
Li Yuchen yang tidak ingin terikat dan menetap di Keluarga Li yang menurutnya sangat asing serta dipenuhi orang-orang yang bermuka dua pun mengatakan sesuatu yang akhirnya membuat semua orang terdiam.
“Aku tidak menginginkan Posisi Kepala Keluarga Li. Jika Posisi Kepala Keluarga Li yang kosong yang menjadi masalahnya maka Posisi itu bisa dikembalikan kembali kepada Ayahku, Li Chuan!” ucap Li Yuchen dengan suara yang keras dan nada yang tegas sambil menunjuk ke arah Li Chuan yang berdiri dengan tegap.
“Pada saat konspirasi ini berlangsung, Ayahku lah yang menjadi Kepala Keluarga Li jadi akan lebih baik jika Posisi itu dikembalikan padanya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Tetua Ping yang sangat menganggap Keluarga Li adalah yang terpenting pun mengatakan sesuatu yang menurutnya benar dan hal itu langsung disetujui oleh semua orang yang ada di sana.
“Benar sekali tapi bukankah lebih baik jika Kepala Keluarga Li dipegang olehmu. Kau memiliki masa depan yang cerah. Di usia yang sangat muda, kau telah menjadi Tetua di Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu.” Ucap Tetua Ping dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap Ketua dan Tetua Menara Formasi Shinzu dan Paviliun Huanfu secara bergantian.
“Aku yakin jika kau yang menjadi Kepala Keluarga Li tidak akan ada Keluarga manapun yang akan mengganggu Keluarga Li mesikpun setelah terjadi kejadian ini!” sambung Tetua Ping dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang tidak perduli dengan Keluarga Li pun menatap Tetua Ping dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Jadi itu tujuan Tetua Ping menjadikanku Kepala Keluarga Li!” ucap Li Yuchen dengan senyum kecil di ujung bibirnya dengan tatapan merendahkan.
“Aku yang dulu selalu diabaikan karena tidak bisa berkultivasi selalu dianggap remeh bahkan semua orang yang ada di Keluarga Li berpikir untuk membuat Li Ouyang menjadi Kepala Keluarga Li setelah Ayahku meninggal lalu sekarang....” ucap Li Yuchen yang berhenti bicara dan menatap Tetua Ping tatapan mata yang tajam.
“Setelah kau tau jika aku memiliki kekuatan yang besar dan masa depan yang cerah dengan dua dukungan kekuatan berada di pihakku. Kau ingin memanfaatkan itu untuk membuat Keluarga Li berkuasa kembali di Kota Kunlun!” ucap Li Yuchen dengan senyum sinis.
“Maafkan aku, Tetua Ping! Aku tidak memiliki niat menjadi Kepala Keluarga Li bahkan aku tidak ingin posisi Pewaris Kepala Keluarga Li meskipun memenangkan Petandingan Generasi Muda ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin.
Tetua Ping dan yang lainnya pun menjadi bingung mendengar perkataan Li Yuchen dan menatapnya dengan ekspresi wajah tidak mengerti.
“ Chen’er! Ayah tau jika kau kecewa dengan perlakuan orang-orang di Keluarga Li padamu di masa lalu tapi kau harus melupakan masa lalu dan menatap masa depan.” Ucap Li Chuan dengan ekspresi wajah yang khawatir layaknya Seorang Ayah yang sangat menyayangi Putranya.
Li Yuchen yang melihat ekspresi wajah Li Chuan pun tersenyum sinis dan menatap Li Chuan dengan taapan mata yang dingin.
__ADS_1
“Aku telah melupakan semuanya, Ayah! Karena itulah aku kembali dan membongkar kejahatan Li Zui. Aku tidak ingin semua orang yang ada di Keluarga Li tertipu dengan wajah palsu yang ditunjukkannya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
“Aku masih sangat muda untuk menjadi Kepala Keluarga Li karena itulah aku menyarankan kepada Tetua Ping untuk memberikan Posisi Kepala Keluarga Li kepada Ayah. Aku yakin Ayah bisa membuat Keluarga Li bangkit kembali dalam waktu dekat!” ucap Li Yuchen lagi dengan masker wajah yang tulus.
“Aku tidak bisa terkurung hanya di Kota Kunlun. Aku ingin mengikuti Ujian Masuk Akademi Yunlong dan menjadi orang yang lebih kuat!” ucap Li Yuchen dengan ekspesi wajah yang serius dengan tekad yang kuat.
Tetua Xingchen yang mendengar perkataan Li Yuchen pun maju ke depan dan membantu Li Yuchen untuk menguatkan keputusannya.
“Jika itu yang diinginkan Tetua Li, bukankah sebagai orang yang dituakan di Keluarga Li, kalian semua harus mendukungnya?” ucap Tetua Xingchen dengan senyum yang lembut.
