Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 177. Ketidakberdayaan Li Yuchen


__ADS_3

Seo Xiqin yang telah berada di dalam kamar Li Yuchen pun memerintahkan Pelayan untuk meletakkan semua makanan dan anggur di atas meja.


“Letakkan semuanya di sini!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang penuh dengna wibawa.


Semua Pelayan yang ada di sana pun meletakkan makanan itu satu per satu hingga membuat meja tersebut dipenuhi dengan berbagai macam makanan.


Seo Xiqin yang tidak ingin ada seorangpun yang mengganggu rencananya untuk membuat Li Yuchen mabuk pun mengusir semua orang pergi lalu memfokuskan dirinya pada Li Yuchen.


“Chen gege! Kemarilah! Qier telah menyiapkan banyak sekali makanan enak untuk dinikmati bersama!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang terdengar sangat merdu dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat cantik dengan senyum yang sangat lembut.


Li Yuchen yang tidak memiliki pikiran jika Seo Xiqin akan memainkan trik padanya pun menuruti perkataan Seo Xiqin dengan senang hati.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen menuruti perkataannya pun merasa sangat senang dan memulai rencananya untuk membuat Li Yuchen mabuk.


“Bagus! Chen gege tidak curiga padaku sama sekali! Aku harus membuat Chen gege mabuk dan keluar dari kamarnya lalu berpura-pura jika kami telah tidur bersama keesokan paginya!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan senyum yang ceria.


Seo Xiqin pun mulai melayani Li Yuchen makan dengan menuangkan beberapa lauk ke dalam mangkok Li Yuchen.


“Chen gege makanlah yang banyak!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang ceria dengan nada suara yang terdengar sangat tulus.


“Terima kasih! Qier juga makanlah yang banyak!” ucap Li Yuchen yang menjawab Seo Xiqin dengan meletakkan beberapa lauk serta sayuran ke dalam mangkoknya.


Keduanya pun makan bersama dengan ekspresi wajah yang bahagia, Seo Xiqin yang merasa sangat nyaman di dekat Li Yuchen hampir saja melupakan rencananya.


“Tidak! Aku tidak boleh terbawa suasana! Aku harus melakukan seperti rencana yang telah aku buat!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan kepala tertunduk dengan ekspresi wajah yang datar.


“Ada apa? Apakah ada yang sakit?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang cemas dengan ekspresi wajah yang khawatir dengan pandangan mata yang pilu menatap Seo Xiqin.

__ADS_1


“Ti-tidak! Qier baik-baik saja!” ucap Seo Xiqin yang langsung sadar dan langsung tersenyum dengan lembut sambil membalas tangan Li Yuchen yang menyentuh pundaknya dengan khawatir.


“Ini adalah kesempatanku yang terakhir. Ini adalah Reinkarnasi Ketigaku. Aku tidak boleh gagal dan mati begitu saja. Di Reinkarnasi Pertama aku meninggal karena dicelakai oleh Selir Suamiku dan di Reinkarnasi Kedua aku meninggalk karena diabaikan oleh Suamiku. Lalu di Kehidupan kali ini, aku tidak akan terikat dengan Pernikahan.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil menuangkan arak ke cangkir Li Yuchen.


“Aku akan pergi setelah Chen gege bertemu dengan cinta sejatinya. Aku tidak ingin mati di tangan selir suamiku ataupun diabaikan suamiku lagi!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Ayo kita bersulang, Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil mengangkat cangkir araknya ke depan seakan mencoba mengajak Li Yuchen beradu arak.


Li Yuchen yang hanya mengikuti keinginan Seo Xiqin pun mengangkat arak yang dituangkan Seo Xiqin padanya dalam sekali teguk.


“Agh!” ucap Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang datar setelah meminum gelas araknya lalu meletakkannya di meja.


“Kualitas arak ini tidak lebih bagus daripada arak yang aku minum di Istana di Kehidupanku yang lalu tapi kenapa rasanya terasa lebih manis dan enak saat aku minumnya bersama Qier!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menatap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Ada apa Chen gege?” tanya Seo Xiqin yang bingung dengan sikap Li Yuchen yang terus menatap dirinya.


