Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 385. Akhir dari Pembalasan


__ADS_3

Li Yuchen yang tidak sungkan dengan Liao Hunyuan pun memukul Liao Hunyuan dengan sangat tepat di setiap sudut titik meridiannya.


Li Yuchen yang menyimpan senjatanya kembali ke dalam Giok Naga Hijau Emas pun memukul perut Liao Hunyuan dengan sangat dengan Energi yang dipusatkan di ujung tangannya.


Liao Hunyuan yang terkena serangan secara telak karena tidak bisa bergerak dengan leluasa pun memuntahkan darah segar yang sangat banyak di hadapan Li Yuchen dan semua orang.


Penonton yang awalnya mendukung Liao Hunyuan sebagai Pemenangnya pun dengann cepat beralih mengganti Pahlawannya.


Tak hanya penonton bahkan semua rekannya dan juga Maser Qiang bersoraks-sorai memberikan semangat kepada Li Yuchen.


“Bos, kau sangat hebat! Hajar dia sampai tidak bisa berdiri lagi dan balaskan dendamku dan Tuan Muda Nanggong!” teriak Ye Zhin dengan penuh semangat.


Li Yuchen yang mendengar perkataan semangat dari mulut Ye Zhin memutuskan untuk tidak menghentikan aksinya hingga akhirnya setiap pukulan mendarat di tubuh Liao Hunyuan dan menyebabkan Liao Hunyuan berteriak dengan keras.


“Aaaarrgghhh!” teriak Liao Hunyuan yang terjatuh dalam posisi tengkurap dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesakitan.


Seakan rasa sakit itu terasa hingga ke seluruh tubuhnya, Liao Hunyuan merasakan jika Energi Langit dan Bumi yang biasanya bisa dirasakannya tiba-tiba menghilang begitu saja.


Liao Hunyuan yang baru menyadari maksud ucapan Li Yuchen sebelumnya pun mengangkat kepalanya dan menatap Li Yuchen dengan tatapan mata tidak percaya.


Li Yuchen yang berdiri di hadapan Liao Hunyuan dan menatap Liao Hunyuan dengan tatapan mata merendahkan dengan senyum kecil di sudut bibirnya pun berniat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Liao Hunyuan pada Ye Zhin.


"Kau sudah menjadi orang yang cacat sekarang. Meridianmu sudah rusak dan kau telah menjadi orang yang tidak berguna seperti Tuan Muda Nanggong!" ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang dingin.


"Tapi ini belum selesai karena perbuatan yang kau lakukan pada Orangku belum terbalaskan! Kau pun harus merasakan yang dirasakannya!" ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil perlahan berjalan mendekati Liao Hunyuan.


Liao Fengyu yang yang merupakan adik kandung Liao Hunyuan yang melihat Kakaknya dalam kondisi yang sangat menyedihkan itu tidak terima.


"Tidak! Kakak!" teriak Liao Fengyu dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang ketakutan dengan tatapan mata yang berkaca-kaca seolah siap meneteskan air matanya kapanpun.


Li Yuchen yang mengalihkan sedikit pandangannya pada Liao Fengyu pun menarik sudut kecil di ujung bibirnya dan tanpa ragu memijak tangan Liao Hunyuan dengan sangat keras.


"Aaarrrggghhhh!" teriak Liao Hunyuan dengan suara yang sangat keras dengan wajah yang kesakitan dan tatapan mata yang pasrah.


Li Yuchen yang memasang wajah dingin dan tatapan mata yang kejam layaknya iblis yang sedang menuntut balas pun bergerak menuju sisi lain dari tangan Liao Hunyuan.

__ADS_1


Liao Fengyu yang tidak bisa melihat Liao Hunyuan disiksa dengan sangat kejam dimatanya pun


Liao Hou yang biasanya bersiap rasional dan cuek kepada Liao Hunyuan tiba-tiba berteriak dengan sangat keras dan bersikap sangat berbeda.


“Hentikan!” teriak Liao Hou dengan sangat keras dengan suara sambil berdiri dari tempatnya duduk dengan mata yang terbuka lebar.


Li Yuchen yang telah berada di bagian tangan lainnya milik Liao Hunyuan tiba-tiba berhenti bergerak dan melihat ke arah sumber suara.


Li Yuchen yang menemukan seorang pria dengan umur yang lebih tua sedang berdiri dengan ekspresi wajah yang marah yang ditunjukkan kepadanya pun tersenyum sinis.


Li Yuchen yang tidak perduli dengan orang lain dan tidak takut akan ancaman apapun dengan cepat mengagkat kaki kanannya dan tanpa ampun menginjak tangan Liao Hunyuan.


Liao Hunyuan yang mendapatkan pukulan lainnya pun berteriak dengan sangat keras dan akhirnya kehilangan kesadarannya.


Liao Hou yang melihat sikap berani yang dilakukan Li Yuchen pun menjadi marah dan berniat turun ke atas Arena pertandingan tapi secara tiba-tiba dihentikan oleh Kaisar Qi.


“Apa yang ingin kau lakukan, Kepala Keluarga Liao?” tanya Kaisar Qi dengan nada suara yang terdengar sarkastik dengan tatapan mata yang tajam.


“Jangan coba-coba untuk menghentikan Pertandingan ini dan mencoreng nama baik Daratan Yunzan sebagai Daratan yang memiliki reputasi yang baik dan adil!” sindir Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang senang dengan reaksi cepat dari Kaisar Qi untuk melindunginya pun tersenyum puas lalu melirik ke arah Nan Luo.


