Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 144. Kultivator Es


__ADS_3

Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun menarik nafas panjang dan menatap mata Seo Xiqin dengan tajam.


“Hah! Tidak ada jalan yang mudah untuk menjadi Seorang Kultivator. Apalagi dengan kondisi tubuh Qier yang spesial.” Ucap Li Yuchen sambil menatap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang menyelidik dengan nada suara yang tegas dan datar.


“Tubuh yang spesial? Jika yang Chen gege maksud dengan penyakit ini, Qier...” ucap Seo Xiqin yang terhentikan karena Li Yuchen langsung menghentikan.


“Bukan seperti itu. Penyakit yang Qier derita sejak kecil itu seperti mata pisau. Hawa Dingin yang selalu menyerang Qier tidak hanya memberikan penderitaan tapi juga keuntungan pad Qier.” Ucap Li Yuchen yang kemudian duduk kembali ke kursinya dengan Seo Xiqin yang mengikutinya dari belakang.


“Hawa Dingin yang telah lama ada di dalam tubuh Qier membuat tubuh Qier menjadi spesial karena dapat menggunakan Hawa Dingin itu untuk menjadi Kultivator Es.” Ucap Li Yuchen lagi sambil menatap mata Seo Xiqin.


“Seseorang yang menjadi Kultivator Es adalah salah satu Kultivator terkuat di Daratan ini karena tidak semua orang bisa menjadi sepertinya tapi Seorang Kultivator Es harus menahan rasa dingin hingga menusuk ke setiap pori-pori kulit dan tulangnya. Apakah Qier masih ingin menjadi Kultivator meskipun Qier tau harus menahan rasa dingin itu selamanya?” tanya Li Yuchen dengan tatapan mata yang sedih dan ekspresi wajah yang tidak menentu.


“Qier akan melakukan apapun meski harus menahan rasa dingin ini seumur hidup untuk menjadi kuat daripada harus menahan rasa dingin dan menjadi lemah seumur hidup.” Ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam dengan tekad yang bulat.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun tidak bisa mencegah ataupun menghentikannya sehingga membuat Li Yuchen memilih untuk selalu mendukung dan membantu Seo Xiqin kapanpun.


“Baiklah jika itu yang Qier inginkan. Chen gege akan membantu.” Ucap Li Yuchen sambil menghembuskan nafas panjang dengan ekspresi wajah yang pasrah.


Seo Xiqin yang mendapatkan persetujuan dari Li Yuchen pun menjadi sangat senang sehingga membuat Seo Xiqin tanpa sadar memeluk Li Yuchen untuk mengekspresikan rasa senangnya.


“Terima kasih Chen gege! Chen gege memang yang terbaik!” teriak Seo Xiqin dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang ceria dan senyum bahagia yang tidak lepas dari wajahnya.


Li Yuchen yang mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Seo Xiqin langsung membalasnya dengan pelukan yang juga hangat hingga Seo Xiqin sadar dan mendorong Li Yuchen kembali hingga membuat Li Yuchen memasang wajah kecewa.


“Ehem! Ma-maaf!” ucap Seo Xiqin yang telah mendorong Li Yuchen menjauh dengan wajah yang memerah karena malu dengan sikap yang canggung.


“Hah!” ucap Li Yuchen yang menghembuskan nafas dengan kasar dengan ekspresi wajah yang sedih dan kecewa.


“Kembalilah ke kamarmu. Aku akan datang malam ini.” Ucap Li Yuchen secara tiba-tiba yang membuat Seo Xiqin menjadi salah paham sehingga membuat wajah Seo Xiqin semakin merah seperti tomat yang baru saja matang.


“A-apa? Ke-kenapa Chen gege datang ke kamarku malam ini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang memerah dengan nada suara yang gagap dengan sikap yang salah tingkah.

__ADS_1


Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin salah paham pun mencoba menggodanya lalu mengatakan yang sejujurnya alasan kedatangannya.


“Kenapa? Chen gege dan Qier sudah menikah, apakah ada yang salah jika Chen gege menghabiskan malam bersama Qier?” tanya Li Yuchen dengan senyum jahil sambil memandang Seo Xiqin yang kepalanya sudah berasap karena memikirkan adegan panas antara dirinya dan Li Yuchen.


“Ti-tidak! Ta-tapi...” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yan terbata-bata dan gagap dengan wajah yang memerah dengan kepala tertunduk.


“Hehehe... Tenanglah. Chen gege tidak melakukan apapun tanpa seizin Qier. Chen gege datang untuk membantu Qier memperbaiki meridian Qier yang sangat lemah.” Ucap Li Yuchen dengan tawa kecil sambil menepuk kepala Seo Xiqin hingga membuat Seo Xiqin menatap Li Yuchen dengan tatapan kosong.


“Chen gege membutuhkan waktu untuk menyiapkan pil dan juga tanaman obat untuk memperbaiki meridian Qier jadi Qier kembalilah dulu dan istirahatlah karena malam ini Qier tidak akan bisa tidur dengan nyenyak!” ucap Li Yuchen dengan nada yang ambigu di kalimat terkahir sambil berbisik di balik telinga Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dan menggoda.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi semakin merasa canggung yang membuat wajahnya memerah.


Seo Xiqin yang tau jika Li Yuchen sedang menggodanya pun langsung berdiri dan berlari keluar kamar dengan wajah yang memerah sambil menutup sebagian wajahnya dengan tangan hingga membuat Sui’er dan Luor’er yang melihat sikap Seo Xiqin menatap bingung.


