
Keesokan paginya, Li Yuchen yang hampir melupakan dokumen yang diberikan Ketua Long Yang kepadanya pun membuka isi dokumen itu sekali lagi.
“Selir Yuwen akan menghilang dalam waktu tiga bulan dan aku pun akan melakukan hal yang sama kepada dua lainnya!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Meskipun kalian telah menghapus masa lalu kalian tapi masa lalu itu tidak akan pergi dari kalian begitu saja. kalian harus merasakan akibat dari perbuatan kalian!” ucap Li Yuchen dengan tangan yang terkepal erat dengan ekspresi wajah yang menahan amarah.
Li Yuchen yang mengetahui bahwa Selir Xue dan Selir Ling ada di salah satu Kota di Daratan Wuzhou dan menyamar menjadi rakyat biasa untuk menghindari pengejaran Hua Ping memutuskan untuk mengejar keduanya meski sampai neraka.
“Aku tidak bisa menunda lagi kepergianku ke Daratan Wuzhou. Aku harus segera kesana untuk bertemu dengan Qier dan membalaskan dendamku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
Di saat Li Yuchen telah menentukan tujuannya Ye Zhin yang tau jika sekarang adalah waktunya untuk pergi pun datang menemui Li Yuchen.
“Bos, apakah kau sudah siap? Kapan kita akan segera pergi?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang bingung melihat sikap Li Yuchen yang berubah.
“Aku sudah siap dan kita akan pergi sekarang dengan menggunakan Formasi Teleportasi!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
Ye Zhin yang akan menuruti semua perkataan Li Yuchen pun menganggukkan kepalanya lalu bersiap membuat Formasi Teleportasi hingga akhirnya keduanya dapat sampai di Pusat Kota dalam waktu yang sangat singkat.
Li Yuchen yang langsung pergi menemui Yan Zhugo sesaat dirinya sampai langsung disambut dengan senyuman hangat dan ekspresi wajah yang bahagia.
“Tuan Muda Li, selamat untuk kemenangan anda! Di hari saya bertemu dengan anda, saya sudah sangat yakin jika anda pasti akan menang! Terima kasih karena telah mengembalikan nama baik Rumah Judi Batu Yan, Tuan Muda Li!” ucap Yan Zhugo dengan ekspresi wajah yang sangat senang sambil menundukkan kepalanya dan berniat untuk berlutut tapi segera dihentikan oleh Li Yuchen yang tidak menyukai penghormatan seperti itu.
Li Yuchen yang memiliki tujuan lain datang menemui Yan Zhugo pun dengan cepat meminta bantuan agar bisa pergi ke Daratan Wuzhou bersama Ye Zhin.
“Senior, kedatanganku kemari untuk meminta bantuan Senior untuk memmbantuku agar bisa ke Daratan Wuzhou!” ucap Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang serius.
__ADS_1
“Aku tidak tau apakah aku bisa melakukan ini tapi aku akan mencobanya, Tuan Muda Li dan jangan terlalu khawatir dan cemas!” ucap Yan Zhugo dengan pandagan mata yang tajam lurus ke depan.
Sementara itu, Luenli yang mengetahui bahwa Li Yuchen telah kembali ke Kota Pusat pun dengan cepat meminta bantuan Ji Zheifeng untuk bisa menyelinap untuk bertemu dengan Li Yuchen hanya sebentar saja.
“Aku mohon Penasehat Ji. Sekali ini saja, tolong izinkan aku. Aku ingin bertemu Master untuk terakhir kalinya karena aku tau jika Master pasti akan pergi lagi dalam waktu yang tak menentu!” ucap Luenli dengan ekpsresi wajah yang sedih dengan mata berbinar.
Penasehat Ji Zheifeng yang tidak bisa menolak permintaan seorang Murid yang ingin bertemu dengan Gurunya yang akan pergi jauh pun akhirnya memberikan izin.
“Baiklah, Yang Mulia tapi aku ingin Yang Mulia mengerti bahwa anda tidak bisa pergi dalam waktu yang lama!” ucap Ji Zheifeng dengan ekspresi wajah yang pasrah.
Luenli yang mendapatkan izin menjadi sangat senang lalu dnegan cepat pergi ke Penginapan sebagai tempat satu-satunya yang ada di pikiran Luenli agar bisa bertemu dengan Li Yuchen.
Luenli yang menunggu untuk waktu yang lama akhirnya bisa bertemu dengann Li Yuchen setelah menunggu waktu yang cukup lama.