“Nona Nan, apakah kau akan hanya terus berdiri di sana seharian dan tidak melakukan tugasmu sebagai Pemandu Pertandingan ini?” sindir Li Yuchen dengan senyum yang sinis dan tatapan mata yang dingin.


Nan Luo yang menyadari kesalahannya yang lagi-lagi termenung pun dengan cepat berdiri di atas Arena dan mengumumkan hasil Pertandingan.


“Pertandingan Pertama ini dimenangkan oleh Li Yuchen dari Daratan Danzong!” teriak Nan Luo dengan suara yang sangat keras sambil menyebarkan senyum yang lebar.


Tepat setelah pengumuman itu diucapkan Liao Huo yang tidak bisa menahan diri lagi pun dengan cepat melompat dari tempatnya dan berdiri di tengah Arena.


“Kau telah melukai Putra Pertama Keluarga Liao hingga seperti ini. Kau tidak akan pernah bisa melarikan diri!” ucap Liao Hou dengan tatapan mata membunuh.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Liao Hou padanya pun tersenyum kecil lalu melangkah maju satu langkah.


“Aku tidak melukai Putra Pertama Keluarga Liao. Aku melawan Peserta yang menjadi Perwakilan Daratan Yunzan dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.

__ADS_1


“Aku pun tidak melakukan kesalahan ataupun melanggar aturan. Bukankah dalam Pertandingan ini dinyatakan bahwa orang yang kalah adalah orang yang mengaku kalah terlebih dahulu atau kehilangan kesadarannya?” tanya Li Yuchen dengan senyum licik.


“Liao Hunyuan tidak mengucapkan kata menyerah jadi Pertandingan tetap dilanjutkan jadi untuk memenangkan Pertandingan ini bukankah dengan membuatnya pingsan adalah cara yang tepat karena Liao Hunyuan sangat keras kepala untuk mengakui kekalahannya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tidak perduli dan menyangkan sikap Liao Hunyuan yang lebih mementingkan harga dirinya daripada nyawanya.


Semua Penonton yang mendengar penjelasan Li Yuchen tanpa diduga mendukung Li Yuchen dan dengan sangat kompak menyalahkan Liao Hunyuan yang keras kepala.


Liao Hou yang berniat menyalahkan Li Yuchen hanya bisa menggenggam tangannya dengan sangat erat untuk menahan amarahnya.


Liao Hou yang tidak ingin mempermalukan dirinya lebih lama lagi pun memberikan kode kepada Kesatria Keluarga Liao untuk mengangkat tubuh Liao Hunyuan dan membawanya pergi meninggalkan tempat Pertandingan.


Li Yuchen yang telah menepati janjinya kepada kedua rekannya yang dikalahkan dengan cara yang tidak adil pun kembali ke tempatnya.


Li Yuchen yang menjadi Pahlawan bagi Anggotanya yang lain pun mendapatkan senyuman selamat datang dan ucapan terima kasih dari Ye Zhin dan Nanggong Ruan.


“Terima kasih banyak, Bos. Kau memang yang terbaik. Kau bisa membuat si ke***at itu mengalami hal yang sama yang aku rasakan!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang gembira.


“Benar! Kau sangat hebat Tuan Muda Li. Aku tidak menyangka ternyata kau telah berada di Level Surgawi tingkat Delapan dan itu jauh lebih tinggi beberapa tingkat dari kami semua!” ucap Nanggong Ruan dengan senyum kecut di sudut bibirnya.


“Tapi terima kasih karena telah membuatnya merasakan yang aku rasakan sekarang!” ucap Nanggong Ruan yang dengan cepat tersenyum lepas dengan ekspresi wajah yang bersyukur.


“Bos, kau yang terhebat!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil mengancungkan jempol ke arah Li Yuchen.


Master Qiang yang ikut senang dengan kemenangan Li Yuchen dan keberhasilan Li Yuchen membalaskan dendam rekan-rekannya lalu memulihkan nama baik Daratan Danzong yang dihancurkan oleh Liao Hunyuan tetap merasakan khawatir pada Li Yuchen terutama dengan akibat yang akan diterima Li Yuchen karena sikap berani yang dilakukannya.


“Tuan Muda Li, aku tau anda sangat hebat dan berniat baik untuk membalaskan dendam rekanmu yang lain tapi apakah Tuan Muda Li tidak bertindak berlebihan?” tanya Master Qiang dengan ekspresi wajah yang cemas dengan tatapan mata yang khawatir.


“Jangan khawatir. Tidak akan terjadi hal buruk padaku!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut sambil menepuk pundak Master Qiang dengan pelan.


“Ta-tapi Tuan Muda Li... Yang anda lakukan itu sangat beresiko. Apakah anda tau jika akibat dari Perbuatan ini dapat membahayakan nyawamu karena aku sangat yakin orang-orang dari Keluarga Liao tidak akan pernah melepaskanmu!” ucap Master Qiang dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


“Aku tidak akan pernah kehilangan nyawaku dan aku punya cara tersendiri untuk melindungi diriku. Jadi jangan cemaskan hal yang tidak penting Master Qiang dan lihat saja Pertandingan ini karena siapapun yang menang akan menjadi lawanku dalam Pertandingan di Babak Final!” ucap Li Yuchen yang mengalihkan pandangannya ke atas Arena Pertandingan dimana Bai Hongyu dan Mu Gecheng sedang bertanding.


#Bersambung#


Pertandingan selanjutnya dimulai, siapa yanga kan menang ya? Bai Hongyu atau Mu Gecheng? Lalu rencana apa yang dimiliki Li Yuchen untuk melindungi dirinya? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jawab di kolom komentar ya?

__ADS_1


__ADS_2