Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 129. Keterkejutan Jin Qui


__ADS_3

Seo Xiqin yang ada di dalam kereta kuda pun mendengar semua perkataan Jin Qui menjadi sangat kesal hingga mengepalkan kedua tangannya dengan sangat keras.


“Apa-apan yang dikatakan orang itu? Beraninya dia mengatakan hal itu tentang Nona di hadapan Tuan Muda?” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menggenggam pedangnya dengan sangat erat.


“Tunggu! Kita tidak bisa gegabah. Kita harus tetap tenang, biarkan Chen Gege mengatasinya. Kita cukup duduk tenang di dalam.” Ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dan tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang duduk di kusir mendengar kepercayaan penuh yang diberikan Seo Xiqin padanya pun membuat amarah yang memuncak pada hati Li Yuchen pun meredah.


Li Yuchen yang awalnya ingin memberikan pelajaran kepada Jin Qui secara langsung mulai berpikir untuk melakukan hal lain saat melihat Ye Zhin yang bersembunyi di atas pohon menunggu perintah darinya.


Li Yuchen yang melihat Ye Zhin pun tersenyum senang sambil memikirkan cara yang lebih baik untuk memberikan Pelajaran kepada Tuan Muda Sombong yang tidak ada apa-apanya.


“Kerjai B*** buntal yang ada di depanku ini! Buat dia malu di depan semua orang!” perintah Li Yuchen kepad Ye Zhin melalui telepati.


Ye Zhin yang mendengar perintah yang sangat disukainya dari Li Yuchen pun tertawa bahagia dan tersenyum seperti manusia yang telah berevolasi menjadi Iblis kejam dengan tanduk merah di atas kepalanya.


“Hehehe... Ini adalah bagian yang sangat aku sukai. Jika aku melakukan sesuatu yang nakal, Bos pasti akan membantuku membereskan semuanya!” ucap Ye Zhin dalam hati dengan senyum yang jahat.


Ye Zhin yang melompat keluar dari tempat persembunyiannya ke samping Jin Qui membawa kuda hitam yang dengan cepat dipinjamnya dari tempat Sewa Kuda pun memulai aksinya.


“Aku pinjam kuda ini!” teriak Ye Zhin sambil melompat ke atas kuda lalu melempar sekeping koin emas yang didapatnya dari Li Yuchen.


“Minggir! Minggir! Minggir!” teriak Ye Zhin dengan sangat keras sambil memainkan cambuknya dan memukul semua Penjaga Jin Qui dan juga mencambuk kuda Jin Qui hingga membuat Jin Qui terjatuh ke tanah karena kehilangan keseimbangan.


“Sialan! Siapa itu? Beraninya dia mengganggu Tuan Muda ini!” teriak Jin Qui dengan nada suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesal sambil bergerak bangun dengan bantuan Kepala Penjaga yang datang bersamanya.


“Ini aku! Lalu, kau mau apa?” tanya Ye Zhin dengan tatapan mata dan ekspresi wajah yang merendahkan dengan sangat gagah duduk di atas kuda hitamnya.


“Sialan kau! Dasar B*******k! Turun kau jika berani! Kepala Penjaga hajar dia! Aku ingin dia jatuh dan bersujud dan mencium kakiku!” perintah Jin Qui dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal di saat bersamaan yang membuat tubuhnya yang gemuk terlihat seperti Ikan Buntal.


Kepala Penjaga yang mendengar perintah dari Tuan Mudanya yang terlihat seperti Seorang Idiot itu pun menghela nafas panjang dan melakukan hal yang bertolak belakang.

__ADS_1


“Maafkan kelancangan Tuan Muda kami, Master Ye!” ucap Kepala Penjaga dengan ekspresi wajah yang datar dan sikap yang penuh wibawa.


Jin Qui yang tidak terima Kepala Penjaganya menolak perintahnya itu pun mengambil cambuk dan mencoba mencambuk kuda Ye Zhin.


“Dasar Kepala Penjaga bodoh! Aku akan mengadukanmu kepada Ibuku saat pulang nanti! Minggir kau!” teriak Jin Qui dengan ekspresi wajah yang kesal sambil mengambil cambuk dan mencambuk kuda Ye Zhin yang langsung dihalangi oleh beberapa Penjaga lain yang mendapatkan kode dari Kepala Penjaga.


“Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian melindungi B******n ini! Minggi kalian semua jika tidak kalian semua akan dipecat sebagai Penjaga Kediaman Walikota!” ancam Jin Qui dengan suara yang sangat keras hingga membuat Li Yuchen dan Ye Zhin yang duduk di atas kereta dan kuda mereka masing-masing semakin memandang redah Kediaman Walikota Jinlin.


“Apakah semua anak Walikota Jinlin ini adalah B*** dan Idiot?” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang memandang rendah Tuan Muda yang berdiri di depannya.


Kepala Penjaga yang mendengar perkataan Jin Qui pun tidak tahan lagi dan menampar Jin Qui di depan semua orang bahkan rakyat biasa yang tidak pernah melihat Seorang Bangsawan dipukul di depan semua orang menjadi sangat terkejut.


“Plak!” suara tamparan di pipi Jin Qui yang mengeluarkan ekspresi wajah terkejut dan tatapan mata yang tajam tidak terima.


“Dasar Kepala Penjaga rendahan! Beraninya kau memukul Tuanmu!” teriak Jin Qui dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang ingin membunuh dengan nada suara yang sangat tinggi dan keras.


Kepala Penjaga yang sadar jika tindakannya keterlaluan pun langsung membungkukkan tubunya dan meminta maaf serta menjelaskan alasannya.


