Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 255. Seo Xiqin Latihan Tertutup


__ADS_3

Li Yuchen yang kembali dipanggil ke atas Arena Pertandingan besama Li Ouyang oleh Master Nu untuk mengikuti Babak Final lalu Master Nu mengumumkan Pertandingan yang akan langsung dimulai.


“Pertandingan terakhir yang akan menentukan Juara Pertama dan berhak mendapatkan hadiah Pertama adalah Pertandingan antara Li Yuchen dan Li Ouyang. Untuk mempersingkat waktu maka Pertandingan ini dimulai!” ucap Master Nu dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang sangat bersemangat dengan nada suara yang ceria.


Li Ouyang yang memiliki dendam pribadi kepada Li Yuchen pun menyerang Li Yuchen dengan sangat membabi buta dan tidak membiarkan Li Yuchen untuk beristirahat.


Li Ouyang yang terus melancarkan serangan membuat Li Yuchen berada di posisi bertahan tapi hal itu tidak berlangsung lama.


Li Ouyang yang tidak bisa mengenai Li Yuchen sama sekali akhirnya merasa jika kekuatannya terkuras dengan sangat cepat.


“Sial! Kenapa tak satu pun seranganku bisa mengenainya?” gumam Li Ouyang dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang kesal dan tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang mendapatkan kesempatan pun langsung melayangkan tinjunya ke arah Li Ouyang tapi dapat ditahannya dengan kedua tangannya yang bersilang di depan matanya.


Li Yuchen yang tidak berhenti disana pun melompat tinggi ke atas dan berpindah tempat ke belakang Li Ouyang dan mencoba menendang punggung Li Ouyang dengan sangat keras.


Li Ouyang yang menyadari adanya serangan lanjutan dari Li Yuchen pun ikut berbalik arah dan mengalirkan Energi ke tinjunya lalu menerima tendangan Li Yuchen.


Kedua kekuatan pun bertemu sehingga menimbulkan asap yang sangat kuat serta suara ledakan dan saat asap itu menghilang Li Yuchen dan Li Ouyang telah terpukul mundur masing-masing.


Para Penonton yang menonton Pertunjukan itu menjadi sangat bersemangat karena melihat tontonan yang sangat bagus dan menegangkan hingga sorak-sorai penonton memenuhi Acara Pertandingan.


“Aku tidak menyangka jika Kekuatan antara keduanya seimbang! Aku jadi penasaran dengan pemenangnya nanti!”


“Kau benar sekali! Aku jadi semakin penasaran dengan hasilnya!”


“Tuan Muda Li Yuchen! Ayo, kau pasti menang!”


“Li Ouyang semangat!”


Li Yuchen yang tidak menyangka jika Li Ouyang mengalami peningkatan yang sangat banyak semenjak Pertandingan terakhirnya di Kediaman Keluarga Li pun membuat Li Yuchen semakin bersemangat.


“Tidak disangka ternyata dia juga telah melakukan banyak hal untuk menjadi kuat! Aku tidak boleh kalah! Sepertinya aku harus melakukan sesuatu jika aku ingin menang!” ucap Li Yuchen dalam hati dalam posisi bertahan.


Li Ouyang yang tidak memiliki pemikiran yang sama dengan Li Yuchen pun menjadi sangat gelisah dan cemas namun keinginan untuk menang dan membalas Li Yuchen membuatnya berani kembali.

__ADS_1


Li Ouyang yang tidak ingin diam saja pun mengalirka Energi Langit dan Bumi ke tangannya lalu menghajar Li Yuchen kembali.


Li Yuchen mengetahui bahwa Li Ouyang yang telah berada di Level Langit tingkat Enam saat ini pun melepaskan Satu tingkat kekuatannya yang ditekan sehingga membuat tingkat kekuatan keduanya seimbang.


Meskipun tingkat Kekuatannya seimbang tapi kekuatan yang dimiliki keduanya berbeda jauh. Li Yuchen yang bisa mengendalikan kekuatannya dengan sangat baik pun dapat menahan semua serangan Li Ouyang dengan mudah.


Li Yuchen yang sudah malas dengan Pertandingan yang tidak selesai-selesai di matanya pun membuat Segel Formasi Pengurungan di saat Li Ouyang terpukul mundur dari tendangannya.


“Segel Formasi! Lingkaran Bunga Teratai!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dan saat kaki Li Ouyang menyentuh tanah tiba-tiba Sekuntum Bunga muncul di bawah kakinya lalu mengikatnya hingga tak bisa bergerak.


Li Ouyang yang tidak bisa bergerak pun menjadi sangat panik sehingga terus menerus memukul tembok tidak transparan yang ada di depannya.


“Kau tidak perlu melakukan semua itu! Kau tidak akan bisa melarikan diri dari Segel Formasi yang aku buat. Meskipun itu hanya Segel Formasi tingkat Satu tapi Segel Formasi itu sebanding dengan Segel Formasi tingkat Dua!” ucap Li Yuchen dengan senyum jahat.


“Kau tidak perlu berusaha lagi dengan keras karena kau sudah ditakdirkan untuk kalah di tanganku jadi terima saja nasibmu!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang kejam.


Li Yuchen yang ingin mengakhiri semuanya dengan cepat pun mengalirkan Energinya ke kedua tangannya lalu menangkupkan kedua tangannya menjadi satu dan Energi yang bertemu tersebut pun dialirkan ke arah Li Ouyang.


