
Li Yuchen yang memasuki Stadion Pertandingan tidak menyangka jika Pertandingan Ketiga telah berakhir dengan sangat cepat.
“Pertandingan Ketiga dimenangkan oleh Bai Hongyu dari Daratan Yunzan!” teriak Nan Luo dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar.
Li Yuchen yang melihat Hua Fan terduduk di lantai Arena sambil memukul lantai dengan ekspresi wajah yang kesal hanya tersenyum kecil.
Li Yuchen yang melihat Hua Fan mulai bersikap seperti anak kecil dengan membuat keributan pun merasa jika semua itu pasti akan terjadi.
“Dia masih tidak berubah! Sungguh orang yang sangat keras kepala! Aku tidak menyangkalnya karena Hua Ping selalu memanjakannya dan memberikan apapun yang diinginkannya!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang merendahkan dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Aku sangat yakin jika Hua Fan pasti tidak akan bisa menerima kekalahan ini dan dia pasti akan meminta bantuan Hua Ping untuk membalas Bai Hongyu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
“Aku tidak mengenal dekat dengan Nona Bai tapi aku cukup prihatin padanya! Semoga Hua Fan tidak memberikannya masalah yang terlalu besar!” ucap Li Yuchen sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Tujuan utamaku sekarang adalah memangkan pertandingan ini dan mendapatkan bantuan Mu Gecheng untuk bisa membawa Qier kembali padaku lalu membalaskan dendamku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Di saat permasalahan di Arena telah selesai diselesaikan dengan bantuan Mu Gecheng akhirnya pertandingan terakhir pun dimulai.
“Pertandingan Keempat yaitu Pertandingan antara Mu Gecheng dari Daratan Wuzhou melawan Han Mouyun dari Daratan Danzong!” teriak Nan Luo sambil memberikan kode kepada kedua peserta untuk maju ke atas Arena dan memulai pertandingan.
Pertandingan yang sudah dapat dilihat berat sebelah tidak membuat Han Mouyun memiliki peluang untuk menang melawan Mu Gecheng.
Mu Gecheng yang tak ingin membuang Energi dan waktunya melawan orang yang lemah ternyata memutuskan untuk mengakhiri Pertandingan setelah serangan ketiga.
“Pertandingan Keempat dimenangkan oleh Mu Gecheng dari Daratan Wuzhou!” teriak Nan Luo dengan senyum yang ceria.
Mu Gecheng yang tidak pernah menganggap orang lain musuhnya pun mengulurkan tangannya ke arah Han Mouyun yang terduduk di arena karena kalah dalam Pertandingan.
“Terima kasih! Pertandingan yang sangat bagus. Selamat untuk kemenanganmu!” ucap Han Mouyun dengan hati yang lapang smabil meraih uluran tangan Mu Gecheng dengan senyum yang ramah.
“Terima kasih!” jawab Mu Gecheng dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar lalu berbalik arah dan meninggalkan Arena Pertandingan dan kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
Di saat Nan Luo ingin memberikan Pengumuman tentang Pertandingan selanjutnya tiba-tiba Kaisar Qi berdiri yang akhirnya membuat semua orang yang ada di dalam Stadion Pertandingan terdiam.
“Selamat kepada Keempat Peserta yang telah berhasil lolos dalam Babak Kedua karena itu aku akan umumkan Babak Ketiga akan dilaksanakan tiga hari dari sekarang!” ucap Kaisar Qi dengan suara yang lantang dan langsung disambut dengan sorak-sorai gembira dari semua Penonton yang datang.
Li Yuchen yang mendengar Pengumuman yang diucapkan pun tersenyum kecil dan berbalik arah menuju ke Kereta Kuda bersama Anggotanya yang lain dan Master Qiang.
“Sepertinya Kaisar Qi sengaja memundurkan Pertandingan pada Babak Ketiga ini karena ingin memberiku waktu untuk bisa mengobati Putranya yang tidak berguna itu!” sindir Li Yuchen dalam hati dengan senyum misterius.
Tepat saat Li Yuchen dan yang lainnya berada di depan Kereta Kuda tiba-tiba Seorang Pria dengan pakaian seperti Pejabat Kekaisaran datang dengan terburu-buru.
“Tu-tunggu! Maafkan kelancangan saya! Sa-saya hanya ingin menyampaikan pesan kepada Tuan Muda Li Yuchen dari Daratan Danzong!” ucap Pria itu yang ternyata Kasim yang mendapatkan perintah langsung dari Kaisar Qi dan Permaisuri You.
“Aku Li Yuchen! Apa yang ingin kau sampaikan dan siapa yang memberimu perintah?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam serta Aura membunuh yang sangat kuat.
Kasim yang tau jika Li Yuchen adalah Pria yang terkuat di Daratan Danzong bahkan menjadi salah satu orang yang memiliki kemungkinan yang tinggi untuk memenangkan Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan dari Informasi yang didapatkannya pun merasakan perasaan takut yang sangat tinggi.
“Perkanalkan aku adalah Kasim Heon dan bawahan langsung dari Kaisar Qi dari Daratan Yunzan. Saya datang untuk menyerahkan surat ini kepada Tuan Muda Li Yuchen!” ucap Kasim Heon dengan nada suara yang dibuat santai dengan tangan diangkat ke atas sambil menyerahkan gulungan berwarna Emas ke arah Li Yuchen.