“Master! kau telah kembali. Aku ikut senang dengan berita tentang kemenanganmu!” ucap Luenli yang langsung memasang wajah bahagia di hadapan Li Yuchen.
Li yuchen yang merasakan perasaan sedih yang ditunjukkan oleh Luenli kepadanya pun tidak bisa pergi begitu saja tanpa berpamitan.
“Luenli, kau telah menjadi pria yang dewasa. Kau harus bisa mengendalikan emosimu. Kau tidak bisa menunjukkan perasaanmu kepada orang lain terutama kepada orang yang tidak dekat dengan kita!” ucap Li Yuchen yang memberikan nasihat dengan nada suara yang lembut.
“Kau tidak sendirian. Kau memiliki Ibumu, Senior Yan dan Saudara Ji di sisimu jadi kau harus tumbuh menjadi orang yang hebat! Apakah kau bisa melakukannya?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang menyelidik.
“Aku bisa, Master. Aku tidak akan pernah mengecewakanmu. Aku pasti akan menjadi Kaisar yang adil dan bijaksana!” ucap Li Yuchen sambil mengelus rambut Luenli dengan sangat lembut.
Di saat Li Yuchen dan Luenli sedang bicara tiba-tiba Yan Zhugo datang meminta bertemu karena telah menemukan cara agar Li Yuchen dan Ye Zhin bisa sampai di Daratan Wuzhou.
__ADS_1
“Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia. Saya sungguh tidak tau jika Yang Mulia Putra Mahkota ada disini. Saya akan kembali lagi nanti!” ucap Yan Zhugo dengan ekpsresi wajah yang bersalah dengan kepala tertunduk ke bawah.
Li Yuchen yang penasaran dengan informasi yang ingin disampaikan oleh Yan Zhugo pun memutuskan untuk mengirim Luenli kembali ke Istana.
“Tunggu, Senior Yan. Kau tetaplah disini. Aku dan Luenli telah selesai bicara jadi aku akan mengantar Luenli pergi terlebih dahulu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang serius dengann ekspresi wajah yang dingin.
“Tu-tunggu! Aku belum selesai bicara. Master! aku...” ucap Luenli dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang tidak terima.
Luenli yang awalnya tidak ingin pergi pun akhirnya menyerah dan memutuskan untuk kembali ke Istana.
Yan Zhugo yang telah melihat Luenli pergi dengan wrajah yang sangat sedih seperti itu menjadi sangat tidak tega dan mencoba mengalah tapi dihentikan oleh Li Yuchen.
“Biarkan dia pergi! Dia adalah Putra Mahkota dan juga Calon Kaisar di masa depan. Dia harus berubah dan menjadi lebih kuat! Jika kita terus menganggapnya anak kecil maka Luenli tidak akan pernah bisa berkembang!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
Yan Zhugo yang mendengar maksud Li Yuchen melakukan itu kepada Luenli pun akhirnya menyerah dan memutuskan untuk menghormati keputusan Li Yuchen.
“Aku mengerti. Aku akan melakukan seperti yang Tuan Muda Li inginkan!” ucap Yan Zhugo dengan senyum pahit di bibirnya dengann tatapan mata yang sedikit sedikit.
“Senior Yan, kedatanganmu yang terburu-buru itu apakah disebabkan karena kau telah mendapatkan cara agar bisa ke Daratan Wuzhou?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang penasaran dengan mata yang terbuka lebar.
“Benar, Tuan Muda Li tapi cara ini akan memakan waktu yang cukup lama yaitu dua minggu perjalanan karena saat ini Daratan Yunzan tidak memiliki orang yang memiliki kemampuan Formasi yang tinggi!” ucap Yan Zhugo dengan nada suara yang terdengar sangat kecewa.
“Baiklah. Aku mengerti. Waktu bukanlah masalah asalkan aku bisa pergi ke Daratan Wuzhou untuk menjemput Keluargaku dan membalaskan dendamku!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang tajam seolah menahan semua perasaan yang dirasakannya saat ini.
Keesokan harinya, Li Yuchen dan Ye Zhin yang telah berkemas dan menyimpan semuaya pun memulai perjalanan ke Daratan Wuzhou dengan menggunakan Kapal Terbang Dimensi.
__ADS_1
Bersambung
Apa itu kapal terbang dimensi? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jawab dikolom komentar ya...