
JuLi Yuchen yang dan yang lainnya pun masuk ke dalam Goa satu per satu dan berjalan menyusuri lorong yang lembab dan juga gelap.
“Lorong ini sangat gelap. Untung saja Kak Xi Long menyimpan barang yang berguna untuk situasi seperti ini!” ucap Mo Mingming dengan nada suara yang lega.
“Tentu saja. Aku yakin kita berlima pasti bisa sampai di Kolam Chenlu dan menerobos dengan cepat!” ucap Liu Peng dengan nada suara yang terdengar sangat optimis dengan tekad yang kuat yang terlihat jelas di tatapan matanya.
Li Yuchen yang tidak banyak bicara dengan Ye Zhin pun hanya berjalan mengikuti lorong yang ada di depannya.
Ye Zhin yang telah kehilang rasa hormatnya kepada Mo Mingming dan yang lainnya karena tidak bisa mempercayai Li Yuchen telah membuat pandangan Ye Zhin tentang ketiganya berubah sehingga membuat sikap dan cara Ye Zhin memperlakukan ketiganya berubaha.
Li Yuchen yang tidak mengerti yang terjadi kepada Ye Zhin pun hanya diam saja dan terus berjalan ke depan.
Setelah berjalan hampir setengah jam, kelimanya pun sampai di tempat pertama yang dikatakan oleh Penjaga Bukit Chang’an.
“Apakah ini lima jalur yang dimaksud oleh Penjaga yang ada di luar?” tanya Ye Zhin dengan nada suara penasaran dengan tatapan mata yang bingung.
“Sepertinya begitu, Tuan Muda Ye. Lalu apakah kita akan berpisah disini?” tanya Liu Peng dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang menunggu jawaban.
“Aku rasa iya. Kita harus masuk ke dalam jalur itu masing-masing dan mengalahkan Hewan Buas yang bersembunyi di dalamnya!” ucap Xi Long dengan ekspresi wajah yang berubah serius dengan nada suara yang tegas.
Li Yuchen yang hanya diam tidak menyangka ternyata sedang menggunakan jurus untuk mengetahui Hewan Buas yang bersembunyi di dalam Lorong tersebut tapi tidak ada yang berhasil sehingga membuat Li Yuchen menyerahkan semuanya pada takdir.
“Sebaiknya kita segera pilih di jalurmana kita mau masuk lalu melakukan yang terbaik untuk mengalahkan Hewan Buas tersebut!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin.
“Dalam hitungan ketiga, kita berlima sudah harus pindah dan berdiri di depan setiap jalur tersebut. Apakah semuanya mengerti?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
Tepat setelah Li Yuchen mengatakan hal itu, kelimanya pun bergerak ke jalur yang dipilih masing-masing dan masuk setelah mendapatkan kode dari Li Yuchen.
Li Yuchen yang masuk pun menemukan bahwa di dalam sana sangatlah gelap sehingga membuat Li Yuchen mengeluarkan Api Berapi Hitam untuk memberikan pencahayaan.
“Sekarang sudah lebih baik!” gumam Li Yuchen sambil melihat Api yang menyala di tagannya lalu berjalan maju ke depan.
__ADS_1
Li Yuchen terus berjalan dan masuk ke dalam ternyata tidak bertemu satu pun Hewan Buas dan dapat dengan cepat sampai di Kolam Chenlu.
“Hmmm, apakah aku sudah sampai di Kolam Chenlu? Kenapa aku tidak bertemu Hewan Buas sama sekali? Apakah ketiganya takut terbakar hangus dengan Api Berapi Hitam ini?” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah.
Li Yuchen yang tidak perduli akan yang lain pun melepaskan pakaiannya dan mamasuki Kolam Chenlu dalam posisi duduk bersilang.
“Aku harus bisa naik tingkat. Saat ini aku sudah ada di Level Surgawi tingkat Dua dan untuk naik satu tingkat aku membutuhkan banyak sekali sumber daya karena itu aku tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang mengeluarkan semua Pil Terobosan yang telah dibuatnya lalu meminum semuanya hingga akhirnya menghabiskan seribu Pil Terobosan.
Li Yuchen yang menyadari Pil Terobosan tidak akan bisa membantunya menerobos dengan mudah pun menyerap semua Energi Langit dan Bumi yang ada di sekitar Kolam Chenlu lalu masukkannya ke dalam tubuhnya dan mengubah semuanya menjadi Energi miliknya.
Li Yuchen yang telah terbiasa dengan rasa sakit saat menggabungkan penyerapan Inti Kristal Hewan Buas dan Pil Terobosan pun tidak merasakan apapun saat dirinya berendam di dalam Kolam Chenlu selama berjam-jam.
Li Yuchen yang juga menyerap semua khasiat Tanaman Obat yang tersimpan di dalam Kolam Chenlu yang ditempatinya saat itu pun akhirnya merasakan tanda-tanda dirinya akan melewati tingkatan.