Li Ouyang yang tidak bisa melarikan pun mencoba melawan serangan Li Yuchen dengan kekuatannya tapi hal itu cukup.


Li Yuchen yang melihat Li Ouyang tidak akan bisa bertahan lagi pun melepaskan Segel Formasi miliknya lalu menghajar Li Ouyang dengan tinjunya hingga membuat Li Ouyang terlempar ke keluar Arena dengan darah segar yang keluar dari mulutnya.


Semua orang yang melihat kemenangan Li Yuchen pun bersorak-sorak gembira menyembut nama Li Yuchen dan suara tepukan tangan yang sangat keras mengikuti kemenangan Li Yuchen.


Master Nu yang melihat pertandingan di tempat yang lain pun mengumumkan kemenangan Li Yuchen di hadapan semua orang dan menyerahkan hadiahnya kepada Li Yuchen secara langsung.


Li Yuchen yang senang karena bisa meningkatkan kekuatannya pun menerima hadiah itu dengan senang hati lalu menyimpan hadiahnya ke dalam Giok Naga Hijau Emas.


Wu Ruxin dan Wei Lan yang juga diterima sebagai Murid Luar Akademi Yunlong pun menaiki Arena Pertandingan dan mengucapkan selama kepada Li Yuchen.


“Tuan Muda Li, selamat untuk kemenangan anda!” ucap Wei Lan dengan senyum yang lembut dan wajah yang memerah karena malu dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.


“Tetua Li, aku sudah tau anda pasti akan menang. Aku ucapkan selamat!” ucap Wu Ruxin dengan wajah yang ceria dan senyum yang sangat lebar.


“Terima kasih!” jawab Li Yuchen singkat dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang dingin.

__ADS_1


Wu Ruxin dan Wei Lan yang tidak senang dengann keberadaan satu sama lain pun saling menatap dengan tatapan mata yang tajam lalu kembali tersenyum lembut di hadapan Li Yuchen.


Ye Zhin yang melihat Li Yuchen menang pun menjadi sangat senang dan melompat ke atas Arena lalu berdiri di depan Wu Ruxin dan Wei Lan.


“Bos! Kau hebat sekali! Kau menang dengan mudah melawannya! Tentu saja aku yakin kau pasti akan menang karenanya aku sangat senang! Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke Restoran yang paling mewah untuk merayakan ini, bos!” ucap Ye Zhin dengan penuh semangat dan ekspresi wajah yang sangat antusias.


Wu Ruxin dan Wei Lan yang mendengar usulan dari Ye Zhin pun langsung membuka matanya lebar-lebar dengan tatapan mata yang berbinar berharap Li Yuchen akan mengajak mereka berdua ikut juga.


Namun hal itu tiba-tiba hancur saat kedatangan Seo Xiqin secara mendadak di hadapan Li Yuchen yang membuat Wu Ruxin dan Wei Lan memasang ekspresi wajah permusuhan.


“Chen gege!” panggil Seo Xiqin dengan suara yang lembut dan tatapan mata kebahagiaan dan kesedihan di saat bersamaan.


“Qier!” panggil Li Yuchen dengan wajah yang berseri-seri dengan nada suara yang bersemangat sambil berbalik menatap Seo Xiqin yang ada di depannya.


“Selamat! Selamat untuk kemenanganmu! Qier sangat senang dan bangga pada Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan tatapan mata yang sedih.


Li Yuchen yang menyadari tatapan mata Seo Xiqin sebenarnya juga tidak ingin jika Seo Xiqin pergi berlatih jauh darinya tapi Li Yuchen yang tidak ingin egois pun memilih mengalah.


Li Yuchen yang tau jika dirinya akan berada jauh dari Seo Xiqin pun berjalan perlahan dan memeluk Seo Xiqin ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat.


Seo Xiqin yang merasa sangat sedih dan berat berpisah dari Li Yuchen pun membalas pelukan itu sama eratnya lalu menangis tanpa suara di dalam pelukan Li Yuchen.


Tetua Xiaochi yang tidak ingin melihat muridnya goyah karena perasaannya pun turun dari tempat duduknya dan menjemput Seo Xiqin.


“Xiqin! Sudah waktunya untuk pergi! Guru sudah memberimu banyak waktu hingga Penerimaan Siswa berakhir dan kau tidak boleh melanggar kata-katamu!” ucap Tetua Xiaochi yang ingin mengingatkan Seo Xiqin dengan rencana mereka selanjutnya.


Seo Xiqin yang juga ingin menjadi kuat pun menahan rasa sedihnya dan melepaskan pelukan Li Yuchen lalu berbalik arah mengikuti Tetua Xiaochi lalu menghilang perlahan demi perlahan.


Li Yuchen yang melihat kepergian Seo Xiqin merasakan kesedihan dan kekosongan di hatinya tapi meskipun begitu Li Yuchen mencoba bertahan dari perpisahan itu.


“Kita akan segera bertemu lagi Qier! Lalu saat itu terjadi tidak akan ada yang akan memisahkan kita!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan tatapan mata kesedihan yang tak lepas melepaskan kepergian Seo Xiqin.


#Bersambung#


Yah, Li Yuchen ditinggal Seo Xiqin berlatih... hehehe.... Perjalanan apa yang akan terjadi selanjutnya.. Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2