“Apa yang kau katakan itu benar? Ma-Master Formasi!” ucap Jin Qui lagi yang mencoba mengkonfirmasi kebenaran dari informasi yang baru di dengarnya.


“Benar sekali Tuan Muda! Beliau adalah Tuan Muda Kedua dari Kediaman Keluarga Ye, Ye Zhin dan juga Seorang Master Formasi serta Tangan Kanan dari Tetua Yu dari Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu!” ucap Kepala Pelayan yang mencoba menjelaskan informasi yang tidak diketahui Jin Qui.


Ye Zhin yang mendengar namanya di sanjung pun menjadi semakin bangga dan besar kepala sehingga membuat Li Yuchen yang berada di depannya memandang dengan tatapan yang aneh.


“Hmmm! Dasar anak ini!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang malas dengan nada suara yang sangat rendah hingga tak seorangpun yang dapat mendengarnya.


Semua Rakyat yang berdiri di sekitar pun mulai memandang Ye Zhin dengan cara berbeda bahkan banyak Nona Muda atau Wanita Muda yang mulai memikirkan Ye Zhin sebagai Calon Suami Idaman mereka selaian Tetua Yu.


Namun di sisi lain, Kepala Penjaga yang tau jika informasi yang akan diberitaukannya akan menjadi pukulan yang sangat berat kepada Tuan Muda Keempatnya itu pun tidak memiliki pilihan lain selain mengatakan semuanya agar Jin Qui tidak membuat masalah lagi.


“Jika Tuann Muda tidak segera meminta maaf dan meminta ampun maka Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu dapat mengajukan komplain ke Kediaman Walikota yang akan sangat berbahaya bagi masa depan Tuan Muda dan Nyonya.” Ucap Kepala Penjaga dengan ekspresi wajah yang serius dengan kepala yang masih tertunduk.

__ADS_1


Jin Qui yang tidak bisa bereaksi dengan cepat dalam membuat keputusan membuat Kepala Penjaga mengambil keputusan atas nama Jin Qui.


“Tuan Muda Ye! Ah, tidak! Master Ye, tolong ampuni dan maafkan kelancangan Tuan Muda kami!” ucap Kepala Penjaga yang bersujud di depan kuda Ye Zhin bersama dengan Penjaga lainnya.


Ye Zhin yang tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini menjadi sangat bingung dan canggung lalu melihat ke arah Li Yuchen yang duduk di kursi sebelah kasir di depannya.


“Bos, tolong aku!” teriak Ye Zhin dalam hati sambil memandang Li Yuchen dengan tatapan yang meminta bantuan hingga membuat Li Yuchen menepuk dahinya melihat Ye Zhin yang tidak bisa menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh dirinya sendiri.


“Apa yang kau lakukan? Jangan melihatku seperti itu jika tidak orang-orang akan tau hubunganmu denganku! Jangan banyak berpikir lagi, hukum saja Jin Qui dan lepaskan saja yang lainnya!” ucap Li Yuchen yang memberikan telepati kepada Ye Zhin.


“Siap Bos!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang ceria sambil mengedipkan mata lalu melihat ke arah Kepala Penjaga dan Penjaga yang lain yang bersujud di depannya.


“Aku tidak ada urusan dengan kalian semua. Aku hanya punya urusan dengan Tuan Muda kalian yang Idiot ini! Jadi menyingkirlah!” ucap Ye Zhin dengan tatapan mata yang membunuh dan nada suara yang tinggi.


“Ta-tapi Master Ye...” ucap Kepala Penjaga yang melihat Jin Qui yang sedang teduduk dengan wajah yang takut dan membiru lalu menundukkan kepala di depan Ye Zhin.


“Apakah Kediaman Walikota telah benar-benar ingin berurusan dengan Menara Formasi Shinzu?” tanya Ye Zhin lagi sambil menekankan tiga kata terakhir dari kalimatnya dengan tatapan mata yang tajam.


“Kami tidak berani!” ucap Kepala Penjaga yang menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya dengan sangat erat lalu memberi kode kepada semua Penjaga untuk bergerak mundur dan menyingkir memberikan ruang antara Ye Zhin dan Jin Qui.


Jin Qui yang menyadari situasinya yang sangat buruk pun langsung bersujud ke tanah dan meminta pengampunan pada Ye Zhin sambil mengutuk Ye Zhin dan Li Yuchen dalam hati.


“Sial! Jika aku bisa selamat kali ini, aku akan memberikan kedua orang ini pelajaran! Aku akan membuat kalian berdua besujud dan menjilati sepatuku dan aku akan membuat J****g itu untuk menghangatkan ranjangku!” ucap Jin Qui dalam hati dengan ekspresi wajah marah dan pikiran kotor yang disembunyikannya saat bersujud di depan Ye Zhin.


“Master Ye, ampuni saya! Mohon ampuni kesalahan saya! Saya sungguh tidak berani, saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Sa-saya bisa menyerahkan semua uangku kepada Master Ye asalkan Master Ye mau melepaskanku!” ucap Jin Qui dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat jelek dengan senyum seperti Seorang Penjilat.


“Jangan gunakan senyum menjilatmu itu padaku! Karena aku tidak akan termakan dengan ucapan bodohmu yang dalam hatinya memiliki niat buruk!” ucap Ye Zhin yang telah turun dari kudanya sambil berjalan mendekat ke arah Jin Qui yang melihatnya seperti Dewa Pencabut Nyawa.


#Bersambung#


Kira-kira enaknya diapain ya Jin Qui ini? Apakah Para Readers punya Ide? Silahkan tuangkan ide kalian di kolom komentar ya. Ide yang bagus akan menentukan Bab selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2