“Jangan berlari terlalu cepat Istriku. Tenang saja, aku pasti akan datang malam ini.” Ucap Li Yuchen dengan suara yang keras hingga terdengar jelas hingga keluar hingga membuat Seo Xiqin yang berlari menjadi semakin malu.


“Dasar Chen gege mesum! Dia sengaja menggodaku dan mengatakan itu dengan suara yang sangat keras. Apa dia tidak malu sama sekali? Huh!” gumam Seo Xiqin yang berlari dengan terburu-buru dengan wajah yang memerah.


Li Yuchen yang tau jika Paman Ong dan Bibi Yi langsung bergerak menemuinya saat melihat Seo Xiqin keluar dari ruangan pun memanggil keduanya untuk datang menemuinya.


“Paman Ong! Bibi Yi! Keluarlah! Aku tau kalian ingin menemuiku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum ceria yang terlihat dengan jelas.


“Maaf kelancangan kami, Tuan Besar. Kami tidak bermaksud mengganggu kesenangan Tuan Besar.” Ucap Paman Ong dengan kepala tertunduk dengan wajah yang bersalah.


“Maafkan juga ketidaksopanan hamba, Tuan Besar. Saya tidak bermaksud membangunkan Tuan Besar dan Nyonya!” ucap Bibi Yi yang menimpali perkataan Paman Ong dengan kepala yang juga tertunduk dengan wajah yang bersalah.


“Sudahlah! Itu tidak penting. Sekarang katakan, apa yang ingin kalian sampaikan?” tanya Li Yuchen yang langsung mengubah ekspresi wajah yang serius sambil menuangkan tehnya sendiri lalu menghirupnya dengan elegan.


“Tuan Besar, saya telah menghitung semua keuangan yang didapatkan dari Toko Pakaian Meili dari Saham yang dimiliki oleh Tuan Besar dan ini adalah pembukuannya.” Ucap Paman Ong dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam sambil menyerahkan Buku Pembukuan Keuangan.


“Bagus! Terima kasih Paman Ong.” Ucap Li Yuchen yang mengambil Buku besar berwarna merah itu lalu meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


Bibi Yi yang datang hanya meminta maaf karena merasa tidak enak pun hanya berdiri diam di samping Paman Ong sehingga membuat Li Yuchen menatapnya dengan tatapan yang aneh.


“Ada apa Bibi Yi? Apa ada yang ingin kau katakan?” tanya Li Yuchen sambil memiringkan kepalanya melihat ke arah Bibi Yi yang tertunduk ke bawah.


“Tidak ada, Tuan Besar. Hanya saja saya sudah mendapatkan beberapa pelayan untuk dipekerjakan untuk mengurusi Kediaman ini.” Ucap Bibi Yi dengan kepala tertunduk dengan ekspresi wajah yang sungkan.


“Oh! Aku tidak membutuhkan pelayan apapun apalagi Pelayan Wanita jadi letakkan pelayan wanita untuk melayani Istriku saja.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


“Ji-jika Tuan Besar tidak membutuhkan Pelayan untuk melayani anda lalu bagaimana anda mengurusi semuanya?” tanya Bibi Yi yang bingung dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Paman Ong yang akan membantuku jika aku membutuhkan sesuatu atau Bibi Yi carikan aku pelayan pria yang telaten yang dapat mengurusi keperluanku. Aku tidak ingin Istriku cemburu dengan Pelayan yang melayani Suaminya.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tajam dan mata yang tajam.


“Baik. Saya mengerti, Tuan Besar!” ucap Bibi Yi dengan kepala tertunduk dengan sikap yang sopan dan patuh sambil menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.


Saat Paman Ong dan Bibi Yi ingin keluar tiba-tiba Li Yuchen teringat perkataan spontan Seo Xiqin sehingga memberikan tugas khusus kepada Bibi Yi.


“Tunggu! Bibi Yi!” ucap Li Yuchen yang mengingat perkataan spontan Seo Xiqin saat duduk menunggunya datang.


“Apa ada yang Tuan Besar butuhkan?” tanya Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang serius sambil menundukkan kepala.


“Jika tidak ada keperluan. Saya pamit dulu, Tuan Besar.” Ucap Paman Ong yang langsung menyalip pembicaraan karena merasa jika keberadaannya tidak dibutuhkan saat itu.


“Baiklah!” ucap Li Yuchen singkat sambil melihat kepergian Paman Ong dan langsung mengalihkan perhatiannya kepada Bibi Yi yang berdiri di depannya.


“Beri perhatian khusus kepada dua pelayan yang datang bersamamu tadi saat mengantar makanan. Jangan biarkan keduanya mendekati Istriku karena sepertinya Istriku tidak menyukai keduanya.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius.


“Saya mengerti Tuan Besar. Saya akan mengatasi masalah ini dengan sangat baik.” Ucap Bibi Yi sambil memberikan keberanian kepada Li Yuchen untuk mempercainya.


“Bagus kalau begitu. Kau boleh pergi.” Ucap Li Yuchen yang langsung mengizinkan Bibi Yi pergi dan meninggalkan dirinya sendiri di ruangan.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan terjadi kepada dua pelayan yang menatap tajam dan sinis ke arah Seo Xiqin? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2