
Shanyuan yang memejamkan matanya merasa bingung saat rasa sakit yang dipikir akan segera dirasakannya tidak kunjung datang.
Shanyuan yang merasa penasaran pun membuka matanya dan melihat Master Ning yang sedang terjatuh di antara kumpulan kursi yang patah.
Shanyuan yang bingung pun melihat ke arah Li Yuchen yang sedang berdiri di sampingnya dengan senyum yang sinis dan tatapan mata yang merendahkan.
Semua orang yang melihat tindakan Li Yuchen menjadi sangat terkejut dan begitu pula Master Ning yang terlempar mundur akibat Formasi Perlindungan yang dibuat Li Yuchen untuk melindungi Shanyuan.
“Ka-Kau...” teriak Master Ning dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar sambil menunjuk ke arah Li Yuchen.
“Hah! Aku apa?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang malas sambil memainkan rambutnya yang membuat wanita-wanita muda yang ada di tempat itu terkesima dengan ketampanan Li Yuchen.
“Kau juga Master Formasi tapi kenapa kau berani ikut campur urusan orang lain? Apa kau tidak tau siapa aku? Meskipun kau juga Master Formasi tapi kau hanya orang baru dan aku adalah Seniormu!” teriak Master Ning yang telah berdiri dengan ekspresi wajah yang marah dengann mata yang melotot tajam dan terus menunjuk Li Yuchen.
Li Yuchen yang malas melayani orang-orang yang tidak penting lebih memilih berbicara dengan Shanyuan yang masih berlutut dengan ekspresi wajah yang terkejut.
“Kenapa diam? Sudah cukup minta maafmu! Cepat berdiri! Kau tidak perlu berlutut seperti itu.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dengan nada suara yang datar.
“Jika kau tidak ingin berdiri juga lebih kau kembali dan tidak perlu memanduku lagi!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dengann nada suara yang dingin.
Shanyuan yang tidak ingin mengembalikan uang yang diterimanya dan kehilangan pekerjaannya pun memutuskan untuk mengikuti perkataan Li Yuchen.
“Tu-tunggu Tuan!” ucap Shanyuan dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang panik dan langsung berdiri di samping Li Yuchen.
Di saat Li Yuchen sedang berbicara tiba-tiba Pelayan yang meninggalkannya untuk memanggil Master Lantai Satu pun datang bersama Ketua Qin dengan terburu-buru.
“Ma-maafkan ketidaksopanan saya, Ma-Master!” ucap Pelayan tersebut yang langsung menundukkan kepalanya dihadapan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang panik.
“Maafkan atas ketidaknyamanan Anda. Apakah ada yang bisa saya bantu? Perkenalkan saya adalah Ketua Menara Formasi Shinzu di Kota Xilin dan namaku adalah Qin. Panggil saja saya Ketua Qin.” Ucap Ketua Qin dengan senyum yang lembut dan bersahabat.
Li Yuchen yang akhirnya bertemu dengan orang yang diinginkannya pun merasa sedikit lega dan menatap Master Ning yang terdiam.
“Apakah dia adalah Master Formasi Senior di Menara Formasi Shinzu ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dan datar dengan nada suara yang dingin.
“Benar! Hmmm, saya mendengar jika telah terjadi kesalahpahaman disini jadi saya...” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang bersahabat yang langsung dihentikan oleh Li Yuchen.
__ADS_1
“Tidak ada kesalahpahaman! Yang ada hanya kearogansian!” sindir Li Yuchen dengan senyum yang sinis dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.
Ketua Qin yang mengerti maksud Li Yuchen pun menghela nafas panjang dan menatap Master Ning yang sedang berdiri.
“Hah! Master Ning adalah Salah Master Formasi tingkat Dua yang dimiliki oleh Menara Formasi Shinzu kami. Meskipun perilakunya sangat tidak bisa diatur tapi tidak pernah terjadi hal buruk pada Menara Formasi Shinzu karenanya aku selalu menutup mata atas tindakannya.” Ucap Ketua Qin denagn ekspresi wajah yang pasrah sambil menatap Master Ning.
“Aku tidak bisa melawan orang yang sedang berdiri di hadapanku ini!” ucap Ketua Qin sambil menghela nafas panjang dengan ekspresi wajah yang menyesal.
“Mulai saat ini Master Formasi Ning bukan lagi Master Formasi di Menara Formasi Shinzu! Semua fasilitas dan perlindungan padanya telah dicabut dan dia dilarang menginjakkan kaki di Menara Formasi Shinzu ini lagi!” Ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
Master Ning yang diusir secara paksa menjadi sangat marah dan kesal dan mencoba untuk memberontak.
“Tidak! Ketua! Kau tidak boleh melakukan ini padaku! Aku adalah Master Formasi tingkat Dua!” ucap Master Ning dengan ekspresi yang marah dengan wajah yang memerah dan suara yang sangat keras dan tinggi.
“Lepaskan aku! Lepaskan!” teriak Master Ning lagi dengan suara yang sangat keras sambil memberontak menolak diusir keluar.
Li Yuchen yang tidak ingin meninggalkan masalah pada dirinya dikemudian hari pun melemparkan lima koin perak ke tubuh Master Ning yang akhirnya membuat Master Ning terjatuh ke lantai.
“Aaarrgghhhh! Tanganku!” teriak Master Ning dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesakitan setelah kedua tangannya dilempari koin perak oleh Li Yuchen.
“Hmmm, aku tidak suka orang yang berisik! Aku juga tidak suka ada orang yang mengganggu orangku apalagi bersikap sombong dan arogan di hadapanku!” sindir Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang tegas.