“Kakek menyetujui keputusanmu, Chen’er. Kakek akan selalu mendukungmu dan kakek akan menjadi orang pertama yang akan maju jika ada yang berani memaksakan kehendaknya padamu!” ucap Mo Hao dengan ekspresi wajah yang lembut menatap Li Yuchen lalu menatap tajam ke arah Tetua Ping.
Tetua Ping yang tidak punya pilihan lain pun menarik nafas panjang dan berdiri kembali di tengah Arena Pertandingan dan membuat Pengumuman yang baru.
“Dikarenakan hal pribadi maka Posisi Kepala Keluarga Li akan dikembalikan kepada Li Chuan tapi Posisi Pewaris Keluarga Li akan tetap dipegang oleh Tuan Muda Li Yuchen!” ucap Tetua Ping yang mundur satu langkah demi mempertahankan sesuatu yang lebih penting.
Li Chuan yang telah resmi menjadi Kepala Keluarga Li kembali pun memberikan Pengumuman baru yang disambut baik oleh semua orang di Keluarga Li.
Li Chuan yang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memiliki hubungan yang baik dan memperkuat posisinya sebagai Kepala Keluarga Li pun mengundang Kepala Keluarga Wei, Kepala Keluarga Chen, dan Kepala Keluarga Mo untuk mengadari Perjamuan itu.
Li Chuan yang melihat Tetua dan Ketua Menara Formasi Shinzu dan Paviliun Hunfu pun ikut mengundang mereka yang disambut dengan respon yang baik.
Lalu saat Kepala Keluarga Wei, Wei Situ, datang memberikan selamat kepada Li Yuchen tiba-tiba Wei Lan yang sudah menargetkan Li Yuchen pun melancarkan aksinya.
“Selamat kepada Tuan Muda Li karena telah memenangkan Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li! Tuan Muda Li sungguh orang yang sangat hebat!” puji Wei Situ dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bahagia.
“Yang dikatakan Ayah sangat benar. Tuan Muda Li adalah orang yang sangat hebat. Wei Lan pun berhutang nyawa pada Tuan Muda Li.” Ucap Wei Lan dengan ekspresi wajah yang memerah karena malu.
__ADS_1
“Apakah maksunya itu Lan’er? Ayah tidak pernah mendengarmu mengatakan ini!” tanya Wei Situ dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Ayah ingat beberapa bulan lalu Wei Lan pergi ke Kota Jinlin untuk melakukan bisnis dengan ditemani Kepala Penjaga dan saat itu kami diserang oleh Perampok dan Tuan Muda Li yang menolong Lan’er, Ayah!” Ucap Wei Lan dengan senyum yang malu-malu dengan wajah yang memerah.
Wei Situ yang mendengar perkataan Putri Kesayangannya pun merasa sangat lega dan saat melihat respon Wei Lan pada Li Yuchen pun membuat wajah Wei Situ semakin cerah.
“Tuan Muda Li, saya mengucapkan terima kasih untuk bantuanmu. Jika bukan karena anda, Putriku mungkin tidak akan selamat!” ucap Wei Situ dengan ekspresi wajah yang bahagia tapi tidak ada sikap syukur di tindakannya.
“Benar. Terima kasi banyak atas bantuan Tuan Muda Li. Jika bukan karena Tuan Muda Li mungkin Lan’er tidak ada di sini sekarang!” ucap Wei Lan dengan wajah yang malu-malu.
Li Yuchen yang sudah merasakan tatapan panas di punggungnya pun merasa jika bulu-bulu di tubuhnya berdiri semua pun memutuskan untuk segera pergi dan menjauh dari masalah yang akan datang.
“Kepala Keluarga Wei dan Nona Wei tidak perlu terlalu sungkan. Itu adalah kejadian di masa lalu dan seperti yang dikatakan Ayahku yang lalu biarlah berlalu.” Ucap Li Yuchen dengan ekspesi wajah yang canggung dan senyum yang kaku.
Wei Lan yang tidak ingin kehilangan kesempatan berbincang dengan Li Yuchen lebih lama pun ingin mengatakan sesuatu tapi didahului oleh Li Yuchen.
“Tuan Wei! Nona Wei! Jika tidak ada lagi yang ingin dikatakan, aku permisi dahulu. Aku sangat lelah dan membutuhkan istirahat!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang kaku.
Li Yuchen yang tidak membiarkan Wei Lan menahannya lagi dan membuat Seo Xiqin yang terus menatapnya dengan tatapan membunuh di belakangnya pun bergegas kabur.
“Aku tidak boleh disini lebih lama lagi. Nyawaku lebih penting!” ucap Li Yuchen dalam hati dan melakukan langkah seribu.
Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen kabur dengan sangat cepat pun tertawa kecil dengan Sui’er dan Luo’er yang berdiri di sampingnya dengan tatapan yang kebingungan.
#Bersambung#
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah akan ada drama percintaan lagi? Apakah Li Yuchen akan masih bertahan dengan satu wanita? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..
__ADS_1