Li Yuchen yang sudah mengetahui isi dari Gulungan tersebut tetap memilih untuk mengambilnya dan membacanya.
“Apa yang kau lakukan? Apakah kau ingin kehilangan kepalamu dengan mengintip Gulungan yang diberikan oleh Seorang Kaisar?” sindir Li Yuchen dengan tatapan mata yang sinis.
“Maafkan aku, Bos!” ucap Ye Zhin dengan nada suara dan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang seolah akan siap menangis kapanpun.
Li Yuchen yang tidak perduli dengan permainan pura-pura Ye Zhin hanya berdesah kecil lalu menatap Kasim Heon dengan tatapan mata yang tajam.
“Apakah aku harus pergi sekarang?” tanya Li Yuchen yang berpura-pura bodoh padahal sudah mengetahui semuanya.
“Tentu saja, Tuan Muda Li. Silahkan ikuti saya!” ucap Kasim Heon dengan kepala tertunduk lalu memberikan jalan kepada Li Yuchen untuk jalan terlebih dahulu menuju kereta kuda dengan Lambang Keluarga Kekaisaran dari Daratan Yunzan.
Li Yuchen yang tidak ingin membuat semuanya khawatir pun meminta izin untuk bicara dengan Anggotanya yang lain dan juga Master Qiang.
__ADS_1
“Aku berada jauh dari rumah dan hanya mereka yang berasal dari tempat yang sama denganku. Aku harus mengatakan sesuatu kepada mereka meskipun aku malas melakukan ini!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menarik nafas yang panjang.
“Aku akan pergi ke Istana Kekaisaran. Sepertinya salah seorang dari Istana sedang sakit dan membutuhkan bantuanku! Jangan khawatir tidak akan ada yang terjadi padaku! Lebih baik kalian kembali ke Penginapan dan beristirahatlah!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan eskpresi wajah yang dingin.
Li Yuchen yang harus segera pergi pun berjalan mendekati Ye Zhin lalu memukul pundaknya dan berpura-pura sedang memberikan salam.
“Bawa Luenli ke Penginapan dan jangan biarkan hal buruk terjadi padanya dan Ibunya!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam.
“Jangan cemas, Bos. Aku pasti akan membuat Luenli dan Ibunya baik-baik saja!” ucap Ye Zhin dengan tekad yang kuat dan terlihat dengan jelas di sorot matanya.
Li Yuchen yang berpikir jika persiapannya telah sempurna pun pergi menuju Istana Kekaisaran bersama Kasim Heon.
Li Yuchen yang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Istana langsung disambut dengan sangat hormat dari Pelayan Wanita Istana.
“Selamat datang, Tuan Muda. Silahkan ikuti saya. Saya akan mengantar anda ke tempat tujuan anda!” ucap Pelayan Wanita itu dengan ekspresi wajah yang datar sambil menundukkan kepalanya lalu dengan cepat mengangkat kepalanya lalu tersenyum lembut setelah menyelesaikan tugasnya.
Li Yuchen yang tidak tertarik dengan wanita manapun hanya berjalan mengikuti tanpa menunjukkan ketertarikan atau apapun.
Li Yuchen yang dibawa ke sebuah Ruangan dengan Kaisar Qi dan Permaisuri You yang sedang duduk dengan sangat santai.
“Salam kepada Kaisar Qi. Semoga anda selalu sehat dan sejahtera!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar dengan sikap sepertlunya.
Kaisar Qi yang menyadari bahwa Li Yuchen adalah Seorang Master Alkemia, Master Formasi, Ahli Pengobatan dan Ahli Judi Batu tidak ingin membuat Li Yuchen menjadi musuhnya karena tau jika Li Yuchen akan menjadi orang besar di masa depan.
“Selamat datang di Istana Kekaisaranku, Tuan Muda Li. Senang bisa bertemu dengan anda. Selamat karena telah berhasil lolos untuk Pertandingan di Babak Ketiga!” ucap Kaisar Qi dengan nada suara yang ramah.
Li Yuchen yang sudah hidup sangat lama terhitung dengan kehidupan pertamanya dan kehidupan keduanya sudah sangat mengerti maksud tujuan pembicaraan itu.
“Terima kasih banyak untuk ucapannya Yang Mulia. Yang Mulia bisa katakan yang sebenarya tujuan Yang Mulia mengundang saya datang kemari!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan tanpa ekspresi.
“Sepertinya basa-basi tidak akan berpengaruh padamu tapi baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya untuk mempersingkat waktu! Aku akan memberikanmu apapun yang kau inginkan asalkan itu masih dalam batasan kemampuanku asalkan kau bisa menyembuhkan Putra Mahkota Daratan Yunzan!” ucap Kaisar Qi dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam serta wajah yang sedikit arogan.
__ADS_1
#Bersambung#
Wah, akhirnya Kaisar Qi termakan umpan yang diberikan Li Yuchen. Bagaimana Li Yuchen menyelesaikan urusannya dengan Kaisar Qi dan Putra Mahkota Qi Houran? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...