Seo Xiqin yang mengkhawatirkan rencananya akan ketahuan tidak menyangka jika rencananya akan goyah setelah mendengar perkataan Li Yuchen.


“Tidak ada! Chen gege hanya merasa sangat senang karena dapat menghabiskan waktu bersama Qier!” ucap Li Yuchen dengan tulus dengan senyum yang bahagia.


“Hmmm! Dasar mulut manis!” sindir Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tidak senang dengan wajah yang memerah karena malu.


“Chen gege tidak berbohong! Chen gege serius. Chen gege berharap waktu seperti ini tidak akan cepat menghilang!” ucap Li Yuchen dengan senyum lembutnya dengan tatapan mata yang tajam yang menunjukkan sisi kejantanan Li Yuchen yang seketika membuat Seo Xiqin terbius akan ketampanan dan karisma Li Yuchen.


“Sejujurnya, Chen gege sangat senang melihat Qier baik-baik saja selama Chen gege tidak ada!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang tulus dengan tatapan mata yang terfokus pada Seo Xiqin.


“Qier jangan khawatir! Chen gege tidak akan membiarkan Qier sakit lagi dan menderita Hawa Dingin itu sendiri! Chen gege sudah mendapatkan obat yang dapat menekan Penyakit Hawa Dingin itu selama tiga tahun!” ucap Li Yuchen lagi sambil menepuk-nepuk puncak kepala Seo Xiqin dengan lembut sambil tersenyum dengan sangat ramah.

__ADS_1


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen menjadi sangat terkejut dan tidak tau harus mengatakan apa untuk semua yang dilakukan Li Yuchen padanya.


“Chen gege... A-aku...” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terkejut dan bingung di saat bersamaan dengan tatapan mata yang menunjukkan suka cita dengan nada suara yang terhenti karena kata-kata yang tidak bisa dilanjutkan.


“Tidak perlu mengatakan apapun. Kita adalah Suami Istri. Kita terikat akan suka maupun duka. Kesedihan Qier juga adaalah kesedihan Chen gege dan kebahagiaan Qier adalah kebahagiaan Chen gege!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut sambil membelai rambut Seo Xiqin dengan sangat lembut layaknya harta karun yang sangat berharga.


“Maaf! Maaf karena Chen gege masih belum bisa menemukan cara untuk benar-benar menyembuhkan Hawa Dingin Qier.” Ucap Li Yuchen lagi dengan ekspresi wajah yang sedih.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun terdiam sesaat dan tidak bisa menjawab perkataan Li Yuchen yang menyalahkan dirinya sendiri.


Sementara itu, Wu Ruxin yang tidak bisa bertemu dengan Li Yuchen pun membeli informasi tentang tempat tinggal Li Yuchen yang ada di Kota Jinlin dari Asosiasi Bayangan Hitam yang baru saja naik daun beberapa bulan ini.


“Apakah ini informasinya?” tanya Wu Ruxin kepada seseorang yang ada di depannya yang memakai jubah hitam dan masker hitam hingga tidak dapat dikenali wajahnya.


“Benar!” ucap Anggota Asosiasi Bayangan Hitam yang langsung menadah tangan meminta bayarannya sebesar Seratus Tael Perak kepada Wu Ruxin.


Wu Ruxin yang telah mengantongi informasi tentang Li Yuchen di dalam sebuah gulungan yang ada di tangannya pun menyerahkan sekantong uang perak kepada orang yang ada di depannya.


Setelah menerima bayarannya Anggota Asosiasi Bayangan Hitam itu pun langsung pergi dan menghilang dalam bayangan dan tidak terasa lagi hawa kehidupannya.


“Hmmm! Aku tidak menyangka jika informasi tentang keberadaan Tuan Muda Li sangatlah mahal! Jika aku tidak dalam situasi terdesak, aku tidak akan mengeluarkan uang sebanyak itu!” gumam Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kesal yang langsung menjadi ceria saat membuka isi gulungan yang ada di tangannya.


Wu Ruxin yang hanya melihat nama alamat yang ada di dalam gulungan itu pun menjadi sangat kesal hingga membantingnya ke tanah dengan sangat keras.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Seo Xiqin selanjutnya ya? Apakah Seo Xiqin akan tetap melanjutkan rencananya atau tidak? Baca di Bab selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2