“Inilah saatnya! Aaaarrgggghhhhh!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan sambil membentangkan tangannya dan mengeluarkan Energi yang sangat banyak ke sekitarnya hingga membuat Bukit Chang’an bergetar selama tiga detik.
Li Yuchen yang merasakan Energi dari peningkatan mengalir ke tubuhnya pun membuat ekspresi wajah Li Yuchen berubah menjadi sangat cerah.
“Kolam Chenlu ini ternyata memiliki manfaat yang sama dengan Kolam yang tidak sengaja aku temukan di Kota Jinlin. Berkat Kolam ini aku tidak hanya bisa naik tingkat tapi juga memperkuat pondasi Kultivasiku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Saat ini aku dapat mengalahkan orang yang berada di Level yang sama denganku dengan mudah dan juga dapat bersaing dengan orang yang berada satu atau dua tingkatan di atasku!” ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat.
Lalu saat Li Yuchen keluar dari dalam Kolam, Li Yuchen melihat sebuah Pola di tembok yang ada di hadapannya.
“Apa itu? Kenapa bisa ada Pola yang sangat aneh disini? Apakah tersimpan sebuah rahasia disini?” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil melihat ke sekelilingnya dengan seksama.
Li Yuchen yang sangat penasaran pun langsung mengganti pakaiannya dan mencoba mencari tau Pola yang ada di tembok tersebut.
“Ini bukanlah Pola Segel Formasi tapi juga bukan Pola biasa. Pola apa ini sebenarnya? Kenapa aku merasa sangat familiar dengan Pola ini?” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan satu tangan di letakkan di dagu seolah sedang berpikir.
__ADS_1
Sementara itu, Ye Zhin, Xi Long dan Liu Peng yang memasuki Jalur di setelah Li Yuchen ternyata sedang bertarung melawan Hewan Buas terakhir agar dapat bisa memasuki Kolam Chenlu.
Ye Zhin yang menggunakan Segel Formasi untuk membantunya untuk dapat mengalahkan Hewan Buas pun akhirnya berhasil mengalahkan Hewan Buas tersebut setelah membuat Hewan Buas itu terbelah menjadi dua.
“Hah! Bagaimana dengan itu? Aku akhirnya bisa mengalahkan ketiga Hewan Buas ini!” gumam Ye Zhin dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum puas melengkung di bibirnya.
Liu Peng dan Xi Long yang juga tidak ingin kalah akhirnya berhasil menang dan mengalahkan semua Hewan Buas itu meskipun harus mengeluarkan seluaruh kekuatannya.
“Agh! Akhirnya berakhir juga!” gumam Liu Peng yang terduduk di tanah dengan nafas yang tidak teratur.
“Aku menang! Aku bisa memasuki Kolam Chenlu dan menjadi kuat!” ucap Xi Long dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil bersandar pada pedangnya dengan keringat yan sangat banyak.
Namun hal itu berbanding terbalik dengan Mo Mingming yang ternyata tidak bisa mengalahkan Hewan Buas Kedua dan menyebabkan nyawanya dalam bahaya.
“Agh! Tidak! Tolong! Tolong aku!” teriak Mo Mingming dengan suara yang keras dengan air mata yang mengalir sangat banyak dengan ekspresi wajah yang takut akan kematian.
Penjaga yang mendengar suara minta tolong dari Mo Mingming pun langsung datang dan menghajar Hewan Buas tersebut hingga mundur ke belakang dan menabrak dinding.
Penjaga yang tidak bisa membunuh Hewan Buas karena tugasnya pun menarik tubuh Mo Mingming dan meletakkannya di bahunya lalu bergerak pergi dan meninggalkan Goa.
Mo Mingming selamat dari kematian hanya bisa terdiam di tempatnya dan kemudian perasaan sedih karena telah gagal pun merasuki hatinya.
Mo Mingming yang tidak berhasil pun menatap kedua penjaga yang sedang berdiri tegap di depannya dengan tatapan mata yang penasaran.
“Apakah hanya aku yang gagal? Apakah teman-temanku yang lain berhasil mengalahkan ketiga Hewan Buas itu?” tanya Mo Mingming dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang sedih dan kecewa.
“Benar! Hanya kau yang gagal!” ucap salah seorang Penjaga dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang dingin.
Mo Mingming yang mendengarnya pun berdiri dan menggenggam kedua tangannya dengan sangat erat dan mencoba menahan tangis yang siap keluar dari pipinya.
“Aku memang gagal tapi aku tidak ingin dikasihani oleh orang lain. Aku harus kuat dan mencoba lagi lalu berlatih dengan lebih keras. Aku tidak boleh menyerah!” ucap Mo Mingming dalam hati dengan tekad yang kuat.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang ditemukan oleh Li Yuchen di ujung Kolam Chenlu? Apakah Li Yuchen akan mendapatkan harta karun ataukah hal bagus lainnya? Tunggu BAB selanjutnya ya...