun Huanfuku?" tanya Tetua Han dengan ekspresi wajah yang kaku dan cemas sambil berlari mengejar Li Yuchen dengan tergesa-gesa.
"Margaku Yu!" ucap Li Yuchen singkat dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Ye Rui yang melihat gurunya bersikap sangat sopan kepada seorang pemuda yang berjalan dengan sangat angkuh menjadi sangat kesal.
"Guru! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau bersikap sangat sopan padanya? Guru, kau adalah Tetua Asosiasi Alkemia, bagaimana dengan martabat dan wibawamu?" tanya Ye Rui dengan nada yang tinggi dan ekspresi wajah yang kesal dan tidak senang.
"Baiklah Tetua Yu! Saya akan segera mengirim orang untuk memberikan uang anda." ucap Tetua Han dengan suara yang rendah sambil menundukkan kepala memberi hormat dengan sopan.
"Baiklah. Terima kasih tapi saya masih belum setuju dengan permintaan anda Tetua Han. Maafkan saya." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan suara yang santai lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan.
Ye Rui yang sangat tidak senang dengan sikap Li Yuchen pada Gurunya pun menjadi marah dan mengumpat Li Yuchen dengan kata-kata merendahkan.
"Hentikan saja Guru! Kenapa kau sangat ingin dia menjadi Tetua Kehormatan di Paviliun Huanfu kita? Jika dia tidak mau biarkan saja. Orang yang tidak tau caranya menghargai kebaikan guru tidak pantas berada di sini." ucap Ye Rui dengan nada bicara yang tinggi dan sikap yang angkuh sambil memandang rendah Li Yuchen.
"Hentikan! Sikap sombongmu ini tidak bisa ditolerir lagi. Jangan pernah memanggilku guru dan menemuiku lagi sampai kau menyadari kesalahanmu! Aku kecewa padama Ye Rui! Tidak tau, aku menyesal mengangkut menjadi muridku!" ucap Tetua Han dengan tatapan sedih dan ekspresi wajah yang kecewa lalu pergi meninggalkan Ye Rui yang masih berdiri terdiam di tempatnya.
Ye Rui yang melihat tatapan kecewa di mata dan ekspresi Tetua Han serta kata-kata Tetua Han yang menyiratkan luka yang dalam membuat Ye Rui merasa ada rasa sakit di dalam hatinya.
"Guru!" ucap Ye Rui dengan nada bicara yang pilu dan ekspresi wajah yang sedih hingga meneteskan air mata.
__ADS_1
Li Yuchen yang telah menyerahkan semua yang ingin dijualnya kepada Pelayan pun berencana segera pergi ke Menara Formasi Shinzu.
Li Yuchen yang berjalan turun ke lantai satu dengan kepala yang tegak melihat perubahan drastis dari semua pelayan dan penjaga yang ada di Paviliun Huanfu tidak memiliki perasaan apapun.
"Sepertinya Tetua Han telah bergerak dengan sangat cepat. Sudah tidak ada lagi lalat sombong yang berkeliaran!" gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil berjalan keluar Paviliun Huanfu dengan santai.
Namun, saat Li Yuchen ingin berjalan menuju Menara Formasi Shinzu, Pelayan dan Penjaga yang dipecat ternyata bersujud di depan pintu masuk Paviliun Huanfu menunggu Li Yuchen keluar.
"Tuan muda! Ini adalah kesalaham kami. Kami tau kami bersalah. Kami mohon Tuan maafkan kami." ucap ketiga secara bergantian dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menangis pilu dengan suara yang sangat keras
Semua orang yang berada di sekitar Paviliun Huanfu pun menjadi sangat penasaran hingga membuat semua orang datang dan melihat kejadian tersebut.
"Lihat! Apa yang telah terjadi?"
"Kenapa ketiga orang ini menangis tersedu-sedu seperti itu?"
"Kenapa mereka bersujud dihadapan Tuan Muda itu?"
"Apa yang telah dilakukan ketiga orang itu hingga di pecat dari pekerjaannya?
"Siapa Tuan Muda itu? Kenapa memakai topeng?"
"Apakah wajah Tuan Muda itu sangat jelek makanya memakai topeng?"
Li Yuchen yang mendengar bisikan orang-orang satu per satu dan melihat pertunjukan yang ada di depannya pun tertawa dengan sangat keras hingga membuat semua orang kebingungan.
"Hah! Kenapa hari ini banyak sekali orang yang bersikap seolah korban tapi kenyataannya adalah pelaku sebenarnya." sindir Li Yuchen dengan nada bicara yang dingin.
"Orang-orang ini pasti telah dibayar untuk menghancurkan reputasiku karena tidak mungkin mereka memiliki keberanian yang tinggi untuk berurusan denganku?" tanya Li Yuchen dalam dengan ekspresi wajah yang datar sambil melihat ketiga orang itu secara bergantian.
"Hah! Sepertinya orang itu benar-benar harus segera dipelajaran agar dapat berhenti menggangguku." ucap Li Yuchen dalam hati sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
#Bersambung#