Li Yuchen yang tidak perduli dengan teriakan Master Ning yang kesakitan dan tatapan mata orang-orang padanya pun mengalihkan perhatiannya pada Ketua Qin.
“Ketua Qin! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Bisa kita pindah dari sini sekarang?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang bersahabat.
“Agh! Tolong bawa anak ini ke ruangan kosong untuk istirahat. Sepertinya ada luka kecil di sikunya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar.
“Lakukan seperti yang dikatakan oleh Master Formasi ini! Ingat jangan melakukan kesalahan lagi!” ucap Ketua Qin dengan tatapan mata yang tajam yang membuat Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya untuk menunjukkan pemahamannya.
Shanyuan yang awalnya menolaknya langsung mengikuti Pelayan tersebut pergi setelah mendapatkan kode dari Li Yuchen.
Sementara itu, Ma Ye Li yang pergi ke Penginapan Shinxuan mencoba mencari tau keberadaan Li Yuchen pergi menemui Pemilik Penginapan.
“Hmmm, Nona Ma, senang bertemu dengan anda. Apakah ada yang bisa saya bantu?” tanya wanita muda dengan wajah yang sangat cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka di beberapa bagian tubuhnya.
__ADS_1
“Aku hanya ingin meminta tolong sedikit kepada Kakak Nan!” ucap Ma Ye Li dengan senyum yang cantik sambil menyerahkan selembar Kertas Segel Formasi berwarna Kuning kepada Nona Nan.
“Hmmm, Nona Ma tidak perlu terlalu sungkan. Mari kita bicara di ruanganku saja.” Ucap Nona Nan dengan senyum yang ramah sambil menyimpan Kertas Segel Formasi ke dalam pakaiannya.
Nona Ma adalah Wanita Muda yang sangat berbakat di bidang bisnis. Dirinya yang sering digoda banyak pria sangat membutuhkan barang yang dapat digunakan untuk melindungi dirinya jadi saat Ma Ye Li menyerahkan Kertas Formasi Perlindungan Nona Ma langsung mengambilnya dengan senang hati.
“Silahkan diminum tehnya!” ucap Nona Nan dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang gembira.
“Aku tidak bisa menunda lagi. Aku harus bisa menemukannya dan membuat Master Formasi itu ada di pihakku.” Ucap Ma Ye Li dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Terima kasih. Tapi Aku datang kemari bukan untuk minum tapi ingin meminta tolong kepada Kakak Nan!” ucap Ma Ye Li lagi dengan nada suara yang tegas dan pandangan yang lurus ke depan.
“Baiklah. Apa yang bisa Kakak Nan lakukan?” tanya Nona Nan dengan ekspresi wajah yang juga berubah serius sambil meletakkan cangkir tehnya di meja kembali.
“Apakah ada seorang pria dan empat orang wanita yang menginap di sini kemarin siang?” tanya Ma Ye Li dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
“Hmmm, aku tidak tau soal itu tapi aku bisa meminta bawahanku untuk mengeceknya untuk Nona Ma. Apakah ini ada hubungannya dengan Master Formasi yang membunuh dua Penjaga Gerbang dengan sangat sadis di depan Gerbang Kota?” tanya Nona Nan dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang menyelidik.
“Hmmm, sepertinya tidak ada yang bisa disembunyikan dari Kakak Nan dan aku harus mengatakan yang sejujurnaya. Aku memang sedang mencari Master Formasi itu tapi aku masih belum pasti apakah Master Formasi itu menginap di sini atau tidak!” ucap Ma Ye Li yang mengatakan sesuatu yang membuat ambigu.
“Apakah itu ada hubungannya dengan Awan yang mengundang Petir Malapetaka di atas Penginapan Shinxuanku?” tanya Nona Nan lagi yang mencoba mendapatkan banyak informasi dari Ma Ye Li.
Namun sebelum Ma Ye Li menjawabnya, Pelayan yang ditugaskan oleh Nona Nan pun kembali membawa sebuah buku yang sangat besar.
“Berdasarkan catatan yang ada di buku ini. Pada siang hari kemarin memang telah ada lima orang Pengunjung yang datang. Satu orang Pria Muda dan Satu Orang Wanita Muda bersama dua orang wanita muda dan satu orang wanita tua dengan pakaian Pelayan.” Ucap Pelayan dengan ekspresi wajah yang datar.
Ma Ye Li yang mendengar hal itu pun menjadi sangat senang dan bersemangat sehingga melupakan etikanya.
“Benarkah? Katakan padaku sekarang! Di kamar berapa Pria itu menginap?” tanya Ma Ye Li dengan semangat dan tatapan mata yang berapi-api dengan nada suara yang tinggi sambil memegang bahu pelayan tersebut dengan sangat kuat.
“Agh! Maafkan saya Kakak Nan!” ucap Ma Ye Li yang langsung menyadari sikapnya yang telah terlalu bersemangat sambil melepaskan cengkraman tangannya dari bahu Pelayan tersebut.
“Tidak masalah! Aku hanya sedikit terkejut ternyata Nona Ma adalah wanita yang sangat agresif!” sindir Nona Nan dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang bersahabat dengan kata-kata sindiran yang pedas sehingga membuat Ma Ye Li hanya bisa tersenyum kaku.
#Bersambung#
__ADS_1
Hmmm, apa yang ingin dikatakan Li Yuchen kepada Ketua Qin ya? Lalu apakah Ma Ye Li dapat bertemu dengan Li Yuchen? Tebak di kolom komentar ya..